PENYAKIT HIV DAN PENGOBATANNYA

PENYAKIT HIV DAN PENGOBATANNYA

PENGOBATAN HIV – HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah virus yang menyerang sel darah putih di dalam tubuh (limfosit) yang mengakibatkan turunnya kekebalan tubuh manusia.

penyakit hiv

Penyakit HIV

Orang yang dalam darahnya terdapat virus HIV dapat tampak sehat dan belum membutuhkan pengobatan. Namun orang tersebut dapat menularkan virusnya kepada orang lain bila melakukan hubungan seks berisiko dan berbagi alat suntik dengan orang lain. Virus HIV bekerja dengan cara menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Virus ini juga menyebabkan penderitanya rentan terhadap serangan kanker karena menurunnya kekebalan tubuh.

Penyakit HIV adalah suatu virus yang biasanya ditularkan dari satu orang kepada orang lain melalui kontak seksual. Orang yang telah terinfeksi virus HIV akan terkena penyakit yang disebabkan oleh virus HIV tersebut, yaitu AIDS. Virus HIV yang telah masuk ke dalam tubuh seseorang tidak akan menimbulkan gejala-gejala yang terlihat secara fisik sehingga penderitanya terlihat normal seperti tidak sedang terkena penyakit. Namun, perlu diwaspadai, walaupun drai luar penderita penyakit HIV tampak normal-normal saja, tetapi dia dapat menularkan virus tersebut kepada orang lain dalam berbagai cara yang mungkin juga tidak disadari oleh penderita itu.

PENGOBATAN PENYAKIT HIV
Jenis pengobatan penyakit hiv dan perawatan apakah yang tersedia?
Pengobatan penyakit hiv dan perawatan yang ada terdiri dari sejumlah unsur yang berbeda, yang meliputi konseling dan tes mandiri (VCT), dukungan bagi pencegahan penularan penyakit HIV, konseling tindak lanjut, saran-saran mengenai makanan dan gizi, pengobatan IMS, pengelolaan efek nutrisi, pencegahan dan perawatan infeksi oportunistik (IOS), dan pemberian obat-obatan antiretroviral.
Apakah obat anti retroviral itu?
Pengobatan hiv- Obat antiretroviral digunakan dalam pengobatan infeksi HIV. Obat-obatan ini bekerja melawan infeksi itu sendiri dengan cara memperlambat reproduksi HIV dalam tubuh.
Bagaimana cara kerja obat antiretroviral?
Pengobatan penyakit hiv- Dalam suatu sel yang terinfeksi, HIV mereplikasi diri, yang kemudian dapat menginfeksi sel-sel lain dalam tubuh yang masih sehat. Semakin banyak sel yang diinfeksi HIV, semakin besar dampak yang ditimbulkannya terhadap kekebalan tubuh (immunodeficiency). Obat-obatan antiretroviral memperlambat replikasi sel-sel, yang berarti memperlambat penyebaran virus dalam tubuh, dengan mengganggu proses replikasi dengan berbagai cara.
• Pengobatan penyakit hiv- Penghambat Nucleoside Reverse Transcriptase (NRTI)
HIV memerlukan enzim yang disebut reverse transcriptase untuk mereplikasi diri. Jenis obat-obatan ini memperlambat kerja reverse transcriptase dengan cara mencegah proses pengembangbiakkan materi genetik virus tersebut.
• Pengobatan penyakit hiv- Penghambat Non-Nucleoside Reverse Transcriptase (NNRTI)
Jenis obat-obatan ini juga mengacaukan replikasi HIV dengan mengikat enzim reverse transcriptase itu sendiri. Hal ini mencegah agar enzim ini tidak bekerja dan menghentikan produksi partikel virus baru dalam sel-sel yang terinfeksi.
• Pengobatan penyakit hiv- Penghambat Protease (PI)
Protease merupakan enzim pencernaan yang diperlukan dalam replikasi HIV untuk membentuk partikel-partikel virus baru. Protease memecah belah protein dan enzim dalam sel-sel yang terinfeksi, yang kemudian dapat menginfeksi sel yang lain. Penghambat protease mencegah pemecah-belahan protein dan karenanya memperlambat produksi partikel virus baru.
Pengobatan penyakit hiv- Obat-obatan lain yang dapat menghambat siklus virus pada tahapan yang lain (seperti masuknya virus dan fusi dengan sel yang belum terinfeksi) saat ini sedang diujikan dalam percobaan-percobaan klinis.
Apakah obat antiretroviral efektif?
Pengobatan penyakit hiv- Penggunaan ARV dalam kombinasi tiga atau lebih obat-obatan menunjukkan dapat menurunkan jumlah kematian dan penyakit yang terkait dengan AIDS secara dramatis. Walau bukan solusi penyembuhan, kombinasi terapi ARV dapat memperpanjang hidup orang penyandang penyakit HIV- positif, membuat mereka lebih sehat, dan hidup lebih produktif dengan mengurangi varaemia (jumlah HIV dalam darah) dan meningkatkan jumlah sel-sel CD4+ (sel-sel darah putih yang penting bagi sistem kekebalan tubuh).
Pengobatan penyakit hiv- Supaya pengobatan antiretroviral dapat efektif untuk waktu yang lama, jenis obat-obatan antiretroviral yang berbeda perlu dikombinasikan. Inilah yang disebut sebagai terapi kombinasi. Istilah ‘Highly Active Anti-Retroviral Therapy’ (HAART) digunakan untuk menyebut kombinasi dari tiga atau lebih obat anti HIV.
Pengobatan penyakit hiv- Bila hanya satu obat digunakan sendirian, diketahui bahwa dalam beberapa waktu, perubahan dalam virus menjadikannya mampu mengembangkan resistensi terhadap obat tersebut. Obat tersebut akhirnya menjadi tidak efektif lagi dan virus mulai bereproduksi kembali dalam jumlah yang sama seperti sebelum dilakukan pengobatan. Bila dua atau lebih obat-obatan digunakan bersamaan, tingkat perkembangan resistensi dapat dikurangi secara substansial. Biasanya, kombinasi tersebut terdiri atas dua obat yang bekerja menghambat reverse transcriptase enzyme dan satu obat penghambat protease. Obat-obatan anti retroviral hendaknya hanya diminum di bawah pengawasan medis.
Sekian artikel mengenai penyakit hiv dan pengobatannya. Semoga artikel mengenai penyakit hiv dan pengobatannya diatas dapat bermanfaat untuk anda.

 

PENYAKIT HIV DAN PENGOBATANNYA

Posted in Uncategorized | Leave a comment

CARA MENCEGAH HIV, BAGAIMANA ?

CARA MENCEGAH HIV, BAGAIMANA ?

 

CARA MENCEGAH HIV – HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah virus yang menyerang sel darah putih di dalam tubuh (limfosit) yang mengakibatkan turunnya kekebalan tubuh manusia. Orang yang dalam darahnya terdapat virus HIV dapat tampak sehat dan belum membutuhkan pengobatan. Namun orang tersebut dapat menularkan virusnya kepada orang lain bila melakukan hubungan seks berisiko dan berbagi alat suntik dengan orang lain. Virus HIV bekerja dengan cara menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Virus ini juga menyebabkan penderitanya rentan terhadap serangan kanker karena menurunnya kekebalan tubuh.

Cara penularan virus ini bisa bermacam-macam misalnya melalui hubungan seksual, penggunaan jarum suntik berganti-ganti orang, transfusi darah, bahkan pada ibu hamil yang menularkan kepada bayi yang sedang dikandungnya. Jika virus HIV telah masuk ke tubuh seseorang baru beberapa tahun kemudian virus ini akan mulai menyerang sistem kekebalan tubuh pada sel darah putih. Kekebalan tubuh seseorang yang terinfeksi HIV biasanya akan terus menurun dan kemudian hilang dalam kurun waktu sekitar 5 sampai 10 tahun. Pada saat itulah ciri-ciri seseorang yang terkena penyakit HIV baru muncul, seperti badan yang terus-menerus turun, mengalami diare berkepanjangan, munculnya panas tinggi yang tidak dapat sembuh, lalu diikuti dengan bercak-bercak kemerahan, dan batuk berkepanjangan. Setelah mengalami gejala-gejala tersebut, seseorang telah dinyatakan terkena penyakit AIDS. Setelah kekebalan tubuh seseorang hilang maka penyakit akan mudah menghinggapi orang tersebut. Penyakit akan terus menerus hingga, sampai suatu saat mucnul penyakit yang benar-benar berbahaya yang kemudian akan mengakibatkan kematian.

cara mencegah hiv

Cara Mencegah HIV

CARA MENCEGAH HIV
Bagaimana cara mencegah hiv ? berikut adalah upaya yang dapat di lakukan untuk mencegah hiv antara lain :
1. Cara mencegah hiv yang pertama adalah dengan cara menghindari Kontak dengan Darah yang terinfeksi HIV Cara yang paling umum untuk menularkan HIV adalah melalui kontak dengan darah dari orang yang terinfeksi HIV. Transfusi, atau kontak dengan luka, dapat menyebabkan virus menyebar dari satu orang ke orang lain. Transmisi dengan darah dapat dengan mudah dihindari melalui tes darah dan menghindari kontak dengan luka jika seseorang positif terinfeksi HIV, jika Anda harus berurusan dengan luka dari pengidap HIV/ AIDS, pastikan untuk memakai pakaian pelindung seperti sarung tangan karet.

2. Cara mencegah hiv berikut nya adalah dengan cara berhati-hati dengan Jarum suntik dan peralatan Bedah Obat infus, jarum suntik dan peralatan tato dapat menjadi sumber infeksi HIV. Jarum tato senjata,, dan pisau cukur adalah alat yang berpaparan langsung dengan darah orang yang terinfeksi. Berikut adalah beberapa hal yang harus Anda perhatikan ketika menggunakan jarum dan peralatan bedah:
• Jangan menggunakan kembali Alat suntik sekali pakai.
• Bersihkan dan cuci peralatan bedah sebelum menggunakannya.
• Jika Anda ingin tato, pastikan itu dilakukan oleh sebuah toko tato bersih dan sanitasi.
• Hindari penggunaan obat-obat terlarang dan zat yang dikendalikan intravena.
3. Cara mencegah hiv berikut nya adalah dengan cara menggunakan Kondom Cara lain untuk penularan HIV adalah melalui kontak seksual tidak terlindungi. kondom adalah baris pertama pertahanan Anda untuk menghindari terinfeksi HIV. Hal ini sangat penting untuk menggunakan kondom saat berhubungan seks, tidak hanya akan mengurangi kemungkinan terinfeksi HIV, tetapi juga dapat melindungi diri dari infeksi menular seksual lainnya. kondom Lateks adalah yang terbaik, tetapi Anda juga dapat menggunakan kondom polyurethane. Jangan menggunakannya kembali dan pastikan bahwa tidak ada yang rusak di hambatan saat menggunakannya. Ini merupakan cara mencegah hiv.
4. Cara mencegah hiv berikut nya adalah dengan cara menghindari Seks Bebas HIV dan AIDS yang lebih lazim untuk orang dengan banyak pasangan seksual. Jika Anda hanya memiliki satu pasangan seksual, Anda secara dramatis dapat meminimalkan kemungkinan tertular HIV atau mendapatkan AIDS. Namun itu tidak berarti bahwa Anda dapat berhenti menggunakan kondom, Anda masih harus melakukan seks dilindungi bahkan jika Anda setia pada pasangan seksual Anda.

Itulah sekilas informasi mengenai cara mencegah hiv. Terima kasih anda telah membaca artikel mengenai cara mencegah hiv. Semoga artikel mengenai cara mencegah hiv diatas dapat bermanfaat untuk anda.

CARA MENCEGAH HIV, BAGAIMANA ?

Posted in Uncategorized | Leave a comment

PENYEBAB HIV

PENYEBAB HIV

PENYEBAB HIV – HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah virus yang menyerang sel darah putih di dalam tubuh (limfosit) yang mengakibatkan turunnya kekebalan tubuh manusia. Orang yang dalam darahnya terdapat virus HIV dapat tampak sehat dan belum membutuhkan pengobatan. Namun orang tersebut dapat menularkan virusnya kepada orang lain bila melakukan hubungan seks berisiko dan berbagi alat suntik dengan orang lain. Virus HIV bekerja dengan cara menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Virus ini juga menyebabkan penderitanya rentan terhadap serangan kanker karena menurunnya kekebalan tubuh.
penyebab hiv
Penyakit HIV adalah suatu virus yang biasanya ditularkan dari satu orang kepada orang lain melalui kontak seksual. Orang yang telah terinfeksi virus HIV akan terkena penyakit yang disebabkan oleh virus HIV tersebut, yaitu AIDS. Virus HIV yang telah masuk ke dalam tubuh seseorang tidak akan menimbulkan gejala-gejala yang terlihat secara fisik sehingga penderitanya terlihat normal seperti tidak sedang terkena penyakit. Namun, perlu diwaspadai, walaupun drai luar penderita HIV tampak normal-normal saja, tetapi dia dapat menularkan virus tersebut kepada orang lain dalam berbagai cara yang mungkin juga tidak disadari oleh penderita itu.
Cara penularan virus ini bisa bermacam-macam misalnya melalui hubungan seksual, penggunaan jarum suntik berganti-ganti orang, transfusi darah, bahkan pada ibu hamil yang menularkan kepada bayi yang sedang dikandungnya. Jika virus HIV telah masuk ke tubuh seseorang baru beberapa tahun kemudian virus ini akan mulai menyerang sistem kekebalan tubuh pada sel darah putih. Kekebalan tubuh seseorang yang terinfeksi HIV biasanya akan terus menurun dan kemudian hilang dalam kurun waktu sekitar 5 sampai 10 tahun. Pada saat itulah ciri-ciri seseorang yang terkena penyakit HIV baru muncul, seperti badan yang terus-menerus turun, mengalami diare berkepanjangan, munculnya panas tinggi yang tidak dapat sembuh, lalu diikuti dengan bercak-bercak kemerahan, dan batuk berkepanjangan. Setelah mengalami gejala-gejala tersebut, seseorang telah dinyatakan terkena penyakit AIDS. Setelah kekebalan tubuh seseorang hilang maka penyakit akan mudah menghinggapi orang tersebut. Penyakit akan terus menerus hingga, sampai suatu saat mucnul penyakit yang benar-benar berbahaya yang kemudian akan mengakibatkan kematian.

APA PENYEBAB HIV ?
Penyebab HIV adalah infeksi oleh virus HIV, yang menyerang system kekebalan tubuh sehingga sel-sel pertahanan tubuh makin lama makin banyak yang rusak. Penderita infeksi HIV menjadi sangat rentan terhadap semua bentuk infeksi. Pada tahap akhir, penderita tidak bisa tahan terhadap kuman-kuman yang secara normal bisa dilawannya dengan mudah.

Infeksi HIV ditularkan melalui hubungan badan baik vagina, anus, dan kontak dengan darah penderita HIV, seperti lewat jarum suntik, bayi yang dilahirkan oleh ibu yang terinfeksi HIV, menerima transfusi darah yang terinfeksi, serta transplantasi organ tubuh.
Faktor lain penyebab HIV antara lain :
1. Penggunaan jarum suntik yang kurang steril
Penyebab hiv yang pertama adalah penggunaan jarum suntik. Penggunaan jarum suntik yang tidak steril bisa meningkatkan risiko seseorang terkena AIDS. Biasanya hal ini terjadi pada kalangan orang yang hobi mengonsumsi Narkoba yang terkadang sering bertukar jarum suntik.
2. Seks bebas dan seks yang kurang sehat dan kurang aman
Penyebab hiv lainnya adalah seks bebas. Ketika Anda berhubungan intim, upayakan untuk maenaggunakan pengaman. Sebab, virus HIV AIDS akan lebih mudah menular ketika aktivitas intim Anda tidak sehat dan tanpa pengaman.
Hubungan intim yang kurang aman dan tanpa dilengkapi pelindung (Kondom) lebih riskan dibandingkan memakai Kondom alias pelindung.
3. Penyakit keturunan
Jika orang tua atau kaker nenek Anda memiliki riwayat penyakit AIDS maka kemungkinan besar penyakit ini akan diwariskan pada Anda, dengan kata lain Anda akan menderita penyakit yang sama (kemungkinan besar). Ini juga merupakan penyebab hiv.
Itulah sekilas informasi mengenai penyebab hiv. Terima kasih telah membaca artikel mengenai penyebab hiv. Semoga informasi mengenai penyebab hiv diatas dapat bermanfaat untuk anda.

 

PENYEBAB HIV

Posted in Uncategorized | Leave a comment

GEJALA HIV, SEPERTI APA GEJALANYA ?

GEJALA HIV, SEPERTI APA GEJALANYA ?

GEJALA HIV – HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah virus yang menyerang sel darah putih di dalam tubuh (limfosit) yang mengakibatkan turunnya kekebalan tubuh manusia. Orang yang dalam darahnya terdapat virus HIV dapat tampak sehat dan belum membutuhkan pengobatan. Namun orang tersebut dapat menularkan virusnya kepada orang lain bila melakukan hubungan seks berisiko dan berbagi alat suntik dengan orang lain.

gejala hiv
APA SAJA GEJALA HIV ?
Pada tahap awal infeksi HIV, gejala yang paling umum pun tidak ada. Karena gejala awalnya tidak ada, orang-orang yang berisiko tersebut kadang tidak tahu tubuhnya sudah dimasuki virus HIV. Walaupun penyakit ini mampu menyebabkan gangguan kesehatan yang serius, namun sayangnya gejala awal dari penyakit ini kurang diketahui. Sehingga penyakit ini baru diketahui ketika sudah masuk stadium yang parah.
Berikut adalah gejala HIV yang harus Anda ketahui :
1. Demam
Salah satu gejala paling umum dari gejala hiv adalah demam ringan, hingga 102 derajat Fahrenheit. Demam itu biasanya disertai kelelahan, pembengkakan kelenjar getah bening, dan sakit tenggorokan. Pada titik ini, virus bergerak masuk ke aliran darah dan mulai mereplikasi dalam jumlah besar.
2. Kelelahan
Gejala hiv lainnya adalah Anda mulai merasa lelah akut dan lesu. Ini karena kekebalan tubuh Anda sudah mulai dikacaukan oleh HIV. Seorang penderita HIV bahkan bisa kehabisan nafas hanya karena berjalan.
3. Nyeri otot dan sendi
Gejala hiv kadang disalahartikan sebagai gejala flu, sifilis, atau hepatitis. Tak heran, karena gejalanya memang mirip, yakni nyeri pada persendia, otot, dan kelenjar getah bening yang kebanyakan berada di pangkal paha, ketik, dan leher.
4. Sakit tenggorokan dan sakit kepala
Sakit pada tenggorokan dan kepala disebut Horberg bisa jadi bagian dari gejala anda terserang HIV. Namun untuk membuktikan gejala ini sebagai tanda Anda terkena HIV, biasanya perlu dites laboratorium terlebih dulu.
5. Ruam pada kulit
Gejala hiv ini bisa datang pada awal seseorang terinfeksi HIV. Namun pada beberapa kasus, tanda ini malah muncul belakangan. Ruam pada kulit muncul jika penderita yang tidak memiliki riwayat alergi. Bentuknya bisa berupa bisul, dan tanda gatal warna merah muda pada beberapa bagian tubuh.
6. Mual, muntah, dan diare
Sebanyak 30-60 persen penderita HIV mengalami gejala ini. Pengidap HIV biasanya mengalami diare terus-menerus, namun tidak demikian pada penderita yang kekebalan tubuhnya kuat sejak semula.
7. Berat badan menurun
Jika Anda mulai kehilangan berat badan, itu adalah tanda sistem kekebalan tubuh Anda sudah terserang. Menurut pakar kesehatan, dr.Malvestutto, gejala HIV yang paling umum adalah berat badan yang menurun signifikan meski sudah banyak makan.
8. Batuk kering
Jika batuk kering berlangsung selama satu tahun lebih dan makin parah, sedangkan obat batuk tidak bisa menyembuhkannya, patut diwaspadai Anda sudah terserang HIV.
9. Perubahan pada kuku
Tanda anda terserang HIV adalah adanya perubahan pada kuku anda. Kuku biasanya mengalami penebalan dan melengkung. Bahkan pada beberapa penderita, kuku mereka berubah warna menjadi kehitaman, dengan garis coklat vertikal maupun horizontal di permukaannya.
10. Susah konsentrasi
Masalah kognitif bisa jadi tanda Anda telah terjangkit HIV. Gejala ini biasanya muncul belakangan. Selain susah konsentrasi, penderita HIV biasanya jadi mudah marah dan tersinggung, ceroboh, susah berkoordinasi, dan mengalami kesulitan melakukan aktivitas yang berhubungan dengan syaraf motorik seperti menulis.
11. Menstruasi tidak teratur
Gejala hiv lainnya pada perempuan penderita HIV, siklus menstruasi biasanya menjadi tidak teratur. Hal ini adalah ekses dari penurunan berat badan.

Sekian artikel mengenai gejala hiv. Semoga artikel mengenai gejala hiv diatas dapat bermanfaat untuk anda.

GEJALA HIV, SEPERTI APA GEJALANYA ?

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

PENYAKIT HIV, APAKAH ITU ?

PENYAKIT HIV, APAKAH ITU ?

PENYAKIT HIV – HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah virus yang menyerang sel darah putih di dalam tubuh (limfosit) yang mengakibatkan turunnya kekebalan tubuh manusia. Orang yang dalam darahnya terdapat virus HIV dapat tampak sehat dan belum membutuhkan pengobatan. Namun orang tersebut dapat menularkan virusnya kepada orang lain bila melakukan hubungan seks berisiko dan berbagi alat suntik dengan orang lain. Virus HIV bekerja dengan cara menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Virus ini juga menyebabkan penderitanya rentan terhadap serangan kanker karena menurunnya kekebalan tubuh.

penyakit hiv
Penyakit HIV adalah suatu virus yang biasanya ditularkan dari satu orang kepada orang lain melalui kontak seksual. Orang yang telah terinfeksi virus HIV akan terkena penyakit yang disebabkan oleh virus HIV tersebut, yaitu AIDS. Virus HIV yang telah masuk ke dalam tubuh seseorang tidak akan menimbulkan gejala-gejala yang terlihat secara fisik sehingga penderitanya terlihat normal seperti tidak sedang terkena penyakit. Namun, perlu diwaspadai, walaupun drai luar penderita HIV tampak normal-normal saja, tetapi dia dapat menularkan virus tersebut kepada orang lain dalam berbagai cara yang mungkin juga tidak disadari oleh penderita itu.
Cara penularan virus ini bisa bermacam-macam misalnya melalui hubungan seksual, penggunaan jarum suntik berganti-ganti orang, transfusi darah, bahkan pada ibu hamil yang menularkan kepada bayi yang sedang dikandungnya. Jika virus HIV telah masuk ke tubuh seseorang baru beberapa tahun kemudian virus ini akan mulai menyerang sistem kekebalan tubuh pada sel darah putih. Kekebalan tubuh seseorang yang terinfeksi HIV biasanya akan terus menurun dan kemudian hilang dalam kurun waktu sekitar 5 sampai 10 tahun. Pada saat itulah ciri-ciri seseorang yang terkena penyakit HIV baru muncul, seperti badan yang terus-menerus turun, mengalami diare berkepanjangan, munculnya panas tinggi yang tidak dapat sembuh, lalu diikuti dengan bercak-bercak kemerahan, dan batuk berkepanjangan. Setelah mengalami gejala-gejala tersebut, seseorang telah dinyatakan terkena penyakit AIDS. Setelah kekebalan tubuh seseorang hilang maka penyakit akan mudah menghinggapi orang tersebut. Penyakit akan terus menerus hingga, sampai suatu saat mucnul penyakit yang benar-benar berbahaya yang kemudian akan mengakibatkan kematian.

Ciri ciri penyakit HIV Aids dikatakan tidak bisa terlihat secara jelas pada saat penularan awal namun ada beberapa tanda umum yang akan kami ulas disini. Bagi para penderita HIV Aids vonis kematian sepertinya sudah tidak bisa terelakkan karena penyakit ini memang belum di temui penawar nya. Seperti penularan penyakit yang diakibatkan oleh virus, penyakit HIV Aids ini menginfeksi secara diam-diam dan terus-menerus merusak jaringan pada tubuh yang kemudian ketika diketahui, sudah terlambat untuk melawannya.
GEJALA-GEJALA PENYAKIT HIV

Sebelum seseorang bisa dikatakan terkena penyakit HIV/AIDS. Ia akan mengalami gejala-gejala sebagai berikut :

1. Penderita akan mengalami demam tinggi yang berkepanjangan
Penderita akan mengalami napas pendek, batuk, nyeri dada dan demam, Ia akan kehilangan nafsu makan, mual, dan muntah
2. Diare kronis yang tidak dapat dijelaskan pada infeksi penyakit HIV dapat terjadi karena berbagai penyebab; antara lain infeksi bakteri dan parasit yang umum (seperti Salmonella, Shigella, Listeria,Kampilobakter, dan Escherichia coli), serta infeksi oportunistik yang tidak umum dan virus (seperti kriptosporidiosis, mikrosporidiosis, Mycobacterium avium complex, dan virus sitomegalo (CMV) yang merupakan penyebab kolitis).
3. Batuk berekepanjangan
Esofagitis adalah peradangan pada kerongkongan (esofagus), yaitu jalur makanan dari mulut ke lambung. Pada individu yang terinfeksi penyakit HIV, penyakit ini terjadi karena infeksi jamur (jamurkandidiasis) atau virus (herpes simpleks-1 atau virus sitomegalo). Ia pun dapat disebabkan oleh mikobakteria, meskipun kasusnya langka
4. Pembengkakan kelenjar getah bening diseluruh tubuh (dibawah telinga, leher, ketiak, dan lipatan paha)
5. Sakit kepala
6. Sulit berkonsentrasi
7. Respon anggota gerak melambat
8. Sering nyeri dan kesemutan pada telapak tangan dan kaki
9. 1Mengalami tensi darah rendah
10. Terjadi serangan virus cacar air dan cacar api
11. Infeksi jaringan kulit rambut
12. Kulit kering dengan bercak-bercak.

Sekian artikel mengenai penyakit hiv. Semoga artikel mengenai penyakit hiv diatas dapat bermanfaat untuk anda.

PENYAKIT HIV, APAKAH ITU ?

 

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Penyakit HIV Positif

Penyakit HIV Positif

Penyakit HIV, Ketika pertama kali mendengar istilah HIV AIDS tentunya yang berada dalam pikiran kita adalah gambaran sebuah penyakit yang berbahaya dan sampai saat ini belum ditemukan pengobatan yang tepat dan berhasil menyembuhkan akan penyakit ini. Penyakit HIV adalah salah satu jenis penyakit yang cara penularannya adalah memalui hubungan seksual. Dalam bahasa medisnya adalah masuk dalam golongan Penyakit Menular Seksual (PMS).

Penyakit HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh virus. Segala penyakit yang disebabkan virus ataupun infeksi seringkali berkaitan dengan daya tahan tubuh seseorang. Pada jenis penyakit virus biasa, dengan daya tahan yang lemah virus akan lebih mudah menyerang. Tetapi bila daya tahan tubuh kita bagus, maka akan mengalami kesulitan dalam melakukan penyerangan terhadap tubuh. Penyakit HIV

Penyakit HIV Tidak demikian dengan HIV AIDS ini. Justru HIV ini akan menyerang sistem kekebalan tubuh seseorang. Sehingga bila telah berjangkit pada seseorang maka daya tahan tubuh seseorang dari hari ke hari akan semakin menurun. Sehingga efek dari virus penyebab penyakit HIV ini seseorang akan mudah terkena infeksi. Bila tidak terdeteksi dari awal, justru penyakit HIV ini akan dikenali dan bisa dideteksi bila seseorang mudah terkena infeksi tambahan.

Penyakit HIV, Jika HIV ini tidak mendapatkan penanganan dan pengobatan HIV yang tepat dalam kurun waktu kurang lebih selama 5-10 tahun akan bisa berkembang menjadi penyakit AIDS. AIDS ini adalah kependekan kata dari Acquired Immune Deficiency Syndrome. Pengobatan AIDS yang digunakan selama ini adalah menggunakan obat-obatan antiretroviral. Obat antiretroviral digunakan dalam pengobatan infeksi HIV. Obat-obatan ini bekerja melawan infeksi itu sendiri dengan cara memperlambat reproduksi HIV dalam tubuh.

Berikut beberapa tanda gejala penyakit HIV AIDS yang perlu kita waspadai :

  • Penurunan Berat Badan Dengan Cepat. Penurunan berat badan ini biasanya tanpa ada sebab yang jelas. Hal ini karena biasanya pada penderita penyakit ini akan mulai kehilangan selera makannya. Walaupun makan dengan banyak kalori, karbohidrat, bergizi tetapi berat badan akan tetap menurun.
  • Diare Yang Tak Kunjung Sembuh. Bila kita menjumpai seseorang yang mengalami diare berkepanjangan dan telah mendapatkan berbagai macam pemberian obat atau pun antibiotik belum juga sembuh, maka hal ini patut kita curigai dan waspadai bahwasannya seseorang tersebut tengah menderita salah satu gejala HIV. Apalagi bila faktor resiko banyak terdapat pada seseorang tersebut.
  • Demam dan flu yang tidak kunjung sembuh. Seseorang tersebut akan mengalami demam yang berkelanjutan dan hilang timbul dan biasanya demam mencapai lebih dari 39 derajat celcius dan tak sembuh setelah kita berikan beberapa jenis obat antipiretika (penurun panas).
  • Cepat Merasa Lelah. Karena jenis virus menyerang sistem kekebalan tubuh maka penderita HIV AIDS ini akan cepat merasakan lelah walaupun dalam aktifitas yang tak terlalu banyak.
penyakit hiv positif

penyakit hiv positif

Hanya saja tanda ciri di atas bila terdapat pada diri seseorang kita juga tak boleh langsung memvonis bahwa seseorang tersebut mengidap penyakit AIDS, harus ada beberapa pemeriksaan lebih lanjut untuk bisa membuktikan kebenaran akan diagnosa penyakit yang satu ini. Penyakit HIV

Ada beberapa cara penularan penyakit ini. Cara penularan AIDS HIV bisa melalui perantara sebagai berikut:

  • Seks bebas dengan penderita yang positif mengidap penyakit HIV. Maka bagi para pelaku seks bebas biasanya akan menggunakan salah satu alat kontrasepsi yaitu kondom. Maka ketika menteri kesehatan baru Indonesia yang dilantik menggantikan Endang Rahayu Sedyaningsih pada tanggal 14 Juni 2012 lalu ketika mengkampanyekan pemakaian kondom ini menuai kontroversial. Karena banyak juga masyarakat yang menilai bahwa kampanye pemakai kondom kontroversial tersebut akan bisa membuat persepsi bahwa hal tersebut menghalalkan akan adanya seks bebas pula.
  • Mendapatkan transfusi darah yang tercemar akan virus penyakit HIV.
  • Penggunaan jarum suntik yang bergantian, penggunaan jarum tindik atau pun pembuatan tatto yang telah tercemar virus HIV. Dalam hal penggunaan jarum suntik, maka para pemakai narkoba yang menggunakan jarum suntik sebagai medianya adalah termasuk dalam golongan orang yang mempunyai resiko tinggi tertular penyakit AIDS ini.
  • Penularan dari ibu hamil yang positif HIV AIDS kepada janin yang dikandungnya. Sehingga bila bayi tersebut lahir maka sang bayi akan bisa mengidap pula penyakit yang serupa.

 

Penyakit HIV Positif

 

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

Ciri-ciri Virus HIV

Ciri-ciri Virus HIV

Ciri-ciri Virus HIV. disini saya akan membahas apa itu HIV, Apa saja ciri-ciri virus HIV, Mari kita mengenal apa saja ciri ciri virus HIV. Human Immunodeficiency Virus atau Virus HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Serangan virus HIV ini yang akan menyebabkan berbagai gejala penyakit akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh atau yang biasa disebut AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Mengingat berbahaya nya virus ini maka disini saya akan membahas apa saja ciri-ciri virus HIV. HIV memiliki ciri-ciri yaitu mempunyai karakteristik yang berbeda dengan virus-virus menular lainnya. Untuk itu mengenal ciri-ciri virus HIV secara dini merupakan langkah yang sangat tepat untuk menurunkan dan mengurangi jumlah penderita HIV/Aids di Indonesia yang penderitanya mencapai angka 200.000.

ciri-ciri virus hiv

ciri-ciri virus hiv

Mengenal Ciri-ciri virus HIV pertama adalah bentuk molekulnya yang berukuran 1/20 kali dari ukuran bakteri E.Coli, dan jika dibandingkan dengan sel darah putih yang ada pada manusia ukuran virus HIV 1/70 kali dari ukuran sel darah putih. Virus ini dikelilingi oleh membran yang terbuat dari bahan lemak dan ditumbuhi paku-paku kecil di sekelilingnya yang terbuat dari protein. Materi genetik yang di bawa oleh virus HIV ini ada di dalam membran sel . Di samping itu virus HIV ini juga memiliki beberapa macam protein yang di butuhkan untuk mereplika atau membelah dirinya sendiri.

Ciri-Ciri selanjutnya : Penularan Virus HIV

Mengenal Bagaimana penularan virus HIV. Penularan Virus HIV yaitu cara penularannya yang menggunakan media cairan tubuh penderita HIV ke tubuh orang yang sehat. Cairan tubuh yang bisa menjadi media penularan virus HIV adalah cairan vagina, air mani, Air Susu Ibu dan darah. Perlu anda ketahui bahwa Virus HIV tidak dapat menular melalui media keringat, air mata, air liur dan gigitan serangga. Yang menjadi ciri-ciri utama dari virus HIV yang harus anda wapadai adalah kasus penularan virus HIV tertinggi melalui jarum suntik yang terkontimasi visrus HIV dan adanya hubungan seks bebas.

Ciri-ciri virus HIV ke-3 : Virus HIV Menyerang sel darah putih

Ciri ciri virus HIV selanjutnya adalah virus HIV selalu menyerang sel darah putih dengan cara menginfeksi sel CD4. Sel CD4 yang berada di permukaan sel darah putih berfungsi untuk membentuk sistem kekebalan tubuh manusia. Sel CD4 inilah yang pertama kali diserang oleh virus HIV, sehingga lambat laun seseorang yang terkontaminasi virus ini akan menghilang sistem kekebalan tubuhnya.

Ciri-ciri virus HIV ke-4: Gejala mayor dan gejala minor

Ciri-ciri virus HIV yang sudah menyerang tubuh manusia bisa ditunjukkan oleh dua macam gejala yaitu gejala mayor (umum) dan gejala minor (tidak umum). Ciri-ciri gejala mayor biasanya ditunjukkan dengan berat badan yang menurun hingga 10 % dalam satu bulan terakhir, terserang diare kronis sampai dengan 1 bulan, sakit demam lebih dari satu bulan, dan kesadaran sering menurun. Sedangkan gejala minor biasanya ditunjukkan dengan batuk menetap lebih dari 1 bulan, Dermatitis generalisata, herpes yang berulang, dan infeksi jamur pada alat kelamin wanita.

Banyak sekali studi yang meneliti tentang ciri-ciri virus yang mematikan ini, bila anda ingin mengetahui ciri-ciri virus HIV ini lebih lengkap anda bisa berkonsultasi dengan dokter ahli, membaca majalah kesehatan, dan membaca jurnal-jurnal ilmiah tentang ciri-ciri virus HIV di internet.

Demikian yang dapat saya sampaikan mengenai ciri-ciri virus HIV  semoga bermanfaat bagi kita semua.

Ciri-ciri infeksi tahap awal

Sebagian besar orang yang terkena infeksi HIV tidak menyadari adanya gejala infeksi HIV tahap awal. Karena, tidak ada gejala mencolok yang tampak segera setelah terjadi infeksi awal, bahkan mungkin sampai bertahun-tahun kemudian.  Meskipun infeksi HIV tidak disertai gejala awal, seseorang yang terinfeksi HIV akan membawa virus HIV dalam darahnya. Orang yang terinfeksi tersebut akan sangat mudah menularkan virus HIV kepada orang lain, terlepas dari apakah penderita tersebut kemudian terkena AIDS atau tidak . Untuk menentukan apakah virus HIV ada di dalam tubuh seseorang adalah dengan tes HIV.

Ciri-ciri infeksi tahap menengah

Ciri-ciri infeksi HIV pada tahap menengah sudah lebih jelas, misalnya flu yang berulang-ulang  : lesu, demam, berkeringat, otot sakit, pembesaran kelenjar limfe, batuk.

Ciri-ciri infeksi HIV lainnya yaitu infeksi mulut dan kulit yang berulang-ulang, seperti sariawan, atau Ciri-ciri dari infeksi umum lain yang selalu kambuh karena penurunan kekebalan tubuh.

Ciri-ciri infeksi tahap akhir

Ciri-ciri infeksi HIV tahap akhir disebut juga gejala AIDS, yaitu berat badan menurun dengan cepat, diare kronis, batuk, sesak nafas (infeksi paru-paru, tuberculosis yang telah meluas), bintik-bintik atau bisul berwarna merah muda atau ungu (kanker kulit yang disebut sarcoma kaposi), pusing-pusing, bingung, infeksi otak.

 

Ciri-ciri Virus HIV

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

Penyakit HIV Pada Anak

Penyakit HIV Pada Anak

Sebagian besar anak di bawah usia sepuluh tahun yang terinfeksi penyakit HIV tertular dari ibunya, walau sebagian kecil tertular akibat transfusi darah yang tercemar penyakit HIV. Penularan dapat terjadi dalam kandungan, waktu melahirkan atau melalui menyusui (lihat Lembaran Informasi (LI) 611). Belum pernah dilaporkan kasus anak yang terinfeksi akibat kegiatan sehari-hari di rumah, walaupun ibu atau anggota keluarga lain terinfeksi penyakit HIV. Sebaliknya, penyakit HIV tidak dapat menular melalui hubungan langsung dengan anak, misalnya memeluk, mencium, memandikan, mengganti popok, atau waktu bermain.

Saat ini, sebagian besar anak yang terinfeksi HIV di negara berkembang didiagnosis berdasarkan gejala penyakit terkait HIV, diikuti oleh tes HIV dengan hasilnya reaktif. Hasil tes penyakit HIV yang reaktif pada anak hampir pasti berarti bahwa ibunya dan mungkin pasangan ibu juga terinfeksi HIV. Jadi keluarga membutuhkan banyak dukungan setelah diagnosis HIV pada anaknya. Lagi pula, sebelum anak dites HIV, sedikitnya ibunya harus diberi konseling prates dan memberi persetujuan agar anak dites.

penyakit hiv pada anak

penyakit hiv pada anak

Seperti dengan orang dewasa, ada beberapa tanda dan gejala yang seharusnya menimbulkan kecurigaan bahwa anak terinfeksi penyakit HIV. Ini termasuk: berat badan menurun, atau gagal tumbuh; diare lebih dari 14 hari; demam lebih dari satu bulan; infeksi saluran pernapasan bagian bawah yang berat atau menetap; batuk kronis; kandidiasis mulut (LI 516) dan infeksi oportunistik (IO) sama yang dialami oleh orang dewasa.

Tes HIV (lihat LI 102) pada bayi umumnya menunjukkan hasil reaktif selama beberapa bulan setelah lahir jika ibunya terinfeksi penyakit HIV, walaupun anak mungkin tidak terinfeksi (lihat LI 614 untuk informasi lebih lanjut tentang tes HIV untuk bayi). Jadi, jika hasil tes anak adalah reaktif, ini bukti bahwa ibunya HIV, dan karena itu, penting ibu diberi konseling sebelum anaknya dites. Namun bayi dengan hasil tes HIV yang reaktif hanya dapat dianggap terinfeksi bila hasil tetap reaktif setelah dia berusia 18 bulan.

Penelitian terhadap Anak

Sebetulnya, hanya ada sedikit penelitian mengenai penyakit HIV pada anak. Jadi sebagian besar usulan dan pedoman tentang penatalaksanaan HIV pada anak berdasarkan penelitian pada orang dewasa.

Sebuah penelitian baru menemukan bahwa anak dilahirkan oleh ibu terinfeksi HIV mempunyai angka gangguan psikiatri dan beberapa masalah kesehatan lain yang lebih tinggi, walau anak sendiri ternyata tidak terinfeksi penyakit HIV.

Perkembangan Penyakit HIV pada Anak

Anak yang terinfeksi selama kehamilan atau waktu dilahirkan lebih mungkin akan mengembangkan tanda dan gejala penyakit sebelum berusia 12 bulan; anak ini dianggap sebagai ‘pelanjut cepat’. Anak tersebut akan melaju ke masa AIDS secara sangat cepat, dan kemungkinan akan meninggal sebelum berusia satu tahun bila tidak segera diobati. Gejala dapat mencakup tidak mengalami pertumbuhan, kandidiasis mulut, pneumonia berat, sepsis berat atau beberapa IO berat yang lain.

Sebagian anak yang terinfeksi penyakit HIV melalui menyusui lebih mungkin akan berlanjut lebih lambat. Anak tersebut cenderung mengembangkan bukti kerusakan berat pada sistem kekebalan tubuh pada usia 7-8 tahun. Kehilangan sel CD4 akan berlanjut berangsur-angsur. Gejala dapat mencakup limfadenopati (lihat LI 526) dan penyakit masa kanak-kanak yang kambuhan, dengan fungsi kekebalan tubuh tidak rusak berat. Kelompok ini, yang disebut ‘pelanjut lamban’, mempunyai harapan hidup yang lebih baik.

Imunisasi untuk Anak dengan HIV

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa manfaat dari imunisasi pada anak dengan HIV lebih besar dibandingkan kerugian akibat efek samping dari vaksin, walaupun ada gejala penyakit HIV. Namun masih ada keraguan mengenai penggunaan vaksin BCG untuk TB. Sebaiknya vaksinasi BCG diberi pada semua bayi segera setelah lahir untuk melindunginya terhadap meningitis TB. Masalahnya anak yang ternyata terinfeksi HIV lebih mungkin mengembangkan penyakit BCG akibat imunisasi, tetapi tidak mungkin diketahui apakah bayi terinfeksi HIV pada saat diimunisasi.

Garis Dasar

Bayi dan balita yang dilahirkan oleh ibu terinfeksi penyakit HIV dapat tertular HIV selama kehamilan, waktu dilahirkan dan melalui menyusui. Jika tertular selama kehamilan, kemungkinan anak akan melanjut cepat ke AIDS, dan akan meninggal dalam satu tahun pertama kehidupannya, bila tidak segera diberi ART. Namun pada banyak anak dengan HIV, perkembangan penyakit akan lebih lamban, dan ada harapan mereka dapat bertahan hidup tanpa ART selama 7-8 tahun atau lebih.

Diagnosis infeksi HIV atau hasil tes HIV yang reaktif pada anak hampir pasti menunjukkan bahwa ibunya dan sering kali ayahnya juga terinfeksi. Jadi masalah asas konfidentialitas dan dukungan untuk keluarga tetap sangat penting.

Penyakit HIV pada anak dapat diobati seperti dengan orang dewasa.

Bayi yang dilahirkan oleh ibu terinfeksi HIV sebaiknya diimunisasi sama seperti anak lain, walau ada risiko mengembangkan penyakit BCG pada anak yang ternyata terinfeksi HIV.

Anak yang terinfeksi HIV sebaiknya diawasi oleh dokter spesialis anak yang berpengalaman menatalaksana HIV.

 

Penyakit HIV Pada Anak

 

 

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

Penyakit Cystitis Apakah Menular?

Penyakit Cystitis Apakah Menular?

Penyakit cystitis adalah peradangan pada kandung kemih yang biasanya disebabkan oleh infeksi pada kandung kemih. Sebagian besar waktu, peradangan ini disebabkan oleh infeksi bakteri sehingga lebih dikenal dengan infeksi saluran kemih. Infeksi kandung kemih sangat menyakitkan dan dapat menjadi masalah kesehatan serius jika infeksi menyebar ke ginjal.pengertian penyakit cystitis adalah infeksi kandung kemih

Penyakit Cystitis Apakah Menular?

Penyakit Cystitis Apakah Menular?

Penyebab penyakit cystitis dapat terjadi sebagai reaksi terhadap obat-obatan tertentu, terapi radiasi atau iritasi terhadap produk pembersih kewanitaan, spermisida atau penggunaan kateter jangka panjang. Cystitis juga dapat terjadi sebagai komplikasi dari penyakit lain.

Gejala Penyakit Cystitis

Gejala penyakit cystitis adalah rasa ingin terus buang air kecil, rasa sakit atau nyeri saat kencing dan juga rasa nyeri pada kandung kemih. Ciri-ciri cystitis juga dapat disebabkan oleh kondisi lain sehingga jika anak anda menderita gejala diatas segeralah periksakan ke dokter urologi terdekat.

Tanda-tanda penyakit sistitis yaitu :

  • Dorongan untuk buang air kecil secara terus-menerus
  • Rasa sakit seperti terbakar ketika buang air kecil
  • Sering kencing tapi hanya sedikit yang keluar
  • Adanya darah dalam urin (hematuria)
  • Air seni berwarna keruh atau berbau tajam
  • Ketidaknyamanan pada daerah panggul
  • Adanya rasa seperti tekanan pada perut bagian bawah
  • Demam ringan

Gejala penyakit cystitis pada anak-anak bila anak menderita ngompol pada siang hari mungkin merupakan dapat menjadi tanda dari infeksi saluran kemih. Namun mengompol pada malam hari mungkin bukanlah infeksi saluran kemih. Segera hubungi dokter jika Anda memiliki tanda-tanda dan gejala umum untuk infeksi ginjal seperti nyeri punggung atau pada perut bagian samping, demam dan menggigil, mual dan muntah.

Gejala Cystitis Pada Wanita

gejala penyakit cystitis pada wanita Sistitis lebih sering terjadi pada wanita karena perempuan memiliki saluran uretra yang pendek. Uretra adalah saluran yang membawa air kencing atau urine dari kandung kemih keluar dari tubuh. Lubang uretra ini juga terletak sangat dekat dengan anus sehingga sangat mudah bagi bakteri yang berada di anus untuk mencapai kandung kemih dan menyebabkan infeksi. Wanita yang menderita penyakit sistitis harus segera memeriksakan diri ke dokter urologi jika mengalami gejala-gejala sistitis untuk pertama kalinya. Perempuan yang terkena sistitis lebih dari tiga kali dalam satu tahun harus melakukan kontrol ulang dengan dokter secara teratur.

Hampir semua wanita akan terkena sistitis setidaknya sekali dalam seumur hidup. Sekitar satu dari lima wanita yang pernah menderita infeksi kandung kemih dapat terkena infeksi penyakit cystitis kambuhan. Penyakit cystitis pada wanita dapat terjadi pada semua umur tetapi lebih sering terjadi pada ibu hamil, wanita yang aktif secara seksual, dan wanita yang telah mengalami menopause.

Cystitis pada pria

Sistitis jarang terjadi pada pria. Namun laki-laki yang terkena sistitis kondisinya dapat lebih serius karena dapat disebabkan oleh infeksi prostat seperti prostatitis, obstruksi pada saluran kemih seperti tumor atau pembesaran prostat. Penyakit cystitis pada pria biasanya terasa sangat menyakitkan tapi tidak akan mengakibatkan masalah yang serius jika diobati dengan cepat. Pria yang melakukan anal seks tanpa kondom akan lebih berisiko terkena cystitis.

Cara Mengobati Cystitis

Pengobatan cystitis karena bakteri adalah antibiotik. Cara menyembuhkan sistitis jenis lain tergantung pada penyebabnya. Sistitis ringan biasanya akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. Cara mengobati penyakit cystitis yaitu dengan minum banyak air dan meminum obat penghilang rasa sakit seperti parasetamol atau ibuprofen. Sebaiknya anda jangan melakukan hubungan seksual sampai sistitis sembuh karena seks dapat membuat cystitis menjadi lebih parah. Sistitis yang lebih parah mungkin memerlukan pengobatan dengan antibiotik dan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter urologi. Infeksi kandung kemih yang tidak segera diobati dapat menyebabkan infeksi pada ginjal.

Pencegahan Penyakit Cystitis

Jus cranberi atau tablet yang mengandung proanthocyanidin adalah pengobatan rumah untuk mengurangi risiko terkena infeksi kandung kemih. tapi jangan mengkonsumsinya jika anda mengambil pengobatan untuk mengencerkan darah warfarin (Coumadin). Penggunaan kedua zat tersebut secara bersamaan akan menimbulkan pendarahan.

Ambil langkah perlindungan diri sebagai berikut:

a)      Minum cukup air

b)      Buang air kecil secara teratur dan jangan ditahan terlalu lama

c)       Saat menggunakan handuk, seka bagian depan tubuh terlebih dahulu lalu ke bagian belakang untuk mencegah bakteri di daerah tubuh menyebar ke vagina dan uretra

d)      Gunakan shower saat mandi daripada menggunakan bath tub

e)      Bersihkan kulit di sekitar dubur dan vagina secara lembut

f)       Buang air kecil sesegera mungkin setelah berhubungan

g)      Hindari produk kewanitaan yang dapat mengiritasi uretra dan kandung kemih

 

Penyakit Cystitis Apakah Menular?

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

HIV Bisa Disembuhkan

HIV Bisa Disembuhkan

HIV Bisa Disembuhkan- Penyakit AIDS yaitu suatu penyakit yang timbul sebagai dampak berkembangbiaknya virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) didalam tubuh manusia. Virus HIV menyerang sel darah putih (sel CD4) sehingga mengakibatkan rusaknya sistem kekebalan tubuh atau sistem imun. HIV Bisa Disembuhkan- Hilangnya atau berkurangnya daya tahan tubuh atau sistem imun tubuh membuat si penderita mudah sekali terjangkit berbagai macam penyakit termasuk penyakit ringan sekalipun atau dikenal dengan infeksi oportunistik. virus ini juga merusak otak dan sistem saraf pusat.

HIV bisa disembuhkan

HIV bisa disembuhkan

HIV Bisa Disembuhkan- Seseorang yang terinfeksi HIV tidak langsung menampakkan gejalanya, sehingga orang yang terinfeksi bisa hidup normal dalam jangka waktu lima sampai sepuluh tahun untuk sampai pada stadium munculnya gejala klinis. HIV Bisa Disembuhkan- Hal ini merupakan salah satu penyebab penderita baru mengetahui dirinya terinfeksi HIV setelah berkembang menjadi AIDS karena penderita baru memeriksakan diri bila sudah timbul gejala-gejala klinis.

HIV Bisa Disembuhkan Satu cara untuk mendapat kepastian adalah dengan menjalani Uji Antibodi HIV terutamanya jika seseorang merasa telah melakukan aktivitas yang berisiko terkena virus HIV.

HIV Bisa Disembuhkan- Kematian yang disebabkan infeksi HIV kebanyakan bukan karena infeksi virus, melainkan karena turunnya kekebalan tubuh atau sistem imun si penderita tersebut.

HIV Bisa Disembuhkan- Orang yang terinfeksi HIV belum tentu menjadi penderita AIDS, tergantung tingkat imunitas atau kekebalan tubuh orang tersebut yang dapat dilihat melalui komponen CD4. Jika terjadi penurunan CD4 sampai kurang dari 200, orang akan makin lemah daya tahan tubuhnya dan jatuh pada kondisi AIDS.

HIV berada terutama dalam cairan tubuh manusia. HIV Bisa Disembuhkan- Cairan yang berpotensial mengandung virus HIV adalah darah, cairan sperma, cairan vagina dan air susu ibu. Sedangkan cairan yang tidak berpotensi untuk menularkan virus HIV adalah cairan keringat, air liur, air mata dan lain-lain. HIV Bisa Disembuhkan- Kematian yang disebabkan infeksi HIV kebanyakan bukan karena infeksi virus, melainkan karena turunnya kekebalan tubuh si penderita tersebut.

Bagaimana Gejala HIV/AIDS?

  1. Gangguan saluran pernafasan seperti nafas pendek, henti nafas sejenak, batuk, nyeri dada dan demam). HIV Bisa Disembuhkan
  2. Gangguan  saluran Pencernaan seperti hilangnya nafsu makan, mual dan muntah, kerap mengalami penyakit jamur pada rongga mulut dan kerongkongan, serta mengalami diarhea yang kronik.
  3. Penurunan drastis berat badan. Penderita mengalami hal yang disebut juga wasting syndrome, yaitu kehilangan berat badan tubuh hingga 10% dibawah normal karena gangguan pada sistem protein dan energy didalam tubuh seperti yang dikenal sebagai Malnutrisi termasuk juga karena gangguan absorbsi/penyerapan makanan pada sistem pencernaan yang mengakibatkan diarhea kronik, kondisi letih dan lemah kurang bertenaga. HIV Bisa Disembuhkan
  4. Gangguan Sistem Saraf seperti kurang ingatan, sakit kepala, susah berkonsentrasi, sering tampak kebingungan dan respon anggota gerak melambat karena gangguan saraf central. Pada system persyarafan ujung (Peripheral) akan menimbulkan nyeri dan kesemutan pada telapak tangan dan kaki, reflek tendon yang kurang, selalu mengalami tensi darah rendah dan Impoten.
  5. Gangguan pada System Integument (Jaringan kulit). Penderita mengalami serangan virus cacar air (herpes simplex) atau cacar api (herpes zoster) dan berbagai macam penyakit kulit yang menimbulkan rasa nyeri pada jaringan kulit. Lainnya adalah mengalami infeksi jaringan rambut pada kulit (Folliculities), kulit kering berbercak (kulit lapisan luar retak-retak) serta Eczema atau psoriasis. HIV Bisa Disembuhkan
  6. Gangguan pada Saluran kemih dan Reproduksi pada wanita. Penderita seringkali mengalami penyakit jamur pada vagina, hal ini sebagai tanda awal terinfeksi virus HIV. Luka pada saluran kemih, menderita penyakit syphillis dan dibandingkan Pria maka wanita lebih banyak jumlahnya yang menderita penyakit cacar. Lainnya adalah penderita AIDS wanita banyak yang mengalami peradangan rongga (tulang) pelvic dikenal sebagai istilah ‘pelvic inflammatory disease (PID)’ dan mengalami masa haid yang tidak teratur (abnormal)

 

Bagaimana Melawan HIV AIDS?

HIV Bisa Disembuhkan-  Para Penderita dapat melawan virus ini dengan menguatkan sistem imun, makanan bergizi tinggi, istrihat yang cukup dan hindari stress dan berkonsultasi ke dokter secara rutin. Menguatkan sistem imun dan menjaganya agar tetap kuat adalah sangat penting. HIV Bisa Disembuhkan- Penyakit ini tak lagi mematikan selama penderita memahami dengan baik bagaimana cara penanganannya. Penderita bisa hidup normal dan tidak perlu merasa minder dengan keadaan yang ia alami.

 

HIV Bisa Disembuhkan

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment