HIV Dan Resiko

HIV Dan Resiko

 

HIV merupakan singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. HIV sendiri adalah virus yang jika menginfeksi dapat menyebabkan menurunnya kemampuan dalam melawan infeksi virus, bakteri, jamur, parasit yang masuk ke dalam tubuh. Virus HIV bekerja dengan cara menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Virus ini juga menyebabkan penderitanya rentan terhadap serangan kanker karena menurunnya kekebalan tubuh.

HIV Dan Resiko

HIV Dan Resiko

Bagi kebanyakan orang, virus HIV AIDS adalah virus yang terjadi pada orang lain. Padahal ini bisa menyerang siapa saja, termasuk kita. Sebagian besar waktu, tanda-tanda HIV tidak menjadi nyata sampai infeksi mulai menyebar. Misalnya jika virus menyerang saat ini, gejala-gejala positif HIV AIDS bisa terlihat 2,3 atau 10 tahun ke depan. Sejumlah tanda HIV AIDS muncul hanya setelah masa inkubasi berakhir.

Gejala Penyakit HIV

Pada tahap awal infeksi HIV, gejala yang paling umum pun tidak ada. Karena gejala awalnya tidak ada, orang-orang yang berisiko tersebut kadang tidak tahu tubuhnya sudah dimasuki virus HIV. Walaupun penyakit ini mampu menyebabkan gangguan kesehatan yang serius, namun sayangnya gejala awal dari penyakit ini kurang diketahui. Sehingga penyakit ini baru diketahui ketika sudah masuk stadium yang parah.

Berikut adalah gejala penyakit HIV menular yang harus Anda ketahui :

  • Demam
  • Kelelahan
  • Nyeri otot dan sendi
  • Sakit tenggorokan dan sakit kepala
  • Ruam pada kulit
  • Mual, muntah, dan diare

Penyebab HIV AIDS adalah infeksi oleh virus HIV, yang menyerang system kekebalan tubuh sehingga sel-sel pertahanan tubuh makin lama makin banyak yang rusak. Penderita infeksi HIV AIDS menjadi sangat rentan terhadap semua bentuk infeksi. Pada tahap akhir, penderita tidak bisa tahan terhadap kuman-kuman yang secara normal bisa dilawannya dengan mudah.

Faktor Resiko HIV/AIDS

Perilaku tertentu dapat meningkatkan resiko anda tertular virus HIV. Beberapa faktor resiko yang paling sering menularkan virus HIV adalah:

  • Berhubungan seksual dengan seorang pembawa virus HIV, baik melalui vagina, anus, maupun oral (mulut). Hal ini juga berlaku bila anda berhubungan seksual dengan orang yang anda tidak ketahui membawa virus HIV atau tidak
  • Memiliki banyak pasangan seksual
  • Berhubungan seksual dengan pekerja seks komersial atau menggunakan obat-obatan terlarang melalui suntikan
  • Menggunakan jarum suntik bersama dengan pembawa virus HIV
  • Menggunakan jarum untuk menindik atau membuat tato yang tidak steril (jarang)

Beberapa faktor resiko HIV/AIDS lainnya adalah:

  • Memiliki penyakit menular seksual lainnya, seperti herpes, klamidia, sifilis, atau gonorea. Penyakit menular seksual ini menyebabkan perubahan jaringan pada kemaluan yang mempermudah penularan HIV
  • Berhubungan seksual setelah mengkonsumsi alkohol atau obat-obatan sehingga tidak memiliki kesempatan menggunakan kondom
  • Memiliki ibu yang terinfeksi oleh virus HIV sebelum anda lahir (ibu anda telah terinfeksi oleh virus HIV saat hamil)
  • Menerima transfusi darah atau berbagai produk lainnya yang diperoleh sebelum tahun 1985 (sebelum tahun 1985 semua darah yang ditransfusikan belum diperiksa apakah terdapat virus HIV atau tidak)
  • Memiliki gen pelawan infeksi HIV yang lebih sedikit.

Cara Mencegah HIV AIDS

Mekanisme penularan penyebab HIV AIDS terjadi saat berhubungan seksual, baik dengan lawan jenis ataupun sesama jenis (homo dan lesby), tukar dan saling meminjam alat suntik (jarum, semprit, kapas dan wadah untuk cairan) yang biasa dilakukan oleh pengguna narkoba, transfusi darah dan transplantasi organ yang tidak diskrining, tato, tindik, dan lebih berisiko selama kehamilan seorang ibu yang menularkan pada calon bayinya.

Pastikan agar Anda melakukan tindakan pencegahan penularan HIV AIDS ini agar terhindari dari penyakit mengerikan ini:

  • Tidak berhubungan seks ataupun saling pinjam dan tukar pasangan yang pernah berhubungan dengan orang yang terinfeksi virus HIV.
  • Pastikan ketika melakukan transfusi darah steril dari paduan virus HIV.
  • Penggunaan narkoba dengan jarum suntik memudahkan virus HIV untuk menyebar.

Tidak ada vaksin untuk mencegah penyakit HIV dan tidak ada obat untuk AIDS, tapi Anda bisa melindungi diri agar tidak terinfeksi. Satu-satunya cara untuk mencegah terinfeksi HIV adalah dengan menghindari kegiatan yang meningkatkan risiko tertular HIV. Pada dasarnya, mencegah selalu lebih baik daripada mengobati.

Solusi Mengobati Penyakit HIV AIDS Dengan S-Lutena Suplemen Kesehatan No. 1 Dari Jepang

S.Lutena (Nama Super lutein yang digunakan di Indonesia) adalah herbal yang sangat baik untuk kesehatan organ tubuh manusia secara keseluruhan. S-Lutena bisa digunakan sebagai suplemen harian untuk kebutuhan akan nutrisi tubuh atau digunakan sebagai herbal untuk pengobatan penyakit.

S.Lutena berisi 6 jenis yang paling penting dari karotenoid, lima jenis nutrisi yang paling penting berdasarkan kebutuhan manusia dan mengkombinasikan fungsi vegetatif dengan proporsi yang terbaik. Super lutein juga berfungsi sebagai herbal antikanker yang telah direkomendasikan oleh 6600 dokter spesialis di dunia. S.Lutena juga berfungsi sebagai antiaging dan antioksidan yang mampu melakukan regenerasi sel tubuh yang rusak. Super lutein mampu memperbaiki metabolisme tubuh yang tidak baik sehingga berfungsi maksimal.

Mengapa harus Super Lutein (S. Lutena)? Peranan Super Lutein (S.Lutena) sebagai herbal untuk Membantu dalam penyembuhan berbagai penyakit dan lebih baik lagi digunakan sebagai suplemen harian dikarenakan kandungan 6 karotenoid dan 5 komponen penting dalam super lutein (S.Lutena) yang mempunyai andil dalam memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak dan membantu memperbaiki metabolisme tubuh yang tidak baik termasuk memperbaiki sistem metabolisme tubuh.

S-Lutena merupakan hasil ekstrak sayuran berwarna cerah yang terdiri dari 6 macam carotenoid yang mencakup keseluruhan zat makanan yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Selain itu, S Lutena juga mengandung Vit E, B, dan DHA. Superrlutein merupakan solusi paling tepat bagi masyarakat modern yang ingin menjaga keseimbangan nutrisi tubuhnya setiap hari.

Super Lutein Efeknya Dapat Dirasakan Dalam Hitungan Menit.

  • 20 menit setelah dikonsumsi, SuperLutein akan diserap oleh sistem pencernaan.
  • 40 menit setelah dikonsumsi, SuperLutein akan diserap oleh mata.

Super Lutein juga sangat ampuh untuk mengobati : Darah Tinggi , Kanker, Tumor, Migrain, Stroke, Diabetes Melitus, Jantung, Kolesterol, Sembelit, Kulit Kering, Nyeri Haid / Haid Tidak Normal, Borok / Luka, Nyeri Sendi, Sakit Pinggang, mata Katarak, Rabun Jauh / Dekat, Eksim, Arteriosklerosis, Periodontosis, Mata Plus, Rabun Senja, Mata Silindris, Sakit Ginjal, Hepatitis, dsb.

HIV Dan Resiko

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*