Penyakit HIV Apa Bisa Sembuh ?

Penyakit HIV Apa Bisa Sembuh ?

 

Penyakit HIV adalah suatu virus yang biasanya ditularkan dari satu orang kepada orang lain melalui kontak seksual. Orang yang telah terinfeksi virus HIV akan terkena penyakit yang disebabkan oleh virus HIV tersebut, yaitu AIDS. Virus HIV yang telah masuk ke dalam tubuh seseorang tidak akan menimbulkan gejala-gejala yang terlihat secara fisik sehingga penderitanya terlihat normal seperti tidak sedang terkena penyakit. Namun, perlu diwaspadai, walaupun dari luar penderita HIV tampak normal-normal saja, tetapi dia dapat menularkan virus tersebut kepada orang lain dalam berbagai cara yang mungkin juga tidak disadari oleh penderita itu.

Penyakit HIV Apa Bisa Sembuh ?

Penyakit HIV Apa Bisa Sembuh ?

Cara penularan penyakit HIV dapat ditularkan melalui injeksi langsung ke aliran darah, serta kontak membran mukosa atau jaringan yang terlukan dengan cairan tubuh tertentu yang berasal dari penderita HIV. Cairan tertentu itu meliputi darah, semen, sekresi vagina, dan ASI. Beberapa jalur penularan HIV yang telah diketahui adalah melalui hubungan seksual, dari ibu ke anak (perinatal), penggunaan obat-obatan intravena, transfusi dan transplantasi, serta paparan pekerjaan.Jika virus HIV telah masuk ke tubuh seseorang baru beberapa tahun kemudian virus ini akan mulai menyerang sistem kekebalan tubuh pada sel darah putih. Kekebalan tubuh seseorang yang terinfeksi HIV biasanya akan terus menurun dan kemudian hilang dalam kurun waktu sekitar 5 sampai 10 tahun.

Pada saat itulah ciri-ciri seseorang yang terkena penyakit HIV baru muncul, seperti badan yang terus-menerus turun, mengalami diare berkepanjangan, munculnya panas tinggi yang tidak dapat sembuh, lalu diikuti dengan bercak-bercak kemerahan, dan batuk berkepanjangan. Setelah mengalami gejala-gejala tersebut, seseorang telah dinyatakan terkena penyakit HIV AIDS. Setelah kekebalan tubuh seseorang hilang maka penyakit akan mudah menghinggapi orang tersebut. Penyakit akan terus menerus hingga, sampai suatu saat mucnul penyakit yang benar-benar berbahaya yang kemudian akan mengakibatkan kematian.

Penyakit HIV masih bisa dicegah dengan menghindahi seks bebas, menghindari penggunaan jarum suntik yang tidak steril, tidak menerima tranfusi darah dari orang yang mengidap hiv, menganjurkan wanita pengidap hiv untuk tidak hamil. Namun jika Anda sudah terdeteksi mengidap penyakit HIV, segeralah konsultasikan ke dokter agar dapat mendapatkan pengobatan secara medis.

Jenis Pengobatan Penyakit Hiv Dan Perawatan Apakah Yang Tersedia?

Pengobatan penyakit HIV sembuh dan perawatan yang ada terdiri dari sejumlah unsur yang berbeda, yang meliputi konseling dan tes mandiri (VCT), dukungan bagi pencegahan penularan penyakit HIV, konseling tindak lanjut, saran-saran mengenai makanan dan gizi, pengobatan IMS, pengelolaan efek nutrisi, pencegahan dan perawatan infeksi oportunistik (IOS), dan pemberian obat-obatan antiretroviral.

Apakah Obat Anti Retroviral Itu?

Obat antiretroviral digunakan dalam pengobatan infeksi HIV, penyakit HIV sembuh. Obat-obatan ini bekerja melawan infeksi itu sendiri dengan cara memperlambat reproduksi HIV dalam tubuh.

Bagaimana Cara Kerja Obat Antiretroviral Agar Penyakit HIV Sembuh?

Dalam suatu sel yang terinfeksi, HIV mereplikasi diri, yang kemudian dapat menginfeksi sel-sel lain dalam tubuh yang masih sehat. Semakin banyak sel yang diinfeksi HIV, semakin besar dampak yang ditimbulkannya terhadap kekebalan tubuh (immunodeficiency). Obat-obatan antiretroviral memperlambat replikasi sel-sel, yang berarti memperlambat penyebaran virus dalam tubuh, dengan mengganggu proses replikasi dengan berbagai cara.

  • Penghambat Nucleoside Reverse Transcriptase (NRTI)

Penyakit HIV Sembuh, HIV memerlukan enzim yang disebut reverse transcriptase untuk mereplikasi diri. Jenis obat-obatan ini memperlambat kerja reverse transcriptase dengan cara mencegah proses pengembangbiakkan materi genetik virus tersebut.

  • Penghambat Non-Nucleoside Reverse Transcriptase (NNRTI)

Penyakit HIV Sembuh, Jenis obat-obatan ini juga mengacaukan replikasi HIV dengan mengikat enzim reverse transcriptase itu sendiri. Hal ini mencegah agar enzim ini tidak bekerja dan menghentikan produksi partikel virus baru dalam sel-sel yang terinfeksi.

  • Penghambat Protease (PI)

Protease merupakan enzim pencernaan yang diperlukan dalam replikasi HIV untuk membentuk partikel-partikel virus baru. Protease memecah belah protein dan enzim dalam sel-sel yang terinfeksi, yang kemudian dapat menginfeksi sel yang lain. Penghambat protease mencegah pemecah-belahan protein dan karenanya memperlambat produksi partikel virus baru, penyakit HIV sembuh

Obat-obatan lain yang dapat menghambat siklus virus pada tahapan yang lain (seperti masuknya virus dan fusi dengan sel yang belum terinfeksi) saat ini sedang diujikan dalam percobaan-percobaan klinis.

Apakah Obat Antiretroviral Efektif ?

Penggunaan ARV dalam kombinasi tiga atau lebih obat-obatan menunjukkan dapat menurunkan jumlah kematian dan penyakit yang terkait dengan AIDS secara dramatis, penyakit HIV sembuh. Walau bukan solusi penyembuhan, kombinasi terapi ARV dapat memperpanjang hidup orang penyandang penyakit HIV- positif, membuat mereka lebih sehat, dan hidup lebih produktif dengan mengurangi varaemia (jumlah HIV dalam darah) dan meningkatkan jumlah sel-sel CD4+ (sel-sel darah putih yang penting bagi sistem kekebalan tubuh).

Supaya pengobatan antiretroviral dapat efektif untuk waktu yang lama, jenis obat-obatan antiretroviral yang berbeda perlu dikombinasikan, penyakit HIV sembuh. Inilah yang disebut sebagai terapi kombinasi. Istilah ‘Highly Active Anti-Retroviral Therapy’ (HAART) digunakan untuk menyebut kombinasi dari tiga atau lebih obat anti HIV.

Bila hanya satu obat digunakan sendirian, diketahui bahwa dalam beberapa waktu, perubahan dalam virus menjadikannya mampu mengembangkan resistensi terhadap obat tersebut. Obat tersebut akhirnya menjadi tidak efektif lagi dan virus mulai bereproduksi kembali dalam jumlah yang sama seperti sebelum dilakukan pengobatan. Bila dua atau lebih obat-obatan digunakan bersamaan, tingkat perkembangan resistensi dapat dikurangi secara substansial. Biasanya, kombinasi tersebut terdiri atas dua obat yang bekerja menghambat reverse transcriptase enzyme dan satu obat penghambat protease. Obat-obatan anti retroviral hendaknya hanya diminum di bawah pengawasan medis.

Penyakit HIV Apa Bisa Sembuh ?

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Pencegahan HIV AIDS Di Indonesia

Pencegahan HIV AIDS Di Indonesia

 

Pencegahan HIV AIDS Di Indonesia – Jika Anda tinggal serumah dengan seseorang yang memiliki HIV atau salah satu anggota keluarga atau teman Anda didiagnosis dengan HIV, Anda perlu mengetahui cara-cara untuk mencegah penyebaran HIV untuk melindungi diri Anda sendiri dari penularan HIV.

Pencegahan HIV AIDS Di Indonesia

Pencegahan HIV AIDS Di Indonesia

Bagaimana pencegahan HIV AIDS agar tidak terjadi penularan ?

  1. Lakukan pemeriksaan Diri Secara Teratur

Menguji secara teratur status AIDS Anda bisa membantu mencegah menularkan infeksi tersebut. Di samping itu, tes ini juga mudah dan laporannya bisa tersedia dalam beberapa hari atau kurang lebih 20 menit setelah pemeriksaan.

  1. Hindari hubungan seks

Risiko tertinggi infeksi HIV AIDS ditularkan melalui hubungan seks tanpa kondom melalui vagina maupun anal. Risiko tertular melalui seks oral cukup rendah, tapi bukan berarti nol.

Seks oral bisa menularkan penyakit Infeksi Menular Seksual lain seperti sifilis. Mainan dan alat bantu seks juga berisiko dalam menyebarkan HIV AIDS jika salah satu pengguna mainan dan alat bantu seks ini positif terinfeksi HIV.

Cara terbaik untuk menghindari HIV AIDS dan infeksi menular seksual (IMS) lainnya adalah dengan memakai kondom untuk segala jenis penetrasi seks. Dan gunakan dental dam untuk melakukan seks oral.

Dental dam adalah selembar kain berbahan lateks. Kain ini berfungsi sebagai penghalang antara mulut dan vagina atau anus. Hal ini bertujuan untuk menurunkan penyebaran IMS selama melakukan seks oral.

  1. Tidak mengkonsumsi narkoba

Terutama narkoba suntik. mengapa narkoba suntik? Karena pada umumnya kita jika melakukan narkoba suntik hanya memiliki satu jarum suntik, sehingga satu buah jarum suntik dipakai untuk banyakan (massal). Sehingga bisa saja di antara mereka memiliki penyakit HIV AIDS sehingga tertular ke semuanya. Namun apapun jenis narkobanya dapat memberikan pengaruh buruk bagi tubuh kita.

  1. Melalui Jarum dan Suntikan

Jika Anda memakai jarum untuk menyuntikkan obat, pastikan jarumnya steril. Jangan berbagi jarum, suntikan, atau perlengkapan menyuntik lagi seperti spon dan kain. Berbagi jarum bisa meningkatkan risiko terinfeksi HIV dan virus lain yang ada di dalam darah, misalnya hepatitis C.

Jika Anda ingin membuat tato atau tindik, pastikan selalu memakai jarum yang steril dan bersih. Jangan melakukan aktivitas ini di tempat sembarangan. Pastikan Anda memeriksa jarum yang digunakan.

  1. Dari ibu yang positif HIV

Ibu yang positif HIV dapat menularkan kepada bayinya ketika dalam kandungan, saat pesalinan ataupun pada masa menyusui. Konsumsi ARV secara teratur oleh ibu hamil yang telah terinfeksi ditemukan dapat mengurangi kemungkinan tertularnya bayi yang ada dalam kandungan. Lalu apakah Anda sudah mengetahui apa arti dari ARV ?

ARV merupakan singkatan dari antiretroviral adalah suatu obat yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit, dan agar penderita HIV AIDS tetap hidup, dia harus mengkonsumsi obat tersebut seumur hidupnya. Namun tetap saja, obat ini tidak akan mengatasi penyakit HIV AIDS, melainkan meningkatkan daya tahan tubuh saja

  1. Menghindari Kontak Dengan Darah Yang Terinfeksi HIV

Cara yang paling umum untuk menularkan HIV adalah melalui kontak dengan darah dari orang yang terinfeksi HIV. Transfusi, atau kontak dengan luka, dapat menyebabkan virus menyebar dari satu orang ke orang lain. Transmisi dengan darah dapat dengan mudah dihindari melalui tes darah dan menghindari kontak dengan luka jika seseorang positif terinfeksi HIV, jika Anda harus berurusan dengan luka dari pengidap HIV/ AIDS, pastikan untuk memakai pakaian pelindung seperti sarung tangan karet

  1. Pemakaian Pelumas

Pelumas digunakan untuk menambah kenyamanan dan keamanan hubungan seks dengan tujuan menambah kelembapan pada vagina maupun anus selama seks. Pelumas akan mengurangi risiko terjadinya kulit luka (sobek) pada vagina atau anus. Pelumas juga menghindari agar kondom tidak sobek.

  1. Melakukan Sunat Bagi Pria

Sunat pada pria adalah prosedur pembedahan untuk memotong kulit di bagian ujung penis. Sunat yang dilakukan pada kelamin pria mampu mengurangi risiko pria terkena HIV AIDS.

Itulah beberapa cara untuk melakukan pencegahan HIV AIDS agar terhindar dari menularnya virus HIV AIDS tersebut. Begitu banyak faktor virus HIV bisa mudah tertular. Oleh karena itu, tidak ada salahnya memahami lebih dalam tentang virus yang menyerang system kekebalan tubuh ini. Melakukan pencegahan jauh lebih baik dibandingkan tidak sama sekali. Selalu menjaga diri dan berusaha melakukan hal yang positif demi kesehatan diri sendiri. Semoga bermanfaat ^^

Pencegahan HIV AIDS Di Indonesia

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala HIV Pada Kulit

Gejala HIV Pada Kulit

 

Gejala HIV Pada Kulit – HIV atau Human Immuno Deficiency Virus adalah penyakit yang dapat menular dan mempengaruhi sistem kekebalan tubuh. Ketika menginfeksi tubuh, ia dapat menjadi penyakit yang mematikan. Tak sedikit orang yang terjangkit infeksi ini dan kemudian meninggal karena komplikasi.

Gejala HIV Pada Kulit

Gejala HIV Pada Kulit

Demam dan kondisi kesehatan yang menurun mungkin sudah menjadi gejala umum untuk para penderita HIV. Sistem kekebalan tubuh yang melemah dan tak mampu lagi melawan virus lain yang masuk dan menyebabkan penyakit. Akan tetapi, tidak hanya gejala tersebut yang menunjukkan adanya infeksi HIV. Masih banyak gejala lainnya yang patut diwaspadai juga. Misalnya saja, gejala yang dialami pria seperti masalah pada kulit.

Berikut ini merupakan gejala HIV pada kulit, antara lain :

  • Ruam

Penyakit kelamin dan penyakit menular seks sering kalo ditunjukkan dengan gejala ruam, begitu pula dengan gejala HIV. Anda bisa mengamati kulit pasangan Anda. misalnya, jika muncul ruam pada area ‘kulit lembab’ mereka, patut diperiksakan. Misalnya seperti di kulit kelamin dan anus mereka. Tidak hanya di situ. Bahkan, ruam juga bisa muncul di bagian kulit yang terlihat seperti di leher dan wajah.

  • Kulit gatal

Tidak sedang menderita penyakit kulit namun kulit terasa gatal. Hal tersebut mungkin salah satu penyebab dari infeksi HIV. Yup, seperti penyakit gatal kulit, HIV juga menimbulkan rasa gatal luar biasa pada kulit bahkan pada kulit kelamin pun.

  • Sariawan yang menyakitkan

Begitu juga dengan gejala ini, seorang pria bahkan bisa menderita sariawan yang amat menyakitkan pada mulut atau bagian rongga mulut. Sariawan tersebut tak kunjung hilang dan membuat Anda tidak nyaman saat makan.

Jangan Snggap Remeh Ruam Kulit HIV

Ruam kulit HIV cukup umum terjadi dan dialami oleh sekitar 90% pengidap. Beberapa jenis ruam bersifat ringan dan tidak berbahaya. Tetapi jenis lain, seperti akibat alergi terhadap obat anti-HIV, dapat membahayakan nyawa.

Ruam kulit HIV adalah kondisi yang umumnya terjadi pada dua bulan pertama setelah seseorang terinfeksi virus HIV. Ruam kulit HIV ini muncul karena tubuh mencoba melawan virus. Ruam ini biasanya terasa gatal, berbentuk area datar berwarna merah, dengan benjolan kecil yang melingkar di sekelilingnya. Sementara, pada orang berkulit gelap, ruam cenderung berwarna ungu. Gejala ini umumnya muncul di tubuh bagian atas seperti dada, wajah, dan juga dapat muncul pada tangan, kaki, serta dapat menyebabkan sariawan.

Pada masa awal infeksi HIV, ruam dapat disertai gejala lain seperti sakit tenggorokan, sakit kepala, kelelahan, pembengkakan kelenjar getah bening, diare, demam, nyeri otot. Gejala-gejala ini umumnya dapat reda dalam dua pekan.

Oleh karena ruam dapat terjadi karena berbagai sebab, maka gejala ini sering disalahartikan sebagai kondisi akibat infeksi virus lain. Selain disebabkan oleh penyakit itu sendiri, ruam kulit HIV dapat juga dipicu oleh efek samping pengobatan untuk menangani HIV. Berikut beberapa obat untuk menangani HIV yang ternyata dapat menyebabkan ruam.

  • Protease inhibitors (PIs) seperti amprenavir (Agenerase) dan tipranavir (Aptivus).
  • Nucleoside reverse transcriptase inhibitors (NRTI) seperti abacavir (Ziagen).
  • Non-nucleoside reverse transcriptase inhibitors (NNRTIs) seperti nevirapine (Viramune).

Beberapa jenis ruam bersifat ringan dan tidak berbahaya. Tetapi ruam akibat penggunaan obat anti-HIV, dapat membahayakan nyawa dan memicu Sindrom Stevens-Johnson. Kondisi ini dapat menyebabkan nekrolisis epidermal beracun yang ditandai ruam pada sekitar 30% bagian tubuh. Waspadai sindrom Stevens-Johnson yang diawali dengan gejala: demam, ruam yang berkembang cepat, lidah membengkak, serta selaput lendir dan kulit melepuh. Meskipun jarang terjadi, sindrom ini dapat mengakibatkan kematian.

Menangani Ruam Kulit HIV

Segera periksakan diri ke dokter jika ruam kulit disertai gejala sebagai berikut:

  • Pembengkakan pada wajah dan lidah.
  • Kulit terasa sakit.
  • Luka melepuh pada sekitar mata, mulut, hidung ataupun area kulit lain.

Selalu konsultasikan dengan dokter bila muncul ruam saat Anda menjalani pegobatan HIV dan jangan hentikan konsumsi obat tanpa mengonsultasikannya terlebih dahulu. Juga diskusikan  jika Anda mengonsumsi obat bebas seperti hydrocortisone ataupun antihistamine untuk mengatasi ruam kulit HIV.

Gejala HIV Pada Kulit

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit HIV Pada Ibu Hamil

Penyakit HIV Pada Ibu Hamil

Penyakit HIV Pada Ibu Hamil – Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) adalah sekumpulan gejala dan infeksi (sindrom) yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV. Virus penyebab adalah Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan virus yang secara progresif menghancurkan sel-sel darah putih, sehingga melemahkan kekebalan manusia dan menyebabkan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome).

Penyakit HIV Pada Ibu Hamil

Penyakit HIV Pada Ibu Hamil

Orang yang terinfeksi virus ini menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor/kanker. Meskipun penanganan yang ada dapat memperlambat laju perkembangan virus, namun penyakit ini belum bisa disembuhkan.

Dampak Penyakit HIV Pada Ibu Hamil

Perempuan yang terinfeksi HIV AIDS apabila hamil dapat menimbulkan dampak negatif pada proses kehamilannya. Infeksi HIV AIDS pada bayi saat proses kehamilan ini terjadi karena ketidaktahuan ibu bila dia telah terinfeksi oleh HIV AIDS.  Bila ibu dapat mendeteksi secara dini adanya infeksi tersebut, dengan penanganan yang baik resiko penularan kepada bayi dapat ditekan. Penularan HIV AIDS dari ibu kepada bayi termasuk kedalam dampak negatif penyakit tersebut selama proses kehamilan. Infeksi HIV AIDS pada ibu dapat menimbulkan dampak melalui gangguan kehamilan. Berikut dampak penyakit HIV pada ibu hamil lainnya yang perlu diketahui.

  • Penularan HIV AIDS pada Janin

Ibu hamil yang terinfeksi oleh HIV Aids dapat beresiko menularkan infeksinya kepada janin yang dikandungnya. Resiko penularan HIV Aids pada ibu hamil terhadap bayinya sangat kecil. Kondisi ini dikarenakan virus HIV tidak dapat menembus plasenta dan selaput serta air ketuban yang membungkus janin pada rahim. Apabila tidak ada kelainan pada bagian tersebut maka resiko penularan HIV Aids pada janin sangat kecil kemungkinannya bahkan bisa jadi tidak akan terjadi. Resiko penularan HIV Aids dari ibu hamil kepada janinnya dapat meningkat pada saat proses persalinan.

  • Bayi Lahir Prematur

Apabila infeksi HIV AIDS yang telah menyerang ibu menural kepada janin yang dikandungnya akan dapat menyebabkan gangguan pada perkembangan janin. Kelainan pada janin yang pastinya akan terpengaruh adalah penurunan daya tahan tubuh sehingga tubuh mudah terserang berbagai macam infeksi baik bakteri maupun virus. Infeksi HIV pada bayi dapat menjadi penyebab janin cacat sejak dalam kandungan.

  • Melemahnya Daya Tahan Ibu

Bagian pada tubuh manusia yang akan diserang apabila terjadi infeksi HIV adalah imunitasnya. Kondisi ini apabila terjadi pada ibu hamil makan dapat melemahkan daya tahan ibu. Dampak HIV AIDS pada ibu hamil tersebut akan sangat berpengaruh besar pada setiap proses kehamilan yang dijalani. Ibu akan mudah terserang berbagai penyakit infeksi baik infeksi bakteri maupun infeksi virus lainnya karena berkuranngnya kinerja pertahanan tubuh untuk menangkal bakteri dan virus tersebut berkembang. Selain itu ibu hamil yang terinfeksi HIV Aids harus lebih banyak mengkonsumsi nutrisi untuk asupan pada janinnya.

Obat anti- HIV Pada Ibu Hamil

Obat anti-HIV pada ibu hamil bisa digunakan untuk mencegah penularan HIV dari ibu ke anak. Mengonsumsi obat anti-HIV selama kehamilan dapat mengurangi jumlah HIV di dalam tubuh ibu yang terinfeksi HIV. Berkurangnya jumlah HIV dalam tubuh mengurangi risiko penularan HIV dari ibu ke anak.

Beberapa obat anti-HIV juga tersalurkan dari ibu hamil ke bayi dalam kandungan melalui plasenta (juga disebut ari-ari). Obat anti-HIV dalam tubuh bayi membantu melindunginya dari infeksi HIV. Hal ini sangatlah penting untuk proses kelahiran ketika bayi dapat terkena HIV dari cairan kelamin atau darah ibunya.

Setelah kelahiran, bayi yang lahir dari wanita yang terinfeksi HIV diberikan obat anti-HIV. Obat tersebut mengurangi risiko infeksi dari HIV yang mungkin telah masuk ke dalam tubuh bayi selama proses kelahiran.

Obat anti-HIV digunakan pada waktu-waktu berikut untuk mengurangi risiko penularan HIV dari ibu ke anak:

  • Selama kehamilan, wanita hamil yang terinfeksi HIV mendapatkan regimen (kombinasi) dari setidaknya tiga obat anti-HIV yang berbeda dari setidaknya dua kelas yang berbeda.
  • Selama persalinan dan kelahiran, wanita hamil yang terinfeksi HIV mendapatkan intravena (IV) AZT dan tetap meminum regimen mereka.
  • Setelah kelahiran, bayi yang lahir dari wanita yang terinfeksi HIV mendapatkan cairan AZT selama 6 minggu. (Bayi dari ibu yang tidak mendapatkan obat anti-HIV selama masa kehamilan dapat diberikan obat anti-HIV lain sebagai tambahan untuk AZT)
  • Selain mengonsumsi obat anti-HIV untuk mengurangi risiko penularan HIV dari ibu ke anak, wanita hamil yang terinfeksi HIV juga mungkin memerlukan obat anti-HIV untuk kesehatannya sendiri. Beberapa wanita mungkin sudah menerima regimen sebelum kemudian hamil.

Penyakit HIV Pada Ibu Hamil

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Cara Penularan HIV dan Pencegahannya

Cara Penularan HIV dan Pencegahannya

 

Cara Penularan HIV dan Pencegahannya – HIV AIDS pastinya sudah bukan hal yang asing bagi masyarakat Indonesia karena sebagai salah satu jenis penyakit menular, AIDS termasuk juga dalam penyakit yang mengancam. Akibat infeksi virus HIV, muncul kemudian sekumpulan gejala serta infeksi maupun sindrom disebabkan kerusakan sistem imunitas tubuh. Itulah mengapa seseorang yang terkena infeksi virus bakal lebih rentan terhadap infeksi oportunistik atau lebih gampang terserang tumor.

Cara Penularan HIV dan Pencegahannya

Cara Penularan HIV dan Pencegahannya

Banyak orang kemudian menjadi penasaran seperti apa dan bagaimana saja cara penularan HIV. Karena di Indonesia sendiri HIV AIDS adalah kondisi penyakit yang cukup mengancam dan menakutkan, maka setiap orang perlu mengetahui dan mengenali supaya bisa mencegah. Untuk menghindari AIDS, media penularan virusnya harus dipahami dengan benar.

  1. Hubungan Seks Tanpa Alat Pengaman (Kondom)

Cara Penularan AIDS yang pertama adalah berhubungan seks tanpa menggunakan kondom atau pengaman. Virus HIV akan sangat mudah menular ketika seseorang dengan latar belakang terkena virus HIV melakukan hubungan suami istri dengan pasangannya tanpa menggunakan alat pengaman berupa kondom. Karena pertukaran cairan yang terjadi ketika berhubungan seks akan menjadi penyebab utama virus itu bisa berpindah dan menyebar.

  1. Berbagi Alat Suntik dengan Orang yang positif Mengidap HIV

Salah satu cara penularan virus HIV selain berhubungan seks tanpa alat pengaman adalah dengan cara berbagi alat suntik dengan orang yang positif mengidap HIV, khususnya pada para pengguna narkoba. Penularan melalui alat suntik ini dikarenakan ketika memakai jarum yang bergantian maka cairan dalam tubuh orang yang positif terkena HIV akan meyebar ke lawannya, hal ini sangat berbahaya karena merupakan salah satu cara penularan HIV yang paling mudah terjadi.

  1. Ibu Hamil Positif HIV Kepada Bayinya Selama Masa Kehamilan, Persalinan

Ibu hamil yang positif HIV sebaiknya tidak memberikan asupan ASI kepada anaknya, bahkan sejak didalam kandungan anak tersebut memiliki potensi besar tertular virus yang di derita oleh ibunya. Maka dari itu ibu hamil yang positif HIV berpotensi menularkan virus ini kepada bayinya ketika  persalinan, atau pun menyusui.

  1. Melalui Transfusi darah

Salah satu penyebab penularan virus HIV selain dua contoh yang telah dijelaskan adalah melalui transfusi darah, virus HIV dapat menyebar melalui donor darah yang dilakukan oleh pendonor yang positif terkena virus HIV atau bisa melalui transfusi darah yang sudah tercemar virus HIV.

  1. Melakukan Seks Oral

salah satu penyebab lain dari penyebaran virus HIV adalah dengan cara melakukan hubungan seks dengan berbagai macam cara. melakukan seks oral bisa menjadi penyebab tersebarnya virus HIV. Sex oral adalah suatu aktivitas yang memberikan stimulasi atau rangsangan pada alat kelamin pasangan dengan menggunakan mulut, ludah, gigi, atau lidah. Sex oral yang dilakukan seseorang kepada wanita disebut dengan Cunnilingus, sedangkan sex oral yang dilakukan seseorang kepada pria disebut dengan fellatio.

  1. Terkena atau Tertukarnya Cairan Vagina atau Sperma

Cara Penularan AIDS selanjutnya adalah terkena atau bertukarnya cairan vagina dan sperma. Biasanya dalam memilih toilet umum orang harus berhati-hati karena jika saja secara tidak sengaja terkena cairan berupa sperma dan cairan vagina bisa saja orang yang belum terinfeksi kemudian tertular. Maka dari itu, kita semua harus berhati-hati dalam menjaga kesehatan. Selain itu pula terjadinya hal ini kadang saat melakukan hubungan sexual yang akan mengakibatkan terkenanya cairan vagina atau sperma.

  1. ASI (Air Susu Ibu) Kepada Bayi

Jika difikirkan kembali, seorang ibu pengidap penyakit HIV AIDS yang sedang mengandung anaknya, anaknya bisa tertular virus yang sangat mengerikan ini. Apalagi jika ibunya memberikan ASI kepada anaknya.  Untuk melindungi bayi dari infeksi AIDS maka ibu hamil tidak boleh memberikan air susu ibu kepada bayi yang telah dilahirkan. Konsumsi beberapa jenis obat pencegah HIV  melindungi janin dari infeksi HIV dan AIDS.

Cara Mencegah HIV AIDS

Mekanisme penularan HIV AIDS terjadi saat berhubungan seksual, baik dengan lawan jenis ataupun sesama jenis (homo dan lesby), tukar dan saling meminjam alat suntik (jarum, semprit, kapas dan wadah untuk cairan) yang biasa dilakukan oleh pengguna narkoba, transfusi darah dan transplantasi organ yang tidak diskrining, tato, tindik, dan lebih berisiko selama kehamilan seorang ibu yang menularkan pada calon bayinya.

Pastikan agar Anda melakukan tindakan pencegahan penularan HIV AIDS ini agar terhindari dari penyakit mengerikan ini:

  • Tidak berhubungan seks ataupun saling pinjam dan tukar pasangan yang pernah berhubungan dengan orang yang terinfeksi virus HIV.
  • Pastikan ketika melakukan transfusi darah steril dari paduan virus HIV.
  • Penggunaan narkoba dengan jarum suntik memudahkan virus HIV untuk menyebar.

Itulah informasi mengenai cara penularan HIV dan pencegahannya. Semoga bermanfaat^^

Cara Penularan HIV dan Pencegahannya

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Efek Samping Obat ARV

Efek Samping Obat ARV

 

Efek Samping Obat ARV

Efek Samping Obat ARV

Efek Samping Obat ARV – Antiretroviral (ARV) adalah beberapa obat yang digunakan untuk mengobati infeksi HIV. Obat-obatan ini tidak membunuh virus, tapi memperlambat pertumbuhan virus. HIV bisa mudah beradaptasi dan kebal terhadap satu golongan ARV. Oleh karena itu, kombinasi golongan ARV akan diberikan pada penderita. Beberapa golongan ARV adalah:

  • NNRTI (Non-nucleoside reverse transcriptase inhibitors). Jenis ARV ini akan bekerja dengan menghilangkan protein yang dibutuhkan virus HIV untuk menggandakan diri.
  • NRTI (Nucleoside reverse transcriptase inhibitors). Golongan ARV ini menghambat perkembangan HIV di dalam sel tubuh.
  • Protease inhibitors. ARV jenis ini akan menghilangkan protease, jenis protein yang juga dibutuhkan HIV untuk memperbanyak diri.
  • Entry inhibitors. ARV jenis ini akan menghalangi HIV untuk memasuki sel-sel CD4.
  • Integrase inhibitors. Jenis ARV ini akan menghilangkan integrase, protein yang digunakan HIV untuk memasukkan materi genetik ke dalam sel-sel CD4.

Segala macam obat yang kita minum memiliki efek samping, begitu pula dengan ARV yang kita minum. Beberapa efek samping ARV bersifat tidak membahayakan, namun ada pula yang efeknya sangat menganggu bahkan mengancam nyawa. Efek samping ini akan semakin memburuk sebanding dengan semakin lamanya Anda mengkonsumsi ARV.

Berikut beberapa efek samping obat ARV dan cara mengatasinya.

  1. Kehilangan nafsu makan

ARV yang bisa menyebabkan turunnya nafsu makan adalah jenis Abacavir (Ziagen)

Cara mengatasi:

  • makan sedikit namun sesering mungkin, sering ngemil
  • minum suplemen nutrisi (susu nutrisi) atau membuat smoothie dari berbagai macam buah
  • minum suplemen penambah nafsu makan
  1. Perubahan distribusi lemak tubuh (lipodystrophy)

Antiretroviral yang menyebabkan lipodystrophy adalah jenis NRTI dan protease inhibitor, beberapa odha yang tidak meminum kedua jenis obat ini adakalanya mengalami efek yang sama.

Cara mengatasi efek samping ini adalah :

  • Olahraga yang tertuju pada bagian dimana lemak tubuh menumpuk seperti olahraga khusus abdominal
  • Konsultasi ke dokter untuk mendapatkan injeksi asam polilaktat jika kamu mengalami pengurangan lemak dibagian wajah
  • Lakukan sedot lemak untuk mengeluarkan lemak yang tertumpuk dibagian badan tertentu
  • Tanyakan pada dokter untuk mendapatkan obat yang disebut sebagai tesamorelin (egrifta) yang berfungsi untuk mengurangi lemak dibagian perut
  1. Diare

ARV yang umum menyebabkan diare adalah jenis protease inhibitor dan arv jenis lainnya

Cara mengatasi:

  • Makan sedikit makanan yang mengandung lemak, hindari makanan pedas, hindari produrk berbasis susu
  • Makan sedikit makanan yang mengandung serat contohnya syur mentah
  • Minum obat anti diare
  1. Lemas dan lelah

Berbagai jenis ARV memiliki efek samping ini

cara mengatasi :

  • Makan makanan yang sehat empat sehat lima sempurna
  • Olahraga serutin yang kamu bisa
  • Hindari minum alkohol dan merokok
  1. Naiknya kolesterol dan trigilserida dalam darah

ARV yang menyebabkan ini kenaikan kolesterol dan trigliserida dalam darah adalah jenis protease inhibitor dan beberapa jenis ARV lainnya

Cara mengatasinya

  • Berhenti merokok
  • Olahraga sesering mungkin
  • Kurangi konsumsi lemak dalam diet anda
  • Perbanyak makan daging ikan dan makanan yang mengandung omega-3 tinggi
  • Cek kadar kolesterol dan trigliserida rutin
  • Konsumsi obat yang bisa menurunkan lipid dalam tubuh
  1. Perubahan mood, depresi, dan susah tidur

ARV yang menyebabkan ini adalah efavirenz

Apa yang bisa kamu lakukan?

  • Ubah waktu minum obat Anda menjadi malam hari
  • Hindari alkohol
  • Konsultasi ke dokter untuk mendapatkan obat antidepresi
  1. Mual dan Muntah

Umumnya semua ARV bisa menyebabkan mual dan muntah

Cara yang tepat untuk mengatasinya adalah

  • Makan dalam porsi kecil namun sering
  • Makan makanan yang tawar seperti nasi putih dan sereal
  • Hindari makanan pedas dan berlemak
  • Makan makanan dalam keadaan dingin dan jangan makan makanan yang panas
  • Konsumsi obat antimual
  1. Ruam, kulit kering, alergi

ARV yang menyebabkan ini adalah Nevirapine (Neviral) dan beberapa jenis yang lain

Cara menanggulangi adalah

  • Gunakan lotion untuk melembabkan kulit hindari mandi dengan menggunakan air panas
  • Gunakan sabun untuk kulit sensitif
  • Gunakan pakaian berbahan dasar katun
  • Tanyakan dokter apakah bisa meminum obat antihistamin
  1. Susah tidur

ARV yang bisa menyebabkan ini adalah efavirenz dan beberapa jenis lainnya

Cara mengatasinya adalah:

  • Olahraga secara teratur
  • Hindari tidur siang
  • Pastikan kamar anda nyaman untu tidur
  • Relaksasi sebelum berangkat tidur
  • Hindari minum yang mengandung kafein sebelum tidur
  • Konsultasi ke dokter jika susah tidur terus menghantui Anda

Efek Samping Obat ARV

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

HIV Dan AIDS Waspadai Cirinya – Distributor Obat HIV AIDS di Rembang WA/SMS 0812 9127 3879

Sering banget HIV & AIDS tertulisdan disebut sbg satu istilah. Akan tetapi HIV & AIDS memiliki arti yg berbeda. HIV merupakan singkatan dari “Human Immunodeficiency Virus”. Virus ini merupakan virus yang bisa mengakibatkan AIDS. Kalu seseorang terinfeksi HIV, Anda bakal dikatakan sbg HIV positif.

https://www.youtube.com/watch?v=DjlXr-gCpnU

HIV menyerang sistem imune, yang mana merupakan pertahanan tubuh dari virus. Kalau sistem kekebalan tubuh Andatelah dirusak oleh virus, maka bakal mencetuskan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Ini berarti orang tersebut bakal mendapatkan infeksi dan penyakit yg mana tubuh mereka biasanya dapat melawan. Didiagnosa mengidap HIV bukan berarti Anda mendapatkan AIDS atau mereka akan meninggal.

Perawatan akan memperlambat kerusakan pada sistem kekebalan tubuh sehingga orang dg HIV dapat tetap baik, hidup sehat dan memuaskan.

Bagaimana Cara Penularan HIV & AIDS ?

HIV berada dalam cairan tubuh diantaranya, darah, sperma (air mani), cairan vagina dan air susu ibu. HIV hanya ditularkan apabila cairan tubuh seseorang positif HIV masuk ke dalam aliran darah orang lain.

HIV cuma bisa ditularkan lewat :

  • Seks tanpa pengaman (seks tanpa kondom)
  • Penggunaan bersama jarum & alat-alat lain untuk menyuntik obat.
  • Tindik / tattoo yg tak higenis.
  • Ibu & anak selama masa kehamilan, persalinan & menyusui.
  • Transfusi darah / produk darah di beberapa negara lain. Di Australia, transfusi darah & produk darah termasuk aman.

HIV tidak dapat ditularkan melalui:

  • Batuk
  • Bersin
  • Meludah
  • Berciuman
  • Menangis (air mata)
  • Alat-alat makan & piring
  • Seprei & sarung bantal
  • Toilet & kamar mandi
  • Melalui kontak sosial biasa.
  • Serangga, seperti nyamuk misalnya.

Mereka yang terinfeksi HIV dapat tetap sehat bertahun-tahun tanpa ada tanda fisik atau gejala infeksi. Orang yg terinfeksi virus tsb tetapi tanpa ciri-ciri merupakan ‘HIV-positif’ / memiliki ‘penyakit HIV tanpa ciri-ciri.

Kalau ciri-ciri mulai muncul, orang disebut memiliki ‘infeksi HIV bergejala’ atau ‘penyakit HIV lanjutan’. Pada tingkat ini seseorang kemungkinan besar akan menyebarkan infeksi oportunistik. ‘AIDS’ adalah definisi yang diberikan kepada orang terinfeksi HIV yang masuk pada tingkat infeksi berat.

AIDS didefinisi sebagai :

  • Jumlah sel CD4 di bawah 200; dan/atau
  • Terjadinya 1 atau lebih infeksi oportunistik tertentu

Istilah AIDS terutama dipakai buat kepentingan kesehatan masyarakat, sbg patokan untuk laporan kasus. Sekali kita dianggap AIDS, menurut tanda dan status kekebalan, kita dimasukkan pada statistik sebagai kasus, & status ini tidak diubah walaupun kita sudah sehat kembali. Oleh sebab itu, istilah AIDS tidak penting untuk kita sbg individu.

Penyebab HIV Dan AIDS

Orang terjangkit HIV (atau disebut Odha) yg mempunyai semakin banyak pengetahuan, dukungan & perawatan medis yang baik dari tahap awal penyakitnya akan lebih berhasil menangani infeksinya. Terapi antiretroviral (ART) yang saat ini semakin terjangkau dapat memperlambat kecepatan penggandaan HIV; obat lain bisa mencegah / menyembuhkan infeksi yang di akibatkan HIV.

HIV agak sulit menular dan tidak menular setiap kali terjadi peristiwa berisiko yang melibatkan orang terinfeksi HIV. Misalnya, walau sangat berbeda-beda, rata-rata cuma akan terjadi 1 penularan HIV dari pria yang terinfeksi pada perempuan yang tidak terinfeksi dalam 500 kali berhubungan seks vagina. Tapi penularan satu kali itu bisa terjadi pada kali pertama.

Posted in Obat HIV | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

HIV Dan AIDS Waspadai Tandanya – Agen Obat Herbal HIV AIDS di Malang WA/SMS 0812 9127 3879

Sering banget HIV dan AIDS tertulisdan disebut sebagai satu istilah. Namun sebenarnya HIV & AIDS mempunyai arti yg berbeda. HIV merupakan singkatan dari “Human Immunodeficiency Virus”. Virus ini adalah virus yg dapat menyebabkan AIDS. Kalu seseorang terinfeksi HIV, orang itu akan dikatakan sbg HIV positif.

https://www.youtube.com/watch?v=1chMG8lmptQ

HIV menyerang sistem kekebalan tubuh, yang mana merupakan pertahanan tubuh terhadap penyakit. Jika sistem imune seseorangtelah dirusak oleh virus, maka akan mengembangkan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Ini artinya orang itu akan mendapatkan infeksi & penyakit yg mana tubuh mereka umumnya bisa melawan. Didiagnosa mengidap HIV tidak berarti Anda mempunyai AIDS atau orang tersebut bakal meninggal.

Perawatan akan memperlambat kerusakan pada sistem kekebalan tubuh jadi orang dengan HIV bisa tetap baik, hidup sehat dan memuaskan.

Bagaimana Cara Penularan HIV & AIDS ?

HIV terdapat dalam cairan tubuh diantaranya, darah, sperma (air mani), cairan vagina dan air susu ibu. HIV cuma ditularkan kalau cairan tubuh seseorang positif HIV masuk ke dalam aliran darah orang lain.

HIV cuma dapat ditularkan lewat :

  • Seks tanpa pengaman (seks tanpa kondom)
  • Penggunaan bersama jarum & alat-alat lain untuk menyuntik obat.
  • Tindik / tattoo yg tidak steril.
  • Ibu & anak selama masa kehamilan, persalinan & menyusui.
  • Transfusi darah / produk darah di beberapa negara lain. Di Australia, transfusi darah & produk darah termasuk aman.

HIV tidak bisa ditularkan melalui:

  • Batuk
  • Bersin
  • Meludah
  • Berciuman
  • Menangis (air mata)
  • Alat-alat makan & piring
  • Seprei & sarung bantal
  • Toilet & kamar mandi
  • Melalui kontak sosial biasa.
  • Serangga, seperti nyamuk misalnya.

Mereka yang terinfeksi HIV dapat tetap sehat bertahun-tahun tanpa ada tanda fisik atau gejala infeksi. Mereka yg terinfeksi virus tersebut tetapi tanpa tanda merupakan ‘HIV-positif’ atau mempunyai ‘penyakit HIV tanpa tanda.

Jika gejala mulai muncul, orang disebut mempunyai ‘infeksi HIV bergejala’ atau ‘penyakit HIV lanjutan’. Pada tingkat ini seseorang kemungkinan besar akan menyebarkan infeksi oportunistik. ‘AIDS’ adalah definisi yang diberikan kepada orang terinfeksi HIV yang masuk pada stadium infeksi berat.

AIDS didefinisi sebagai :

  • Jumlah sel CD4 di bawah 200; dan/atau
  • Terjadinya satu atau lebih infeksi oportunistik tertentu

Istilah AIDS terutama dipakai untuk kepentingan kesehatan masyarakat, sbg patokan untuk laporan kasus. Sekali kita dianggap AIDS, di lihat dari tanda & status kekebalan, kita dimasukkan pada statistik sebagai kasus, & status ini tidak diganti walau kita sudah sehat kembali. Oleh karena itu, istilah AIDS tidak penting untuk kita sebagai individu.

obat hiv

Orang terjangkit HIV (atau disebut Odha) yang memiliki semakin banyak pengetahuan, dukungan & perawatan medis yg baik dari tahap awal penyakitnya bakal lebih berhasil menangani infeksinya. Terapi antiretroviral (ART) yang saat ini semakin terjangkau dapat memperlambat kecepatan penggandaan HIV; obat lain dapat mencegah atau menyembuhkan infeksi yang dikarenakan HIV.

HIV agak susah menular dan tidak menular setiap kali terjadi peristiwa berisiko yang melibatkan orang terinfeksi HIV. Contohnya, walau sangat berbeda-beda, rata-rata hanya bakal terjadi 1 penularan HIV dari pria yg terinfeksi pada perempuan yang tidak terinfeksi dalam 500 kali berhubungan seks vagina. Tetapi penularan satu kali itu bisa terjadi pada kali pertama.

Posted in Obat HIV | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

HIV Dan AIDS Kenali Gejalanya – Distributor Herbal HIV AIDS di Sungai Liat WA/SMS 0812 9127 3879

Sering sekali HIV & AIDS tertulis& disebut sebagai satu istilah. Akan tetapi HIV & AIDS mempunyai arti yang berbeda. HIV merupakan singkatan dari “Human Immunodeficiency Virus”. Virus ini merupakan virus yg bisa mengakibatkan AIDS. Jika Anda terinfeksi HIV, orang tersebut bakal dikatakan sebagai HIV positif.

https://www.youtube.com/watch?v=1chMG8lmptQ

HIV menyerang sistem imune, yg mana adalah pertahanan tubuh terhadap virus. Kalau sistem kekebalan tubuh seseorangsudah dirusak oleh virus, maka akan mengembangkan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Ini berarti mereka akan mendapatkan infeksi & penyakit yg mana tubuh mereka biasanya dapat melawan. Terdiagnosa menderita HIV bukan berarti Anda mempunyai AIDS atau Anda akan meninggal.

Perawatan bakal memperlambat kerusakan pada sistem imune jadi orang dengan HIV bisa tetap baik, hidup sehat dan memuaskan.

Gimana Cara Penyebaran HIV & AIDS ?

HIV terdapat dalam cairan tubuh yaitu, darah, sperma (air mani), cairan vagina dan ASI. HIV hanya ditularkan apabila cairan tubuh seseorang HIV positif masuk ke dalam aliran darah orang lain.

HIV hanya bisa ditularkan melalui :

  • Seks tanpa pengaman (seks tanpa kondom)
  • Penggunaan bersama jarum & peralatan lain untuk menyuntik obat.
  • Tindik / tattoo yang tidak higenis.
  • Ibu & anak selama masa kehamilan, persalinan & menyusui.
  • Transfusi darah / produk darah di beberapa negara lain. Di Australia, transfusi darah & produk darah termasuk aman.

HIV tidak dapat ditularkan melalui:

  • Batuk
  • Bersin
  • Meludah
  • Berciuman
  • Menangis (air mata)
  • Alat-alat makan dan piring
  • Seprei dan sarung bantal
  • Toilet & kamar mandi
  • Melalui kontak sosial biasa.
  • Serangga, seperti nyamuk misalnya.

Seorang yang terinfeksi HIV bisa tetap sehat bertahun-tahun tanpa ada tanda fisik atau tanda infeksi. Orang yg terinfeksi virus tsb namun tidak ada gejala adalah ‘HIV-positif’ / mempunyai ‘penyakit HIV tanpa tanda.

Apabila tanda mulai muncul, orang disebut mempunyai ‘infeksi HIV bergejala’ atau ‘penyakit HIV lanjutan’. Saat tingkat ini seseorang kemungkinan besar akan mengembangkan infeksi oportunistik. ‘AIDS’ merupakan definisi yg diberikan kepada orang terinfeksi HIV yang masuk pada stadium infeksi berat.

AIDS didefinisi sbg :

  • Jumlah sel CD4 di bawah 200; dan/atau
  • Terjadinya 1 atau lebih infeksi oportunistik tertentu

Istilah AIDS terutama dipakai untuk kepentingan kesehatan masyarakat, sbg patokan buat laporan kasus. Sekali kita dianggap AIDS, menurut gejala atau status kekebalan, kita dimasukkan pada statistik sebagai kasus, dan status ini tidak diganti walau kita menjadi sehat kembali. Oleh sebab itu, istilah AIDS tidak penting untuk kita sbg individu.

obat hiv

Orang terjangkit HIV (atau disebut Odha) yang mempunyai semakin banyak info, dukungan & perawatan medis yang baik dari tahap awal penyakitnya akan lebih berhasil menangani infeksinya. Terapi antiretroviral (ART) yg saat ini makin terjangkau bisa memperlambat kecepatan penggandaan HIV; obat lain dapat mengatasi / mengobati infeksi yang di akibatkan HIV.

HIV agak susah menular & tidak menular setiap kali terjadi peristiwa berisiko yg melibatkan orang terinfeksi HIV. Misalnya, walau sangat berbeda-beda, rata-rata hanya bakal terjadi 1 penularan HIV dari laki-laki yang terinfeksi pada wanita yg tidak terinfeksi dalam 500 kali berhubungan seks vagina. Namun penularan satu kali itu bisa terjadi pada kali pertama.

Posted in Obat HIV | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

HIV Dan AIDS Kenali Gejalanya – Distributor Obat Herbal HIV AIDS di Bintan WA/SMS 0812 9127 3879

Sering kali HIV & AIDS tertulisdan disebut sbg satu istilah. Akan tetapi HIV & AIDS mempunyai arti yang berbeda. HIV adalah singkatan dari “Human Immunodeficiency Virus”. Virus ini adalah virus yang dapat menyebabkan AIDS. Kalu seseorang terinfeksi HIV, orang itu bakal dikatakan sebagai HIV positif.

https://www.youtube.com/watch?v=ay3wFp0w_BY

HIV menyerang sistem kekebalan tubuh, yang mana merupakan pertahanan tubuh dari penyakit. Apabila sistem kekebalan tubuh seseorangsudah dirusak oleh virus, maka akan mengembangkan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Ini artinya orang tersebut akan mendapatkan infeksi & penyakit yang mana tubuh mereka biasanya bisa melawan. Didiagnosa menderita HIV tak berarti Anda memiliki AIDS atau orang tersebut bakal meninggal.

Perawatan bakal memperlambat kerusakan pada sistem kekebalan tubuh jadi orang dengan HIV bisa tetap baik, hidup sehat & memuaskan.

Bagaimana Cara Penularan HIV & AIDS ?

HIV terdapat dalam cairan tubuh yaitu, darah, sperma (air mani), cairan vagina & air susu ibu. HIV hanya ditularkan apabila cairan tubuh seseorang positif HIV masuk ke dalam aliran darah orang lain.

HIV cuma dapat ditularkan lewat :

  • Seks tanpa pengaman (seks tanpa kondom)
  • Pemakaian bersama jarum & peralatan lain untuk menyuntik obat.
  • Tindik atau tattoo yg tidak higenis.
  • Ibu dan anak selama masa kehamilan, persalinan dan menyusui.
  • Transfusi darah / produk darah di beberapa negara lain. Di Australia, transfusi darah & produk darah termasuk aman.

HIV tidak bisa ditularkan melalui:

  • Batuk
  • Bersin
  • Meludah
  • Berciuman
  • Menangis (air mata)
  • Alat-alat makan & piring
  • Seprei dan sarung bantal
  • Toilet dan kamar mandi
  • Melalui kontak sosial biasa.
  • Serangga, seperti nyamuk misalnya.

Orang yg terinfeksi HIV bisa tetap sehat bertahun-tahun tanpa ada tanda fisik / tanda infeksi. Orang yg terinfeksi virus tersebut namun tidak ada tanda adalah ‘HIV-positif’ atau memiliki ‘penyakit HIV tanpa ciri-ciri.

Kalau ciri-ciri mulai muncul, orang disebut mempunyai ‘infeksi HIV bergejala’ atau ‘penyakit HIV lanjutan’. Pada tingkat ini seseorang kemungkinan besar bakal mengembangkan infeksi oportunistik. ‘AIDS’ merupakan definisi yang diberikan kepada orang terinfeksi HIV yg masuk pada tingkat infeksi berat.

AIDS didefinisi sebagai :

  • Jumlah sel CD4 di bawah 200; dan/atau
  • Terjadinya satu atau lebih infeksi oportunistik tertentu

Istilah AIDS terutama dipakai buat kepentingan kesehatan masyarakat, sbg patokan buat laporan kasus. Sekali kita disebut AIDS, di lihat dari tanda dan status kekebalan, kita dimasukkan pada statistik sebagai kasus, & status ini tidak diganti walaupun kita telah sehat kembali. Karena itulah, istilah AIDS tidak penting buat kita sebagai individu.

Bahaya HIV AIDS

Orang terjangkit HIV (atau disebut Odha) yang memiliki semakin banyak pengetahuan, dukungan & perawatan medis yg baik dari tahap awal penyakitnya bakal lebih berhasil mengatasi infeksinya. Terapi antiretroviral (ART) yang saat ini semakin terjangkau bisa memperlambat kecepatan penggandaan HIV; obat lain bisa mencegah atau mengobati infeksi yang di akibatkan HIV.

HIV agak sulit menular dan tidak menular setiap kali terjadi keadaan berisiko yang melibatkan orang terinfeksi HIV. Misalnya, walau sangat berbeda-beda, rata-rata cuma akan terjadi satu penularan HIV dari laki-laki yg terinfeksi pada wanita yg tidak terinfeksi dalam 500 kali berhubungan seks vagina. Tapi penularan satu kali itu dapat terjadi pada pertama kalinya.

Posted in Obat HIV | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment