Penyakit HIV Pada Perempuan

Penyakit HIV Pada Perempuan

 

Penyakit HIV, HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah virus yang menyerang sel darah putih di dalam tubuh (limfosit) yang mengakibatkan turunnya kekebalan tubuh manusia. Orang yang dalam darahnya terdapat virus HIV dapat tampak sehat dan belum membutuhkan pengobatan. Namun orang tersebut dapat menularkan virusnya kepada orang lain bila melakukan hubungan seks berisiko dan berbagi alat suntik dengan orang lain. Virus HIV bekerja dengan cara menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Virus ini juga menyebabkan penderitanya rentan terhadap serangan kanker karena menurunnya kekebalan tubuh.

Penyakit HIV Pada Perempuan

Penyakit HIV Pada Perempuan

Penyakit HIV merupakan penyakit menakutkan ini masih salah satu penyebab utama kematian di antara laki-laki dan perempuan dan berkembang dan negara maju. virus HIV mungkin ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui darah, alat kelamin, cairan ASI yang terinfeksi dan darah, sperma pria yang terinfeksi. Penularan virus HIV ini dapat terjadi selama transfusi darah, hubungan seks tanpa alat pengaman atau dapat ditularkan melalui jarum suntik. Selama kehamilan dan menyusui, seorangg wanita yang terinfeksi kemungkinan akan menularkan virus ke anak.

Gejala Penyakit HIV

Gejala penyakit HIV termasuk sangat ditakuti karena virus HIV akan terus menggerogoti sistem kekebalan tubuh kita, sehingga sel darah putih yang biasa digunakan tubuh kita untuk melawan berbagai jenis penyakit semakin lama semakin banyak yang rusak. oleh sebab itu, penderita penyakit HIV akan sangat mudah terserang berbagai jenis penyakit.

Pada tahapan akhir, penderita HIV bahkan tidak mampu untuk menghalau infeksi kuman yang dalam keadaan sehat akan sangat mudah dibinasakan oleh sistem kekebalan tubuh. Dari beberapa jenis gejala penyakit HIV, terdapat 5 gejala yang paling umum terjadi pada tahapan awal, apa saja? Berikut adalah gejala penyakit HIV pada tahap awal :

  1. Demam

Salah satu gejala penyakit HIV pada tahapan awal yang pertama terjadi adalah demam ringan yang disertai gejala lain seperti kelelahan, bengkak kelenjar getah bening, dan sakit tenggorokan. Pada kondisi ini, virus telah masuk ke dalam aliran darah dengan jumlah yang berlipat ganda, sehingga tubuh mengalami demam sebagai reaksi inflamasi oleh sistem kekebalan tubuh.

  1. Kelelahan

Respon inflamasi yang dihasilkan oleh sistem kekebalan tubuh juga dapat membuat orang merasa lelah dan lesu, bahkan aktivitas tubuh yang ringan dapat menyebabkan kelelahan yang ekstrim.

  1. Nyeri otot dan Nyeri Sendi

Satu dari sekian penyebab orang menjadi kurang waspada terhadap gejala penyakit HIV adalah karena gejala penyakit HIV mirip dengan gejala penyakit yang disebabkan oleh virus lain, seperti sifilis atau herpatitis. Gejala yang mirip dengan penyakit lain ini termasuk nyeri pada persendian dan otot-otot.

  1. Sakit Tenggorokan dan Sakit Kepala

HIV juga dapat menyebabkan gejala seperti sakit tenggorokan dan sakit kepala.

  1. Ruam

Munculnya ruam pada kulit merupakan gejala penyakit HIV pada tahapan awal. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan jika ruam juga tetap akan muncul pada tahap lanjutan penyakit HIV. Ruam merah muda yang merupakan gejala HIV dapat muncul pada batang tubuh dan berbentuk menyerupai bisul. Jika muncul ruam yang tidak hilang selama beberapa minggu, maka Anda sangat disarankan untuk melakukan tes kesehatan untuk memastikan apa penyebab terjadinya ruam tersebut.

Penyebab Penyakit HIV

Penyebab dari penyakit HIV bisa disebabkan oleh faktor lain, seperti penggunaan jarum suntik yang kurang steril. Hal ini bisa meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit HIV AIDS. Biasanya hal ini terjadi pada kalangan orang yang hobi mengonsumsi Narkoba yang terkadang sering bertukar jarum suntik.

Faktor penyebab penyakit HIV juga karna seks yang bebas dan seks yang kurang sehat dan kurang aman. Ketika Anda berhubungan intim, upayakan untuk maenaggunakan pengaman. Sebab, virus HIV AIDS akan lebih mudah menular ketika aktivitas intim Anda tidak sehat dan tanpa pengaman. Hubungan intim yang kurang aman dan tanpa dilengkapi pelindung (Kondom) lebih riskan dibandingkan memakai Kondom alias pelindung.

Selain faktor penyebab penyakit HIV diatas, penyakit keturunan juga dapat memicu penyakit HIV. Jika orang tua atau kaker nenek Anda memiliki riwayat penyakit HIV AIDS maka kemungkinan besar penyakit ini akan diwariskan pada Anda, dengan kata lain Anda akan menderita penyakit yang sama (kemungkinan besar). Ini juga merupakan penyebab penyakit HIV AIDS. Hindari hal-hal yang dapat menyebabkan virus HIV menular dengan begitu kita akan terhindar dari penyakit HIV.

Penyakit HIV Pada Perempuan

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*