HIV Dan AIDS Berbeda !

HIV Dan AIDS Berbeda !

 

HIV Dan AIDS, Banyak orang salah mengira bahwa HIV sama dengan AIDS. Ini dikarenakan kedua hal tersebut sering digunakan secara bergantian untuk menggambarkan satu penyakit. Padahal ada perbedaan HIV dan AIDS yang mendasar, dan artikel ini akan membahasnya.

HIV Dan AIDS Berbeda

HIV Dan AIDS Berbeda !

HIV adalah virus dan pemicu tertentu yang menyebabkan infeksi. HIV singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Nama tersebut dengan jelas mendeskripsikan virus ini—hanya menginfeksi manusia dan menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga membuatnya tidak mampu bekerja sebagaimana mestinya.

Meskipun dapat menyingkirkan banyak virus lain, namun sistem imun manusia tidak sanggup menyerang dan membasmi HIV secara keseluruhan. Para ahli belum mengerti mengapa tubuh tidak mampu mengalahkan HIV, namun sudah ditemukan pengobatan guna mengendalikan virus HIV dan AIDS secara efektif.

AIDS adalah suatu kondisi atau sindrom yang dapat disebabkan oleh HIV. AIDS singkatan dari Acquired Immunodeficiency Syndrome. Sindrom ini berkembang ketika HIV sudah sangat merusak sistem kekebalan tubuh. Gejala yang ditimbulkan AIDS bergantung pada jenis infeksi yang mengakibatkan kerusakan sistem imun sehingga tidak mampu melawan infeksi berbagai penyakit lain.

Gejala HIV Dan AIDS

Gejala HIV

Tidak tampak gejala dan perubahan pada penderita HIV, namun apabila melakukan tes lab, maka akan diketahui bahwa penderita positif mengidap HIV. Fase dimana darah mengandung virus HIV disebut sebagai HIV +, yang merupakan fase sebelum memasuki tahap AIDS. Waktu yang dibutuhkan untuk memasuki tahap AIDS pada umumnya berkisar antara 5 hingga 10 tahun (tergantung dari kekebalan tubuh dari masing-masing individu). Perkembangan ini bisa dihambat dengan melakukan terapi. Pada usia 2 hingga 4 bulan, virus ini belum memperlihatkan tanda-tanda apabila diperiksa karena pada bulan-bulan ini virus masih melakukan perkembangbiakan dengan cepat (disebut dengan periode jendela). Pada akhirnya virus ini akan menyebabkan kekebalan tubuh menurun drastis dan menjadikan penyakit ringan dan biasa dapat berbahaya bagi tubuh., hingga akhirnya penderita masuk ke tahap AIDS.

Gejala AIDS

Untuk gejala-gejala AIDS, pembagiannya dibagi dalam dua macam:

  • Gejala umum: Gejala ini ditandai dengan menurunnya berat badan hingga 10% secara drastis, demam berkepanjangan dan diare terus-menerus yang terjadi selama lebih dari satu bulan.
  • Gejala tahap kedua: Pada fase gejala ini, penderita akan mengalami batuk yang tak kunjung sembuh, perubahan kulit yang menjadi iritasi serta gatal, adanya infeksi jamur pada rongga mulut atau kerongkongan, serta adanya pembengkakan getah bening di sekujur tubuh (biasanya terjadi di ketiak, di bawah telinga, leher, dan lipatan paha). Selain itu, adapula infeksi opportunistic yang disebabkan karena infeksi kuman, jamur, dan bakteri, selain alergi berat dan TBC serta hepatitis C (kasus hepatitis C biasanya terjadi hanya pada injection drug user).

Cara Penularan HIV Dan AIDS

Beberapa cara penularan virus HIV dan AIDS adalah sebagai berikut:

  • Hubungan seks tanpa kondom
  • Berbagi alat suntik dengan orang yang positif mengidap HIV, terutama di kalangan pengguna narkotika suntik
  • Ibu hamil positif HIV kepada bayinya selama masa kehamilan, persalinan dan/atau waktu menyusui
  • Melalui transfusi darah/produk darah yang sudah tercemar HIV

Cara Pencegahan HIV Dan AIDS

Mencegah penyakit HIV dan AIDS relatif lebih mudah dibandingkan dengan mengobatinya. Mencegah penyakit HIV dan AIDS akan semakin penting artinya berhubung penyakit ini belum ditemukan obatnya. Berikut ini beberapa cara pencegahan penyakit HIV dan AIDS :

  • Setialah dengan suami atau istri anda. Lakukan hubungan seksual hanya dengan pasangan hidup anda (safe sex).
  • Menghindari seks bebas (free sex). Jangan melakukan hubungan badan dengan pekerja seksual (PSK) atau berganti-ganti pasangan.
  • Gunakan kondom secara benar dalam berhubungan seksual, kecuali untuk pasangan-pasangan yang menginginkan bayi. Kondom bisa menurunkan resiko infeksi tetapi tidak dapat mencegahnya secara total. Kondom yang terbuat dari selaput (membrane) binatang terlalu tipis untuk dapat melindungi.
  • Hindari penyalah-gunaan obat terlarang, narkoba dan penggunaan jarum suntik bersama-sama.
  • Bila ingin akupunctur, tattoo, atau tindik telinga pastikan bahwa alat-alat yang dipakai telah disterilkan.
  • Bila perlu operasi, sebaiknya minta transfuse darah autologous, yaitu donor darah untuk nantinya dipakai sendiri

Tidak ada vaksin untuk mencegah penyakit HIV dan tidak ada obat untuk AIDS, tapi Anda bisa melindungi diri agar tidak terinfeksi. Satu-satunya cara untuk mencegah terinfeksi HIV adalah dengan menghindari kegiatan yang meningkatkan risiko tertular HIV dan AIDS. Pada dasarnya, mencegah selalu lebih baik daripada mengobati.

HIV Dan AIDS Berbeda !

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*