Cara Pencegahan HIV

Cara Pencegahan HIV

 

Cara Pencegahan HIV – HIV adalah virus dan pemicu tertentu yang menyebabkan infeksi. HIV singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Nama tersebut dengan jelas mendeskripsikan virus ini—hanya menginfeksi manusia dan menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga membuatnya tidak mampu bekerja sebagaimana mestinya.

Cara Pencegahan HIV

Cara Pencegahan HIV

Meskipun dapat menyingkirkan banyak virus lain, namun sistem imun manusia tidak sanggup menyerang dan membasmi HIV secara keseluruhan. Para ahli belum mengerti mengapa tubuh tidak mampu mengalahkan HIV, namun sudah ditemukan pengobatan guna mengendalikan virus HIV dan AIDS secara efektif.

AIDS adalah suatu kondisi atau sindrom yang dapat disebabkan oleh HIV. AIDS singkatan dari Acquired Immunodeficiency Syndrome. Sindrom ini berkembang ketika HIV sudah sangat merusak sistem kekebalan tubuh. Gejala yang ditimbulkan AIDS bergantung pada jenis infeksi yang mengakibatkan kerusakan sistem imun sehingga tidak mampu melawan infeksi berbagai penyakit lain.

Penyebab HIV AIDS dan Cara Penularan HIV AIDS

Di Indonesia faktor penyebab dan penyebaran virus HIV/AIDS terbagi menjadi dua kelompok utama, yaitu melalui hubungan seks yang tidak aman dan bergantian jarum suntik saat menggunakan narkotika.

Berikut ini adalah beberapa cara penyebaran HIV AIDS lainnya:

  • Penularan dari ibu kepada bayi pada masa kehamilan, ketika melahirkan atau menyusui.
  • Melalui seks oral.
  • Pemakaian alat bantu seks secara bersama-sama atau bergantian.
  • Melalui transfusi darah dari orang yang terinfeksi.
  • Memakai jarum, suntikan, dan perlengkapan menyuntik lain yang sudah terkontaminasi, misalnya spon dan kain pembersihnya.

Cara Pencegahan HIV

Cara pencegahan HIV menular kita dapat melakukan beberapa hal berikut ini :

  1. Hindari Seks Bebas.

Salah satu cara pencegahan HIV yang sangat umum dil adalah menghindari seks bebas. Hubungan seksual yang sudah didasari dengan pernikahan jauh lebih aman daripada seks bebas. Pemeriksaan infeksi HIV perlu dilakukan oleh pasangan yang akan menikah untuk melindungi diri dari infeksi HIV. Hindari semua jenis hubungan seksual yang bebas dan tidak dengan pasangan.

  1. Hindari Narkoba.

Bahaya narkoba memang sudah menjadi rahasia umum sangat mematikan. Narkoba yang dikonsumsi dengan cara suntikan menjadi salah satu penyebab AIDS yang sangat besar. Anda bisa melindungi diri Anda sendiri dan mencegah HIV AIDS dengan tidak memakai narkoba. Pemakaian jarum suntik secara bergantian telah meningkatkan angka penularan AIDS.

  1. Hindari Berbagi Jarum.

Jangan pernah untuk menggunakan jarum bekas ataupun berbagi jarum dengan orang lain, entah itu untuk penggunaan obat di rumah atau penggunaan obat illegal. Pasalnya, hal itu akan menyebabkan adanya kontak darah dengan orang lain, yang menempatkan Anda pada resiko terinfeksi HIV.

  1. Mencegah Bayi dari Infeksi HIV/AIDS.

Ibu hamil yang dinyatakan positif HIV memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menularkan AIDS pada janin. proses penularan dapat terjadi dari plasenta atau ASI. Bahkan bayi juga bisa terkena AIDS selama proses persalinan. Untuk melindungi bayi dari infeksi AIDS maka ibu hamil tidak boleh memberikan air susu ibu kepada bayi. Konsumsi beberapa jenis obat pencegah HIV juga melindungi janin dari infeksi HIV dan AIDS.

  1. Lindungi AIDS dari Transfusi Darah.

Darah adalah salah satu jenis penyebab infeksi HIV dan AIDS yang sangat tinggi. Jika Anda terpaksa harus melakukan transfusi darah karena kondisi kesehatan maka pastikan bahwa darah yang Anda pakai sehat dan telah mendapatkan uji HIV AIDS.

  1. Bimbingan Moral dan Sosialisasi.

Salah satu cara pencegahan HIV AIDS yang perlu dilakukan saat ini adalah melakukan berbagai jenis kegiatan dan kampaye untuk memberikan bimbingan moral kepada remaja dan anak muda. Sosialisasi ini bermanfaat untuk memberikan ilmu-ilmu tentang apa itu AIDS, penularan AIDS dan metode untuk mencegah penularan AIDS.

  1. Jauhi Pergaulan Bebas.

Pergaulan bebas yang terjadi pada remaja dan anak-anak bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Namun bagian yang lebih penting dari akibat pergaulan bebas seperti seks bebas dan pemakaian narkoba telah meningkatkan jumlah penderita AIDS. Untuk melindungi diri maka sebaiknya jika Anda tidak masuk ke dalam pergaulan bebas dan memakai waktu luang untuk kegiatan yang bermanfaat.

Itulah beberapa cara pencegahan HIV. Terima kasih telah membaca artikel mengenai cara pencegahan HIV. Semoga informasi mengenai cara pencegahan HIV diatas dapat bermanfaat untuk Anda.

Cara Pencegahan HIV

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Masa Inkubasi HIV

Masa Inkubasi HIV

 

Masa Inkubasi HIV – HIV adalah virus yang menyerang dan merusak sistem kekebalan tubuh kita sehingga kita tidak bisa bertahan terhadap penyakit-penyakit yang menyerang tubuh kita. Bila sistem kekebalan tubuh kita sudah rusak atau lemah, maka kita akan terserang oleh berbagai penyakit yang ada di sekitar kita seperti TBC, diare, sakit kulit,dll. Kumpulan gejala penyakit yang menyerang tubuh kita itulah yang disebut AIDS, yaitu :

A =Acquired (didapat)

I =Immune (kekebalan tubuh)

D =Deficiency (kekurangan)

S =Syndrome (gejala)

Masa Inkubasi HIV

Masa Inkubasi HIV

Apa Perbedaan antara HIV dan AIDS ?

HIV /AIDS sering dikaitkan satu sama lainnya dengan pengertian yang sama. Akan tetapi HIV dan AIDS mempunyai arti yang berbeda. HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus.Virus ini yang menyerang system kekebalan tubuh seseorang. Seseorang dapat terjangkit virus HIV, apabila virus tersebut masuk ke dalam saluran peredaran darah. Virus HIV menyerang system kekebalan seseorang.Jika tidak diatasi,maka virus ini akan merusak system kekebalan tubuh sehingga daya tahan tubuh melemah terhadap penyakit lain bahkan dapat mengakibatkan kematian. Kondisi inilah yang dinamakan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome).

Penularan

Pada umumnya, penularan HIV/AIDS sampai saat ini diketahui dengan tiga cara berikut:

  • Melalul hubungan seks yang menyimpang;
  • Melalui transfusi atau pembauran darah (jarum suntik) yang dipakaikan kepada seseorang secara bergantian;
  • Melalui ibu hamil dan menyusui.

HIV/AIDS tidak dapat menular melalui hal-hal berikut:

  • Gigitan nyamuk/serangga; karena virus HIV/AIDS hanya hidup dalam sel-sel mamalia yang sangat khusus. Di samping itu, jumlah darah yang terbawa di bagian mulut nyamuk/serangga sangat kecil, sehingga perpindahan virus tersebut praktis menjadi tidak mungkin berpotensi menjadi mediator (penular).
  • Bersalaman, berpelukan, atau berciuman, karena bibir atau mulut berlainan dengan vagina dan anus, di mana tingkat virus HIV yang terdapat dalam air liur dari orang yang terinfeksi sangat rendah sehingga bahaya penularan AIDS lewat ciuman adalah kecil sekali.
  • Berenang bersama; karena pada saat berenang tipis kemungkinan adanya cairan tubuh yang keluar dan begitu juga pada saat mempunyai luka orang jarang berenang.
  • Terpapar batuk atau bersin pendenita; karena dalam air liur virus ini sedikit sekali.
  • Berbagi makanan atau menggunakan alat makan bersama dengan penderita; karena penularan virus HIV/AIDS terjadi dengan adanya percampuran cairan tubuhnya, khususnya melalui luka.
  • Memakai kamar mandi atau toilet bersama.

Masa Inkubasi HIV

Masa inkubasi adalah jangka waktu setelah terjadinya penularan sampai dengan timbulnya gejala penyakit. Penyakit AIDS mempunyai masa inkubasi yaitu masa tumbuhnya tunas HIV sampai berkembang menjadi AIDS. Masa Inkubasi HIV

Setelah HIV masuk dalam tubuh seseorang, maka terjadilah masa inkubasi, ketika dalam masa inkubasi sampai menjadi AIDS jumlah sel CD4 berlahan-lahan akan berkurang sampai setengahnya. ini berarti tubuh sudah kehilangan sampai setengahnya dari kekebalan tubuh. Dalam masa itu kekebalan tubuh masih berfungsi sekitar 9 – 10 tahun.

Masa inkubasi HIV (Human Immunodeficiency Virus) membutuhkan waktu yang lama. HIV menular melalui cairan tubuh, seperti air mani, ASI, maupun transfusi darah.

Namun setelah 9 – 10 tahun terinfeksi HIV jumlah sel CD4 dalam tubuh akan sangat berkurang sehingga sistem kekebalan tubuh sudah tidak berfungsi lagi. pada saat itu orang yang terinfeksi HIV sudah menjadi penderita AIDS. Jadi jika seseorang telah menderita AIDS, berarti dia sudah terjangkit HIV selama 1 – 9 tahun atau lebih. Pada anak bayi yang terkena HIV sejak lahir karena tertular orang tuanya, masa inkubasinya menjadi lebih pendek yaitu sekitar 1 tahun. Ini menjadikan sesuatu yang sangat menyedihkan. Dimana biasanya seseorang tertular penyakit AIDS karena perilakunya yang menyimpang. Namun hal ini terjadi pada anak yang belum mengerti apa-apa. Masa Inkubasi HIV

Langkah Pengobatan Bagi Penderita HIV

Meski belum ada obat untuk sepenuhnya menghilangkan HIV, tapi langkah pengobatan HIV yang ada pada saat ini cukup efektif. Pengobatan yang dilakukan bisa memperpanjang usia hidup penderita HIV dan mereka bisa menjalani pola hidup yang sehat.

Terdapat obat-obatan yang dikenal dengan nama antiretroviral (ARV) yang berfungsi menghambat virus dalam merusak sistem kekebalan tubuh. Obat-obatan tersebut diberikan dalam bentuk tablet yang dikonsumsi setiap hari. Anda akan disarankan melakukan pola hidup sehat. Misalnya makanan sehat, tidak merokok, mendapatkan vaksin flu tahunan, dan vaksin pneumokokus lima tahunan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko terkena penyakit berbahaya. Masa Inkubasi HIV

Tanpa pengobatan, orang dengan sistem kekebalan yang terserang HIV akan menurun drastis. Dan mereka cenderung menderita penyakit yang membahayakan nyawa seperti kanker. Hal ini dikenal sebagai HIV stadium akhir atau AIDS. Masa Inkubasi HIV

Cara Pencegahan HIV

Cara terbaik untuk mencegah HIV adalah dengan melakukan hubungan seks secara aman, dan tidak pernah berbagi jarum, dan peralatan menyuntik apa pun. Semua yang pernah berhubungan seks tanpa kondom dan berbagi jarum atau suntikan, lebih berisiko untuk terinfeksi HIV. Masa Inkubasi HIV

Masa Inkubasi HIV

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Gejala HIV dan AIDS

Gejala HIV dan AIDS

 

Gejala HIV dan AIDS – Banyak orang salah mengira bahwa HIV sama dengan AIDS. Ini dikarenakan kedua hal tersebut sering digunakan secara bergantian untuk menggambarkan satu penyakit. Padahal ada perbedaan HIV dan AIDS yang mendasar, dan artikel ini akan membahasnya.

HIV adalah virus dan pemicu tertentu yang menyebabkan infeksi. HIV singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Nama tersebut dengan jelas mendeskripsikan virus ini—hanya menginfeksi manusia dan menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga membuatnya tidak mampu bekerja sebagaimana mestinya.

Gejala HIV dan AIDS

Gejala HIV dan AIDS

Sedangkan, AIDS adalah suatu kondisi atau sindrom yang dapat disebabkan oleh HIV. AIDS singkatan dari Acquired Immunodeficiency Syndrome. Sindrom ini berkembang ketika HIV sudah sangat merusak sistem kekebalan tubuh. Gejala yang ditimbulkan AIDS bergantung pada jenis infeksi yang mengakibatkan kerusakan sistem imun sehingga tidak mampu melawan infeksi berbagai penyakit lain.

Tahapan-Tahapan Gejala HIV dan AIDS

Gejala HIV Fase Primer atau Akut

Banyak orang tidak mengalami gejala apapun setelah terinfeksi HIV. Sedangkan sebagian lainnya mengalami gejala HIV yang mirip flu dalam satu atau dua bulan setelah virus masuk ke dalam tubuh. Pada fase ini disebut sebagai infeksi HIV primer atau akut, bisa berlangsung selama beberapa minggu. Tanda-tanda dan gejala HIV primer atau akut antara lain:

  • Demam atau panas. Menyerupai demam pada umumnya, yaitu suhu tubuh yang tinggi bisa berkisaar antara 38-40 derajat selsius. Demam terjadi ketika tubuh membentuk antibodi dalam melawan virus. Gejala HIV dan AIDS
  • Sakit kepala. Adalah efek dari timbulnya demam, ketika demam muncul maka disusul dengan sakit kepala, namun gejala ini tidak selalu ada.
  • Nyeri otot. Sakit atau pegal-pegal pada badan merupakan kondisi umum yang bisa disebabkan oleh penyakit HIV tahap awal, bedakan dengan pegal-pegal akibat kelelahan. Nyeri otot di sini dipengaruhi oleh kondisi tubuh yang meriyang bersamaan dengan demam. Gejala HIV dan AIDS
  • Memang ini ciri-ciri HIV yang tidak selalu ada dan kehadirannya pun seringkali diabaikan lantaran ruam yang muncul hanya samar-samar, tidak seperti pada campak yang tampak jelas. Gejala HIV dan AIDS
  • Ketika suhu tubuh naik tinggi dibanding dengan lingkungan atau suhu ruangan, maka seseorang bisa mengalami menggigil. Gejala HIV dan AIDS
  • Sakit tenggorokan. Rasa mirip dengan ketika terkena radang tenggorokan.
  • Sariawan pada Mulut atau alat kelamin
  • Pembesaran. Gejala HIV dan AIDS
  • Kelenjar getah bening, terutama pada leher.
  • Nyeri sendi.
  • Keringat malam.
  • Diare.

Meskipun gejala HIV primer ini mungkin cukup ringan, namun jumlah virus dalam aliran darah (viral load) sangat tinggi. Sebagai akibatnya, infeksi HIV akan menyebar lebih efisien selama infeksi primer daripada selama tahap berikutnya.

Gejala HIV akut ini biasanya hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu, Namun virus masih tetap eksis dalam tubuh.

Gejala HIV Fase Laten

Setelah infeksi awal, seseorang mungkin tidak memiliki gejala apapun. Ini disebut fase laten. Pada beberapa orang, pembengkakan kelenjar getah bening tetap terjadi selama fase laten ini. Jika tidak, maka tidak ada tanda-tanda dan gejala khusus. Perkembangan penyakit bervariasi antar individu dimana kondisi ini dapat berlangsung dari beberapa bulan sampai lebih dari 10 tahun. Gejala HIV dan AIDS

Selama periode ini, virus terus berkembang biak secara aktif dan menginfeksi dan membunuh sel-sel sistem kekebalan tubuh. Padahal sistem kekebalan tubuh kita berfungsi untuk melawan bakteri, virus, dan penyebab infeksi lainnya.

Sel-sel kekebalan tubuh yang diserang oleh virus HIV yaitu sel-sel yang merupakan pejuang infeksi primer, yang disebut CD4+ atau sel T4.

Gejala Awal Infeksi HIV

Setelah sistem kekebalan tubuh melemah, seseorang yang terinfeksi HIV dapat mengembangkan gejala berikut:

  • Lemah.
  • Berat badan turun. Gejala HIV dan AIDS
  • Demam dan sering berkeringat. Gejala HIV dan AIDS
  • Infeksi jamur persisten atau sering terjadi.
  • Ruam kulit persisten atau kulit terkelupas.
  • Kehilangan memori jangka pendek.
  • Infeksi herpes pada mulut, genital, atau anus.
  • Berkembang menjadi AIDS.

Gejala AIDS

Definisi AIDS termasuk semua orang terinfeksi HIV yang memiliki kurang dari 200 sel CD4+ per mikroliter darah. Definisi ini juga mencakup 26 kondisi penyakit yang umum pada penyakit HIV lanjut, tetapi yang jarang terjadi pada orang sehat. Artinya orang yang terkena HIV karena kekebalan tubuhnya lemah, maka akan mudah terserang infeksi baik oleh bakteri, virus, jamur, parasit, maupun organisme lainnya kondisi ini disebut dengan infeksi oportunistik. Jadi yang menjadi gejala dan penderitaan adalah infeksi yang menyerang (oportunistik), bukan penyakit AIDS itu sendiri.

Tanda-tanda dan gejala AIDS yang merupakan tanda-tanda infeksi oportunistik adalah sebagai berikut :

  • Keringat berlebihan di malam hari
  • Menggigil atau demam lebih tinggi dari 100 F (38 C) selama beberapa minggu.
  • Batuk, karena seringnya terkena peradangan atau infeksi di tenggorokan.
  • Sulit atau sakit saat menelan. Gejala HIV dan AIDS
  • Sesak napas, bisa terjadi akibat pneumonia atau paru-paru basah yang sering disebabkan oleh mikoorganisme pneumocystic carinii. Gejala HIV dan AIDS
  • Diare kronis, maksudnya adalah menderita diare yang lama meskipun telah diobati namun tak kunjung sembuh. Gejala HIV dan AIDS
  • Bintik-bintik putih Persistent atau lesi yang tidak biasa di lidah atau di mulut (sariawan).
  • Sakit kepala.
  • Kelelahan yang terus menerus.
  • Penglihatan kabur dan terdistorsi.
  • Berat badan turun drastis.
  • Ruam kulit atau benjolan.

Jika merasa ada gejala – gejala HIV dan AIDS seperti di atas, segera periksakan ke dokter agar mendapat penanganan lebih lanjut.

Gejala HIV dan AIDS

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Bahaya HIV AIDS

Bahaya HIV AIDS

 

Bahaya HIV AIDS – Ketika pertama kali mendengar istilah penyakit HIV AIDS tentunya yang berada dalam pikiran kita adalah gambaran sebuah penyakit yang berbahaya dan sampai saat ini belum ditemukan pengobatan yang tepat dan berhasil menyembuhkan akan penyakit ini. Penyakit HIV adalah salah satu jenis penyakit yang cara penularannya adalah memalui hubungan seksual. Dalam bahasa medisnya adalah masuk dalam golongan Penyakit Menular Seksual (PMS).

Bahaya HIV AIDS

Bahaya HIV AIDS

Penyakit HIV AIDS adalah penyakit yang disebabkan oleh suatu virus yang biasanya ditularkan dari satu orang kepada orang lain melalui kontak seksual. Virus HIV AIDS yang telah masuk ke dalam tubuh seseorang tidak akan menimbulkan gejala-gejala yang terlihat secara fisik sehingga penderitanya terlihat normal seperti tidak sedang terkena penyakit. Namun, perlu diwaspadai, walaupun drai luar penderita HIV tampak normal-normal saja, tetapi dia dapat menularkan virus tersebut kepada orang lain dalam berbagai cara yang mungkin juga tidak disadari oleh penderita itu.

Secara global, infeksi HIV AIDS mengalami penurunan. Semua ini dikarenakan oleh intervensi yang menyebabkan perubahan pola komunikasi, pemakaian kondom, pencegahan transmisi dari Ibu-Anak, kampanye khitan dan pencegahan lainnya. Infeksi HIV baru sudah menurun dalam satu dekade terakhir. Tahun 2013, infeksi HIV AIDS dunia mencapai 2,3 juta. Mengalami penurunan sebanyak 33% sejak tahun 2001.

Waspadai Bahaya HIV AIDS

Apa saja bahaya HIV AIDS ? Berikut beberapa bahaya HIV AIDS, antara lain :

  1. Bahaya HIV AIDS dapat menular melalui hubungan seks

Melalui hubungan seks penetratif (penis masuk kedalam vagina/anus) yang dilakukan tanpa menggunakan kondom Hubungan seks seperti ini memungkinkan tercampurnya cairan sperma dengan cairan vagina (untuk hubungan seks lewat vagina). Sedangkan hubungan sek melalui anus bisa memungkin tercampurnya cairan sperma dengan darah.

Hubungan seksual secara anal (lewat dubur) paling berisiko menularkan HIV, karena epitel mukosa anus relatif tipis dan lebih mudah terluka dibandingkan epitel dinding vagina, sehingga HIV lebih mudah masuk ke aliran darah. Dalam berhubungan seks vaginal, perempuan lebih besar risikonya daripada pria karena selaput lendir vagina cukup rapuh. Disamping itu karena cairan sperma akan menetap cukup lama di dalam vagina, kesempatan HIV masuk ke aliran darah menjadi lebih tinggi. HIVdi cairan vagina atau darah tersebut, juga dapat masuk ke aliran darah melalui saluran kencing pasangannya.

Orang yang punya penyakit infeksi jika memiliki luka atau ada cairan dari tubuh yang keluar maka bisa 10 kali menularkan potensi HIV kepada pasangannya lewat hubungan seks. Perilaku gonta ganti pasangan seks tanpa menggunakan kondom juga sangat berisiko. Untuk itu lakukan hubungan seks yang aman, sesuai dengan ajaran agama.

  1. Bahaya HIV AIDS dapat menular melalui transfusi darah yang terinfeksi virus HIV

Bahaya HIV AIDS adalah HIV AIDS dapat menular melalui transfusi darah dan hal ini memiliki risiko yang sangat tinggi, maka itu bank darah biasanya akan mengecek berulang-ulang pada darah yang digunakan pasien melalui skrining yang keta. Beberapa penderita diduga tertular setelah menjalani transfusi darah. Seseorang yang harus menerima transfusi darah tubuhnya dalam keadaan sakit atau lemah, sehingga virus bisa dengan cepat menyebar dan berkembang dalam tubuhnya.

  1. Penggunaan bersama jarum suntik yang sudah terkontaminasi

Bahaya HIV AIDS juga dapat mengintai melalui penggunaanyang sudah terkontaminasi, contohnya  pada pengguna narkoba. Melalui pemakaian jarun suntik yang berulangkali dalam kegiatan lain, misalnya : peyuntikan obat, imunisasi, pemakaian alat tusuk yang menembus kulit, misalnya alat tindik, tato, dan alat facial wajah. Sebaiknya gunakan jarum suntik sekali pakai.

  1. Dari Ibu Hamil (Positif) kepada Janinnya

ibu hamil yang positif HIV akan meningkatkan bahaya HIV AIDS pada bayi, baik ketika bayi tersebut dalam kandungan, maupun ketika melahirkan atau bisa juga ditularkan ketika menyusui bayi tersebut.

Penularan HIV dan AIDS dari ibu hamil ke anak bisa terjadi karena infeksi melewati plasenta, saat proses persalinan atau menyusui. Sumber infeksi ini bisa dari darah ibu, plasenta, cairan amnion dan ASI. Kemungkinan bayi tertular HIV dari ibunya pada masa kehamilan adalah 15-20 persen. Sedangkan pada saat kelahiran 10-15 persen, dan pada saat menyusui adalah 15-20 persen.

  1. Terjadinya luka akibat pemakaian benda yang bersamaan

Benda tersebut seperti silet, pisau cukur juga bisa menularkan HIV. Biasakan mempunyai sikat gigi dan pisau cukur sendiri, karena selain untuk kebersihan pribadi, jika terdapat darah akan ada risiko penularan dengan virus lain yang diangkut aliran darah (seperti hepatitis), bukan hanya HIV.

Sedangkan Bahaya HIV AIDS tidak dapat menular melalui :

  • Bersalaman, berpelukan
  • Berciuman
  • Batuk, bersin
  • Memakai peralatan rumah tangga seperti alat makan, telepon, kamar mandi, WC, kamar tidur, dll.
  • Gigitan nyamuk
  • Bekerja, bersekolah, berkendaraan bersama
  • Memakai fasilitas umum misalnya kolam renang, WC umum, sauna, dll.
  • HIV tidak dapat menular melalui udara.
  • Cairan yang tidak menularkan virus HIV adalah cairan keringat, air liur, air mata dan lain-lain. Jadi penularan melalui ciuman tidak terjadi.

Jika pengobatan tidak dimulai pada waktu yang tepat, penyakit HIV AIDS dapat mengancam jiwa. Segera periksakan diri ke dokter anda jika memiliki resiko tertular virus ini.

Bahaya HIV AIDS

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Faktor Penyebab HIV AIDS

Faktor Penyebab HIV AIDS

 

Apa saja faktor penyebab HIV AIDS ? AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) atau syndrome penurunan kekebalan tubuh yang di dapat, adalah infeksi yang disebabkan oleh virus yang disebut HIV (Human Immunodeficiency Virus). Penyakit HIV/AIDS merujuk pada keadaan seseorang yang tidak lagi memiliki sistem kekebalan tubuh sehingga berbagai macam penyakit dapat menyerang dan sangat sulit untuk disembuhkan. Hampir semua penderita AIDS berakhir dengan kematian, karena hingga saat ini penyakit AIDS belum ada obatnya.

Faktor Penyebab HIV AIDS

Faktor Penyebab HIV AIDS

Penderita penyakit AIDS di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Keadaan ini tentu sangat memprihatinkan. Pada awal tahun 2004 ada enam propinsi yang diprioritaskan berhubung tingginya jumlah kasus HIV/AIDS, yaitu Jakarta, Papua, Bali, Jawa Timur, Jawa Barat dan Riau. Kemudian pada akhir 2004 bertambah enam propinsi lagi yaitu Kalimantan Barat, Sumatera Utara, Sulawesi Utara, Jawa Tengah, Yogyakarta dan Banten.

Faktor Penyebab HIV AIDS

Faktor penyebab HIV AIDS adalah infeksi oleh virus HIV, yang menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga sel-sel pertahanan tubuh makin lama makin banyak yang rusak. Penderita infeksi HIV menjadi sangat rentan terhadap semua bentuk infeksi. Pada tahap akhir, penderita tidak bisa tahan terhadap kuman-kuman yang secara normal bisa dilawannya dengan mudah.

Virus HIV tidak dapat bertahan lama di luar tubuh manusia dan mati dengan cepat ketika cairan tubuh telah mengering. Inilah sebabnya mengapa HIV tidak dapat disebarkan oleh serangga, tidak dapat menyebar seperti virus flu (memegang permukaan fasilitas umum, batuk, bersin, dll).

Infeksi HIV ditularkan melalui hubungan badan baik vagina, anus, dan kontak dengan darah penderita HIV, seperti lewat jarum suntik, bayi yang dilahirkan oleh ibu yang terinfeksi HIV, menerima transfusi darah yang terinfeksi, serta transplantasi organ tubuh.

Faktor lain penyebab HIV AIDS antara lain :

  1. Penggunaan Jarum Suntik Yang Kurang Steril

Faktor penyebab HIV AIDS adalah penggunaan jarum suntik. Penggunaan jarum suntik yang tidak steril bisa meningkatkan risiko seseorang terkena AIDS. Biasanya hal ini terjadi pada kalangan orang yang hobi mengonsumsi Narkoba yang terkadang sering bertukar jarum suntik.

  1. Transfusi Darah Tidak Steril

Pada penderita AIDS cairan di dalam tubuhnya sangat rentan untuk menularkan virus ke tubuh seseorang. Proses transfusi darah yang tidak steril terjadi akibat tidak terjamin dalam pemeriksaan secara teliti dalam memilih pendonor darah. Bisanya hal ini seringkali terjadi pada Negara yang baru berkembang, karena proses seleksi tidak ketat dan aman.

  1. Seks Bebas Dan Seks Yang Kurang Sehat Dan Kurang Aman

Faktor penyebab HIV AIDS adalah seks bebas. Ketika Anda berhubungan intim, upayakan untuk maenaggunakan pengaman. Sebab, virus HIV AIDS akan lebih mudah menular ketika aktivitas intim Anda tidak sehat dan tanpa pengaman. Hubungan intim yang kurang aman dan tanpa dilengkapi pelindung (Kondom) lebih riskan dibandingkan memakai Kondom alias pelindung.

  1. Penyakit Keturunan

Jika orang tua atau kaker nenek Anda memiliki riwayat penyakit AIDS maka kemungkinan besar penyakit ini akan diwariskan pada Anda, dengan kata lain Anda akan menderita penyakit yang sama (kemungkinan besar). Ini juga merupakan faktor penyebab HIV AIDS.

Cara Mencegah HIV AIDS

Mekanisme penularan HIV AIDS terjadi saat berhubungan seksual, baik dengan lawan jenis ataupun sesama jenis (homo dan lesby), tukar dan saling meminjam alat suntik (jarum, semprit, kapas dan wadah untuk cairan) yang biasa dilakukan oleh pengguna narkoba, transfusi darah dan transplantasi organ yang tidak diskrining, tato, tindik, dan lebih berisiko selama kehamilan seorang ibu yang menularkan pada calon bayinya.

Pastikan agar Anda melakukan tindakan pencegahan penularan HIV AIDS ini agar terhindari dari penyakit mengerikan ini:

  • Tidak berhubungan seks ataupun saling pinjam dan tukar pasangan yang pernah berhubungan dengan orang yang terinfeksi virus HIV.
  • Pastikan ketika melakukan transfusi darah steril dari paduan virus HIV.
  • Penggunaan narkoba dengan jarum suntik memudahkan virus HIV untuk menyebar.

Itulah informasi mengenai faktor penyebab HIV AIDS. Terima kasih telah membaca artikel mengenai faktor penyebab HIV AIDS. Semoga informasi mengenai faktor penyebab HIV AIDS diatas dapat bermanfaat untuk Anda.

Faktor Penyebab HIV AIDS

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Mencegah HIV Menjadi AIDS

Mencegah HIV Menjadi AIDS

 

Mencegah HIV Menjadi AIDS – HIV/AIDS adalah salah satu penyakit menular seksual yang paling ditakuti saat ini. HIV merupakan penyakit yang hingga kini dianggap pembunuh nomor satu dalam dunia kesehatan. HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Virus mampu bertahan hidup dalam tubuh di tahun-tahun awal tanpa menunjukkan gejala sama sekali sampai akhirnya tubuh penderita tiba-tiab saja menjadi sangat lemah dan akhirnya menderita AIDS.

Mencegah HIV Menjadi AIDS

Mencegah HIV Menjadi AIDS

Pada setiap tahunnya sebanyak 8 hingga 10 juta orang lebih telah terinfeksi secara positif HIV/AIDS dan 2 juta orang lebih ODHA meninggal per tahun. Jumlah ini bukan yang sebenarnya mengingat fenomena gunung es dimana jumlah penderita HIV yang sebenarnya jauh lebih besar dari yang tercatat.

Dengan angka yang sangat besar tersebut maka wajar saja jika HIV/AIDS dianggap sebagai momok yang paling ditakuti banyak orang mengingat hingga kini masih belum ditemukan obat yang dapat mengatasi dan mengobati HIV/AIDS secara signifikan. Yang dapat kita lakukan adalah melakukan usaha-usaha pencegahan penularan HIV.

Bagaimana cara mencegah HIV menjadi AIDS ?

Tidak ada vaksin untuk mencegah HIV dan tidak ada obat untuk AIDS, tapi Anda bisa melindungi diri agar tidak terinfeksi. Satu-satunya cara untuk mencegah terinfeksi HIV adalah dengan menghindari kegiatan yang meningkatkan risiko tertular HIV. Pada dasarnya, mencegah selalu lebih baik daripada mengobati.

Cara-cara yang paling umum untuk terinfeksi HIV adalah berhubungan seks tanpa kondom, dan berbagi jarum atau alat suntik lainnya. Jika Anda terinfeksi HIV, Anda bisa menularkannya dengan cara-cara tersebut. Jika kedua pasangan terinfeksi, tetap lakukan hubungan seks yang aman. Anda bisa tertular jenis virus HIV lain yang mungkin tidak bisa dikendalikan oleh obat-obatan yang Anda konsumsi.

  • Melalui Hubungan Seks

Risiko tertinggi infeksi HIV ditularkan melalui hubungan seks tanpa kondom melalui vagina maupun anal. Risiko tertular melalui seks oral cukup rendah, tapi bukan berarti nol. Seks oral bisa menularkan penyakit Infeksi Menular Seksual lain seperti sifilis. Mainan dan alat bantu seks juga berisiko dalam menyebarkan HIV jika salah satu pengguna mainan dan alat bantu seks ini positif terinfeksi HIV. Mencegah HIV Menjadi AIDS

Cara terbaik untuk mencegah HIV dan infeksi menular seksual (IMS) lainnya adalah dengan memakai kondom untuk segala jenis penetrasi seks. Dan gunakan dental dam untuk melakukan seks oral. Dental dam adalah selembar kain berbahan lateks. Kain ini berfungsi sebagai penghalang antara mulut dan vagina atau anus. Hal ini bertujuan untuk menurunkan penyebaran IMS selama melakukan seks oral.

  • Mengonsumsi obat Truvada

Bagi orang-orang yang berisiko tinggi terinfeksi virus HIV, mengonsumsi obat emtricitabine-tenofovir (Truvada) bisa mengurangi risiko infeksi HIV melalui hubungan seksual. Truvada juga digunakan pada perawatan HIV bersamaan dengan obat-obatan lainnya.  Mencegah HIV Menjadi AIDS

  • Pemakaian kondom

Jika Anda tidak tahu status infeksi HIV pasangan, maka selalu gunakan kondom baru tiap melakukan hubungan seks anal maupun seks vaginal. Kondom tersedia dalam berbagai bentuk, warna, tekstur, bahan, dan rasa yang berbeda. Kondom tersedia baik untuk pria maupun wanita.  Mencegah HIV Menjadi AIDS

Kondom adalah bentuk perlindungan paling efektif melawan HIV dan Infeksi Menular Seksual lainnya. Kondom bisa digunakan untuk hubungan seks apa pun. Sangat penting untuk memakai kondom sebelum kontak seksual apa pun yang muncul antara penis, vagina, mulut, atau anus. HIV bisa ditularkan sebelum terjadi ejakulasi. Ini terjadi ketika keluarnya cairan awal dari alat kelamin dan dari anus.  Mencegah HIV Menjadi AIDS

Gunakan kondom yang berbahan lateks atau poliuretan (latex and polyurethane) ketika melakukan hubungan seks. Gunakan kondom begitu Anda atau pasangan mengalami ereksi, bukan sebelum ejakulasi. Mencegah HIV Menjadi AIDS

  • Pemakaian pelumas

Pelumas digunakan untuk menambah kenyamanan dan keamanan hubungan seks dengan tujuan menambah kelembapan pada vagina maupun anus selama seks. Pelumas akan mengurangi risiko terjadinya kulit luka (sobek) pada vagina atau anus. Pelumas juga mencegah agar kondom tidak sobek. Mencegah HIV Menjadi AIDS

Hanya gunakan pelumas yang berbahan dasar air, bukan yang berbahan minyak. Pelumas yang berbahan minyak bisa melemahkan kekuatan kondom dan bahkan bisa merobek kondom.

  • Melalui Jarum dan Suntikan

Jika Anda memakai jarum untuk menyuntikkan obat, pastikan jarumnya steril. Jangan berbagi jarum, suntikan, atau perlengkapan menyuntik lagi seperti spon dan kain. Berbagi jarum bisa meningkatkan risiko terinfeksi HIV dan virus lain yang ada di dalam darah, misalnya hepatitis C. Mencegah HIV Menjadi AIDS

Jika Anda ingin membuat tato atau tindik, pastikan selalu memakai jarum yang steril dan bersih. Jangan melakukan aktivitas ini di tempat sembarangan. Pastikan Anda memeriksa jarum yang digunakan. Mencegah HIV Menjadi AIDS

  • Melakukan sunat bagi pria

Sunat pada pria adalah prosedur pembedahan untuk memotong kulit di bagian ujung penis. Sunat yang dilakukan pada kelamin pria mampu mengurangi risiko pria terkena HIV.

Itulah beberapa cara untuk mencegah HIV menjadi AIDS. Meski belum ada obat untuk sepenuhnya menghilangkan HIV, tapi langkah pengobatan HIV yang ada pada saat ini cukup efektif. Pengobatan yang dilakukan bisa memperpanjang usia hidup penderita HIV dan mereka bisa menjalani pola hidup yang sehat. Semoga bermanfaat..

Mencegah HIV Menjadi AIDS

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Tanda dan Penularan HIV

Tanda dan Penularan HIV

 

Tanda dan Penularan HIV – Acquired Immunodeficiency Syndrome atau disingkat AIDS merupakan sekumpulan gejala dan infeksi yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV atau Human Immunodeficiency Virus .Virus AIDS menyerang sel darah putih khusus yang disebut dengan T-lymphocytes.

Tanda dan Penularan HIV

Tanda dan Penularan HIV

HIV yaitu virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor. Meskipun penanganan yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus, namun penyakit ini belum benar-benar bisa disembuhkan.

Tanda pertama penderita HIV biasanya akan mengalami demam selama 3 sampai 6 minggu tergantung daya tahan tubuh. Setelah kondisi membaik orang yang terinfeksi HIV akan tetap sehat dalam beberapa tahun dan secara perlahan kekebalan tubuhnya akan menurun karena serangan demam yang berulang.

Apa saja tanda dan penularan HIV ?

Dan berikut ini tanda dan penularan HIV / AIDS :

Setelah kita mengetahui apa itu virus HIV, penyakit AIDS dan cara menularnya, maka kita harus tahu tentang tanda-tanda atau gejala AIDS yang biasanya tidak ada gejala pada orang-orang yang terinveksi oleh HIV dalam waktu 5-10 tahun. Setelah itu mulai berkembang dan menunjukkan tanda-tanda atau gejala umum seperti berikut ini :

  • Demam berkepanjangan lebih dari 1 bulan
  • Selera makan mulai hilang
  • Diare terus menerus dengan tanpa sebab lebih dari 1 bulan
  • Pembengkakan kelenjar pada leher dan atau pada ketiak
  • Berat badan menurun secara drastis lebih dari 10 %
  • Batuk kronis lebih dari 1 bulan

Bagaimana HIV dapat ditularkan ? HIV dapat ditularkan melalui 3 cara, yaitu:

  • Melalui hubungan seksual dengan seorang yang sudah terinfeksi HIV
  • Melalui tranfusi, penggunaa narkoba suntikan secara bersama-sama dan kegiatan medis dengan alat tusuk dan iris yang tercemar HIV
  • Dari ibu ke janin/bayinya selama kehamilan, persalinan atau menyusui.

Pencegahan Tanda dan Penularan HIV AIDS

Tidak ada vaksin untuk mencegah infeksi HIV AIDS dan tidak ada penyembuh untuk AIDS. Jaga kesehatan dan lindungi diri anda dari faktor-faktor risiko adalah jalan terbaik.

Jika Anda HIV negatif maka tindakan yang terbaik adalah:

  • Ketahui apa itu HIV AIDS dan bagaimana penularannya.
  • Ketahui status kesehatan pasangan seksual anda.
  • Gunakan kondom setiap kali melakukan hubungan seksual.
  • Pertimbangan untuk melakukan penyunatan pada laki-laki.
  • Gunakan jarum suntik steril.
  • Waspada terhadap darah transfusi.
  • Periksakan kesehatan secara teratur.

Jika anda positif mengidap HIV AIDS maka anda harus melindungi orang di sekeliling anda dengan:

  • Lakukan hubungan seksual yang aman dengan memakai kondom.
  • Beritahukan pasangan anda bahwa anda mengidap HIV.
  • Jika pasangan anda hamil, beritahukan bahwa anda mengidap HIV dan lakukan perawatan untuk menjaga kesehatannya dan bayinya.
  • Katakan kepada orang lain yang anda rasa perlu untuk tahu bahwa anda mengidap HIV.
  • Jangan berbagi jarum suntik.
  • Jangan donorkan darah dan organ anda.
  • Jangan berbagi pisau cukur atau sikat gigi.
  • Jika anda hamil, ambil perawatan medis secepatnya.

Saat ini penyakit HIV AIDS termasuk dalah penyakit yang berbahaya karna bisa menimbulkan kematian, selain itu susahnya untuk mengobati penyakit HIV ini. Sebenarnya HIV AIDS ini masih bisa dicegah, namun karna kurangnya penyuluhan dan kepedulian masyarakat mengenai penyakit HIV membuat berkembang.

Tanda dan Penularan HIV

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Mencegah HIV AIDS

Mencegah HIV AIDS

 

Mencegah HIV AIDS, HIV/AIDS adalah salah satu penyakit menular seksual yang paling ditakuti saat ini. HIV merupakan penyakit yang hingga kini dianggap pembunuh nomor satu dalam dunia kesehatan.

HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Virus mampu bertahan hidup dalam tubuh di tahun-tahun awal tanpa menunjukkan gejala sama sekali sampai akhirnya tubuh penderita tiba-tiab saja menjadi sangat lemah dan akhirnya menderita AIDS.

Mencegah HIV AIDS

Mencegah HIV AIDS

Pada setiap tahunnya sebanyak 8 hingga 10 juta orang lebih telah terinfeksi secara positif HIV/AIDS dan 2 juta orang lebih ODHA meninggal per tahun. Jumlah ini bukan yang sebenarnya mengingat fenomena gunung es dimana jumlah penderita HIV yang sebenarnya jauh lebih besar dari yang tercatat.

Dengan angka yang sangat besar tersebut maka wajar saja jika HIV/AIDS dianggap sebagai momok yang paling ditakuti banyak orang mengingat hingga kini masih belum ditemukan obat yang dapat mengatasi dan mengobati HIV/AIDS secara signifikan. Yang dapat kita lakukan adalah melakukan usaha-usaha pencegahan penularan HIV.

HIV (Human Immunodeviciency Virus) adalah jenis virus yang melakukan penularan penyakit AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome), yaitu sebuah penyakit yang secara perlahan akan merusak kekebalan tubuh seseorang sehingga seseorang yang terjangkiti HIV akan mudah terinfeksi, dan sakit yang tak kunjung sembuh.

Untuk mencegah HIV AIDS menular kita dapat melakukan beberapa hal berikut ini :

  • Hindari Seks Bebas. Salah satu upaya yang sangat umum dilakukan untuk mencegah HIV AIDS adalah hindari seks bebas. Hubungan seksual yang sudah didasari dengan pernikahan jauh lebih aman daripada seks bebas. Pemeriksaan infeksi HIV perlu dilakukan oleh pasangan yang akan menikah untuk melindungi diri dari infeksi HIV. Hindari semua jenis hubungan seksual yang bebas dan tidak dengan pasangan.
  • Hindari Narkoba. Bahaya narkoba memang sudah menjadi rahasia umum sangat mematikan. Narkoba yang dikonsumsi dengan cara suntikan menjadi salah satu penyebab AIDS yang sangat besar. Anda bisa melindungi diri Anda sendiri dan mencegah HIV AIDS dengan tidak memakai narkoba. Pemakaian jarum suntik secara bergantian telah meningkatkan angka penularan AIDS. Mencegah HIV AIDS
  • Hindari Berbagi Jarum. Jangan pernah untuk menggunakan jarum bekas ataupun berbagi jarum dengan orang lain, entah itu untuk penggunaan obat di rumah atau penggunaan obat illegal. Pasalnya, hal itu akan menyebabkan adanya kontak darah dengan orang lain, yang menempatkan Anda pada resiko terinfeksi HIV.
  • Mencegah Bayi dari Infeksi HIV/AIDS. Ibu hamil yang dinyatakan positif HIV memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menularkan AIDS pada janin. proses penularan dapat terjadi dari plasenta atau ASI. Bahkan bayi juga bisa terkena AIDS selama proses persalinan. Untuk melindungi bayi dari infeksi AIDS maka ibu hamil tidak boleh memberikan air susu ibu kepada bayi. Konsumsi beberapa jenis obat pencegah HIV juga melindungi janin dari infeksi HIV dan AIDS. Mencegah HIV AIDS
  • Lindungi AIDS dari Transfusi Darah. Darah adalah salah satu jenis penyebab infeksi HIV dan AIDS yang sangat tinggi. Jika Anda terpaksa harus melakukan transfusi darah karena kondisi kesehatan maka pastikan bahwa darah yang Anda pakai sehat dan telah mendapatkan uji HIV AIDS.
  • Bimbingan Moral dan Sosialisasi. Salah satu upaya mencegah HIV AIDS yang perlu dilakukan saat ini adalah melakukan berbagai jenis kegiatan dan kampaye untuk memberikan bimbingan moral kepada remaja dan anak muda. Sosialisasi ini bermanfaat untuk memberikan ilmu-ilmu tentang apa itu AIDS, penularan AIDS dan metode untuk mencegah penularan AIDS.
  • Jauhi Pergaulan Bebas. Pergaulan bebas yang terjadi pada remaja dan anak-anak bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Namun bagian yang lebih penting dari akibat pergaulan bebas seperti seks bebas dan pemakaian narkoba telah meningkatkan jumlah penderita AIDS. Untuk melindungi diri maka sebaiknya jika Anda tidak masuk ke dalam pergaulan bebas dan memakai waktu luang untuk kegiatan yang bermanfaat.

Itulah beberapa untuk mencegah HIV AIDS. Terima kasih telah membaca artikel mengenai mencegah HIV AIDS. Semoga informasi mengenai mencegah HIV AIDS diatas dapat bermanfaat untuk Anda.

Mencegah HIV AIDS

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Ciri-Ciri HIV AIDS

Ciri-Ciri HIV AIDS

 

HIV AIDS adalah sebuah penyakit yang disebabkan karena virus yang bernama human immunodeficiency virus. Ini jenis virus yang bisa menular dengan cepat lewat beberapa cara seperti kontak hubungan seksual dengan penderita yang sudah terinfeksi, kontak darah seperti penggunaan jarum suntik dan donor darah, hubungan darah dari ibu yang sudah terinfeksi ke janin, proses kelahiran normal dan menyusui. Setelah virus masuk ke dalam tubuh maka akan menghancurkan semua sel CD4 yaitu jenis sel darah putih yang bekerja untuk membantu tubuh melawan infeksi. Karena itulah tubuh penderita HIV AIDS akan terus melemah dan rentan infeksi.

Ciri-Ciri HIV AIDS

Ciri-Ciri HIV AIDS

Ciri-Ciri HIV AIDS bisa diketahui asalakan kita memang mengetahui ciri-ciri HIV AIDS yang mungkin muncul ketika seseorang terkena penyakit ini. Walaupun begitu, ternyata kami mendapatkan informasi dari sebuah referensi yang mengatakan bahwa gejala-gejala ketika seseorang terkena HIV AIDS tidak selalu muncul dalam beberapa tahun bahkan dalam jangka waktu satu dekade. Pada kesempatan kali ini, kami ingin memberikan info seputar beberapa gejala yang mungkin timbul atau muncul ketika seseorang terjangkit HIV AIDS. Ciri-Ciri HIV AIDS

Berikut beberapa ciri-ciri HIV AIDS pada umumnya, antara lain :

  1. Demam

Salah satu ciri-ciri HIV AIDS adalah demam ringan, hingga 102 derajat Fahrenheit. Demam itu biasanya disertai kelelahan, pembengkakan kelenjar getah bening, dan sakit tenggorokan. Pada titik ini, virus bergerak masuk ke aliran darah dan mulai mereplikasi dalam jumlah besar. Ciri-Ciri HIV AIDS

  1. Kelelahan

Ciri-ciri HIV AIDS adalah Anda mulai merasa lelah akut dan lesu. Ini karena kekebalan tubuh Anda sudah mulai dikacaukan oleh HIV. Seorang penderita HIV bahkan bisa kehabisan nafas hanya karena berjalan.

  1. Nyeri Otot Dan Sendi

ARS kadang disalahartikan sebagai gejala flu, sifilis, atau hepatitis. Tak heran, karena gejalanya memang mirip, yakni nyeri pada persendian, otot, dan kelenjar getah bening yang kebanyakan berada di pangkal paha, ketik, dan leher.

  1. Sakit Tenggorokan Dan Sakit Kepala

Sakit pada tenggorokan dan kepala disebut Horberg bisa jadi bagian dari gejala anda terserang HIV. Namun untuk membuktikan gejala ini sebagai tanda Anda terkena HIV, biasanya perlu dites laboratorium terlebih dulu.

  1. Ruam Pada Kulit

Ciri-ciri HIV AIDS ini bisa datang pada awal seseorang terinfeksi HIV. Namun pada beberapa kasus, tanda ini malah muncul belakangan. Ruam pada kulit muncul jika penderita yang tidak memiliki riwayat alergi. Bentuknya bisa berupa bisul, dan tanda gatal warna merah muda pada beberapa bagian tubuh.

  1. Mual, muntah, dan diare

Sebanyak 30-60 persen penderita HIV mengalami gejala ini. Pengidap HIV biasanya mengalami diare terus-menerus, namun tidak demikian pada penderita yang kekebalan tubuhnya kuat sejak semula.

  1. Berat Badan Menurun

Jika Anda mulai kehilangan berat badan, itu adalah tanda sistem kekebalan tubuh Anda sudah terserang. Menurut pakar kesehatan, dr.Malvestutto, gejala umum penderita HIV adalah berat badan yang menurun signifikan meski sudah banyak makan.

  1. Batuk Kering

Jika batuk kering berlangsung selama satu tahun lebih dan makin parah, sedangkan obat batuk tidak bisa menyembuhkannya, patut diwaspadai Anda sudah terserang ciri-ciri HIV AIDS.

  1. Pneumonia

Batuk dan berat badan yang menurun adalah petanda infeksi serius yang tak akan menyerang jika kekebalan tubuh Anda dalam kondisi baik. Namun memang, menurut Malvestutto, efek infeksi pada setiap orang berbeda-beda.

  1. Berkeringat Saat Malam

Separuh dari penderita HIV mengaku berkeringat saat malam hari. Ciri-ciri HIV AIDS ini umumnya muncul pada tahap awal infeksi. Keringat berlebihan pada malam hari didapat penderita, meski tidak melakukan olahraga.

  1. Perubahan Pada Kuku

Ciri-ciri HIV AIDS adalah adanya perubahan pada kuku anda. Kuku biasanya mengalami penebalan dan melengkung. Bahkan pada beberapa penderita, kuku mereka berubah warna menjadi kehitaman, dengan garis coklat vertikal maupun horizontal di permukaannya.

  1. Infeksi Pada Mulut

Malvestutto mengatakan, HIV bisa ditandai dengan infeksi pada sekitar mulut yang disebabkan oleh jamur. Infeksi itu membuat penderitanya susah menelan saat makan.

  1. Susah Konsentrasi

Masalah kognitif bisa jadi tanda Anda telah terjangkit HIV. Ciri-ciri HIV AIDS ini biasanya muncul belakangan. Selain susah konsentrasi, penderita HIV biasanya jadi mudah marah dan tersinggung, ceroboh, susah berkoordinasi, dan mengalami kesulitan melakukan aktivitas yang berhubungan dengan syaraf motorik seperti menulis.

  1. Herpes

Herpes di mulut dan bagian genital bisa jadi tanda ARS dan stadium akhir infeksi HIV.

  1. Kesemutan

HIV stadium akhir juga membuat penderitanya mengalami kesemutan dan mati rasa pada tangan dan kaki. Hal ini terjadi karena syaraf sudah benar-benar rusak.

  1. Menstruasi Tidak Teratur

Pada perempuan penderita HIV, siklus menstruasi biasanya menjadi tidak teratur. Hal ini adalah ekses dari penurunan berat badan.

Ciri-ciri HIV AIDS di atas sering diabaikan penderitanya dan akan menghilang setelah satu minggu atau lebih dirasakan penderitanya. Kebanyakan, penderita infeksi HIV akan menjalani hidup tanpa ciri-ciri HIV dan AIDS dalam jangka waktu yang cukup lama, dengan waktu rata-rata 10 tahun. Pada beberapa orang, gejala AIDS dapat muncul lebih cepat atau lebih lama daripada 10 tahun. Meskipun tanpa gejala, orang dengan infeksi HIV pada tahap ini tetap dapat menularkan virus HIV tersebut.

Ciri-Ciri HIV AIDS

Posted in Uncategorized | Leave a comment

HIV AIDS Menular

HIV AIDS Menular

 

HIV AIDS Menular

HIV AIDS dapat menular dari ibu ke bayi

HIV AIDS Menular, HIV adalah penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh, yang mana sistem kekebalan tubuh adalah pertahanan tubuh terhadap penyakit. Jika sistem kekebalan tubuh seseorang telah dirusak oleh virus, maka akan mengembangkan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Ini berarti mereka akan mendapatkan infeksi dan penyakit yang mana tubuh mereka biasanya bisa melawan. Didiagnosa menderita penyakit HIV bukan berarti seseorang memiliki AIDS atau mereka akan meninggal. Perawatan akan memperlambat kerusakan pada sistem kekebalan tubuh sehingga orang dengan penyakit HIV dapat tetap baik, hidup sehat dan memuaskan.

Saat ini banyak orang yang bertanya-tanya apakah penyakit HIV menular ? Dan bahkan banyak sekali anggapan yang beredar di masyarakat HIV bisa menular lewat keringat. Jika benar itu terjadi, mungkin semakin banyak atlet-atlet yang tertular virus HIV. Fakta yang beredar bahwa HIV bisa menular melalui keringat itu hanyalah mitos. yang benar itu HIV hanya menyebar pada cairan tubuh manusia, dan hanya ada tiga cairan tubuh yang rawan membawa HIV. Berikut adalah beberapa hal yang membuat penyakit HIV AIDS menular :

  1. Melalui Cairan Darah

HIV AIDS menular jika seseorang menerima transfusi darah / produk darah dari orang yang terkena HIV. HIV bisa menular lewat pemakaian jarum suntik yang sudah tercemar HIV, yang dipakai bergantian tanpa disterilkan, misalnya pemakaian jarum suntik dikalangan pengguna narkotika suntikan. Melalui pemakaian jarum suntik yang berulangkali dalam kegiatan lain, misalnya : peyuntikan obat, imunisasi, pemakaian alat tusuk yang menembus kulit, misalnya alat tindik, tato, dan alat facial wajah.

  1. Melalui Hubungan Seksual

Menurut data WHO, pada tahun 1983-1995, sebanyak 70-80% HIV AIDS menular melalui hubungan heteroseksual, sedangkan 5-10% terjadi melalui hubungan homoseksual. Kontak seksual melalui vagina dan anal memiliki resiko yang lebih besar untuk penularan HIV dibandingkan dengan kontak seks secara oral.

Beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan resiko HIV AIDS menular melalui hubungan seksual adalah kehadiran penyakit menular seksual, kuantitas beban virus, penggunaan douche. Seseorang yang menderita penyakit menular seksual lain (contohnya: sifilis, herpes genitali, kencing nanah, dsb.) Akan lebih mudah menerima dan menularkan HIV kepada orang lain yang berhubungan seksual dengannya.

  1. Dari Ibu Ke Anak (Transmisi Perinatal)

HIV AIDS menular dari ibu ke anak dapat terjadi melalui infeksi in utero, saat proses persalinan, dan melalui pemberian ASI. Beberapa faktor maternal dan eksternal lainnya dapat mempengaruhi transmisi HIV ke bayi, di antaranya banyaknya virus dan sel imun pada trisemester pertama, kelahiran prematur, dan lain-lain. Penurunan sel imun (cd4+) pada ibu dan tingginya RNA virus dapat meningkatkan resiko penularan HIV dari ibu ke anak.

Selain itu, sebuah studi pada wanita hamil di Malawi dan AS juga menyebutkan bahwa kekurangan vitamin A dapat meningkatkan risiko infeksi penyakit HIV. Risiko HIV AIDS menular perinatal dapat dilakukan dengan persalinan secara caesar, tidak memberikan ASI, dan pemberian AZT pada masa akhir kehamilan dan setelah kelahiran bayi.

Bagaimana Cara Mencegah HIV AIDS Menular ?

Cara terbaik untuk mencegah penyakit HIV AIDS menular adalah dengan memakai kondom untuk segala jenis penetrasi seks. Dan gunakan dental dam untuk melakukan seks oral. Dental dam adalah selembar kain berbahan lateks. Kain ini berfungsi sebagai penghalang antara mulut dan vagina atau anus. Hal ini bertujuan untuk menurunkan penyebaran IMS selama melakukan seks oral.

Untuk pencegahan HIV AIDS menular Anda harus menghindari pemakaian jarum suntik yang tidak steril. Jika Anda memakai jarum untuk menyuntikkan obat, pastikan jarumnya steril. Jangan berbagi jarum, suntikan, atau perlengkapan menyuntik lagi seperti spon dan kain. Berbagi jarum bisa meningkatkan risiko terinfeksi HIV dan virus lain yang ada di dalam darah, misalnya hepatitis C.

HIV AIDS Menular

Posted in Uncategorized | Leave a comment