Penyakit HIV AIDS Pada Anak

Penyakit HIV AIDS Pada Anak

 

Penyakit HIV AIDS Pada Anak, HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah virus yang menyerang sel darah putih di dalam tubuh (limfosit) yang mengakibatkan turunnya kekebalan tubuh manusia. Orang yang dalam darahnya terdapat virus HIV dapat tampak sehat dan belum membutuhkan pengobatan. Namun orang tersebut dapat menularkan virusnya kepada orang lain bila melakukan hubungan seks berisiko dan berbagi alat suntik dengan orang lain. Virus HIV bekerja dengan cara menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Virus ini juga menyebabkan penderitanya rentan terhadap serangan kanker karena menurunnya kekebalan tubuh. Penyakit HIV merupakan penyakit menakutkan ini masih salah satu penyebab utama kematian di antara laki-laki dan perempuan atau bahkan mungkin anak-anak.

Penyakit HIV AIDS Pada Anak

Penyakit HIV AIDS Pada Anak

Sebagian besar anak dengan HIV-positif sebenarnya meninggal karena penyakit yang biasa menyerang anak, penyakit HIV AIDS pada anak. Sebagian dari kematian ini dapat dicegah, melalui diagnosis dini dan tatalaksana yang benar, atau dengan memberi imunisasi rutin dan perbaikan gizi. Secara khusus, anak ini mempunyai risiko lebih besar untuk mendapat infeksi pneumokokus dan tuberkulosis paru. Pencegahan dengan kotrimoksazol dan ART dapat sangat mengurangi jumlah anak yang meninggal secara dini.

Penularan penyakit HIV AIDS pada anak dari ibu ke anak (tanpa pencegahan Antiretroviral) diperkirakan berkisar antara 15–45%. Bukti dari negara industri maju menunjukkan bahwa transmisi dapat sangat dikurangi (menjadi kurang dari 2% pada beberapa penelitian terbaru) dengan pemberian antiretroviral selama kehamilan dan saat persalinan dan dengan pemberian makanan pengganti dan bedah kaisar elektif.

Ciri Penyakit HIV AIDS Pada Anak

Infeksi penyakit HIV AIDS pada anak umumnya didapatkan dari ibu yang sudah terinfeksi virus selama kehamilan, saat persalinan normal dan menyusui. Perlakuan untuk ibu hamil yang terinfeksi virus terhadap janin dan anak memang harus sangat diperhatikan. Penyebab lain yang bisa membuat bayi dan anak terkena HIV AIDS adalah seperti transfusi darah, jarum suntik dan hubungan lain.

Berikut ini beberapa ciri-ciri penyakit HIV AIDS pada anak :

  1. Pertumbuhan Badan yang Buruk

Bayi dan anak-anak biasanya tidak akan menunjukkan gejala penyakit HIV AIDS pada anak yang cukup jelas. Salah satu masalah utama yang mudah dikenali adalah ketika bayi dan anak-anak tidak memiliki grafik pertumbuhan yang normal. Bayi dan anak-anak akan lebih terlihat kurus. Pemeriksaan berat badan yang dilakukan setiap bulan sama sekali tidak menunjukkan kemajuan yang berarti.

  1. Perkembangan Lambat

Perkembangan bayi dan anak-anak biasanya dipantau setiap bulan untuk mendapatkan data yang jelas. Di Indonesia monitoring perkembangan dan pertumbuhan bayi dan anak dibawah lima tahun dipantau dalam program posyandu. Namun bayi dan anak-anak yang memang terkena penyakit HIV AIDS pada anak akan memiliki perkembangan dan pertumbuhan yang kurang baik. Bayi dan anak-anak akan terlihat dengan perkembangan yang kurang sesuai dengan standar. Ini adalah gejala yang paling mudah dikenali.

  1. Sering Kejang

Kejang menjadi pertanda bahwa tubuh bayi dan anak-anak mengalami masalah terutama pada sistem syaraf dan otak. Kejang bisasanya paling sering terjadi ketika anak-anak mengalami panas yang menyebabkan tubuh memberikan reaksi yang sangat berat. Namun bayi dan anak-anak yang terkena penyakit HIV AIDS pada anak memiliki tubuh yang sangat lemah sehingga kejang akan lebih sering terjadi. Kondisi ini membutuhkan perawatan khusus karena bisa saja infeksi sudah menyebar ke bagian otak.

  1. Infeksi Telinga

Bayi dan anak-anak yang terkena HIV AIDS memang sangat rentan terkena infeksi telinga. Infeksi teling disebabkan karena virus sudah melemahkan sistem pada organ ini. Sebelum mengembangkan infeksi biasanya diawali dengan beberapa gejala seperti tubuh panas, sakit pada tenggorokan dan rewel. Untuk mengatasi hal ini maka bayi dan anak-anak harus dibawa ke dokter untuk mendapatkan obat yang bisa menyembuhkan infeksi.

  1. Diare

Diare adalah masalah yang paling sering terjadi untuk bayi dan anak-anak yang terkena HIV AIDS. Diare disebabkan karena infeksi virus sudah menyebabkan organ pencernaan tidak bisa melakukan fungsi dengan baik. Ada banyak bakteri buruk yang sudah berkembang dalam sistem pencernaan. Bahkan kondisi ini juga terjadi pada penderita dewasa. Mengontrol makanan dan minuman pada bayi dan anak akan membantu tubuh agar tidak terkena diare berlebihan.

  1. Sariawan

Sariawan yang terjadi pada bayi dan anak-anak akan lebih sering terjadi pada penderita penyakit HIV AIDS pada anak. Hal ini disebabkan karena infeksi jamur sering terjadi karena tubuh memiliki sistem kekebalan yang sangat lemah. Sariawan disebabkan karena jamur candida yang berkembang dalam mulut. Untuk mencegah sariwan maka kebersihan mulut harus diperhatikan dengan baik.

  1. Demam

Demam untuk anak-anak dan bayi yang menderita penyakit HIV AIDS pada anak sebenarnya terjadi karena, sistem kekebalan tubuh yang sangat lemah. Kondisi demam ini akan menyebabkan tubuh menjadi semakin lemah, sementara bayi dan anak-anak juga rewel. Pemeriksaan untuk mengetahui infeksi lanjutan yang terjadi pada tubuh sangat diperlukan. Beberapa bayi dan anak-anak juga biasanya disarankan untuk rawat inap di rumah sakit.

  1. Dehidrasi

Bayi dan anak-anak yang terkena HIV AIDS juga cenderung lebih sering mengalami dehidrasi. Kondisi ini disebabkan karena tubuh membutuhkan air yang lebih banyak. Sistem metabolisme yang sudah bermasalah menyebabkan bayi dan anak-anak bisa mengalami kekurangan penyerapan air. Selain itu, bayi dan anak-anak juga akan sangat rentan dengan makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh. Dehidrasi akan menyebabkan tubuh menjadi sangat lemah dan membutuhkan perhatian khusus.

  1. Infeksi Paru-Paru

Infeksi paru-paru terjadi pada bayi dan anak-anak yang sudah agak lama menderita penyakit HIV AIDS pada anak. Hal ini disebabkan karena paru-paru mengalami infeksi yang disebabkan oleh jamur. Jamur bisa masuk ke saluran pernafasan dari luar seperti perantara udara atau berbagai benda berjamur yang kontak langsung dengan tangan serta saluran pernafasan. Gejala infeksi paru seperti sulit bernafas, nafas yang terasa sangat berat, mudah marah dan tubuh yang sangat lemah. Perawatan di rumah sakit sangat diperlukan untuk menyembuhkan infeksi dan mengurangi resiko penyebaran infeksi.

Gambaran klinis infeksi penyakit HIV AIDS pada anak sangat bervariasi. Beberapa anak dengan HIV-positif menunjukkan keluhan dan gejala terkait HIV yang berat pada tahun pertama kehidupannya. Anak dengan HIV-positif lainnya mungkin tetap tanpa gejala atau dengan gejala ringan selama lebih dari setahun dan bertahan hidup sampai beberapa tahun.

Anak disebut sebagai “Tersangka HIV” apabila ditemukan gejala berikut, yang tidak lazim ditemukan pada anak dengan penyakit HIV-negatif, Penyakit HIV AIDS Pada Anak.

Sebetulnya, hanya ada sedikit penelitian mengenai penyakit HIV AIDS pada anak. Jadi sebagian besar usulan dan pedoman tentang penatalaksanaan penyakit HIV AIDS pada anak berdasarkan penelitian pada orang dewasa. Sebuah penelitian baru menemukan bahwa anak dilahirkan oleh ibu terinfeksi penyakit HIV mempunyai angka gangguan psikiatri dan beberapa masalah kesehatan lain yang lebih tinggi, walau anak sendiri ternyata tidak terinfeksi penyakit HIV.

Belum pernah dilaporkan kasus anak yang terinfeksi akibat kegiatan sehari-hari di rumah, walaupun ibu atau anggota keluarga lain terinfeksi penyakit HIV. Sebaliknya, penyakit HIV tidak dapat menular melalui hubungan langsung dengan anak, misalnya memeluk, mencium, memandikan, mengganti popok, atau waktu bermain. Mendiagnosis penyakit HIV AIDS pada anak hampir pasti berarti bahwa ibunya dan mungkin pasangan ibu juga terinfeksi penyakit HIV. Jadi keluarga membutuhkan banyak dukungan setelah diagnosis penyakit HIV AIDS pada anaknya. Lagi pula, sebelum anak dites HIV, sedikitnya ibunya harus diberi konseling prates dan memberi persetujuan.

Penyakit HIV AIDS Pada Anak

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*