Penyakit HIV Di Indonesia

Penyakit HIV Di Indonesia

 

Penyakit HIV, HIV atau Human Immunodeficiency Virus, adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dan kemudian menimbulkan AIDS. HIV menyerang salah satu jenis dari sel-sel darah putih yang bertugas menangkal infeksi. Sel darah putih tersebut termasuk limfosit yang disebut “sel T-4″ atau disebut juga “sel CD-4″.

Penyakit HIV Di Indonesia

Penyakit HIV Di Indonesia

Sebagian besar anak muda Indonesia tidak tahu mengenai HIV/AIDS dan penyebarannya. Hanya sedikit yang mendapat informasi yang tepat tentang penyakit itu. Dalam satu penelitian, hanya satu dari tiga pelajar sekolah menengah atas di Jakarta yang tahu persis cara pencegahan penularan virus secara seksual.

Kasus penyakit HIV di Indonesia ditangani oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional dan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan memiliki Strategi Penanggulangan AIDS Nasional untuk wilayah Indonesia. Ada 79 daerah prioritas di mana epidemi AIDS sedang meluas. Daerah tersebut menjangkau delapan provinsi: Papua, Papua Barat, Sumatera Utara, Jawa Timur, Jakarta, Kepulauan Riau, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Program-program penanggulangan HIV AIDS di Indonesia menekankan pada pencegahan melalui perubahan perilaku dan melengkapi upaya pencegahan tersebut dengan layanan pengobatan dan perawatan. Program PEPFAR di Indonesia bekerja sama secara erat dengan saat ini.

Semula kasus penyakit HIV di Indonesia berada pada low level epidemic. Sejak 2000, kasus AIDS di Indonesia meningkat menjadi concentrated level epidemic. Tapi, belum masuk tahap epidemi meluas yang diindikasikan dengan tingkat persentase kasus penyakit HIV di Indonesia pada Ibu hamil mencapai di atas satu persen. Sedangkan pada masa kini, sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional, Nafsiah Mboi mengatakan jumlah perempuan yang terinfeksi penyakit HIV di Indonesia terus meningkat dengan cepat.

Di Indonesia saat ini terdapat sekitar 40 ribu ibu rumah tangga yang terkena penyakit HIV AIDS karena tertular dari suami mereka. Pemicu penularan HIV AIDS terbesar sampai saat ini, menurut data Komisi Penanggulangan AIDS Nasional adalah hubungan seksual yang berisiko bahasa halus dari zina. Pada masa kini sebanyak 3,1 juta pria merupakan penikmat seks bebas dan pelaku zina, lalu 800 ribu lainnya berhubungan seksual sesama jenis. Sedangkan, 230 ribu pengidap terjangkit melalui jarum suntik yang digunakan secara bergantian. Dilihat dari usia, pengidap AIDS paling banyak terjadi pada kelompok produktif yaitu dengan rentang usia 20 hingga 29 tahun, disusul kelompok umur 30 hingga 39 tahun.

Gejala Penyakit HIV

Pada tahap awal infeksi HIV, gejala yang paling umum pun tidak ada. Karena gejala awalnya tidak ada, orang-orang yang berisiko tersebut kadang tidak tahu tubuhnya sudah dimasuki virus HIV. Walaupun penyakit ini mampu menyebabkan gangguan kesehatan yang serius, namun sayangnya gejala awal dari penyakit ini kurang diketahui. Sehingga penyakit ini baru diketahui ketika sudah masuk stadium yang parah.

Berikut adalah gejala penyakit HIV menular yang harus Anda ketahui :

  • Demam
  • Kelelahan
  • Nyeri otot dan sendi
  • Sakit tenggorokan dan sakit kepala
  • Ruam pada kulit
  • Mual, muntah, dan diare

Untuk mencegah penularan penyakit HIV AIDS kita dapat melakukan beberapa hal berikut ini:

  1. Lakukan Pemeriksaan Diri Secara Teratur

Menguji secara teratur status AIDS Anda bisa membantu mencegah menularkan infeksi tersebut. Di samping itu, tes ini juga mudah dan laporannya bisa tersedia dalam beberapa hari atau kurang lebih 20 menit setelah pemeriksaan.

  1. Hindari Pelumas Berminyak

Menggunakan pelumas berbasis minyak akan melemahkan kondom dan meningkatkan kemungkinan penularan cairan. Oleh karena itu, gunakan pelumas berbasis air saat akan melakkan hubungan intim, bukan pelumas berbasis minyak agar aktivitas seksual tetap aman.

  1. Hindari Berbagi Jarum

Jangan pernah untuk menggunakan jarum bekas ataupun berbagi jarum dengan orang lain, entah itu untuk penggunaan obat di rumah atau penggunaan obat illegal. Pasalnya, hal itu akan menyebabkan adanya kontak darah dengan orang lain, yang menempatkan Anda pada resiko terinfeksi HIV.

  1. Barang-Barang Pribadi Anda Hanya Untuk Anda

Hindari pemakaian bersama atau meminjamkan barang pribadi kepada orang lain, seperti pisau cukur atau sikat gigi dengan siapapun. Itu karena barang-barang pribadi Anda bisa membuat bercak darah dan berbagi item ini dengan orang baru yang mana ini bisa mengakibatkan penularan darah dan menempatkan Anda pada risiko terkena infeksi.

Itulah sekilas informasi mengenai penyakit HIV di Indonesia. Terima kasih anda telah membaca artikel mengenai penyakit HIV di Indonesia. Semoga artikel mengenai penyakit HIV di Indonesia diatas dapat bermanfaat untuk anda.

Penyakit HIV Di Indonesia

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*