Penyakit HIV Stadium 3

Penyakit HIV Stadium 3

 

Penyakit HIV, HIV adalah singkatan untuk Human Immunodeficiency virus, yaitu virus golongan Retrovirus yang dapat merusak sistim kekebalan tubuh khususnya sel CD-4, yaitu sejenis sel limfosit yang berperan melindungi tubuh dari serangan bakteri, virus, jamur serta pertumbuhan sel kanker. Sedangkan AIDS adalah singkatan untuk Acquired Immuno Deficiency Syndrome, yaitu kumpulan gejala sebagai dampak melemahnya sistem kekebalan tubuh akibat infeksi HIV dan bukan akibat faktor turunan.

Penyakit HIV Stadium 3

Penyakit HIV Stadium 3

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, selama Januari sampai dengan 31 Juni 2013, jumlah penderita HIV ialah 10.210 orang dan AIDS 780 orang. Peningkatan kasus HIV/AIDS di Indonesia merupakan salah satu yang terbesar di Asia. Hasil survey juga menunjukkan cara penularan yang paling dominant di Indonesia adalah melalui hubungan heteroseksual.

Virus penyakit HIV bekerja dengan cara menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Virus ini juga menyebabkan penderitanya rentan terhadap serangan kanker karena menurunnya kekebalan tubuh. HIV adalah suatu virus yang biasanya ditularkan dari satu orang kepada orang lain melalui kontak seksual. Orang yang telah terinfeksi virus HIV akan terkena penyakit yang disebabkan oleh virus HIV tersebut, yaitu AIDS.

Virus penyakit HIV yang telah masuk ke dalam tubuh seseorang tidak akan menimbulkan gejala-gejala yang terlihat secara fisik sehingga penderitanya terlihat normal seperti tidak sedang terkena penyakit. Namun, perlu diwaspadai, walaupun dari luar penderita HIV tampak normal-normal saja, tetapi dia dapat menularkan virus tersebut kepada orang lain dalam berbagai cara yang mungkin juga tidak disadari oleh penderita itu.

Gejala Awal Penyakit HIV

Terjadi beberapa minggu setelah terpapar oleh virus HIV (3-6 minggu) misalnya tertusuk jarum setelah dipakai penderita penyakit HIV, berhubungan sex dengan penderita HIV. Gejalanya dapat berupa sakit flu yaitu : demam , nyeri menelan, batuk, tidak enak badan, diare, pembesaran kelenjar getah bening, berlangsung beberapa hari, kemudian sembuh spontan walaupun tanpa pengobatan.

Gejala Penyakit HIV Stadium 3

  • Kehilangan berat badan yang parah tanpa alasan (>10% berat badan diperkirakan atau diukur)
  • Diare kronis tanpa alasan yang berlangsung lebih dari 1 bulan
  • Demam berkepanjangan tanpa alasan (di atas 37,5°C, sementara atau terus-menerus, lebih dari 1 bulan)
  • Kandidiasis mulut berkepanjangan
  • Oral hairy leukoplakia
  • Tuberkulosis paru
  • Infeksi bakteri yang berat (mis. pnemonia, empiema, piomiositis, infeksi tulang atau sendi, meningitis atau bakteremia)
  • Stomatitis, gingivitis atau periodontitis nekrotising berulkus yang akut
  • Anemia (<8g/dl), neutropenia (<0,5 × 109/l) dan/atau trombositopenia kronis (<50 × 109/l) tanpa alasan

Penyebaran Penyakit HIV

HIV tidak menular semudah itu ke orang lain. Virus ini tidak menyebar melalui udara seperti virus batuk dan flu. Penyakit HIV hidup di dalam darah dan beberapa cairan tubuh. Tapi cairan seperti air liur, keringat, atau urin tidak bisa menularkan virus ke orang lain. Ini dikarenakan kandungan virus di cairan tersebut tidak cukup banyak. Cairan yang bisa menularkan penyakit HIV ke dalam tubuh orang lain adalah:

  • Darah
  • Dinding anus
  • Air Susu Ibu
  • Sperma
  • Cairan vagina, termasuk darah menstruasi

Penyakit HIV tidak tertular dari ciuman, air ludah, gigitan, bersin, berbagi perlengkapan mandi, handuk atau peralatan makan, memakai toilet atau kolam renang yang sama, digigit binatang atau serangga seperti nyamuk. Cara yang utama agar virus bisa memasuki ke dalam aliran darah adalah:

  • Melalui luka terbuka di kulit.
  • Melalui dinding tipis pada mulut dan mata.
  • Melalui dinding tipis di dalam anus atau alat kelamin.
  • Melalui suntikan langsung ke pembuluh darah memakai jarum atau suntikan yang terinfeksi.

Cara terbaik untuk mencegah penyakit HIV adalah dengan melakukan hubungan seks secara aman, dan tidak pernah berbagi jarum atau peralatan menyuntik apa pun. Semua yang pernah berhubungan seks tanpa kondom dan berbagi jarum atau suntikan, berisiko untuk terinfeksi penyakit HIV.

Penyakit HIV Stadium 3

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*