Faktor Penyebab HIV AIDS

Faktor Penyebab HIV AIDS

 

Apa saja faktor penyebab HIV AIDS ? AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) atau syndrome penurunan kekebalan tubuh yang di dapat, adalah infeksi yang disebabkan oleh virus yang disebut HIV (Human Immunodeficiency Virus). Penyakit HIV/AIDS merujuk pada keadaan seseorang yang tidak lagi memiliki sistem kekebalan tubuh sehingga berbagai macam penyakit dapat menyerang dan sangat sulit untuk disembuhkan. Hampir semua penderita AIDS berakhir dengan kematian, karena hingga saat ini penyakit AIDS belum ada obatnya.

Faktor Penyebab HIV AIDS

Faktor Penyebab HIV AIDS

Penderita penyakit AIDS di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Keadaan ini tentu sangat memprihatinkan. Pada awal tahun 2004 ada enam propinsi yang diprioritaskan berhubung tingginya jumlah kasus HIV/AIDS, yaitu Jakarta, Papua, Bali, Jawa Timur, Jawa Barat dan Riau. Kemudian pada akhir 2004 bertambah enam propinsi lagi yaitu Kalimantan Barat, Sumatera Utara, Sulawesi Utara, Jawa Tengah, Yogyakarta dan Banten.

Faktor Penyebab HIV AIDS

Faktor penyebab HIV AIDS adalah infeksi oleh virus HIV, yang menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga sel-sel pertahanan tubuh makin lama makin banyak yang rusak. Penderita infeksi HIV menjadi sangat rentan terhadap semua bentuk infeksi. Pada tahap akhir, penderita tidak bisa tahan terhadap kuman-kuman yang secara normal bisa dilawannya dengan mudah.

Virus HIV tidak dapat bertahan lama di luar tubuh manusia dan mati dengan cepat ketika cairan tubuh telah mengering. Inilah sebabnya mengapa HIV tidak dapat disebarkan oleh serangga, tidak dapat menyebar seperti virus flu (memegang permukaan fasilitas umum, batuk, bersin, dll).

Infeksi HIV ditularkan melalui hubungan badan baik vagina, anus, dan kontak dengan darah penderita HIV, seperti lewat jarum suntik, bayi yang dilahirkan oleh ibu yang terinfeksi HIV, menerima transfusi darah yang terinfeksi, serta transplantasi organ tubuh.

Faktor lain penyebab HIV AIDS antara lain :

  1. Penggunaan Jarum Suntik Yang Kurang Steril

Faktor penyebab HIV AIDS adalah penggunaan jarum suntik. Penggunaan jarum suntik yang tidak steril bisa meningkatkan risiko seseorang terkena AIDS. Biasanya hal ini terjadi pada kalangan orang yang hobi mengonsumsi Narkoba yang terkadang sering bertukar jarum suntik.

  1. Transfusi Darah Tidak Steril

Pada penderita AIDS cairan di dalam tubuhnya sangat rentan untuk menularkan virus ke tubuh seseorang. Proses transfusi darah yang tidak steril terjadi akibat tidak terjamin dalam pemeriksaan secara teliti dalam memilih pendonor darah. Bisanya hal ini seringkali terjadi pada Negara yang baru berkembang, karena proses seleksi tidak ketat dan aman.

  1. Seks Bebas Dan Seks Yang Kurang Sehat Dan Kurang Aman

Faktor penyebab HIV AIDS adalah seks bebas. Ketika Anda berhubungan intim, upayakan untuk maenaggunakan pengaman. Sebab, virus HIV AIDS akan lebih mudah menular ketika aktivitas intim Anda tidak sehat dan tanpa pengaman. Hubungan intim yang kurang aman dan tanpa dilengkapi pelindung (Kondom) lebih riskan dibandingkan memakai Kondom alias pelindung.

  1. Penyakit Keturunan

Jika orang tua atau kaker nenek Anda memiliki riwayat penyakit AIDS maka kemungkinan besar penyakit ini akan diwariskan pada Anda, dengan kata lain Anda akan menderita penyakit yang sama (kemungkinan besar). Ini juga merupakan faktor penyebab HIV AIDS.

Cara Mencegah HIV AIDS

Mekanisme penularan HIV AIDS terjadi saat berhubungan seksual, baik dengan lawan jenis ataupun sesama jenis (homo dan lesby), tukar dan saling meminjam alat suntik (jarum, semprit, kapas dan wadah untuk cairan) yang biasa dilakukan oleh pengguna narkoba, transfusi darah dan transplantasi organ yang tidak diskrining, tato, tindik, dan lebih berisiko selama kehamilan seorang ibu yang menularkan pada calon bayinya.

Pastikan agar Anda melakukan tindakan pencegahan penularan HIV AIDS ini agar terhindari dari penyakit mengerikan ini:

  • Tidak berhubungan seks ataupun saling pinjam dan tukar pasangan yang pernah berhubungan dengan orang yang terinfeksi virus HIV.
  • Pastikan ketika melakukan transfusi darah steril dari paduan virus HIV.
  • Penggunaan narkoba dengan jarum suntik memudahkan virus HIV untuk menyebar.

Itulah informasi mengenai faktor penyebab HIV AIDS. Terima kasih telah membaca artikel mengenai faktor penyebab HIV AIDS. Semoga informasi mengenai faktor penyebab HIV AIDS diatas dapat bermanfaat untuk Anda.

Faktor Penyebab HIV AIDS

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Mencegah HIV Menjadi AIDS

Mencegah HIV Menjadi AIDS

 

Mencegah HIV Menjadi AIDS – HIV/AIDS adalah salah satu penyakit menular seksual yang paling ditakuti saat ini. HIV merupakan penyakit yang hingga kini dianggap pembunuh nomor satu dalam dunia kesehatan. HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Virus mampu bertahan hidup dalam tubuh di tahun-tahun awal tanpa menunjukkan gejala sama sekali sampai akhirnya tubuh penderita tiba-tiab saja menjadi sangat lemah dan akhirnya menderita AIDS.

Mencegah HIV Menjadi AIDS

Mencegah HIV Menjadi AIDS

Pada setiap tahunnya sebanyak 8 hingga 10 juta orang lebih telah terinfeksi secara positif HIV/AIDS dan 2 juta orang lebih ODHA meninggal per tahun. Jumlah ini bukan yang sebenarnya mengingat fenomena gunung es dimana jumlah penderita HIV yang sebenarnya jauh lebih besar dari yang tercatat.

Dengan angka yang sangat besar tersebut maka wajar saja jika HIV/AIDS dianggap sebagai momok yang paling ditakuti banyak orang mengingat hingga kini masih belum ditemukan obat yang dapat mengatasi dan mengobati HIV/AIDS secara signifikan. Yang dapat kita lakukan adalah melakukan usaha-usaha pencegahan penularan HIV.

Bagaimana cara mencegah HIV menjadi AIDS ?

Tidak ada vaksin untuk mencegah HIV dan tidak ada obat untuk AIDS, tapi Anda bisa melindungi diri agar tidak terinfeksi. Satu-satunya cara untuk mencegah terinfeksi HIV adalah dengan menghindari kegiatan yang meningkatkan risiko tertular HIV. Pada dasarnya, mencegah selalu lebih baik daripada mengobati.

Cara-cara yang paling umum untuk terinfeksi HIV adalah berhubungan seks tanpa kondom, dan berbagi jarum atau alat suntik lainnya. Jika Anda terinfeksi HIV, Anda bisa menularkannya dengan cara-cara tersebut. Jika kedua pasangan terinfeksi, tetap lakukan hubungan seks yang aman. Anda bisa tertular jenis virus HIV lain yang mungkin tidak bisa dikendalikan oleh obat-obatan yang Anda konsumsi.

  • Melalui Hubungan Seks

Risiko tertinggi infeksi HIV ditularkan melalui hubungan seks tanpa kondom melalui vagina maupun anal. Risiko tertular melalui seks oral cukup rendah, tapi bukan berarti nol. Seks oral bisa menularkan penyakit Infeksi Menular Seksual lain seperti sifilis. Mainan dan alat bantu seks juga berisiko dalam menyebarkan HIV jika salah satu pengguna mainan dan alat bantu seks ini positif terinfeksi HIV. Mencegah HIV Menjadi AIDS

Cara terbaik untuk mencegah HIV dan infeksi menular seksual (IMS) lainnya adalah dengan memakai kondom untuk segala jenis penetrasi seks. Dan gunakan dental dam untuk melakukan seks oral. Dental dam adalah selembar kain berbahan lateks. Kain ini berfungsi sebagai penghalang antara mulut dan vagina atau anus. Hal ini bertujuan untuk menurunkan penyebaran IMS selama melakukan seks oral.

  • Mengonsumsi obat Truvada

Bagi orang-orang yang berisiko tinggi terinfeksi virus HIV, mengonsumsi obat emtricitabine-tenofovir (Truvada) bisa mengurangi risiko infeksi HIV melalui hubungan seksual. Truvada juga digunakan pada perawatan HIV bersamaan dengan obat-obatan lainnya.  Mencegah HIV Menjadi AIDS

  • Pemakaian kondom

Jika Anda tidak tahu status infeksi HIV pasangan, maka selalu gunakan kondom baru tiap melakukan hubungan seks anal maupun seks vaginal. Kondom tersedia dalam berbagai bentuk, warna, tekstur, bahan, dan rasa yang berbeda. Kondom tersedia baik untuk pria maupun wanita.  Mencegah HIV Menjadi AIDS

Kondom adalah bentuk perlindungan paling efektif melawan HIV dan Infeksi Menular Seksual lainnya. Kondom bisa digunakan untuk hubungan seks apa pun. Sangat penting untuk memakai kondom sebelum kontak seksual apa pun yang muncul antara penis, vagina, mulut, atau anus. HIV bisa ditularkan sebelum terjadi ejakulasi. Ini terjadi ketika keluarnya cairan awal dari alat kelamin dan dari anus.  Mencegah HIV Menjadi AIDS

Gunakan kondom yang berbahan lateks atau poliuretan (latex and polyurethane) ketika melakukan hubungan seks. Gunakan kondom begitu Anda atau pasangan mengalami ereksi, bukan sebelum ejakulasi. Mencegah HIV Menjadi AIDS

  • Pemakaian pelumas

Pelumas digunakan untuk menambah kenyamanan dan keamanan hubungan seks dengan tujuan menambah kelembapan pada vagina maupun anus selama seks. Pelumas akan mengurangi risiko terjadinya kulit luka (sobek) pada vagina atau anus. Pelumas juga mencegah agar kondom tidak sobek. Mencegah HIV Menjadi AIDS

Hanya gunakan pelumas yang berbahan dasar air, bukan yang berbahan minyak. Pelumas yang berbahan minyak bisa melemahkan kekuatan kondom dan bahkan bisa merobek kondom.

  • Melalui Jarum dan Suntikan

Jika Anda memakai jarum untuk menyuntikkan obat, pastikan jarumnya steril. Jangan berbagi jarum, suntikan, atau perlengkapan menyuntik lagi seperti spon dan kain. Berbagi jarum bisa meningkatkan risiko terinfeksi HIV dan virus lain yang ada di dalam darah, misalnya hepatitis C. Mencegah HIV Menjadi AIDS

Jika Anda ingin membuat tato atau tindik, pastikan selalu memakai jarum yang steril dan bersih. Jangan melakukan aktivitas ini di tempat sembarangan. Pastikan Anda memeriksa jarum yang digunakan. Mencegah HIV Menjadi AIDS

  • Melakukan sunat bagi pria

Sunat pada pria adalah prosedur pembedahan untuk memotong kulit di bagian ujung penis. Sunat yang dilakukan pada kelamin pria mampu mengurangi risiko pria terkena HIV.

Itulah beberapa cara untuk mencegah HIV menjadi AIDS. Meski belum ada obat untuk sepenuhnya menghilangkan HIV, tapi langkah pengobatan HIV yang ada pada saat ini cukup efektif. Pengobatan yang dilakukan bisa memperpanjang usia hidup penderita HIV dan mereka bisa menjalani pola hidup yang sehat. Semoga bermanfaat..

Mencegah HIV Menjadi AIDS

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Tanda dan Penularan HIV

Tanda dan Penularan HIV

 

Tanda dan Penularan HIV – Acquired Immunodeficiency Syndrome atau disingkat AIDS merupakan sekumpulan gejala dan infeksi yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV atau Human Immunodeficiency Virus .Virus AIDS menyerang sel darah putih khusus yang disebut dengan T-lymphocytes.

Tanda dan Penularan HIV

Tanda dan Penularan HIV

HIV yaitu virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor. Meskipun penanganan yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus, namun penyakit ini belum benar-benar bisa disembuhkan.

Tanda pertama penderita HIV biasanya akan mengalami demam selama 3 sampai 6 minggu tergantung daya tahan tubuh. Setelah kondisi membaik orang yang terinfeksi HIV akan tetap sehat dalam beberapa tahun dan secara perlahan kekebalan tubuhnya akan menurun karena serangan demam yang berulang.

Apa saja tanda dan penularan HIV ?

Dan berikut ini tanda dan penularan HIV / AIDS :

Setelah kita mengetahui apa itu virus HIV, penyakit AIDS dan cara menularnya, maka kita harus tahu tentang tanda-tanda atau gejala AIDS yang biasanya tidak ada gejala pada orang-orang yang terinveksi oleh HIV dalam waktu 5-10 tahun. Setelah itu mulai berkembang dan menunjukkan tanda-tanda atau gejala umum seperti berikut ini :

  • Demam berkepanjangan lebih dari 1 bulan
  • Selera makan mulai hilang
  • Diare terus menerus dengan tanpa sebab lebih dari 1 bulan
  • Pembengkakan kelenjar pada leher dan atau pada ketiak
  • Berat badan menurun secara drastis lebih dari 10 %
  • Batuk kronis lebih dari 1 bulan

Bagaimana HIV dapat ditularkan ? HIV dapat ditularkan melalui 3 cara, yaitu:

  • Melalui hubungan seksual dengan seorang yang sudah terinfeksi HIV
  • Melalui tranfusi, penggunaa narkoba suntikan secara bersama-sama dan kegiatan medis dengan alat tusuk dan iris yang tercemar HIV
  • Dari ibu ke janin/bayinya selama kehamilan, persalinan atau menyusui.

Pencegahan Tanda dan Penularan HIV AIDS

Tidak ada vaksin untuk mencegah infeksi HIV AIDS dan tidak ada penyembuh untuk AIDS. Jaga kesehatan dan lindungi diri anda dari faktor-faktor risiko adalah jalan terbaik.

Jika Anda HIV negatif maka tindakan yang terbaik adalah:

  • Ketahui apa itu HIV AIDS dan bagaimana penularannya.
  • Ketahui status kesehatan pasangan seksual anda.
  • Gunakan kondom setiap kali melakukan hubungan seksual.
  • Pertimbangan untuk melakukan penyunatan pada laki-laki.
  • Gunakan jarum suntik steril.
  • Waspada terhadap darah transfusi.
  • Periksakan kesehatan secara teratur.

Jika anda positif mengidap HIV AIDS maka anda harus melindungi orang di sekeliling anda dengan:

  • Lakukan hubungan seksual yang aman dengan memakai kondom.
  • Beritahukan pasangan anda bahwa anda mengidap HIV.
  • Jika pasangan anda hamil, beritahukan bahwa anda mengidap HIV dan lakukan perawatan untuk menjaga kesehatannya dan bayinya.
  • Katakan kepada orang lain yang anda rasa perlu untuk tahu bahwa anda mengidap HIV.
  • Jangan berbagi jarum suntik.
  • Jangan donorkan darah dan organ anda.
  • Jangan berbagi pisau cukur atau sikat gigi.
  • Jika anda hamil, ambil perawatan medis secepatnya.

Saat ini penyakit HIV AIDS termasuk dalah penyakit yang berbahaya karna bisa menimbulkan kematian, selain itu susahnya untuk mengobati penyakit HIV ini. Sebenarnya HIV AIDS ini masih bisa dicegah, namun karna kurangnya penyuluhan dan kepedulian masyarakat mengenai penyakit HIV membuat berkembang.

Tanda dan Penularan HIV

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Mencegah HIV AIDS

Mencegah HIV AIDS

 

Mencegah HIV AIDS, HIV/AIDS adalah salah satu penyakit menular seksual yang paling ditakuti saat ini. HIV merupakan penyakit yang hingga kini dianggap pembunuh nomor satu dalam dunia kesehatan.

HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Virus mampu bertahan hidup dalam tubuh di tahun-tahun awal tanpa menunjukkan gejala sama sekali sampai akhirnya tubuh penderita tiba-tiab saja menjadi sangat lemah dan akhirnya menderita AIDS.

Mencegah HIV AIDS

Mencegah HIV AIDS

Pada setiap tahunnya sebanyak 8 hingga 10 juta orang lebih telah terinfeksi secara positif HIV/AIDS dan 2 juta orang lebih ODHA meninggal per tahun. Jumlah ini bukan yang sebenarnya mengingat fenomena gunung es dimana jumlah penderita HIV yang sebenarnya jauh lebih besar dari yang tercatat.

Dengan angka yang sangat besar tersebut maka wajar saja jika HIV/AIDS dianggap sebagai momok yang paling ditakuti banyak orang mengingat hingga kini masih belum ditemukan obat yang dapat mengatasi dan mengobati HIV/AIDS secara signifikan. Yang dapat kita lakukan adalah melakukan usaha-usaha pencegahan penularan HIV.

HIV (Human Immunodeviciency Virus) adalah jenis virus yang melakukan penularan penyakit AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome), yaitu sebuah penyakit yang secara perlahan akan merusak kekebalan tubuh seseorang sehingga seseorang yang terjangkiti HIV akan mudah terinfeksi, dan sakit yang tak kunjung sembuh.

Untuk mencegah HIV AIDS menular kita dapat melakukan beberapa hal berikut ini :

  • Hindari Seks Bebas. Salah satu upaya yang sangat umum dilakukan untuk mencegah HIV AIDS adalah hindari seks bebas. Hubungan seksual yang sudah didasari dengan pernikahan jauh lebih aman daripada seks bebas. Pemeriksaan infeksi HIV perlu dilakukan oleh pasangan yang akan menikah untuk melindungi diri dari infeksi HIV. Hindari semua jenis hubungan seksual yang bebas dan tidak dengan pasangan.
  • Hindari Narkoba. Bahaya narkoba memang sudah menjadi rahasia umum sangat mematikan. Narkoba yang dikonsumsi dengan cara suntikan menjadi salah satu penyebab AIDS yang sangat besar. Anda bisa melindungi diri Anda sendiri dan mencegah HIV AIDS dengan tidak memakai narkoba. Pemakaian jarum suntik secara bergantian telah meningkatkan angka penularan AIDS. Mencegah HIV AIDS
  • Hindari Berbagi Jarum. Jangan pernah untuk menggunakan jarum bekas ataupun berbagi jarum dengan orang lain, entah itu untuk penggunaan obat di rumah atau penggunaan obat illegal. Pasalnya, hal itu akan menyebabkan adanya kontak darah dengan orang lain, yang menempatkan Anda pada resiko terinfeksi HIV.
  • Mencegah Bayi dari Infeksi HIV/AIDS. Ibu hamil yang dinyatakan positif HIV memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menularkan AIDS pada janin. proses penularan dapat terjadi dari plasenta atau ASI. Bahkan bayi juga bisa terkena AIDS selama proses persalinan. Untuk melindungi bayi dari infeksi AIDS maka ibu hamil tidak boleh memberikan air susu ibu kepada bayi. Konsumsi beberapa jenis obat pencegah HIV juga melindungi janin dari infeksi HIV dan AIDS. Mencegah HIV AIDS
  • Lindungi AIDS dari Transfusi Darah. Darah adalah salah satu jenis penyebab infeksi HIV dan AIDS yang sangat tinggi. Jika Anda terpaksa harus melakukan transfusi darah karena kondisi kesehatan maka pastikan bahwa darah yang Anda pakai sehat dan telah mendapatkan uji HIV AIDS.
  • Bimbingan Moral dan Sosialisasi. Salah satu upaya mencegah HIV AIDS yang perlu dilakukan saat ini adalah melakukan berbagai jenis kegiatan dan kampaye untuk memberikan bimbingan moral kepada remaja dan anak muda. Sosialisasi ini bermanfaat untuk memberikan ilmu-ilmu tentang apa itu AIDS, penularan AIDS dan metode untuk mencegah penularan AIDS.
  • Jauhi Pergaulan Bebas. Pergaulan bebas yang terjadi pada remaja dan anak-anak bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Namun bagian yang lebih penting dari akibat pergaulan bebas seperti seks bebas dan pemakaian narkoba telah meningkatkan jumlah penderita AIDS. Untuk melindungi diri maka sebaiknya jika Anda tidak masuk ke dalam pergaulan bebas dan memakai waktu luang untuk kegiatan yang bermanfaat.

Itulah beberapa untuk mencegah HIV AIDS. Terima kasih telah membaca artikel mengenai mencegah HIV AIDS. Semoga informasi mengenai mencegah HIV AIDS diatas dapat bermanfaat untuk Anda.

Mencegah HIV AIDS

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Ciri-Ciri HIV AIDS

Ciri-Ciri HIV AIDS

 

HIV AIDS adalah sebuah penyakit yang disebabkan karena virus yang bernama human immunodeficiency virus. Ini jenis virus yang bisa menular dengan cepat lewat beberapa cara seperti kontak hubungan seksual dengan penderita yang sudah terinfeksi, kontak darah seperti penggunaan jarum suntik dan donor darah, hubungan darah dari ibu yang sudah terinfeksi ke janin, proses kelahiran normal dan menyusui. Setelah virus masuk ke dalam tubuh maka akan menghancurkan semua sel CD4 yaitu jenis sel darah putih yang bekerja untuk membantu tubuh melawan infeksi. Karena itulah tubuh penderita HIV AIDS akan terus melemah dan rentan infeksi.

Ciri-Ciri HIV AIDS

Ciri-Ciri HIV AIDS

Ciri-Ciri HIV AIDS bisa diketahui asalakan kita memang mengetahui ciri-ciri HIV AIDS yang mungkin muncul ketika seseorang terkena penyakit ini. Walaupun begitu, ternyata kami mendapatkan informasi dari sebuah referensi yang mengatakan bahwa gejala-gejala ketika seseorang terkena HIV AIDS tidak selalu muncul dalam beberapa tahun bahkan dalam jangka waktu satu dekade. Pada kesempatan kali ini, kami ingin memberikan info seputar beberapa gejala yang mungkin timbul atau muncul ketika seseorang terjangkit HIV AIDS. Ciri-Ciri HIV AIDS

Berikut beberapa ciri-ciri HIV AIDS pada umumnya, antara lain :

  1. Demam

Salah satu ciri-ciri HIV AIDS adalah demam ringan, hingga 102 derajat Fahrenheit. Demam itu biasanya disertai kelelahan, pembengkakan kelenjar getah bening, dan sakit tenggorokan. Pada titik ini, virus bergerak masuk ke aliran darah dan mulai mereplikasi dalam jumlah besar. Ciri-Ciri HIV AIDS

  1. Kelelahan

Ciri-ciri HIV AIDS adalah Anda mulai merasa lelah akut dan lesu. Ini karena kekebalan tubuh Anda sudah mulai dikacaukan oleh HIV. Seorang penderita HIV bahkan bisa kehabisan nafas hanya karena berjalan.

  1. Nyeri Otot Dan Sendi

ARS kadang disalahartikan sebagai gejala flu, sifilis, atau hepatitis. Tak heran, karena gejalanya memang mirip, yakni nyeri pada persendian, otot, dan kelenjar getah bening yang kebanyakan berada di pangkal paha, ketik, dan leher.

  1. Sakit Tenggorokan Dan Sakit Kepala

Sakit pada tenggorokan dan kepala disebut Horberg bisa jadi bagian dari gejala anda terserang HIV. Namun untuk membuktikan gejala ini sebagai tanda Anda terkena HIV, biasanya perlu dites laboratorium terlebih dulu.

  1. Ruam Pada Kulit

Ciri-ciri HIV AIDS ini bisa datang pada awal seseorang terinfeksi HIV. Namun pada beberapa kasus, tanda ini malah muncul belakangan. Ruam pada kulit muncul jika penderita yang tidak memiliki riwayat alergi. Bentuknya bisa berupa bisul, dan tanda gatal warna merah muda pada beberapa bagian tubuh.

  1. Mual, muntah, dan diare

Sebanyak 30-60 persen penderita HIV mengalami gejala ini. Pengidap HIV biasanya mengalami diare terus-menerus, namun tidak demikian pada penderita yang kekebalan tubuhnya kuat sejak semula.

  1. Berat Badan Menurun

Jika Anda mulai kehilangan berat badan, itu adalah tanda sistem kekebalan tubuh Anda sudah terserang. Menurut pakar kesehatan, dr.Malvestutto, gejala umum penderita HIV adalah berat badan yang menurun signifikan meski sudah banyak makan.

  1. Batuk Kering

Jika batuk kering berlangsung selama satu tahun lebih dan makin parah, sedangkan obat batuk tidak bisa menyembuhkannya, patut diwaspadai Anda sudah terserang ciri-ciri HIV AIDS.

  1. Pneumonia

Batuk dan berat badan yang menurun adalah petanda infeksi serius yang tak akan menyerang jika kekebalan tubuh Anda dalam kondisi baik. Namun memang, menurut Malvestutto, efek infeksi pada setiap orang berbeda-beda.

  1. Berkeringat Saat Malam

Separuh dari penderita HIV mengaku berkeringat saat malam hari. Ciri-ciri HIV AIDS ini umumnya muncul pada tahap awal infeksi. Keringat berlebihan pada malam hari didapat penderita, meski tidak melakukan olahraga.

  1. Perubahan Pada Kuku

Ciri-ciri HIV AIDS adalah adanya perubahan pada kuku anda. Kuku biasanya mengalami penebalan dan melengkung. Bahkan pada beberapa penderita, kuku mereka berubah warna menjadi kehitaman, dengan garis coklat vertikal maupun horizontal di permukaannya.

  1. Infeksi Pada Mulut

Malvestutto mengatakan, HIV bisa ditandai dengan infeksi pada sekitar mulut yang disebabkan oleh jamur. Infeksi itu membuat penderitanya susah menelan saat makan.

  1. Susah Konsentrasi

Masalah kognitif bisa jadi tanda Anda telah terjangkit HIV. Ciri-ciri HIV AIDS ini biasanya muncul belakangan. Selain susah konsentrasi, penderita HIV biasanya jadi mudah marah dan tersinggung, ceroboh, susah berkoordinasi, dan mengalami kesulitan melakukan aktivitas yang berhubungan dengan syaraf motorik seperti menulis.

  1. Herpes

Herpes di mulut dan bagian genital bisa jadi tanda ARS dan stadium akhir infeksi HIV.

  1. Kesemutan

HIV stadium akhir juga membuat penderitanya mengalami kesemutan dan mati rasa pada tangan dan kaki. Hal ini terjadi karena syaraf sudah benar-benar rusak.

  1. Menstruasi Tidak Teratur

Pada perempuan penderita HIV, siklus menstruasi biasanya menjadi tidak teratur. Hal ini adalah ekses dari penurunan berat badan.

Ciri-ciri HIV AIDS di atas sering diabaikan penderitanya dan akan menghilang setelah satu minggu atau lebih dirasakan penderitanya. Kebanyakan, penderita infeksi HIV akan menjalani hidup tanpa ciri-ciri HIV dan AIDS dalam jangka waktu yang cukup lama, dengan waktu rata-rata 10 tahun. Pada beberapa orang, gejala AIDS dapat muncul lebih cepat atau lebih lama daripada 10 tahun. Meskipun tanpa gejala, orang dengan infeksi HIV pada tahap ini tetap dapat menularkan virus HIV tersebut.

Ciri-Ciri HIV AIDS

Posted in Uncategorized | Leave a comment

HIV AIDS Menular

HIV AIDS Menular

 

HIV AIDS Menular

HIV AIDS dapat menular dari ibu ke bayi

HIV AIDS Menular, HIV adalah penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh, yang mana sistem kekebalan tubuh adalah pertahanan tubuh terhadap penyakit. Jika sistem kekebalan tubuh seseorang telah dirusak oleh virus, maka akan mengembangkan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Ini berarti mereka akan mendapatkan infeksi dan penyakit yang mana tubuh mereka biasanya bisa melawan. Didiagnosa menderita penyakit HIV bukan berarti seseorang memiliki AIDS atau mereka akan meninggal. Perawatan akan memperlambat kerusakan pada sistem kekebalan tubuh sehingga orang dengan penyakit HIV dapat tetap baik, hidup sehat dan memuaskan.

Saat ini banyak orang yang bertanya-tanya apakah penyakit HIV menular ? Dan bahkan banyak sekali anggapan yang beredar di masyarakat HIV bisa menular lewat keringat. Jika benar itu terjadi, mungkin semakin banyak atlet-atlet yang tertular virus HIV. Fakta yang beredar bahwa HIV bisa menular melalui keringat itu hanyalah mitos. yang benar itu HIV hanya menyebar pada cairan tubuh manusia, dan hanya ada tiga cairan tubuh yang rawan membawa HIV. Berikut adalah beberapa hal yang membuat penyakit HIV AIDS menular :

  1. Melalui Cairan Darah

HIV AIDS menular jika seseorang menerima transfusi darah / produk darah dari orang yang terkena HIV. HIV bisa menular lewat pemakaian jarum suntik yang sudah tercemar HIV, yang dipakai bergantian tanpa disterilkan, misalnya pemakaian jarum suntik dikalangan pengguna narkotika suntikan. Melalui pemakaian jarum suntik yang berulangkali dalam kegiatan lain, misalnya : peyuntikan obat, imunisasi, pemakaian alat tusuk yang menembus kulit, misalnya alat tindik, tato, dan alat facial wajah.

  1. Melalui Hubungan Seksual

Menurut data WHO, pada tahun 1983-1995, sebanyak 70-80% HIV AIDS menular melalui hubungan heteroseksual, sedangkan 5-10% terjadi melalui hubungan homoseksual. Kontak seksual melalui vagina dan anal memiliki resiko yang lebih besar untuk penularan HIV dibandingkan dengan kontak seks secara oral.

Beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan resiko HIV AIDS menular melalui hubungan seksual adalah kehadiran penyakit menular seksual, kuantitas beban virus, penggunaan douche. Seseorang yang menderita penyakit menular seksual lain (contohnya: sifilis, herpes genitali, kencing nanah, dsb.) Akan lebih mudah menerima dan menularkan HIV kepada orang lain yang berhubungan seksual dengannya.

  1. Dari Ibu Ke Anak (Transmisi Perinatal)

HIV AIDS menular dari ibu ke anak dapat terjadi melalui infeksi in utero, saat proses persalinan, dan melalui pemberian ASI. Beberapa faktor maternal dan eksternal lainnya dapat mempengaruhi transmisi HIV ke bayi, di antaranya banyaknya virus dan sel imun pada trisemester pertama, kelahiran prematur, dan lain-lain. Penurunan sel imun (cd4+) pada ibu dan tingginya RNA virus dapat meningkatkan resiko penularan HIV dari ibu ke anak.

Selain itu, sebuah studi pada wanita hamil di Malawi dan AS juga menyebutkan bahwa kekurangan vitamin A dapat meningkatkan risiko infeksi penyakit HIV. Risiko HIV AIDS menular perinatal dapat dilakukan dengan persalinan secara caesar, tidak memberikan ASI, dan pemberian AZT pada masa akhir kehamilan dan setelah kelahiran bayi.

Bagaimana Cara Mencegah HIV AIDS Menular ?

Cara terbaik untuk mencegah penyakit HIV AIDS menular adalah dengan memakai kondom untuk segala jenis penetrasi seks. Dan gunakan dental dam untuk melakukan seks oral. Dental dam adalah selembar kain berbahan lateks. Kain ini berfungsi sebagai penghalang antara mulut dan vagina atau anus. Hal ini bertujuan untuk menurunkan penyebaran IMS selama melakukan seks oral.

Untuk pencegahan HIV AIDS menular Anda harus menghindari pemakaian jarum suntik yang tidak steril. Jika Anda memakai jarum untuk menyuntikkan obat, pastikan jarumnya steril. Jangan berbagi jarum, suntikan, atau perlengkapan menyuntik lagi seperti spon dan kain. Berbagi jarum bisa meningkatkan risiko terinfeksi HIV dan virus lain yang ada di dalam darah, misalnya hepatitis C.

HIV AIDS Menular

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Gejala HIV AIDS Pada Pria

Gejala HIV AIDS Pada Pria

 

HIV dan AIDS adalah dua istilah yang berbeda, namun keduanya terkait satu sama lainnya. HIV adalah kependekan dari Human Immunodeficiency Virus, yaitu nama virus yang memiliki sifat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh, dan secara bertahap akan merusaknya sampai tubuh tak mampu lagi bisa melawan infeksi dan penyakit akibat bakteri atau virus lainnya. HIV memang menyerang dengan menginfeksi sel-sel sistem kekebalan tubuh, namun para ilmuwan tidak sepenuhnya mengerti mengapa HIV tetap bisa bertahan terhadap perlawanan sistem kekebalan tubuh itu sendiri. HIV AIDS ini bisa menyerang semua kalangan.

Gejala HIV AIDS Pada Pria

Gejala HIV AIDS Pada Pria

Gejala HIV AIDS pada pria sebenarnya tidak jauh beda dengan wanita. Namun gejala HIV AIDS pada pria ini perlu secara spesifik diketahui sebab dari berbagai penelitian banyak pria yang merupakan kelompok risiko tinggi untuk tertular HIV AIDS sekaligus sangat rentan untuk menyebarkannya secara lebih luas.

Gejala HIV AIDS pada Pria

Jika seseorang terkena virus HIV biasanya pada awalnya tidak menunjukkan gejala secara signifikan. Seseorang menunjukkan gejala yang jelas setelah HIV berkembang menjadi AIDS. Waktu perkembangan HIV menjadi AIDS ini berbeda-beda antara orang yang satu dengan yang lain, tergantung pada ketahanan tubuh masing-masing dan pengobatan sejak dini yang dijalankan. Tetapi pada umumnya gejala tersebut muncul setelah 5 – 10 tahun setelah terinfeksi virus HIV. Gejala HIV AIDS pada pria antara lain sebagai berikut :

  • Menderita penyakit menular seksual

Penyakit menular seksual merupakan gejala HIV AIDS pada pria yang pada umumnya berasal dari perilaku seks berisiko, yaitu sering berganti-ganti pasangan. Penyakit menular seksual yang dimaksudkan di sini adalah penyakit menular lain selain HIV AIDS, yang gejalanya dapat mudah dikenali. Penyakit tersebut dapat diakibatkan oleh bakteri, jamur, maupun virus. Penyakit menular seksual yang seringkali ditemukan pada pria penderita HIV AIDS antara lain yaitu sifilis (raja singa), gonore (kencing nanah), herpes genital, scabies pada kelamin, klamidia, dan sebagainya.

  • Gangguan pada kulit

Gangguan pada kulit juga dapat menjadi gejala HIV AIDS pada pria, yang pada umumnya ciri-cirinya yaitu terdapatnya ruam-ruam atau bisul-bisul kecil di berbagai anggota tubuh yang menimbulkan gatal-gatal. Ruam ini biasanya mudah terlihat dan sangat mengganggu bagi penderitanya, dan susah disembuhkan. Atau dapat sembuh sementara, tetapi setelah itu dapat sering muncul kembali.

  • Gangguan pada pencernaan yang berlangsung kronis

Gangguan pada sistem pencernaan yang dapat dialami oleh penderita HIV AIDS antara lain yaitu terdapatnya sariawan di rongga mulut yang sukar sembuh. Sariawan yang susah sembuh ini diakibatkan oleh penurunan daya tahan tubuh yang dialami oleh penderita HIV AIDS. Kondisi ini tentunya mengakibatkan penurunan nafsu makan. Selain itu penderita HIV AIDS biasanya juga mengalami diare yang berlangsung kronis. Kondisi ini jika dibiarkan tentunya dapat mengakibatkan dehidrasi.

  • Berat badan turun drastis

Gejala HIV AIDS pada pria yang berikutnya yaitu mengalami penurunan berat badan yang drastis. Penderita HIV AIDS pada umumnya meengalami penurunan sebanyak 10% dari berat badannya dan dapat terus menurun jika penyakitnya bertambah parah. Sehingga pada penderita HIV AIDS sering terlihat kurus kering seperti orang yang mengalami kurang gizi atau malnutrisi. Kondisi ini tentunya tidak hanya dialami oleh penderita HIV AIDS pria, tetapi juga merupakan gejala HIV AIDS pada wanita.

  • Mudah terserang penyakit infeksi/menular

Penderita HIV AIDS biasanya juga mudah sekali tertular berbagai macam penyakit, baik yang hanya penyakit ringan seperti flu atau infeksi saluran pernafasan akut sampai penyakit berat yang menyerang berbagai organ tubuh. Penyakit menular yang seringkali diderita oleh penderita HIV AIDS antara lain yaitu TBC, pnemonia, toksoplasmosis, meningitis, dan sebagainya. Mudahnya penularan penyakit ini dikarenakan rusaknya sistem pertahanan tubuh pada penderita HIV AIDS sehingga menyebabkan kuman mudah masuk ke jaringan tubuh dan berkembang biak di dalamnya. Sehingga dengan keadaan ini, dapat memperparah kondisi penderita HIV AIDS sebab perkembangan virus dapat terus melemahkan ketahanan tubuh penderitanya.

  • Mudah lelah

Penderita HIV AIDS biasanya juga mengalami gejala mudah lelah yang berlangsung berkepanjangan. Jadi orang yang mengalami HIV AIDS sering mengalami lemah, letih, lesu, dan tidak bersemangat. Badannya terasa tidak nyaman dan terasa pegal-pegal serta nyeri pada persendian.

  • Demam dan sakit kepala

Demam merupakan gejala HIV AIDS pada pria yang diakibatkan oleh masuknya virus HIV ke dalam tubuh sehingga memberikan respon oleh tubuh berupa demam. Demam ditandai dengan panas tinggi, dimana suhu tubuh lebih dari 38°C, yang biasanya disertai dengan keringat dingin yang terjadi pada malam hari. Demam pada penderita HIV AIDS dapat sering terjadi terutama jika terdapat berbagai infeksi penyerta (sekunder) yang mengakibatkan tubuh memberikan respon alami berupa demam sebagai reaksi atas berbagai infeksi kuman yang masuk ke dalam tubuh tersebut.

  • Pembengkakan kelenjar getah bening

HIV AIDS yang menyerang sistem pertahanan tubuh biasanya ditandai dengan pembengkakan kelejar getah bening. Kelenjar getah bening merupakan media transportasi sel darah putih yang berperan penting dalam pembentukan kekebalan tubuh. Jika sistem pertahanan tubuh terganggu oleh virus HIV maka terjadilah gejala pembengkakan kelenjar getah bening tersebut. Pada beberapa kasus juga dapat memicu terjadinya kanker pada kelenjar getah bening atau yang sering disebut sebagai limfoma.

Setelah mengetahui gejala HIV AIDS pada pria yang telah dipaparkan di atas, hal yang dapat dilakukan adalah pengobatan dini pada penderita. Obat yang digunakan sampai saat ini dalam pengobatan HIV AIDS yaitu ARV (Anti Retro Virus), berfungsi untuk menekan perkembangan virus dan meminimalkan rantai penularan.

HIV AIDS adalah penyakit menular berbahaya yang menyerang sistem pertanahan tubuh manusia yang jumlahnya kasusnya terus meningkat dan menjadi ancaman serius baik di Indonesia maupun di dunia. Oleh karena hal yang dapat dilakukan untuk mencegah penularan penyakit ini antara lain yaitu dengan setia pada satu pasangan (tidak berganti-ganti pasangan dalam hubungan seks), menjauhi narkoba, deteksi dini HIV AIDS pada wanita hamil untuk meminimalkan risiko penularan kepada bayinya, dan sterilisasi tranfusi darah baik sumber donor maupun alatnya harus terbebas dari virus HIV AIDS.

Gejala HIV AIDS Pada Pria

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Pencegahan HIV AIDS Pada Remaja

Pencegahan HIV AIDS Pada Remaja

 

Bagaimana langkah pencegahan HIV AIDS pada remaja ? HIV atau human immunodeficiency virus adalah virus yang mampu menyebabkan penyakit AIDS di dalam tubuh Anda. Anda dapat terinfeksi penyakit ini dengan cara melakukan hubungan seks tanpa kondom dengan mereka yang sudah terkena penyakit ini atau berbagi jarum suntik dengan penderita AIDS.

Pencegahan HIV AIDS Pada Remaja

Pencegahan HIV AIDS Pada Remaja

Pemahaman remaja tentang HIV/AIDS masih sangat minim. Padahal, remaja termasuk kelompok usia yang rentan dengan perilaku berisiko. Berdasarkan laporan terbaru, jumlah pengidap HIV di dunia mencapai 35,3 juta orang, 2 juta di antaranya adalah remaja dan pemuda usia 10-19 tahun. Disebutkan pula angka kematian di kalangan anak-anak dan remaja akibat penyakit AIDS selama delapan tahun terakhir meningkat hingga 50 persen. Sebab utamanya adalah ketidaktahuan akan penyakit AIDS dan diagnosa tepat. Padahal kedokteran modern saat ini berhasil menekan angka kematian dikalangan pengidap AIDS untuk orang dewasa hingga sepertiga.

Gejala HIV

Tidak tampak gejala dan perubahan pada penderita HIV, namun apabila melakukan tes lab, maka akan diketahui bahwa penderita positif mengidap HIV. Fase dimana darah mengandung virus HIV disebut sebagai HIV+, yang merupakan fase sebelum memasuki tahap AIDS. Waktu yang dibutuhkan untuk memasuki tahap AIDS pada umumnya berkisar antara 5 hingga 10 tahun (tergantung dari kekebalan tubuh dari masing-masing individu). Perkembangan ini bisa dihambat dengan melakukan terapi. Pada usia 2 hingga 4 bulan, virus ini belum memperlihatkan tanda-tanda apabila diperiksa karena pada bulan-bulan ini virus masih melakukan perkembangbiakan dengan cepat (disebut dengan periode jendela). Pada akhirnya virus ini akan menyebabkan kekebalan tubuh menurun drastis dan menjadikan penyakit ringan dan biasa dapat berbahaya bagi tubuh., hingga akhirnya penderita masuk ke tahap AIDS.

Bagaimana cara pencegahan HIV AIDS pada remaja ?

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk pencegahan HIV AIDS pada remaja, antara lain :

  • Jauhi Seks Bebas

Seks bebas merupakan perbuatan yang sangat tercela, apalagi jika diterapkan atau dilakukan oleh anak dibawah umur yang belum menikah. Karena hal tersebut dapat menimbulkan penyakit seperti kutil kelamin, herpes dan HIV AIDS. Oleh karena untuk pencegahan HIV AIDS dapat dilakukan dengan menjauhkan seks bebas.

  • Tidak Mengkonsumsi Narkoba

Terutama narkoba suntik. Mengapa narkoba suntik? karena pada umumnya kita jika melakukan narkoba suntik hanya memiliki satu jarum suntik, sehingga satu buah jarum suntik dipakai untuk banyakan (massal). Sehingga bisa saja di antara mereka memiliki penyakit HIV AIDS sehingga tertular deh ke semua nya. Namun apapun jenis narkobanya dapat memberikan pengaruh buruk bagi tubuh kita.

  • Jangan Membuat Tato

Sebab jarum suntik dan peralatan tato dapat menjadi sumber infeksi HIV. Jarum tato senjata, dan pisau cukur adalah alat yang berpaparan langsung dengan darah orang yang terinfeksi HIV AIDS.

  • Lakukan Pemeriksaan Diri Secara Teratur

Menguji secara teratur status AIDS Anda bisa membantu mencegah menularkan infeksi tersebut. Di samping itu, tes ini juga mudah dan laporannya bisa tersedia dalam beberapa hari atau kurang lebih 20 menit setelah pemeriksaan.

  • Hindari Hal-Hal Yang Bersifat Negatif

Pencegahan HIV AIDS pada remaja dapat dilakukan dengan menghindari hal-hal yang negatif. Hal-hal negatif tersebut meliputi pergaulan bebas, pemakaian narkoba, pergi ke diskotik serta mabuk-mabukan.

  • Memakan Makanan Yang Sehat

Memakan makanan yang sehat sangatlah penting untuk tubuh yang berfungsi menjaga tubuh tetap terjaga fisiknya dari berbagai macam penyakit. Cara pencegahan HIV AIDS pada remaja pun bisa dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi yang mengandung protein, vitamin, karbohidrat, mineral dan serat yang cukup untuk tubuh kita.

Itulah beberapa cara untuk pencegahan HIV AIDS pada remaja. Meski belum ada obat untuk sepenuhnya menghilangkan HIV, tapi langkah pengobatan HIV yang ada pada saat ini cukup efektif. Pengobatan yang dilakukan bisa memperpanjang usia hidup penderita HIV dan mereka bisa menjalani pola hidup yang sehat.

Terdapat obat-obatan yang dikenal dengan nama antiretroviral (ARV) yang berfungsi menghambat virus dalam merusak sistem kekebalan tubuh. Obat-obatan tersebut diberikan dalam bentuk tablet yang dikonsumsi setiap hari. Anda akan disarankan melakukan pola hidup sehat. Misalnya makanan sehat, tidak merokok, mendapatkan vaksin flu tahunan, dan vaksin pneumokokus lima tahunan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko terkena penyakit berbahaya.

Terima kasih telah membaca artikel mengenai pencegahan HIV AIDS pada remaja. Semoga informasi mengenai pencegahan HIV/AIDS pada remaja diatas dapat bermanfaat untuk Anda.

Pencegahan HIV AIDS Pada Remaja

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Penyebab Gejala HIV/AIDS

Penyebab Gejala HIV/AIDS

 

Kenali  dan Ketahui Penyebab Gejala HIV/AIDS !! HIV merupakan singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. HIV sendiri adalah virus yang jika menginfeksi dapat menyebabkan menurunnya kemampuan dalam melawan infeksi virus, bakteri, jamur, parasit yang masuk ke dalam tubuh. Virus HIV bekerja dengan cara menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Virus ini juga menyebabkan penderitanya rentan terhadap serangan kanker karena menurunnya kekebalan tubuh.

Penyebab Gejala HIV/AIDS

Penyebab Gejala HIV/AIDS

Sementara AIDS (Acquired immunodeficiency syndrome) adalah tahap lanjutan dari infeksi virus HIV. Penularan virus HIV dapat terjadi melalui darah, air mani, hubungan seksual atau cairan vagina. Namun virus ini tidak dapat menular lewat kontak fisik biasa seperti berpelukan, berciuman, atau berjabat tangan dengan seseorang yang terinfeksi HIV atau AIDS. Jadi, kita tidak perlu mengucilkan mereka.

Kenali Penyebab Gejala HIV/AIDS dan Cara Mencegahnya

Penyebab Gejala HIV/AIDS

  • Hubungan Seks Bebas Penyebab Gejala HIV/AIDS

Berhubungan seks bebas dimana suatu hubungan intim yang tidak sehat serta tidak menggunakan pengaman. Jika  melakukan seks tanpa pelindung atau sejenis kondom akan lebih menunjang terinfeksi HIV/AIDS ketimbang hubungan seks yang dilengkapi kondom. Hubungan seks sangat memiliki peluang besar dalam terjadinya penyakit HIV/AIDS lebih Banyak, karena terjadi kontak antara sekresi pada cairan vagina di alat kelamin.

  • Transfusi Darah Tidak Steril Penyebab Gejala HIV/AIDS

Pada penderita AIDS cairan di dalam tubuhnya sangat rentan untuk menularkan virus ke tubuh seseorang. Proses transfusi darah yang tidak steril terjadi akibat tidak terjamin dalam pemeriksaan secara teliti dalam memilih pendonor darah. Bisanya hal ini seringkali terjadi pada Negara yang baru berkembang, karena proses seleksi tidak ketat dan aman.

  • Penggunaan Jarum Suntik

Penggunaan jarum suntik terutama yang tidak steril dapat beresiko terjangkit virus AIDS. Biasanya hal seperti ini dilakukan oleh para pengguna narkoba karena saling bertukar jarum suntik. Dengan begitu, cairan tubuh si penderita HIV/AIDS akan menularkan ke tubuh yang sehat. Penyebab Gejala HIV/AIDS

  • Penyakit Menurun Penyebab Gejala HIV/AIDS

Penyakit menurun sendiri terjadi jika seorang ibu hamil pengidap AIDS akan menurunkan pada janin yang dikandungnya. Cara penularan virus HIV tersebut melalui rahim saat periode parinatal atau saat minggu terakhir pada kehamilan berlangsung. Sementara persalinan dan kehamilan tingkat penularan sebesar 15%, serta saat menyusui sekitar 4%.

Bagaimana Cara Mencegahnya HIV/AIDS ?

Upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah HIV/AIDS adalah sebagai berikut :

  • Melakukan Seks dengan Lebih Aman

Apabila akan melakukan hubungan seks dengan penderita HIV+, setidaknya harus menggunakan kondom saat berhubungan. Usahakan bagaimana caranya agar cairan tubuh tidak melakukan kontak fisik. Namun, sebaiknya jangan berhubungan seksual dengan orang yang terkena HIV, meski sudah memakai alat pengaman.

  • Menghindari Kontak Darah pada Cairan Tubuh

Sebuah virus HIV/AIDS hanya terjadi melalui pertukaran cairan tubuh. Umumnya pertukaran darah itu melalui transfusi dengan tubuh yang terinfeksi HIV pada tubuh yang sehat. Nah, virus tersebut dapat tertular melalui luka pengindap HIV/AIDS. Karena itulah, Anda harus menggunakan sarung karet seketika menangani penderita HIV.

  • Perhatikan Jarum Suntik atau Alat Bedah

Perlu anda ketahui penggunaan jarum suntik, obat infus serta alat-alat bedah yang tidak aman mampu menularkan virus HIV pada tubuh yang normal (sehat). Dengan begitu anda harus waspada dengan memastikan jarum suntik yang akan masuk ke dalam tubuh anda merupakan steril dan bersih. Biasakan menggunakan jarum suntik sekali pakai.

Itulah beberapa penyebab gejala HIV/AIDS dan cara mencegahnya. Meski belum ada obat untuk sepenuhnya menghilangkan HIV, tapi langkah pengobatan HIV yang ada pada saat ini cukup efektif. Pengobatan yang dilakukan bisa memperpanjang usia hidup penderita HIV dan mereka bisa menjalani pola hidup yang sehat.

Terdapat obat-obatan yang dikenal dengan nama antiretroviral (ARV) yang berfungsi menghambat virus dalam merusak sistem kekebalan tubuh. Obat-obatan tersebut diberikan dalam bentuk tablet yang dikonsumsi setiap hari. Anda akan disarankan melakukan pola hidup sehat. Misalnya makanan sehat, tidak merokok, mendapatkan vaksin flu tahunan, dan vaksin pneumokokus lima tahunan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko terkena penyakit berbahaya. Penyebab Gejala HIV/AIDS

Penyebab Gejala HIV/AIDS

Penyebab Gejala HIV/AIDS

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Gejala Penyakit HIV AIDS

Gejala Penyakit HIV AIDS

 

Seperti apa gejala penyakit HIV AIDS ? HIV merupakan singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. HIV sendiri adalah virus yang jika menginfeksi dapat menyebabkan menurunnya kemampuan dalam melawan infeksi virus, bakteri, jamur, parasit yang masuk ke dalam tubuh. Virus HIV bekerja dengan cara menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Virus ini juga menyebabkan penderitanya rentan terhadap serangan kanker karena menurunnya kekebalan tubuh.

Gejala Penyakit HIV AIDS

Gejala Penyakit HIV AIDS

Sementara AIDS (Acquired immunodeficiency syndrome) adalah tahap lanjutan dari infeksi virus HIV. Penularan virus HIV dapat terjadi melalui darah, air mani, hubungan seksual atau cairan vagina. Namun virus ini tidak dapat menular lewat kontak fisik biasa seperti berpelukan, berciuman, atau berjabat tangan dengan seseorang yang terinfeksi HIV atau AIDS. Jadi, kita tidak perlu mengucilkan mereka.

Gejala Penyakit HIV AIDS

HIV AIDS memang membutuhkan waktu sebelum benar-benar virus memang menginfeksi ke dalam tubuh. Gejala awal infeksi HIV bisa menyebabkan gangguan kesehatan biasa seperti flu, batuk, demam dan sakit kepala. Tapi setelah dua minggu lebih dan tubuh memberikan reaksi yang besar terhadap infeksi virus HIV maka gejala lain sering muncul. Berikut ini adalah berbagai gejala yang muncul sesuai dengan tahapan infeksi virus HIV hingga menjadi AIDS. Gejala Penyakit HIV AIDS

Gejala Awal

Semua penderita HIV AIDS biasanya memiliki beberapa gejala yang berbeda. Setiap tahap awal biasanya menghasilkan gejala seperti penyakit biasa. Infeksi HIV biasanya akan meningkatkan gejala setelah masa virus masuk ke dalam tubuh antara 2 hingga 6 minggu. Tubuh akan mengirimkan respon yang menandakan bahwa virus sudah masuk ke dalam tubuh. Gejala awal ini bisa muncul dalam beberapa waktu yang berbeda, bahkan ada penderita HIV yang tidak pernah merasakan gejala hingga lebih dari 8 tahun.

Berikut ini beberapa gejala penyakit HIV AIDS awal yang umum terjadi :

  • Demam tinggi yang terkadang sembuh sendiri, namun bisa muncul lagi dalam waktu mendadak. Gejala Penyakit HIV AIDS
  • Rasa sakit pada tenggorokan dan biasanya rasa sakit lebih sering dilihat sebagai gejala flu. Gejala Penyakit HIV AIDS
  • Ada ruam kemerahan dan hitam pada di atas kulit.
  • Tubuh akan terasa lebih lelah dan tidak bisa melakukan aktivitas dengan bebas.
  • Rasa sakit pada semua bagian persendian dan otot.
  • Terjadi pembengkakan pada bagian kelenjar yang tidak disertai dengan rasa sakit.
  • Sakit kepala yang sangat parah dan bisa menyebabkan penderita tidak bisa bangun atau membuka mata.

Gejala Tahap Lanjut

Pada tahap yang lebih lanjut maka sebenarnya penderita justru tidak merasakan gejala seperti pada tahap awal. Virus akan berkembang dalam tubuh dan tidak menyebabkan rasa sakit. Padahal selama periode ini sebenarnya virus berkembang dan merusak sistem tubuh. Perawatan dan pengobatan yang dilakukan pada tahap lanjut berfungsi untuk mengendalikan pertumbuhan sel dan menjaga kerusakan organ. Biasanya masa tahap lanjut bisa mencapai 10 tahun atau lebih tergantung dari kondisi penderita. Pada tahap ini penderita tetap bisa memiliki potensi menularkan HIV meskipun virus yang berkembang dalam tubuh jumlahnya sudah lebih kecil. Gejala Penyakit HIV AIDS

Gejala Tahap Akhir

Pada tahap akhir biasanya infeksi virus HIV sudah menjadi AIDS yang berarti bahwa tubuh sudah mengalami beberapa perubahan yang sangat besar untuk kesehatan. Virus HIV yang telah berkembang akan mengalami perubahan dan menggerogoti sistem kekebalan tubuh. Berikut ini beberapa gejala penyakit HIV AIDS yang bisa muncul.

  • Sistem kekebalan tubuh yang terus melemah dan mudah terserang penyakit.
  • Berat badan menurun cepat dan tanpa alasan khusus.
  • Banyak mengeluarkan keringat terutama pada malam hari meskipun saat cuaca panas dan dingin.
  • Merasakan lelah yang sangat panjang dan membuat tubuh tidak bisa digunakan untuk beraktivitas. Gejala Penyakit HIV AIDS
  • Terjadi pembengkakan kelenjar pada bagian ketiak, leher maupun selangkangan.
  • Gangguan pencernaan yang bisa menyebabkan diare dan muntah berlebihan selama beberapa minggu.
  • Banyak luka kecil yang ditemukan pada bagian mulut, alat kelamin hingga anus.
  • Penderita akan mengalami depresi yang menyebabkan kehilangan ingatan dan depresi yang mengacaukan mental.

Itulah informasi mengenai gejala penyakit HIV AIDS. Sekian artikel mengenai gejala penyakit AIDS. Semoga artikel mengenai gejala penyakit HIV AIDS diatas dapat bermanfaat untuk Anda.

Gejala Penyakit HIV AIDS

Posted in Uncategorized | Leave a comment