Ciri-Ciri Positif HIV

Ciri-Ciri Positif HIV

 

Meskipun Indonesia adalah negara yang menganut budaya timur, ciri-ciri positif HIV tetap harus diwaspadai. Virus HIV sudah cukup banyak menjangkiti masyarakat Indonesia, tidak memandang segi sosial, ekonomi ataupun gender. Berdasarkan fakta tersebut, ciri-ciri terkena HIV merupakan pengetahuan yang sebaiknya diketahui oleh masyarakat banyak, termasuk Anda.

Ciri-Ciri Positif HIV

Ciri-Ciri Positif HIV

Sayangnya, ciri-ciri orang terkena HIV pada tahap awal umumnya selalu tidak disadari oleh para penderitanya. Tidak jarang pula banyak tenaga medis yang melewatkan keluhan pasien pada tahap awal terinfeksi penyakit ini karena gejalanya hanya menyerupai penyakit flu biasa, apalagi bila penderita tidak menceritakan riwayat yang memungkinkan dirinya dapat terkena HIV. Padahal, orang dengan infeksi HIV yang diketahui pada tahap awal dapat mendapatkan pengobatan sehingga memperlambat atau mencegah penyakit ini berkembang menjadi AIDS.

Ciri-Ciri Positif HIVĀ 

Ciri-Ciri Positif HIV bisa diketahui asalakan kita memang mengetahui ciri-ciri positif HIV yang mungkin muncul ketika seseorang terkena penyakit ini. Walaupun begitu, ternyata kami mendapatkan informasi dari sebuah referensi yang mengatakan bahwa gejala-gejala ketika seseorang terkena HIV AIDS tidak selalu muncul dalam beberapa tahun bahkan dalam jangka waktu satu dekade. Pada kesempatan kali ini, kami ingin memberikan info seputar beberapa gejala yang mungkin timbul atau muncul ketika seseorang terjangkit HIV AIDS.

Berikut beberapa ciri-ciri positif HIV pada umumnya, antara lain :

  1. Demam

Salah satu ciri-ciri positif HIV adalah demam ringan, hingga 102 derajat Fahrenheit. Demam itu biasanya disertai kelelahan, pembengkakan kelenjar getah bening, dan sakit tenggorokan. Pada titik ini, virus bergerak masuk ke aliran darah dan mulai mereplikasi dalam jumlah besar.

  1. Kelelahan

Ciri-ciri positif HIV adalah Anda mulai merasa lelah akut dan lesu. Ini karena kekebalan tubuh Anda sudah mulai dikacaukan oleh HIV. Seorang penderita HIV bahkan bisa kehabisan nafas hanya karena berjalan.

  1. Nyeri Otot Dan Sendi

ARS kadang disalahartikan sebagai gejala flu, sifilis, atau hepatitis. Tak heran, karena gejalanya memang mirip, yakni nyeri pada persendian, otot, dan kelenjar getah bening yang kebanyakan berada di pangkal paha, ketik, dan leher.

  1. Sakit Tenggorokan Dan Sakit Kepala

Sakit pada tenggorokan dan kepala disebut Horberg bisa jadi bagian dari gejala anda terserang HIV, ciri-ciri positif HIV. Namun untuk membuktikan gejala ini sebagai tanda Anda terkena HIV, biasanya perlu dites laboratorium terlebih dulu.

  1. Ruam Pada Kulit

Ciri-ciri positif HIV ini bisa datang pada awal seseorang terinfeksi HIV. Namun pada beberapa kasus, tanda ini malah muncul belakangan. Ruam pada kulit muncul jika penderita yang tidak memiliki riwayat alergi. Bentuknya bisa berupa bisul, dan tanda gatal warna merah muda pada beberapa bagian tubuh.

  1. Mual, muntah, dan diare

Sebanyak 30-60 persen penderita HIV mengalami gejala ini. Pengidap HIV biasanya mengalami diare terus-menerus, namun tidak demikian pada penderita yang kekebalan tubuhnya kuat sejak semula.

  1. Berat Badan Menurun

Jika Anda mulai kehilangan berat badan, itu adalah tanda sistem kekebalan tubuh Anda sudah terserang. Menurut pakar kesehatan, dr.Malvestutto, gejala umum penderita HIV adalah berat badan yang menurun signifikan meski sudah banyak makan.

  1. Batuk Kering

Jika batuk kering berlangsung selama satu tahun lebih dan makin parah, sedangkan obat batuk tidak bisa menyembuhkannya, patut diwaspadai Anda sudah terserang ciri-ciri positif HIV.

  1. Pneumonia

Batuk dan berat badan yang menurun adalah petanda infeksi serius yang tak akan menyerang jika kekebalan tubuh Anda dalam kondisi baik. Namun memang, menurut Malvestutto, efek infeksi pada setiap orang berbeda-beda.

  1. Berkeringat Saat Malam

Separuh dari penderita HIV mengaku berkeringat saat malam hari. Ciri-ciri positif HIV ini umumnya muncul pada tahap awal infeksi. Keringat berlebihan pada malam hari didapat penderita, meski tidak melakukan olahraga.

  1. Perubahan Pada Kuku

Ciri-ciri positif HIV adalah adanya perubahan pada kuku anda. Kuku biasanya mengalami penebalan dan melengkung. Bahkan pada beberapa penderita, kuku mereka berubah warna menjadi kehitaman, dengan garis coklat vertikal maupun horizontal di permukaannya.

  1. Infeksi Pada Mulut

Malvestutto mengatakan, HIV bisa ditandai dengan infeksi pada sekitar mulut yang disebabkan oleh jamur. Infeksi itu membuat penderitanya susah menelan saat makan.

  1. Susah Konsentrasi

Masalah kognitif bisa jadi tanda Anda telah terjangkit HIV. Ciri-ciri positif HIV ini biasanya muncul belakangan. Selain susah konsentrasi, penderita HIV biasanya jadi mudah marah dan tersinggung, ceroboh, susah berkoordinasi, dan mengalami kesulitan melakukan aktivitas yang berhubungan dengan syaraf motorik seperti menulis.

  1. Herpes

Herpes di mulut dan bagian genital bisa jadi tanda ARS dan stadium akhir infeksi HIV.

  1. Kesemutan

HIV stadium akhir juga membuat penderitanya mengalami kesemutan dan mati rasa pada tangan dan kaki. Hal ini terjadi karena syaraf sudah benar-benar rusak.

  1. Menstruasi Tidak Teratur

Pada perempuan penderita HIV, siklus menstruasi biasanya menjadi tidak teratur. Hal ini adalah ekses dari penurunan berat badan.

Ciri-ciri positif HIV di atas sering diabaikan penderitanya dan akan menghilang setelah satu minggu atau lebih dirasakan penderitanya. Kebanyakan, penderita infeksi HIV akan menjalani hidup tanpa ciri-ciri positif HIV dan AIDS dalam jangka waktu yang cukup lama, dengan waktu rata-rata 10 tahun. Pada beberapa orang, gejala AIDS dapat muncul lebih cepat atau lebih lama daripada 10 tahun. Meskipun tanpa gejala, orang dengan infeksi HIV pada tahap ini tetap dapat menularkan virus HIV tersebut.

Ciri-Ciri Positif HIV

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*