HIV Menular

HIV Menular

HIV Menular, HIV adalah penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh, yang mana sistem kekebalan tubuh adalah pertahanan tubuh terhadap penyakit. Jika sistem kekebalan tubuh seseorang telah dirusak oleh virus, maka akan mengembangkan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Ini berarti mereka akan mendapatkan infeksi dan penyakit yang mana tubuh mereka biasanya bisa melawan. Didiagnosa menderita penyakit HIV bukan berarti seseorang memiliki AIDS atau mereka akan meninggal. Perawatan akan memperlambat kerusakan pada sistem kekebalan tubuh sehingga orang dengan penyakit HIV dapat tetap baik, hidup sehat dan memuaskan.

HIV Menular

HIV Menular

Saat ini banyak orang yang bertanya-tanya apakah penyakit HIV menular ? Dan bahkan banyak sekali anggapan yang beredar di masyarakat HIV bisa menular lewat keringat. Jika benar itu terjadi, mungkin semakin banyak atlet-atlet yang tertular virus HIV. Fakta yang beredar bahwa HIV bisa menular melalui keringat itu hanyalah mitos. yang benar itu HIV hanya menyebar pada cairan tubuh manusia, dan hanya ada tiga cairan tubuh yang rawan membawa HIV. Berikut adalah beberapa hal yang membuat penyakit HIV menular :

  1. HIV Menular Lewat Cairan Darah

HIV bisa menular jika seseorang menerima transfusi darah / produk darah dari orang yang terkena HIV. HIV bisa menular lewat pemakaian jarum suntik yang sudah tercemar HIV, yang dipakai bergantian tanpa disterilkan, misalnya pemakaian jarum suntik dikalangan pengguna narkotika suntikan. Melalui pemakaian jarum suntik yang berulangkali dalam kegiatan lain, misalnya : peyuntikan obat, imunisasi, pemakaian alat tusuk yang menembus kulit, misalnya alat tindik, tato, dan alat facial wajah.

  1. HIV Menular Lewat Hubungan Seksual

Menurut data WHO, pada tahun 1983-1995, sebanyak 70-80% HIV menular melalui hubungan heteroseksual, sedangkan 5-10% terjadi melalui hubungan homoseksual. Kontak seksual melalui vagina dan anal memiliki resiko yang lebih besar untuk penularan HIV dibandingkan dengan kontak seks secara oral.

Beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan resiko HIV menular melalui hubungan seksual adalah kehadiran penyakit menular seksual, kuantitas beban virus, penggunaan douche. Seseorang yang menderita penyakit menular seksual lain (contohnya: sifilis, herpes genitali, kencing nanah, dsb.) Akan lebih mudah menerima dan menularkan hiv kepada orang lain yang berhubungan seksual dengannya.

  1. HIV Menular dari Ibu Ke Anak (Transmisi Perinatal)

HIV menular dari ibu ke anak dapat terjadi melalui infeksi in utero, saat proses persalinan, dan melalui pemberian asi. Beberapa faktor maternal dan eksternal lainnya dapat mempengaruhi transmisi hiv ke bayi, di antaranya banyaknya virus dan sel imun pada trisemester pertama, kelahiran prematur, dan lain-lain. Penurunan sel imun (cd4+) pada ibu dan tingginya rna virus dapat meningkatkan resiko penularan hiv dari ibu ke anak.

Selain itu, sebuah studi pada wanita hamil di Malawi dan AS juga menyebutkan bahwa kekurangan vitamin A dapat meningkatkan risiko infeksi penyakit HIV. Risiko HIV menular perinatal dapat dilakukan dengan persalinan secara caesar, tidak memberikan asi, dan pemberian azt pada masa akhir kehamilan dan setelah kelahiran bayi.

Gejala Penyakit HIV

Pada tahap awal infeksi HIV, gejala yang paling umum pun tidak ada. Karena gejala awalnya tidak ada, orang-orang yang berisiko tersebut kadang tidak tahu tubuhnya sudah dimasuki virus HIV. Walaupun penyakit ini mampu menyebabkan gangguan kesehatan yang serius, namun sayangnya gejala awal dari penyakit ini kurang diketahui. Sehingga penyakit ini baru diketahui ketika sudah masuk stadium yang parah.

Berikut adalah gejala penyakit HIV menular yang harus Anda ketahui :

  • Demam
  • Kelelahan
  • Nyeri otot dan sendi
  • Sakit tenggorokan dan sakit kepala
  • Ruam pada kulit
  • Mual, muntah, dan diare

Saat ini penyakit HIV AIDS termasuk dalah penyakit yang berbahaya karna bisa menimbulkan kematian, selain itu susahnya untuk mengobati penyakit HIV ini. Sebenarnya penyakit HIV AIDS ini masih bisa dicegah, namun karna kurangnya penyuluhan dan kepedulian masyarakat mengenai penyakit HIV membuat berkembang. Penyakit HIV termasuk sebagai penyakit menular. Cara penularan virus HIV bisa melalui tranfusi darah dan pemakaian jarum suntik yang digunakan bergantian maupun tidak steril.

Cara terbaik untuk mencegah penyakit HIV dan penyakit infeksi menular seksual (IMS) lainnya adalah dengan memakai kondom untuk segala jenis penetrasi seks. Dan gunakan dental dam untuk melakukan seks oral. Dental dam adalah selembar kain berbahan lateks. Kain ini berfungsi sebagai penghalang antara mulut dan vagina atau anus. Hal ini bertujuan untuk menurunkan penyebaran IMS selama melakukan seks oral.

Untuk pencegahan penyakit HIV menular Anda harus menghindari pemakaian jarum suntik yang tidak steril. Jika Anda memakai jarum untuk menyuntikkan obat, pastikan jarumnya steril. Jangan berbagi jarum, suntikan, atau perlengkapan menyuntik lagi seperti spon dan kain. Berbagi jarum bisa meningkatkan risiko terinfeksi HIV dan virus lain yang ada di dalam darah, misalnya hepatitis C.

HIV Menular

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*