HIV AIDS Pada Remaja

HIV AIDS Pada Remaja

 

HIV AIDS Pada Remaja – HIV atau human immunodeficiency virus adalah virus yang mampu menyebabkan penyakit AIDS di dalam tubuh Anda. Anda dapat terinfeksi penyakit ini dengan cara melakukan hubungan seks tanpa kondom dengan mereka yang sudah terkena penyakit ini atau berbagi jarum suntik dengan penderita AIDS.

HIV AIDS Pada Remaja

HIV AIDS Pada Remaja

Pemahaman remaja tentang HIV/AIDS masih sangat minim. Padahal, remaja termasuk kelompok usia yang rentan dengan perilaku berisiko. Berdasarkan laporan terbaru, jumlah pengidap HIV di dunia mencapai 35,3 juta orang, 2 juta di antaranya adalah remaja dan pemuda usia 10-19 tahun. Disebutkan pula angka kematian di kalangan anak-anak dan remaja akibat penyakit AIDS selama delapan tahun terakhir meningkat hingga 50 persen. Sebab utamanya adalah ketidaktahuan akan penyakit AIDS dan diagnosa tepat. Padahal kedokteran modern saat ini berhasil menekan angka kematian dikalangan pengidap AIDS untuk orang dewasa hingga sepertiga.

Penyebaran HIV AIDS Pada Remaja

HIV adalah jenis virus yang rapuh. Tidak bisa bertahan lama di luar tubuh manusia. HIV bisa di temukan di dalam cairan tubuh dari orang yang terinfeksi. Cairan yang di maksud adalah cairan sperma, cairan vagina, cairan anus, darah dan ASI. HIV AIDS tidak bisa menyebar melalui keringat atau urin.

Di Indonesia faktor penyebab dan penyebaran virus HIV AIDS terbagi menjadi dua kelompok utama, yaitu melalui hubungan seks yang tidak aman dan bergantian jarum suntik saat menggunakan narkotika.

Berikut ini adalah beberapa cara penyebaran HIV AIDS lainnya :

  • Melalui seks oral
  • Melalui transfusi darah dari orang yang terinfeksi
  • Memakai jarum, suntikan dan perlengkapan menyuntik lain yang sudah terkontaminasi, misalnya spon dan kain pembersihnya.
  • Penularan dari ibu kepada bayi pada masa kehamilan, ketika melahirkan atau menyusui.

Gejala-Gejala HIV AIDS Pada Remaja

  • Demam atau panas. Menyerupai demam pada umumnya, yaitu suhu tubuh yang tinggi bisa berkisaar antara 38-40 derajat selsius. Demam terjadi ketika tubuh membentuk antibodi dalam melawan virus.
  • Sakit kepala. Adalah efek dari timbulnya demam, ketika demam muncul maka disusul dengan sakit kepala, namun gejala ini tidak selalu ada.
  • Nyeri otot. Sakit atau pegal-pegal pada badan merupakan kondisi umum yang bisa disebabkan oleh penyakit HIV tahap awal, bedakan dengan pegal-pegal akibat kelelahan. Nyeri otot di sini dipengaruhi oleh kondisi tubuh yang meriyang bersamaan dengan demam.
  • Memang ini ciri-ciri HIV yang tidak selalu ada dan kehadirannya pun seringkali diabaikan lantaran ruam yang muncul hanya samar-samar, tidak seperti pada campak yang tampak jelas.
  • Ketika suhu tubuh naik tinggi dibanding dengan lingkungan atau suhu ruangan, maka seseorang bisa mengalami menggigil.
  • Sakit tenggorokan. Rasa mirip dengan ketika terkena radang tenggorokan.
  • Sariawan pada Mulut atau alat kelamin
  • Kelenjar getah bening, terutama pada leher.
  • Nyeri sendi.
  • Keringat malam.
  • Diare

Bagaimana cara pencegahan HIV AIDS pada remaja ?

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk pencegahan HIV AIDS pada remaja, antara lain :

  • Jauhi Seks Bebas

Seks bebas merupakan perbuatan yang sangat tercela, apalagi jika diterapkan atau dilakukan oleh anak dibawah umur yang belum menikah. Karena hal tersebut dapat menimbulkan penyakit seperti kutil kelamin, herpes dan HIV AIDS. Oleh karena untuk pencegahan HIV AIDS dapat dilakukan dengan menjauhkan seks bebas.

  • Tidak Mengkonsumsi Narkoba

Terutama narkoba suntik. Mengapa narkoba suntik? karena pada umumnya kita jika melakukan narkoba suntik hanya memiliki satu jarum suntik, sehingga satu buah jarum suntik dipakai untuk banyakan (massal). Sehingga bisa saja di antara mereka memiliki penyakit HIV AIDS sehingga tertular deh ke semua nya. Namun apapun jenis narkobanya dapat memberikan pengaruh buruk bagi tubuh kita.

  • Jangan Membuat Tato

Sebab jarum suntik dan peralatan tato dapat menjadi sumber infeksi HIV. Jarum tato senjata, dan pisau cukur adalah alat yang berpaparan langsung dengan darah orang yang terinfeksi HIV AIDS.

  • Lakukan Pemeriksaan Diri Secara Teratur

Menguji secara teratur status AIDS Anda bisa membantu mencegah menularkan infeksi tersebut. Di samping itu, tes ini juga mudah dan laporannya bisa tersedia dalam beberapa hari atau kurang lebih 20 menit setelah pemeriksaan.

  • Hindari Hal-Hal Yang Bersifat Negatif

Pencegahan HIV AIDS pada remaja dapat dilakukan dengan menghindari hal-hal yang negatif. Hal-hal negatif tersebut meliputi pergaulan bebas, pemakaian narkoba, pergi ke diskotik serta mabuk-mabukan.

  • Memakan Makanan Yang Sehat

Memakan makanan yang sehat sangatlah penting untuk tubuh yang berfungsi menjaga tubuh tetap terjaga fisiknya dari berbagai macam penyakit. Cara pencegahan HIV AIDS pada remaja pun bisa dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi yang mengandung protein, vitamin, karbohidrat, mineral dan serat yang cukup untuk tubuh kita.

Itulah beberapa cara untuk pencegahan HIV AIDS pada remaja. Terima kasih telah membaca artikel mengenai HIV AIDS pada remaja. Semoga informasi mengenai HIV AIDS pada remaja diatas dapat bermanfaat untuk Anda.

HIV AIDS Pada Remaja

This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*