Mengobati Penyakit HIV AIDS

Mengobati Penyakit HIV AIDS

 

Mengobati Penyakit HIV AIDS, HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh. Virus ini melemahkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi dan penyakit. Jika sistem kekebalan tubuh seseorang telah dirusak oleh virus, maka akan mengembangkan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Ini berarti mereka akan mendapatkan infeksi dan penyakit yang mana tubuh mereka biasanya bisa melawan.

Mengobati Penyakit HIV AIDS

Mengobati Penyakit HIV AIDS

HIV AIDS adalah salah satu jenis penyakit yang cara penularannya adalah memalui hubungan seksual. Dalam bahasa medisnya adalah masuk dalam golongan Penyakit Menular Seksual (PMS). Penyebab penyakit HIV adalah infeksi oleh virus HIV, yang menyerang system kekebalan tubuh sehingga sel-sel pertahanan tubuh makin lama makin banyak yang rusak. Penderita infeksi penyakit HIV menjadi sangat rentan terhadap semua bentuk infeksi. Pada tahap akhir, penderita tidak bisa tahan terhadap kuman-kuman yang secara normal bisa dilawannya dengan mudah.

Mengobati Penyakit HIV AIDS

Pada dasarnya tidak ada satupun obat yang bisa menyembuhkan HIV AIDS. Ilmuwan terus mengembangkan penelitian untuk mengetahui bahwa perkembangan virus HIV AIDS tidak berjalan terlalu cepat. Jika perkembangan terjadi dalam waktu yang lebih cepat maka harapan hidup penderita bisa menjadi lebih kecil. Berikut ini adalah beberapa cara mengobati penyakit HIV AIDS dengan  jenis obat yang sering digunakan bagi penderitanya :

  1. Konsumsi Obat ART (Anti Retroviral Therapy)

Mengobati penyakit HIV AIDS dengan mengkonsumsi obat ART. Obat ini khusus bekerja untuk mengatasi perkembangan virus sehingga bisa memberikan harapan hidup yang lebih panjang untuk penderita HIV AIDS. Obat ini sama sekali tidak bisa menyembuhkan HIV AIDS. Pemakaian obat ini pada ibu hamil bisa mengurangi resiko virus penyakit menular ini ke janin, mengobati penyakit hiv aids.

  1. Obat Antiretroviral (ARV)

Mengobati penyakit HIV AIDS dengan mengkonsumsi obat antiretroviral. Ini adalah salah satu jenis obat yang dikembangkan untuk menghentikan kerusakan sel dalam tubuh akibat dari infeksi HIV. Cara mengobati HIV AIDS ini juga bisa digunakan untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh sehingga bisa mencegah kerusakan sel tubuh yang lebih parah, mengobati penyakit hiv aids.

  1. Obat ARV untuk Ibu Hamil

Mengobati penyakit HIV AIDS dengan mengkonsumsi obat ARV untuk ibu hamil yang mencerita HIV AIDS. Ibu hamil memerlukan obat ARV untuk mencegah penularan virus dari dirinya ke janin dalam rahim. Jika ibu hamil tidak melakukan perawatan ini maka kemungkinan besar bisa menularkan virus ke janin sehingga bayi yang lahir terinfeksi HIV, mengobati penyakit hiv aids.

Efek Samping Mengobati Penyakit HIV AIDS Secara Medis

Pemakaian berbagai jenis obat seperti ARV atau ART memang banyak disarankan oleh dokter. Obat ini memang tidak akan menyembuhkan HIV AIDS, tapi paling tidak bisa mengurangi gejala dan berbagai penyakit yang menyerang penderita karena sistem kekebalan tubuh yang terus melemah. Namun perawatan ini juga sering dihindari karena menyebabkan beberapa efek samping mengobati penyakit HIV AIDS secara medis dibawah ini :

  • Sulit untuk tidur dan terkadang juga bisa menyebabkan tekanan mental serta depresi
  • Gangguan pencernaan yang menyebabkan mual dan muntah secara terus menerus
  • Sakit kepala dan badan yang terasa lebih lemah
  • Penyakit kulit yang menyebabkan beberapa bagian kulit menjadi lebih hitam atau merah
  • Berbagai efek samping ini juga bisa menyebabkan kurang percaya diri bagi penderita HIV AIDS

Sementara banyak ilmuwan yang terus mengembangkan obat untuk HIV AIDS, maka beberapa pakar juga bergerak untuk mencoba menemukan obat tradisional. Beberapa bahan khusus yang ditemukan dari alam diyakini bisa menyembuhkan HIV. Namun cara mengobati HIV AIDS ini belum tentu efektif untuk semua penderitanya sehingga selama perawatan penderita tetap harus menjalankan terapi atau konsultasi dengan dokter. Berikut ini adalah beberapa jenis langkah mengobati  penyakit HIV AIDS secara tradisional :

  1. Terapi dengan Bawang Putih

Mengobati penyakit HIV AIDS dengan terapi bawang putih. Bawang putih dipercaya bisa mengendalikan perkembangan atau infeksi virus. Bahkan bawang putih juga bisa membuat berbagai gejala yang berhubungan dengan sistem kekenalan tubuh menjadi lebih ringan. Penderita yang memilih perawatan medis dengan obat-obatan ARV atau ART bisa mengurangi berbagai efek samping dengan makan bawang putih. Bawang putih bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga kesehatan menjadi lebih baik.

  1. Konsumsi Suplemen

Mengobati penyakit HIV AIDS dengan mengkonsumsi suplemen. Berbagai jenis suplemen biasanya dikonsumsi untuk meningkatkan kesehatan tubuh. Bagi penderita HIV AIDS maka jenis suplemen tertentu bisa membantu mempertahankan kesehatan tubuh sehingga bisa menjalani kehidupan dengan baik. Beberapa jenis suplemen yang disarankan adalah seperti :

  • Makanan yang mengandung vitamin D yang bisa menjadi sumber kalsium sehingga bisa meningkatkan kekuatan dan kesehatan tulang.
  • Suplemen selenium yang berfungsi untuk mengatasi perkembangan infeksi virus HIV.
  • Suplemen minyak ikan yang bisa mengatasi masalah penumpulan lemak dalam tubuh
  • Suplemen vitamin B12 yang digunakan oleh ibu hamil untuk mempertahankan kondisi kesehatan dan janin
  • Suplemen protein yang bisa membantu penderita HIV AIDS untuk tetap memiliki berat badan yang seimbang dan tidak mudah terserang penyakit.

Pada intinya belum ada obat khusus yang bisa menyembuhkan infeksi HIV maupun AIDS. Penyakit ini sangat menakutkan karena tidak mudah untuk diatasi. Banyak penderita HIV AIDS di dunia yang terus mengalami depresi dan tekanan mental yang berat. Oleh karena itu lebih baik jika kita meningkatkan kesadaran diri agar terhindari dari HIV AIDS, Mengobati penyakit HIV AIDS.

Mengobati Penyakit HIV AIDS

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Penyakit HIV Ciri-Cirinya

Penyakit HIV Ciri-Cirinya

 

Penyakit HIV Ciri-Cirinya, HIV AIDS hingga kini masih menjadi penyakit yang sangat menakutkan. Bukan tanpa alasan, hal ini disebabkan oleh belum ditemukannya obat dan vaksin yang mampu menyembuhkan atau mencegah virus ini. Yang lebih menakutkan lagi, berbagai faktor resiko dapat meningkatkan kesempatan pada siapapun terinfeksi virus yang disebut human immunodeficiency virus (HIV). Orang yang terinfeksi HIV belum tentu menderita AIDS, tergantung tingkat imunitas orang tersebut.

Penyakit HIV Ciri-Cirinya

Penyakit HIV Ciri-Cirinya

Bagi kebanyakan kita, virus HIV AIDS adalah virus yang terjadi pada orang lain. Padahal ini bisa menyerang siapa saja, termasuk kita. Sebagian besar waktu, tanda-tanda HIV tidak menjadi nyata sampai infeksi mulai menyebar. Misalnya jika virus menyerang saat ini, gejala-gejala positif HIV bisa terlihat 2,3 atau 10 tahun ke depan. Sejumlah tanda HIV AIDS muncul hanya setelah masa inkubasi berakhir.

Berikut adalah penyakit HIV ciri-cirinya yang harus Anda ketahui :

  1. Demam

Salah satu tanda paling umum dari penyakit HIV ciri-cirinya adalah demam ringan, hingga 102 derajat Fahrenheit. Demam itu biasanya disertai kelelahan, pembengkakan kelenjar getah bening, dan sakit tenggorokan. Pada titik ini, virus bergerak masuk ke aliran darah dan mulai mereplikasi dalam jumlah besar.

  1. Kelelahan

Penyakit HIV ciri-cirinya adalah Anda mulai merasa lelah akut dan lesu. Ini karena kekebalan tubuh Anda sudah mulai dikacaukan oleh HIV. Seorang penderita HIV bahkan bisa kehabisan nafas hanya karena berjalan.

  1. Nyeri Otot Dan Sendi

Penyakit HIV ciri-cirinya kadang disalahartikan sebagai gejala flu, sifilis, atau hepatitis. Tak heran, karena gejalanya memang mirip, yakni nyeri pada persendia, otot, dan kelenjar getah bening yang kebanyakan berada di pangkal paha, ketik, dan leher.

  1. Sakit Tenggorokan Dan Sakit Kepala

Sakit pada tenggorokan dan kepala disebut Horberg bisa jadi bagian dari penyakit HIV ciri-cirinya. Namun untuk membuktikan ciri HIV AIDS ini sebagai tanda Anda terkena HIV, biasanya perlu dites laboratorium terlebih dulu.

  1. Ruam Pada Kulit

Penyakit HIV ciri-cirinya ini bisa datang pada awal seseorang terinfeksi HIV. Namun pada beberapa kasus, tanda ini malah muncul belakangan. Ruam pada kulit muncul jika penderita yang tidak memiliki riwayat alergi. Bentuknya bisa berupa bisul, dan tanda gatal warna merah muda pada beberapa bagian tubuh.

  1. Mual, Muntah, Dan Diare

Sebanyak 30-60 persen penderita HIV mengalami Penyakit HIV ciri-cirinya ini. Pengidap HIV biasanya mengalami diare terus-menerus, namun tidak demikian pada penderita yang kekebalan tubuhnya kuat sejak semula.

  1. Berat Badan Menurun

Jika Anda mulai kehilangan berat badan, itu adalah tanda sistem kekebalan tubuh Anda sudah terserang. Menurut pakar kesehatan, Dr.Malvestutto, Penyakit HIV ciri-cirinya yang paling umum adalah berat badan yang menurun signifikan meski sudah banyak makan.

  1. Batuk Kering

Jika batuk kering berlangsung selama satu tahun lebih dan makin parah, sedangkan obat batuk tidak bisa menyembuhkannya, patut diwaspadai Anda sudah terserang HIV.

  1. Perubahan Pada Kuku

Tanda anda terserang HIV adalah adanya perubahan pada kuku. Kuku biasanya mengalami penebalan dan melengkung. Bahkan pada beberapa penderita, kuku mereka berubah warna menjadi kehitaman, dengan garis coklat vertikal maupun horizontal di permukaannya.

  1. Susah Konsentrasi

Masalah kognitif bisa jadi tanda Anda telah terjangkit HIV. Penyakit HIV ciri-cirinya ini biasanya muncul belakangan. Selain susah konsentrasi, penderita HIV biasanya jadi mudah marah dan tersinggung, ceroboh, susah berkoordinasi, dan mengalami kesulitan melakukan aktivitas yang berhubungan dengan syaraf motorik seperti menulis.

  1. Menstruasi Tidak Teratur

Penyakit HIV ciri-cirinya lainnya pada perempuan penderita HIV, siklus menstruasi biasanya menjadi tidak teratur. Hal ini adalah ekses dari penurunan berat badan.

Cara yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit HIV AIDS berbahaya ini adalah dengan menghindari seks bebas, tidak menerima tranfusi darah dari orang yang mengidap penyakit HIV, mneghindari penggunaan jarum suntik yang tidak steril dan bagi wanita yang mengidap penyakit HIV disarankan untuk tidak hamil karna dapat menularkan virus kepada janin yang dikandungnya. Jika ingin hamil, sebaiknya mereka selalu berkonsultasi dengan dokter

Penyakit HIV Ciri-Cirinya

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Penyakit HIV Dan Pencegahan

Penyakit HIV Dan Pencegahan

 

Penyakit HIV, HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah virus yang menyerang sel darah putih di dalam tubuh (limfosit) yang mengakibatkan turunnya kekebalan tubuh manusia. Orang yang dalam darahnya terdapat virus penyakit HIV dapat tampak sehat dan belum membutuhkan pengobatan. Namun orang tersebut dapat menularkan virusnya kepada orang lain bila melakukan hubungan seks berisiko dan berbagi alat suntik dengan orang lain.

Penyakit HIV Dan Pencegahan

Penyakit HIV Dan Pencegahan

Virus penyakit HIV bekerja dengan cara menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Virus ini juga menyebabkan penderitanya rentan terhadap serangan kanker karena menurunnya kekebalan tubuh. HIV adalah suatu virus yang biasanya ditularkan dari satu orang kepada orang lain melalui kontak seksual. Orang yang telah terinfeksi virus HIV akan terkena penyakit yang disebabkan oleh virus HIV tersebut, yaitu AIDS.

Virus penyakit HIV yang telah masuk ke dalam tubuh seseorang tidak akan menimbulkan gejala-gejala yang terlihat secara fisik sehingga penderitanya terlihat normal seperti tidak sedang terkena penyakit. Namun, perlu diwaspadai, walaupun dari luar penderita HIV tampak normal-normal saja, tetapi dia dapat menularkan virus tersebut kepada orang lain dalam berbagai cara yang mungkin juga tidak disadari oleh penderita itu.

Pencegahan Penyakit HIV

Bagaimana cara mencegah penyakit HIV ? berikut adalah upaya yang dapat di lakukan untuk mencegah penyakit HIV antara lain :

  1. Membiasakan Diri dengan Perilaku Seks yang Sehat

Sebagian besar penularan hiv terjadi melalui hubungan seksual. Oleh karena itu, membiasakan diri dengan perilaku seks yang sehat dapat menjauhkan diri dari penularan HIV. Misalnya, dengan tidak berhubungan seks di luar nikah, tidak berganti-ganti pasangan, dan menggunakan pengaman (terutama pada kelompok perilaku beresiko tinggi) sewaktu melakukan aktivitas seksual.

  1. Menggunakan Jarum Suntik dan Alat-alat Medis yang Steril

Para tenaga medis hendaknya memperhatikan alat-alat kesehatan yang mereka gunakan. Jarum suntik yang digunakan harus terjamin sterilitasnya dan sebaiknya hanya sekali pakai. Jadi, setiap kali menyuntik pasien, seorang tenaga medis harus memakai jarum suntik yang haru. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah penularan HIV melalui jarum suntik. Selain itu, penggunaan sarung tangan lateks setiap kontak dengan cairan tubuh juga dapat memperkecil peluang penularan HIV.

  1. Menjauhi Segala Bentuk Penggunaan Narkoba

Para pangguna narkoba sangat rentan tertular HIV, terutama pengguna narkoba suntik. Fakta menunjukkan bahwa penyebaran HIV di kalangan pengguna narkoba suntik tiga sampai lima kali lebih cepat dibanding perilaku resiko lainnya.

  1. Tidak Terima Transfusi Darah dari Orang yang Mengidap HIV

Pemeriksaan medis yang ketat pada setiap transfusi darah dapat mencegah penularan hiv. Sebelum transfusi darah berlangsung, para ahli kesehatan sebaiknya melakukan tes hiv untuk memastikan bahwa darah yang akan didonorkan bebas dari HIV.

  1. Menganjurkan Wanita Pengidap HIV untuk Tidak Hamil

Cara mencegah hiv dengan cara menunda kehamilan maupun membuat keputusan untuk tidak hamil. Meskipun hamil adalah hak setiap wanita, namun bagi wanita pengidap hiv dianjurkan untuk tidak hamil. Sebab, wanita hamil pengidap hiv dapat menularkan virus kepada janin yang dikandungnya. Jika ingin hamil, sebaiknya mereka selalu berkonsultasi dengan dokter.

Tidak ada vaksin untuk mencegah penyakit HIV dan tidak ada obat untuk AIDS, tapi Anda bisa melindungi diri agar tidak terinfeksi. Satu-satunya cara untuk mencegah terinfeksi HIV adalah dengan menghindari kegiatan yang meningkatkan risiko tertular HIV. Pada dasarnya, mencegah selalu lebih baik daripada mengobati.

Penyakit HIV Dan Pencegahan

Posted in Uncategorized | Leave a comment

HIV Penyebabnya

HIV Penyebabnya

 

HIV Penyebabnya, HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh. Virus ini melemahkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi dan penyakit. Jika sistem kekebalan tubuh seseorang telah dirusak oleh virus, maka akan mengembangkan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Ini berarti mereka akan mendapatkan infeksi dan penyakit yang mana tubuh mereka biasanya bisa melawan. Didiagnosa menderita penyakit HIV bukan berarti seseorang memiliki AIDS atau mereka akan meninggal. Perawatan akan memperlambat kerusakan pada sistem kekebalan tubuh sehingga orang dengan penyakit HIV dapat tetap baik dan hidup sehat

HIV Penyebabnya

HIV Penyebabnya

HIV penyebabnya adalah infeksi oleh virus HIV, yang menyerang system kekebalan tubuh sehingga sel-sel pertahanan tubuh makin lama makin banyak yang rusak. Penderita infeksi HIV menjadi sangat rentan terhadap semua bentuk infeksi. Pada tahap akhir, penderita tidak bisa tahan terhadap kuman-kuman yang secara normal bisa dilawannya dengan mudah. Virus HIV AIDS yang telah masuk ke dalam tubuh seseorang tidak akan menimbulkan gejala-gejala yang terlihat secara fisik sehingga penderitanya terlihat normal seperti tidak sedang terkena penyakit. Namun, perlu diwaspadai, walaupun drai luar penderita HIV tampak normal-normal saja, tetapi dia dapat menularkan virus tersebut kepada orang lain dalam berbagai cara yang mungkin juga tidak disadari oleh penderita itu.

Infeksi HIV AIDS ditularkan melalui hubungan badan baik vagina, anus, dan kontak dengan darah penderita HIV, seperti lewat jarum suntik, bayi yang dilahirkan oleh ibu yang terinfeksi HIV AIDS, menerima transfusi darah yang terinfeksi, serta transplantasi organ tubuh.

Faktor lain HIV penyebabnya antara lain :

  1. Penggunaan Jarum Suntik Yang Kurang Steril

HIV penyebabnya adalah penggunaan jarum suntik. Penggunaan jarum suntik yang tidak steril bisa meningkatkan risiko seseorang terkena AIDS. Biasanya hal ini terjadi pada kalangan orang yang hobi mengonsumsi Narkoba yang terkadang sering bertukar jarum suntik.

  1. Seks Bebas Dan Seks Yang Kurang Sehat Dan Kurang Aman

HIV penyebabnya adalah seks bebas. Ketika Anda berhubungan intim, upayakan untuk maenaggunakan pengaman. Sebab, virus HIV AIDS akan lebih mudah menular ketika aktivitas intim Anda tidak sehat dan tanpa pengaman.

Hubungan intim yang kurang aman dan tanpa dilengkapi pelindung (Kondom) lebih riskan menyebarkan virus HIV penyebabnya dibandingkan memakai Kondom alias pelindung.

  1. Penyakit Keturunan

HIV penyebabnya adalah karena penyakit keturunan. Jika orang tua atau kaker nenek Anda memiliki riwayat penyakit AIDS maka kemungkinan besar penyakit ini akan diwariskan pada Anda, dengan kata lain Anda akan menderita penyakit yang sama (kemungkinan besar).

Sebagai tambahan : infeksi HIV penyebabnya tidak bisa ditularkan lewat kontak sosial biasa seperti berjabat tangan dan berpelukan, makanan atau alat-alat makan, toilet dan kolam renang, gigitan nyamuk atau serangga lain serta donor darah yang bebas virus penyebab HIV AIDS.

Saat ini penyakit HIV AIDS termasuk dalah penyakit yang berbahaya karna bisa menimbulkan kematian, selain itu susahnya untuk mengobati penyakit HIV ini. Sebenarnya penyakit HIV AIDS ini masih bisa dicegah, namun karna kurangnya penyuluhan dan kepedulian masyarakat mengenai penyakit HIV membuat berkembang. Penyakit HIV termasuk sebagai penyakit menular. Cara penularan virus HIV bisa melalui tranfusi darah dan pemakaian jarum suntik yang digunakan bergantian maupun tidak steril.

Cara yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit HIV AIDS berbahaya ini adalah dengan menghindari seks bebas, tidak menerima tranfusi darah dari orang yang mengidap penyakit HIV, mneghindari penggunaan jarum suntik yang tidak steril dan bagi wanita yang mengidap penyakit HIV disarankan untuk tidak hamil karna dapat menularkan virus kepada janin yang dikandungnya. Jika ingin hamil, sebaiknya mereka selalu berkonsultasi dengan dokter, HIV Penyebabnya.

HIV Penyebabnya

Posted in Uncategorized | Leave a comment

HIV Stadium Awal

HIV Stadium Awal

 

HIV Stadium Awal, HIV adalah singkatan untuk Human Immunodeficiency virus, yaitu virus golongan Retrovirus yang dapat merusak sistim kekebalan tubuh khususnya sel CD-4, yaitu sejenis sel limfosit yang berperan melindungi tubuh dari serangan bakteri, virus, jamur serta pertumbuhan sel kanker. Sedangkan AIDS adalah singkatan untuk Acquired Immuno Deficiency Syndrome, yaitu kumpulan gejala sebagai dampak melemahnya sistem kekebalan tubuh akibat infeksi HIV dan bukan akibat faktor turunan.

HIV Stadium Awal

HIV Stadium Awal

HIV dan virus-virus sejenisnya umumnya ditularkan melalui kontak langsung antara lapisan kulit dalam (membran mukosa) atau aliran darah, dengan cairan tubuh yang mengandung HIV, seperti darah, air mani, cairan vagina, cairan preseminal, dan air susu ibu. Penularan dapat terjadi melalui hubungan intim (vaginal, anal, ataupun oral), transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi, antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin, atau menyusui, serta bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebut.

Ada empat stadium yang dilalui HIV menuju AIDS Pada stadium penyakit HIV pertama, HIV atau masa jendela, rata-rata memakan waktu 2-3 bulan pertama masuknya virus ke dalam tubuh seseorang. Pada masa ini, orang yang HIV masih beraktivitas normal karena pada biasanya tanpa gejala. Ciri-ciri HIV stadium awal ini disebut dengan Acute Retroviral Syndrom (ARS).

Ciri-Ciri HIV Stadium Awal

Berikut ciri-ciri penderita HIV stadium awal, antara lain :

  1. Diawali Dengan Suhu Tubuh Yang Meningkat

Saat terkena HIV, awalnya Anda akan mengalami demam yang ringan sebagai respon tubuh Anda terhadap virus asing yang sedang menggandakan diri dan berkembang biak dalam tubuh Anda. Pada saat ini virus IV mulai masuk ke dalam aliran darah penderitanya, HIV stadium awal. Pada tahap awal ini seseorang yang mengidap HIV tidak akan mampu mengetahui secara langsung bahwa ia telah mengidap HIV karena demam adalah sakit normal yang bisa dialami oleh siapa saja.

  1. Nyeri Sendi

Nyeri sendi akan terasa setelah mengalami demam ringan. Nyeri sendi ini diakibatkan oleh kelenjar geta bening yang ada di bawah leher, ketiak dan juga pangkal paha. Gejala ini hampir sama dengan gejala yang dialami oleh penderita hepatitis, flu atau sifilis. Pada tahap ini pun seseorang yang tidak mengetahui banyak mengenai ciri-ciri HIV stadium awal hanya akan mengabaikannya dan menganggapnya nyeri sendi biasa.

  1. Sistem Kekebalan Tubuh Mulai Bermasalah

Pada tahap ini virus HIV sudah mulai memainkan perannya dalam tubuh dan meruntuhkan sistem kekebalan tubuh Anda. Anda mulai merasa lelah yang berlebihan, lemas, lesu dan bahkan mengalami sesak napas karena aliran oksigen tidak dapat beredar dengan lancar ke seluruh tubuh Anda. Pada tahap ini baik Anda maupun orang di sekitar Anda baru akan merasa ada yang tidak benar sedang terjadi dalam tubuh Anda.

  1. Muncul Bercak-Bercak Merah

Kemunculan bercak merah di kulit merupakan ciri selanjutnya. Terutama apabila Anda tidak memiliki riwayat alergi dan semacamnya, maka Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter.

  1. Mengalami Diare

Selain itu, penderita HIV stadium awal biasanya juga mengalami diare yang terus menerus dan juga dibarengi dengan mual dan muntah-muntah. Anda juga akan mengalami batuk-batuk yang disertai dengan turunnya berat badan.

  1. Infeksi Pada Mulut

Jika Anda perhatikan maka biasanya penderita HIV stadium awal pada bagian mulutnya mengalami infeksi sehingga mengalami kesulitan saat akan mengunyah makanan dan menelan makanan.

HIV menyerang sistem kekebalan tubuh bila penanganannya tidak segera berisiko kematian akibat berbagai penyakit dan kanker dari virus tersebut.

Sebaiknya segera lakukan pemeriksaan, jika masih distadium awal dapat dibantu dengan obat antiretroviral (ARV). Obat ini dapat menekan pertumbuhan virus HIV/AIDS sehingga jumlahnya dapat diminimalkan bahkan bisa sampai nol atau tidak terdeteksi.

HIV Stadium Awal

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Virus HIV

Virus HIV

 

Virus HIV, HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh. Virus ini melemahkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi dan penyakit. Tanpa pengobatan, seorang dengan HIV bisa bertahan hidup selama 9-11 tahun setelah terinfeksi, tergantung tipenya. Dengan kata lain, kehadiran virus ini dalam tubuh akan menyebabkan defisiensi (kekurangan) sistem imun.

Virus HIV

Virus HIV

HIV adalah jenis virus yang rapuh. Tidak bisa bertahan lama di luar tubuh manusia. HIV bisa ditemukan di dalam cairan tubuh dari orang yang terinfeksi. Cairan yang dimaksud adalah cairan sperma, cairan vagina, cairan anus, darah, dan ASI. HIV tidak bisa menyebar melalui keringat atau urin.

Di Indonesia faktor penyebab dan penyebaran virus HIV /AIDS terbagi menjadi dua kelompok utama, yaitu melalui hubungan seks yang tidak aman dan bergantian jarum suntik saat menggunakan narkotika.

Beberapa cara penularan virus HIV /AIDS adalah sebagai berikut:

  • Hubungan seks tanpa kondom
  • Berbagi alat suntik dengan orang yang positif mengidap HIV, terutama di kalangan pengguna narkotika suntik
  • Ibu hamil positif HIV kepada bayinya selama masa kehamilan, persalinan dan/atau waktu menyusui
  • Melalui transfusi darah/produk darah yang sudah tercemar virus HIV

Gejala Virus HIV

Orang yang terinfeksi virus HIV akan menderita sakit mirip seperti flu. Setelah ini, HIV tidak menyebabkan gejala apa pun selama beberapa tahun. Gejala seperti flu ini akan muncul beberapa minggu setelah terinfeksi. Ini sering disebut sebagai serokonversi.

Diperkirakan sekitar 8 dari 10 orang yang terinfeksi HIV mengalami ini. Gejala yang paling umum terjadi adalah:

  • Tenggorokan sakit
  • Demam
  • Muncul ruam di tubuh, biasanya tidak gatal
  • Pembengkakan noda limfa
  • Penurunan berat badan
  • Diare
  • Kelelahan
  • Nyeri persendian
  • Nyeri otot

Gejala-gejala di atas bisa bertahan hingga satu bulan. Ini adalah pertanda sistem kekebalan tubuh sedang melawan virus. Tapi gejala tersebut bisa disebabkan oleh penyakit selain HIV. Kondisi ini tidak semata-mata karena terinfeksi HIV.

Lakukan tes HIV jika Anda merasa berisiko terinfeksi atau ketika muncul gejala yang disebutkan di atas. Tapi perlu diingat, tidak semua orang mengalami gejala sama seperti yang disebutkan di atas. Jika merasa telah melakukan sesuatu yang membuat Anda berisiko terinfeksi, kunjungi klinik atau rumah sakit terdekat untuk menjalani tes HIV.

Tanpa pengobatan, orang dengan sistem kekebalan yang terserang HIV akan menurun drastis. Dan mereka cenderung menderita penyakit yang membahayakan nyawa seperti kanker. Hal ini dikenal sebagai HIV stadium akhir atau AIDS.

Cara Mencegah Virus HIV

Mekanisme penularan penyebab HIV AIDS terjadi saat berhubungan seksual, baik dengan lawan jenis ataupun sesama jenis (homo dan lesby), tukar dan saling meminjam alat suntik (jarum, semprit, kapas dan wadah untuk cairan) yang biasa dilakukan oleh pengguna narkoba, transfusi darah dan transplantasi organ yang tidak diskrining, tato, tindik, dan lebih berisiko selama kehamilan seorang ibu yang menularkan pada calon bayinya.

Pastikan agar Anda melakukan tindakan pencegahan penularan HIV AIDS ini agar terhindari dari penyakit mengerikan ini:

  • Tidak berhubungan seks ataupun saling pinjam dan tukar pasangan yang pernah berhubungan dengan orang yang terinfeksi virus HIV.
  • Pastikan ketika melakukan transfusi darah steril dari paduan virus HIV.
  • Penggunaan narkoba dengan jarum suntik memudahkan virus HIV untuk menyebar.

Cara terbaik untuk mencegah HIV adalah dengan melakukan hubungan seks secara aman, dan tidak pernah berbagi jarum atau peralatan menyuntik apa pun. Semua yang pernah berhubungan seks tanpa kondom dan berbagi jarum atau suntikan, berisiko untuk terinfeksi virus HIV.

Virus HIV

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Mencegah HIV Berkembang

Mencegah HIV Berkembang

 

Mencegah HIV Berkembang, Mencegah lebih baik dari pada mengobati memang sangat tepat saat membicarakan masalah AIDS sebab sampai saat ini belum juga ditemukan cara perawatan, vaksin, maupun obat-obatan yang dapat menghilangkan HIV dari dalam tubuh manusia. Oleh karenanya, mencegah HIV berkembang merupakan cara yang paling efektif untuk menghindari AIDS.

Mencegah HIV Berkembang

Mencegah HIV Berkembang

Program pencegahan penularan dan penyebaran HIV lebih dipusatkan pada pendidikan masyarakat mengenai cara-cara penularan HIV. Dengan demikian, masyarakat (terutama kelompok perilaku resiko tinggi) dapat mengubah kebiasaan hidup mereka sehingga tidak mudah terjangkit HIV. Dan upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah HIV berkembang adalah sebagai berikut :

  1. Memahami Cara HIV Menyerang Tubuh Penderita.

Mencegah HIV berkembang dengan memahami cara HIV menyerang tubuh penderita. HIV menyerang dan menghancurkan sel T atau CD4 dalam darah yang berfungsi untuk melawan virus atau bakteri lain, membuat penderitanya rentan terhadap infeksi dan penyakit lain. Virus HIV membutuhkan sel T untuk memperbanyak diri, sehingga virus ini tidak dapat hidup di bagian tubuh yang tidak memiliki sel darah, seperti kulit atau rambut. Seseorang yang sudah terinfeksi dengan HIV disebut dengan “positif HIV” atau “HIV+”. Seseorang yang mengidap “AIDS” sudah hampir kehilangan semua sel CD4nya, atau sistem imunnya sudah sangat rusak sehingga penderitanya mengalami “infeksi oportunistik” atau kanker yang berhubungan dengan infeksi.

  1. Kurangi Faktor Risiko Seks.

Mencegah HIV berkembang dengan kurangi faktor resiko seks. Kemungkinan Anda untuk terjangkit HIV akan lebih kecil jika tidak melakukan hubungan seksual, mengurangi jumlah pasangan seksual, meminta pasangan seksual Anda untuk dites HIV, dan/atau batasi hubungan seksual Anda hanya dengan pasangan yang tidak berhubungan seks dengan orang lain.

  1. Cegah Pertukaran Cairan Tubuh Selama Hubungan Seks.

Mencegah HIV berkembang dengan cegah pertukaran cairan tubuh selama hubungan seks. HIV dapat menular melalui seks oral, vagina, atau anal jika satu orang atau lebih terjangkit HIV+. Akan tetapi, ada cara-cara untuk mengurangi, tetapi tidak menghentikan kemungkinan penularan. Selalu gunakan kondom lateks atau kondom wanita lateks saat berhubungan seksual dengan pasangan yang baru, pasangan yang belum dites HIV, atau jika Anda memiliki banyak pasangan seks. Saat melakukan seks oral, dalam vagina atau dubur, gunakan lateks dental dam atau tanpa pelumas, kondom cut-open untuk menghindari kontak langsung dengan mulut.

  1. Pelajari Tentang Mitos Pencegahan HIV.

Mencegah HIV berkembang dengan mempelajari tentang mitos pencegahan HIV. Ada banyak mitos atau salah paham tentang cara melindungi diri dari HIV atau AIDS saat berhubungan seks. Pelajari kebenarannya sehingga Anda tidak mencoba melindungi diri dengan cara yang salah. Ketahui bahwa jenis seks apa pun dengan orang yang terjangkit HIV, berisiko terkena infeksi dan kondom adalah salah satu cara yang bisa diandalkan untuk mengurangi risiko itu.

  1. Jangan Menggunakan Kembali Atau Berbagi Jarum Suntik Saat Menyuntikkan Obat-Obatan Atau Memasang Tindik Atau Tato.

Mencegah HIV berkembang dengan jangan mengunakan kembali jarum suntik yang telah dipakai. Gunakan jarum yang steril dan baru setiap kali atau pastikan bahwa pembuat tato tidak menggunakan jarum yang sudah pernah dipakai. Pastikan untuk membeli jarum dari sumber yang terpercaya. Jangan pernah menggunakan kembali atau berbagi apa pun yang digunakan untuk mempersiapkan obat-obatan, termasuk air (karena dapat terkontaminasi darah yang terinfeksi HIV). Setelah penggunaan, buanglah jarum dengan aman, dengan meletakkannya di dalam botol tertutup, sebaiknya botol yang tidak bisa didaur ulang atau tidak bernilai jika dipungut.

  1. Lakukan Pemeriksaan Rutin.

Mencegah HIV berkembang dengan lakukan pemeriksaan rutin. Pemeriksaan adalah satu-satunya cara untuk memastikan kondisi kesehatan Anda. Saat Anda diperiksa, kemungkinan besar sampel yang diambil adalah darah, walaupun urin dan cairan swab juga digunakan. Hasilnya akan diketahui beberapa hari kemudian atau cepat hanya sekitar 20 menit, bergantung lokasi dan waktu pemeriksaan. Jika hasil pemeriksaan menyatakan HIV+, artinya dalam tubuh Anda ada virus ini, dan Anda harus menerima perawatan sesegera mungkin.

Itulah beberapa untuk mencegah HIV berkembang. Terima kasih telah membaca artikel mengenai mencegah HIV berkembang. Semoga informasi mengenai mencegah HIV berkembang diatas dapat bermanfaat untuk Anda.

Mencegah HIV Berkembang

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Penyakit HIV AIDS Dan Penularannya

Penyakit HIV AIDS Dan Penularannya

 

Penyakit HIV AIDS Dan Penularannya, Penyakit HIV AIDS adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh virus. Segala penyakit yang disebabkan virus ataupun infeksi seringkali berkaitan dengan daya tahan tubuh seseorang. Pada jenis penyakit virus biasa, dengan daya tahan yang lemah virus akan lebih mudah menyerang. Tetapi bila daya tahan tubuh kita bagus, maka akan mengalami kesulitan dalam melakukan penyerangan terhadap tubuh.

Penyakit HIV AIDS Dan Penularannya

Penyakit HIV AIDS Dan Penularannya

Tidak demikian dengan penyakit HIV AIDS ini. Justru HIV ini akan menyerang sistem kekebalan tubuh seseorang. Sehingga bila telah berjangkit pada seseorang maka daya tahan tubuh seseorang dari hari ke hari akan semakin menurun. Sehingga efek dari virus penyebab penyakit HIV AIDS ini seseorang akan mudah terkena infeksi. Bila tidak terdeteksi dari awal, justru penyakit HIV ini akan dikenali dan bisa dideteksi bila seseorang mudah terkena infeksi tambahan.

Virusnya sendiri bernama Human Immunodeficiency Virus (atau disingkat HIV) yaitu virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor. Meskipun penanganan yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus, namun penyakit ini belum benar-benar bisa disembuhkan.

Penularan Virus Penyakit HIV AIDS

Virus penyakit HIV adalah jenis virus yang rapuh. Tidak bisa bertahan lama di luar tubuh manusia. HIV bisa ditemukan di dalam cairan tubuh dari orang yang terinfeksi. Cairan yang dimaksud adalah cairan sperma, cairan vagina, cairan anus, darah, dan ASI. Virus penyakit HIV tidak bisa menyebar melalui keringat atau urin.

Di Indonesia faktor penyebab dan penyebaran virus penyakit HIV AIDS terbagi menjadi dua kelompok utama, yaitu melalui hubungan seks yang tidak aman dan bergantian jarum suntik saat menggunakan narkotika.

Berikut ini adalah beberapa cara penularan virus penyakit HIV AIDS lainnya:

  1. Melalui Cairan Darah

Melalui transfusi darah atau produk darah yg sudah tercemar HIV. Dengan pemakaian jarum suntik yang sudah tercemar penyakit HIV AIDS, yang dipakai bergantian tanpa disterilkan, misalnya pemakaian jarum suntik dikalangan pengguna narkotika suntikan.

  1. Cairan Sperma Dan Cairan Vagina

Melalui hubungan seks penetratif (penis masuk kedalam vagina atau anus), tanpa menggunakan kondom, sehingga memungkinkan tercampurnya cairan sperma dengan cairan vagina (untuk hubungan seks lewat vagina) ; atau tercampurnya cairan sperma dengan darah, yang mungkin terjadi dalam hubungan seks lewat anus.

  1. Melalui Air Susu Ibu (ASI)

Penularan ini dimungkinkan dari seorang ibu hamil yang HIV positif, dan melahirkan lewat vagina kemudian menyusui bayinya dengan ASI. Kemungkinan penularan dari ibu ke bayi (Mother-to-Child Transmission) ini berkisar hingga 30 persen, artinya dari setiap 10 kehamilan dari ibu HIV positif kemungkinan ada 3 bayi yang lahir dengan HIV positif.

Secara langsung (transfusi darah, produk darah atau transplantasi organ tubuh yang tercemar HIV), lewat alat-alat (jarum suntik, peralatan dokter, jarum tato, tindik, dll) yang telah tercemar HIV karena baru dipakai oleh orang yang terinfeksi virus penyakit HIV dan tidak disterilisasi terlebih dahulu.

Karena virus penyakit HIV AIDS dalam jumlah yang cukup untuk menginfeksi orang lain- ditemukan dalam darah, air mani dan cairan vagina Odha. Melalui cairan-cairan tubuh yang lain, tidak pernah dilaporkan kasus penularan virus penyakit HIV (misalnya melalui: air mata, keringat, air liur/ludah, air kencing).

Melalui hubungan seksual dengan seseorang yang terinfeksi virus HIV AIDS tanpa memakai kondom, melalui transfusi darah, melalui alat-alat tajam yang telah tercemar virus penyakit HIV (jarum suntik, pisau cukur, tatto, dll), melalui ibu hamil yang terinfeksi HIV kepada janin yang dikandungnya atau bayi yang disusuinya.

Penyakit HIV AIDS Dan Penularannya

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Gejala HIV Positif

Gejala HIV Positif

 

Gejala HIV Positif, HIV merupakan singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. HIV sendiri adalah virus yang jika menginfeksi dapat menyebabkan menurunnya kemampuan dalam melawan infeksi virus, bakteri, jamur, parasit yang masuk ke dalam tubuh. Virus HIV bekerja dengan cara menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Virus ini juga menyebabkan penderitanya rentan terhadap serangan kanker karena menurunnya kekebalan tubuh.

Gejala HIV Positif

Gejala HIV Positif

Dalam satu-dua bulan setelah HIV masuk ke dalam tubuh, 40-90 persen penderitanya mengalami sejumlah gejala umum yang disebut ARS (Acute Retroviral Syndrome). Namun terkadang, kata pakar kesehatan Michael Horberg, gejala itu tak tampak selama beberapa tahun, bahkan sepuluh tahun, setelah terinfeksi HIV. Berikut adalah enam belas gejala HIV positif yang menunjukkan Anda mungkin telah terserang HIV, antara lain :

  1. Demam

Demam ringan mencapai 39 derajat Celcius menjadi salah satu gejala HIV positif awal menderita ARS. Umumnya, demam disertai dengan kelelahan, pembengkakan pada kelenjar getah bening, dan sakit tenggorokan.

  1. Kelelahan

Respon inflamasi yang dihasilkan oleh sistem kekebalan tubuh dapat menyebabkan lelah dan lesu. Tanda ini juga menjadi tanda awal dan dari tanda lanjutan gejala HIV postif.

  1. Pegal, Nyeri Otot Dan Sendi

Gejala HIV positif seperti pegal, nyeri otot dan sendi. Banyak gejala penyakit yang mirip bahkan sama, termasuk nyeri pada persendian dan nyeri otot, serta pembengkakan kelenjar getah bening. Kelenjar getah bening bagian dari sistem kekebalan tubuh yang cenderung akan meradang bila ada infeksi. Kelenjar getah bening berada di pangkal paha leher ketiak, dan lain-lain.

  1. Sakit Tenggorokan Dan Sakit Kepala

Sakit tenggorokan dan sakit kepala menjadi gejala ARS. Dr. Horberg mengatakan, melakukan tes HIV dianjurkan pada mereka yang memiliki risiko tinggi terkena HIV. Pasalnya, HIV bisa menular pada tahap awal.

  1. Ruam Kulit

Penderita HIV-AIDS akan mengalami terjadinya perubahan pada kulit. Ruam kulit menjadi tanda awal atau tanda lanjut dari gejala HIV positif.

  1. Mual, Muntah Dan Diare

Sebanyak 30-60 persen penderita HIV mengalami gejala HIV positif ini. Pengidap HIV biasanya mengalami diare terus-menerus, namun tidak demikian pada penderita yang kekebalan tubuhnya kuat sejak semula.

  1. Penurunan Berat Badan

Jika Anda mulai kehilangan berat badan, itu adalah tanda sistem kekebalan tubuh Anda sudah terserang. Menurut pakar kesehatan, dr.Malvestutto, gejala HIV positid umumnya adalah berat badan yang menurun signifikan meski sudah banyak makan.

  1. Batuk Kering

Waspadalah jika batuk tak kunjung sembuh. Batuk kering dapat berlangsung selama satu tahun dan akan terus semakin parah menjadi tanda gejala HIV positif.

  1. Pneumonia

Pneumonia merupakan salah satu infeksi oportunistik, sedangkan yang lainnya termasuk toksoplasmosis, infeksi parasit yang mempengaruhi otak, cytomegalovirus, dan infeksi jamur di rongga mulut.

  1. Keringat Malam

Tahap awal infeksi, setengah dari orang yang terinfeksi HIV akan berkeringat di malam hari. Bahkan, penderita akan mengeluarkan keringat ketika tidak melakukan aktivitas fisik apapun.

  1. Perubahan Pada Kuku

Perubahan kuku seperti membelah, penebalan, kuku yang melengkung atau perubahan warna menjadi tanda infeksi HIV tingkat akhir. Penderita akan mengalami perubahan warna kuku hitam atau coklat berupa garis vertikal maupun horizontal. Seringkali hal tersebut disebabkan infeksi jamur, seperti kandida.

  1. Infeksi Jamur

Penderita akan mengalami gejala HIV positif seperti infeksi jamur yang disebabkan oleh jenis jamur candida. Umumnya, infeksi yang terjadi adalah thrush dan infeksi mulut. Candida cenderung muncul di rongga mulut atau kerongkongan, sehingga akan sulit untuk menelan.

  1. Kebingungan Atau Kesulitan Berkonsentrasi

Kebingungan atau sulit berkonsentrasi biasanya terjadi lambat. Ini juga menjadi tanda demensia terkait gejala HIV positif. Selain itu, demensia terkait AIDS juga melibatkan masalah memori dan masalah perilaku seperti marah atau mudah tersinggung. Perubahan motorik seperti menjadi ceroboh dan kurangnya koordinasi juga akan terpengaruh.

  1. Herpes Mulut Dan Herpes Kelamin

Herpes mulut dan herpes kelamin dapat menjadi tanda gejala HIV positif dan stadium infeksi HIV. Bahkan, herpes bisa menularkan HIV. Pasalnya, herpes kelamin bisa menyebabkan luka yang memudahkan virus HIV masuk ke dalam tubuh saat hubungan seksual.

  1. Kesemutan Dan Kelemahan

Gejala HIV positif juga bisa menyebabkan kesemutan di tangan dan kaki hingga mati rasa. Hal tersebut menunjukkan kerusakan pada saraf.

  1. Ketidakteraturan Menstruasi

Infeksi HIV tahap lanjut menyebabkan ketidakteraturan menstruasi, seperti periode yang lebih sedikit dan lebih jarang. Hal tersebut disebabkan oleh terjadinya penurunan berat badan dan kesehatan yang semakin memburuk.

Saat ini penyakit HIV AIDS termasuk adalah penyakit yang berbahaya karna bisa menimbulkan kematian, selain itu susahnya untuk mengobati penyakit HIV ini. Sebenarnya penyakit HIV AIDS ini masih bisa dicegah, namun karna kurangnya penyuluhan dan kepedulian masyarakat mengenai penyakit HIV membuat berkembang. Penyakit HIV termasuk sebagai penyakit menular. Cara penularan virus HIV bisa melalui tranfusi darah dan pemakaian jarum suntik yang digunakan bergantian maupun tidak steril, gejala HIV positif.

Gejala HIV Positif

Posted in Uncategorized | Leave a comment

HIV Pada Wanita

HIV Pada Wanita

 

HIV Pada Wanita, HIV hingga kini masih menjadi penyakit yang sangat menakutkan. Bukan tanpa alasan, hal ini disebabkan oleh belum ditemukannya obat dan vaksin yang mampu menyembuhkan atau mencegah virus ini. Yang lebih menakutkan lagi, berbagai faktor resiko dapat meningkatkan kesempatan pada siapapun terinfeksi virus yang disebut human immunodeficiency virus (HIV). Orang yang terinfeksi HIV AIDS belum tentu menderita AIDS, tergantung tingkat imunitas orang tersebut.

HIV Pada Wanita

HIV Pada Wanita

Bagi kebanyakan kita, virus HIV adalah virus yang terjadi pada orang lain. Padahal ini bisa menyerang siapa saja, termasuk kita. Sebagian besar waktu, tanda-tanda HIV tidak menjadi nyata sampai infeksi mulai menyebar. Misalnya jika virus menyerang saat ini, gejala-gejala positif HIV bisa terlihat 2,3 atau 10 tahun ke depan. Sejumlah tanda HIV muncul hanya setelah masa inkubasi berakhir.

HIV AIDS merupakan penyakit menakutkan ini masih salah satu penyebab utama kematian di antara laki-laki dan perempuan dan berkembang dan negara maju. Virus HIV pada wanita mungkin ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui darah, alat kelamin, cairan ASI yang terinfeksi dan darah, sperma pria yang terinfeksi. Penularan virus HIV pada wanita ini dapat terjadi selama transfusi darah, hubungan seks tanpa alat pengaman atau dapat ditularkan melalui jarum suntik. selama kehamilan dan menyusui, seorang wanita yang terinfeksi kemungkinan akan menularkan virus ke anak.

Gejala HIV Pada Wanita

  1. Gejala awal : 0-1 bulan

Menderita penyakit seperti flu dalam seminggu atau sebulan disebut sebagai infeksi HIV akut. sistem kekebalan tubuh, sebagai bagian dari pertahanan tubuh, mengembangkan antibodi terhadap penyakit HIV. proses tersebut terlihat dari antibodi yang disebut serokonversi. Gejala meliputi demam, sakit kepaka nyeri tubuh, sakit tenggorokan, kelenjar getah bening, ruam kulit, masalah sistem pencernaan. Gejala-gejala HIV pada wanita ini cenderung tidak diperhatikan atau disalah artikan sebagai penyakit lain yang kuga menunjukkan berbagai gejala yang sama. Tes HIV dilakukan sebelum serokonversi tidak membantu dalam mendeteksi virus. Pada beberapa wanita, serokonversi dapat terjadi dalam waktu satu bulan.

  1. Gejala terakhir : 1 bulan – 10 tahun

Setelah tingkat gejala di atas dapat diturunkan dengan obat-obatan, penyakit ini masuk ke dalam fase asimptomatik. tidak ada gejala penyakit HIV pada wanita yang diperlihatkan oleh wanita setelah 1 tahun.Tahap tanpa gejala dapat berlangsung selama sekitar 10 tahun. Dengan demikian, perempuan positif HIV tidak menunjukkan gejala penyakit HIV AIDS selama sekitar 10 tahun setelah terkena gejala seperti flu biasa. Tetapi meski demikian, virus tetap ada dalam tubuh mereka, mereka tidak sadara secara terus-menerus menularkan virus kepada orang lain melalu hubungan badan tanpa pengaman dan juga melalui transfusi darah atau melalui berbagi jarum suntik.

Transmisi HIV pada wanita dari ibu ke anak dapat terjadi melalui rahim (in utero) selama masa perinatal, yaitu minggu-minggu terakhir kehamilan dan saat persalinan. Bila tidak ditangani, tingkat penularan dari ibu ke anak selama kehamilan dan persalinan adalah sebesar 25%. Namun demikian, jika sang ibu memiliki akses terhadap terapi antiretrovirus dan melahirkan dengan cara bedah caesar, tingkat penularannya hanya sebesar 1% . Sejumlah faktor dapat memengaruhi risiko infeksi, terutama beban virus pada ibu saat persalinan (semakin tinggi beban virus, semakin tinggi risikonya). Menyusui meningkatkan risiko penularan sebesar 4%.

Cara Mencegah HIV Pada Wanita

Tidak ada vaksin untuk mencegah HIV pada wanita dan tidak ada obat untuk HIV AIDS, tapi Anda bisa melindungi diri agar tidak terinfeksi. Satu-satunya cara untuk mencegah terinfeksi HIV adalah dengan menghindari kegiatan yang meningkatkan risiko tertular HIV. Pada dasarnya, mencegah selalu lebih baik daripada mengobati.

Cara-cara yang paling umum untuk terinfeksi HIV pada wanita adalah berhubungan seks tanpa kondom, berbagi jarum atau alat suntik lainnya. Jika Anda terinfeksi HIV, Anda bisa menularkannya dengan cara-cara tersebut. Jika kedua pasangan terinfeksi, tetap lakukan hubungan seks yang aman. Anda bisa tertular jenis virus HIV lain yang mungkin tidak bisa dikendalikan oleh obat-obatan yang Anda konsumsi.

  1. Melalui Hubungan Seks

Risiko tertinggi infeksi HIV ditularkan melalui hubungan seks tanpa kondom melalui vagina maupun anal. Risiko tertular melalui seks oral rendah, tapi bukan berarti nol. Seks oral bisa menularkan penyakit Infeksi Menular Seksual lain seperti sifilis. Mainan dan alat bantu seks juga berisiko dalam menyebarkan HIV jika salah satu pengguna mainan dan alat bantu seks ini positif terinfeksi HIV.

Cara terbaik untuk mencegah HIV pada wanita dan penyakit infeksi menular seksual (IMS) lainnya adalah dengan memakai kondom untuk segala jenis penetrasi seks. Dan gunakan dental dam untuk melakukan seks oral. Dental dam adalah selembar kain berbahan lateks. Kain ini berfungsi sebagai penghalang antara mulut dan vagina atau anus. Hal ini bertujuan untuk menurunkan penyebaran IMS selama melakukan seks oral.

  1. Pemakaian Kondom

Jika Anda tidak tahu status infeksi HIV AIDS pasangan, maka selalu gunakan kondom baru tiap melakukan hubungan seks anal maupun seks vaginal. Kondom tersedia dalam berbagai bentuk, warna, tekstur, bahan, dan rasa yang berbeda. Kondom tersedia baik untuk pria maupun wanita.

Kondom adalah bentuk perlindungan paling efektif melawan HIV dan penyakit Infeksi Menular Seksual lainnya. Kondom bisa digunakan untuk hubungan seks apa pun. Sangat penting untuk memakai kondom sebelum kontak seksual apa pun yang muncul antara penis, vagina, mulut, atau anus. HIV AIDS bisa ditularkan sebelum terjadi ejakulasi. Ini terjadi ketika keluarnya cairan awal dari alat kelamin dan dari anus. Gunakan kondom yang berbahan lateks atau poliuretan (latex and polyurethane) ketika melakukan hubungan seks. Gunakan kondom begitu Anda atau pasangan mengalami ereksi, bukan sebelum ejakulasi.

  1. Pemakaian Pelumas

Pelumas digunakan untuk menambah kenyamanan dan keamanan hubungan seks dengan tujuan menambah kelembapan pada vagina maupun anus selama seks. Pelumas akan mengurangi risiko terjadinya kulit luka (sobek) pada vagina atau anus. Pelumas juga mencegah agar kondom tidak sobek. Hanya gunakan pelumas yang berbahan dasar air, bukan yang berbahan minyak. Pelumas yang berbahan minyak bisa melemahkan kekuatan kondom dan bahkan bisa merobek kondom.

  1. Melalui Jarum dan Suntikan

Jika Anda memakai jarum untuk menyuntikkan obat, pastikan jarumnya steril. Jangan berbagi jarum, suntikan, atau perlengkapan menyuntik lagi seperti spon dan kain. Berbagi jarum bisa meningkatkan risiko terinfeksi HIV pada wanita dan virus lain yang ada di dalam darah, misalnya hepatitis C.

Jika Anda ingin membuat tato atau tindik, pastikan selalu memakai jarum yang steril dan bersih. Jangan melakukan aktivitas ini di tempat sembarangan. Pastikan Anda memeriksa soal jarum yang digunakan.

HIV Pada Wanita

Posted in Uncategorized | Leave a comment