Ciri Penyakit HIV Pada Wanita

Ciri Penyakit HIV Pada Wanita

 

Ciri Penyakit HIV Pada Wanita, Virus HIV adalah virus yang terjadi pada orang lain. Padahal ini bisa menyerang siapa saja, termasuk kita. Sebagian besar waktu, tanda-tanda HIV tidak menjadi nyata sampai infeksi mulai menyebar. Misalnya jika virus menyerang saat ini, gejala-gejala positif HIV bisa terlihat 2,3 atau 10 tahun ke depan. Sejumlah tanda HIV muncul hanya setelah masa inkubasi berakhir.

Ciri Penyakit HIV Pada Wanita

Ciri Penyakit HIV Pada Wanita

HIV AIDS merupakan penyakit menakutkan ini masih salah satu penyebab utama kematian di antara laki-laki dan perempuan dan berkembang dan negara maju. Virus HIV pada wanita mungkin ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui darah, alat kelamin, cairan ASI yang terinfeksi dan darah, sperma pria yang terinfeksi. Penularan virus HIV pada wanita ini dapat terjadi selama transfusi darah, hubungan seks tanpa alat pengaman atau dapat ditularkan melalui jarum suntik. selama kehamilan dan menyusui, seorang wanita yang terinfeksi kemungkinan akan menularkan virus ke anak.

Ciri Penyakit HIV Pada Wanita

Beberapa ciri HIV AIDS yang ditemukan pada pria maka belum tentu ditemukan pada wanita. Bahkan hal ini juga berlaku sebaliknya. Penyebab wanita bisa terkena HIV AIDS yang paling umum adalah hubungan seksual bebas atau pasangan yang memiliki pola hubungan seksual bebas. Biasanya wanita menjadi korban, sehingga sangat rentan depresi. Berikut ini beberapa ciri penyakit HIV pada wanita yang bisa dikenali :

  1. Flu Berat

Setelah dua minggu virus masuk ke dalam tubuh maka bisa menyebabkan kondisi tubuh wanita mengalami berbagai serangan asimtomatik. Berbagai jenis gejala flu bisa terjadi dengan mudah dan bahkan bisa berlangsung secara tiba-tiba. Ciri penyakit HIV pada wanita yang paling mudah dikenali adalah seperti flu ringan, demam, sakit kepala, tubuh lemah, bersin dan batuk ringan. Ciri penyakit HIV pada wanita ini akan segera hilang setelah virus benar-benar masuk ke dalam tubuh namun sebenarnya virus berkembang dan siap menyerang sel darah putih.

  1. Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Semua orang memiliki kelenjar getah bening yang memang memiliki manfaat yang sangat penting bagi kesehatan. Kelanjar getah bening terletak di bagian leher, ketiak, selangkangan dan belakang kepala. Kelanjar getah bening berfungsi untuk menyerang infeksi yang masuk ke dalam tubuh. Ketika virus HIV sudah menyebar kedalam tubuh maka membuat kelenjar getah bening bekerja sangat keras. Hal ini akan menyebabkan kelenjar getah bening membengkak selama beberapa bulan. Perawatan sesuai kondisi tubuh sangat diperlukan.

  1. Penyakit Infeksi

HIV AIDS memang akan membuat sistem kekebalan tubuh terus melemah. Kondisi ini akan membuat tubuh sangat rentan terhadap serangan infeksi dari bakteri, kuman dan virus lain. Tidak ada yang bisa mencegah infeksi yang muncul pada tubuh penderita HIV AIDS. Tindakan menjaga kebersihan dan pola makan yang baik bisa membuat infeksi tidak mudah menyerang tubuh.

  1. Demam Parah

Wanita yang mengalami infeksi HIV AIDS akan lebih sering terserang demam. Demam bisa muncul tiba-tiba atau beserta dengan gejala lain. Suhu yang paling dianggap ringan adalah sekitar 38 derajat Celcius. Demam juga bisa terjadi dengan keringat dingin pada malam hari. Terkadang banyak penderita yang tidak memperhatikan demam karena penyebab yang sulit untuk ditemukan.

  1. Penyakit Gangguan Reproduksi

Wanita yang menderita HIV AIDS juga sangat rentan terhadap masalah kesehatan reproduksi. Penyebabnya bisa sangat beragam sesuai dengan masalah yang terjadi. Berbagai masalah ini bisa muncul pada tahap awal, pertengahan hingga akhir. Bahkan penyakit ini bisa menjadi salah satu penyebab komplikasi berat pada tahap akhir AIDS.

  1. Masalah Kesehatan Kulit

Masalah kesehatan kulit sangat rentan untuk wanita yang menderita HIV AIDS. Kondisi ini disebabkan karena kulit mudah terkena jenis penyakit kulit seperti akibat iritasi dan jamur. Beberapa ciri penyakit HIV pada wanita yang paling sering terjadi misalnya munculnya ruam dan bercak pada bagian ketiak, anus, kelamin, mulut dan pergelangan kaki atau tangan. Ruam bisa berkembang menjadi benjolan dan kulit menjadi lebih mudah terluka.

  1. Gejala Lanjutan yang Parah

Setelah HIV berkembang menjadi AIDS maka tubuh akan memperlihatkan berbagai jenis ciri penyakit HIV pada wanita lanjutan. Beberapa ciri penyakit HIV pada wanita yang paling sering terjadi adalah seperti diare, mual, muntah, sakit kepala, nyeri otot, tubuh lelah, batuk kronis, sesak nafas, tidak bisa menelan, dan nyeri sendi.

Itulah beberapa ciri penyakit HIV pada wanita yang harus diketahui. Apabila Anda merasa bahwa diri Anda berada pada risiko yang tinggi untuk terkena penyakit ini dan mengalami ciri penyakit HIV pada wanita di atas, sebaiknya segera berkonsultasilah pada dokter.

Ciri Penyakit HIV Pada Wanita

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*