HIV Dan AIDS

HIV Dan AIDS

 

Sering kali HIV dan AIDS tertulis dan disebut sebagai satu istilah. Akan tetapi HIV dan AIDS mempunyai arti yang berbeda. HIV merupakan singkatan dari “Human Immunodeficiency Virus”. Virus ini merupakan virus yang dapat menyebabkan AIDS. Jika anda terinfeksi HIV, anda akan dikatakan sebagai HIV positif.

HIV Dan AIDS

HIV Dan AIDS

HIV menyerang sistem kekebalan tubuh, yang mana adalah pertahanan tubuh terhadap penyakit. Jika sistem kekebalan tubuh seseorang telah dirusak oleh virus, maka akan mengembangkan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Ini berarti mereka akan mendapatkan infeksi dan penyakit yang mana tubuh mereka biasanya bisa melawan. Didiagnosa menderita HIV bukan berarti seseorang memiliki AIDS atau mereka akan meninggal.

Perawatan akan memperlambat kerusakan pada sistem kekebalan tubuh sehingga orang dengan HIV dapat tetap baik, hidup sehat dan memuaskan.

Bagaimana Cara Penularan HIV dan AIDS ?

HIV terdapat dalam cairan tubuh yaitu, darah, sperma (air mani), cairan vagina dan air susu ibu. HIV hanya ditularkan kalau cairan tubuh seseorang HIV positif masuk ke dalam aliran darah orang lain.

HIV hanya dapat ditularkan melalui:

  • Seks tanpa pengaman (seks tanpa kondom)
  • Pemakaian bersama jarum dan peralatan lain untuk menyuntik obat.
  • Tindik atau tattoo yang tidak steril.
  • Ibu dan anak selama masa kehamilan, persalinan dan menyusui.
  • Transfusi darah dan atau produk darah di beberapa negara lain. Di Australia, transfusi darah dan produk darah termasuk aman.

HIV tidak dapat ditularkan melalui:

  • Batuk
  • Bersin
  • Meludah
  • Berciuman
  • Menangis (air mata)
  • Alat-alat makan dan piring
  • Seprei dan sarung bantal
  • Toilet dan kamar mandi
  • Melalui kontak sosial biasa.
  • Serangga, seperti nyamuk misalnya.

Seorang yang terinfeksi HIV dapat tetap sehat bertahun-tahun tanpa ada tanda fisik atau gejala infeksi. Orang yang terinfeksi virus tersebut tetapi tanpa gejala adalah ‘HIV-positif’ atau mempunyai ‘penyakit HIV tanpa gejala.’

Apabila gejala mulai muncul, orang disebut mempunyai ‘infeksi HIV bergejala’ atau ‘penyakit HIV lanjutan.’ Pada stadium ini seseorang kemungkinan besar akan mengembangkan infeksi oportunistik. ‘AIDS’ merupakan definisi yang diberikan kepada orang terinfeksi HIV yang masuk pada stadium infeksi berat.

AIDS didefinisi sebagai:

  • Jumlah sel CD4 di bawah 200; dan/atau
  • Terjadinya satu atau lebih infeksi oportunistik tertentu

Istilah AIDS terutama dipakai untuk kepentingan kesehatan masyarakat, sebagai patokan untuk laporan kasus. Sekali kita dianggap AIDS, berdasarkan gejala dan/atau status kekebalan, kita dimasukkan pada statistik sebagai kasus, dan status ini tidak diubah walau kita menjadi sehat kembali. Oleh karena itu, istilah AIDS tidak penting buat kita sebagai individu.

Orang terinfeksi HIV (atau disebut Odha) yang mempunyai semakin banyak informasi, dukungan dan perawatan medis yang baik dari tahap awal penyakitnya akan lebih berhasil menangani infeksinya. Terapi antiretroviral (ART) yang sekarang semakin terjangkau dapat memperlambat kecepatan penggandaan HIV; obat lain dapat mencegah atau mengobati infeksi yang disebabkan HIV.

HIV agak sulit menular, dan tidak menular setiap kali terjadi peristiwa berisiko yang melibatkan orang terinfeksi HIV. Misalnya, walau sangat berbeda-beda, rata-rata hanya akan terjadi satu penularan HIV dari laki-laki yang terinfeksi pada perempuan yang tidak terinfeksi dalam 500 kali berhubungan seks vagina. Namun penularan satu kali itu dapat terjadi pada kali pertama. HIV Dan AIDS.

HIV Dan AIDS

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Penyakit Infeksi HIV

Penyakit Infeksi HIV

 

Penyakit Infeksi HIV, Ketika pertama kali mendengar istilah penyakit HIV AIDS tentunya yang berada dalam pikiran kita adalah gambaran sebuah penyakit yang berbahaya dan sampai saat ini belum ditemukan pengobatan yang tepat dan berhasil menyembuhkan akan penyakit ini. Penyakit Infeksi HIV adalah salah satu jenis penyakit yang cara penularannya adalah memalui hubungan seksual. Dalam bahasa medisnya adalah masuk dalam golongan Penyakit Menular Seksual (PMS).

Penyakit Infeksi HIV

Penyakit Infeksi HIV

Penyakit infeksi HIV adalah penyakit yang disebabkan oleh suatu virus yang biasanya ditularkan dari satu orang kepada orang lain melalui kontak seksual. Virus HIV AIDS yang telah masuk ke dalam tubuh seseorang tidak akan menimbulkan gejala-gejala yang terlihat secara fisik sehingga penderitanya terlihat normal seperti tidak sedang terkena penyakit. Namun, perlu diwaspadai, walaupun drai luar penderita HIV tampak normal-normal saja, tetapi dia dapat menularkan virus tersebut kepada orang lain dalam berbagai cara yang mungkin juga tidak disadari oleh penderita itu.

Secara global, penyakit infeksi HIV mengalami penurunan. Semua ini dikarenakan oleh intervensi yang menyebabkan perubahan pola komunikasi, pemakaian kondom, pencegahan transmisi dari Ibu-Anak, kampanye khitan dan pencegahan lainnya. Infeksi HIV baru sudah menurun dalam satu dekade terakhir. Tahun 2013, infeksi HIV AIDS dunia mencapai 2,3 juta. Mengalami penurunan sebanyak 33% sejak tahun 2001.

Sejak pertama kali ditemukannya penyakit infeksi HIV pada tahun 1987 sampai dengan Desember 2013, HIV AIDS tersebar di 368 dari 497 kabupaten/kota di seluruh provinsi di Indonesia. Bali adalah provinsi pertama tempat ditemukannya infeksi HIV AIDS.

Setiap 25 menit di Indonesia, satu orang akan terinfeksi HIV AIDS. Satu dari lima orang yang terinfeksi berusia di bawah 25 tahun. Proyeksi Kementerian Kesehatan Indonesia memperlihatkan, tanpa adanya percepatan program pencegahan HIV, lebih dari 500.000 orang Indonesia akan positif terinfeksi HIV AIDS pada tahun 2014. Papua, Jakarta dan Bali yang berada paling depan dalam tingkat penyebaran kasus HIV AIDS baru per 100.000 orang. Jakarta memiliki angkat terbesar untuk kasus baru pada tahun 2011 yaitu sebesar 4.012 kasus.

Gejala Penyakit Penyakit HIV

Pada tahap awal infeksi HIV, gejala yang paling umum pun tidak ada. Karena gejala awalnya tidak ada, orang-orang yang berisiko tersebut kadang tidak tahu tubuhnya sudah dimasuki virus HIV. Walaupun penyakit ini mampu menyebabkan gangguan kesehatan yang serius, namun sayangnya gejala awal dari penyakit ini kurang diketahui. Sehingga penyakit ini baru diketahui ketika sudah masuk stadium yang parah.

Berikut adalah gejala penyakit penyakit HIV yang harus Anda ketahui :

  • Demam
  • Kelelahan
  • Nyeri otot dan sendi
  • Sakit tenggorokan dan sakit kepala
  • Ruam pada kulit
  • Mual, muntah, dan diare

Saat ini penyakit infeksi HIV termasuk dalah penyakit yang berbahaya karna bisa menimbulkan kematian, selain itu susahnya untuk mengobati penyakit infeksi HIV ini. Sebenarnya penyakit infeksi HIV ini masih bisa dicegah, namun karna kurangnya penyuluhan dan kepedulian masyarakat mengenai penyakit infeksi HIV membuat berkembang. Penyakit HIV termasuk sebagai penyakit menular. Cara penularan virus HIV bisa melalui tranfusi darah dan pemakaian jarum suntik yang digunakan bergantian maupun tidak steril.

Cara yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit infeksi HIV berbahaya ini adalah dengan menghindari seks bebas, tidak menerima tranfusi darah dari orang yang mengidap penyakit HIV, mneghindari penggunaan jarum suntik yang tidak steril dan bagi wanita yang mengidap penyakit HIV disarankan untuk tidak hamil karna dapat menularkan virus kepada janin yang dikandungnya. Jika ingin hamil, sebaiknya mereka selalu berkonsultasi dengan dokter.

Penyakit Infeksi HIV

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Penyakit HIV Gejalanya

Penyakit HIV Gejalanya

 

Penyakit HIV Gejalanya, HIV AIDS memang membutuhkan waktu sebelum benar-benar virus memang menginfeksi ke dalam tubuh. Gejala awal infeksi HIV bisa menyebabkan gangguan kesehatan biasa seperti flu, batuk, demam dan sakit kepala. Tapi setelah dua minggu lebih dan tubuh memberikan reaksi yang besar terhadap infeksi virus HIV maka gejala lain sering muncul. Berikut ini adalah berbagai gejala yang muncul sesuai dengan tahapan infeksi virus HIV hingga menjadi AIDS.

Penyakit HIV Gejalanya

Penyakit HIV Gejalanya

Semua penderita HIV AIDS biasanya memiliki beberapa gejala yang berbeda. Setiap tahap awal biasanya menghasilkan gejala seperti penyakit biasa. Infeksi HIV biasanya akan meningkatkan gejala setelah masa virus masuk ke dalam tubuh antara 2 hingga 6 minggu. Tubuh akan mengirimkan respon yang menandakan bahwa virus sudah masuk ke dalam tubuh. Gejala awal ini bisa muncul dalam beberapa waktu yang berbeda, bahkan ada penderita HIV yang tidak pernah merasakan gejala hingga lebih dari 8 tahun.

Berikut adalah penyakit HIV gejalanya yang harus Anda ketahui :

  1. Demam

Salah satu gejala paling umum dari penyakit HIV gejalanya adalah demam ringan, hingga 102 derajat Fahrenheit. Demam itu biasanya disertai kelelahan, pembengkakan kelenjar getah bening, dan sakit tenggorokan. Pada titik ini, virus bergerak masuk ke aliran darah dan mulai mereplikasi dalam jumlah besar.

  1. Ruam Pada Kulit

Penyakit HIV gejalanya ini bisa datang pada awal seseorang terinfeksi HIV. Namun pada beberapa kasus, tanda ini malah muncul belakangan. Ruam pada kulit muncul jika penderita yang tidak memiliki riwayat alergi. Bentuknya bisa berupa bisul, dan tanda gatal warna merah muda pada beberapa bagian tubuh.

  1. Batuk Kering

Jika batuk kering berlangsung selama satu tahun lebih dan makin parah, sedangkan obat batuk tidak bisa menyembuhkannya, patut diwaspadai Anda sudah terserang HIV, penyakit HIV gejalanya.

  1. Kelelahan

Penyakit HIV gejalanya adalah Anda mulai merasa lelah akut dan lesu. Ini karena kekebalan tubuh Anda sudah mulai dikacaukan oleh HIV. Seorang penderita HIV bahkan bisa kehabisan nafas hanya karena berjalan.

  1. Nyeri Otot Dan Sendi

Penyakit HIV gejalanya kadang disalahartikan sebagai gejala flu, sifilis, atau hepatitis. Tak heran, karena gejalanya memang mirip, yakni nyeri pada persendia, otot, dan kelenjar getah bening yang kebanyakan berada di pangkal paha, ketik, dan leher.

  1. Mual, Muntah, Dan Diare

Sebanyak 30-60 persen penderita HIV mengalami gejala ini. Pengidap HIV biasanya mengalami diare terus-menerus, namun tidak demikian pada penderita yang kekebalan tubuhnya kuat sejak semula.

  1. Sakit Tenggorokan Dan Sakit Kepala

Sakit pada tenggorokan dan kepala disebut Horberg bisa jadi bagian dari gejala anda terserang HIV, penyakit HIV gejalanya. Namun untuk membuktikan gejala ini sebagai tanda Anda terkena HIV, biasanya perlu dites laboratorium terlebih dulu.

  1. Berat Badan Menurun

Jika Anda mulai kehilangan berat badan, itu adalah tanda sistem kekebalan tubuh Anda sudah terserang. Menurut pakar kesehatan, dr.Malvestutto, penyakit HIV gejalanya yang paling umum adalah berat badan yang menurun signifikan meski sudah banyak makan.

  1. Perubahan Pada Kuku

Tanda Anda terserang HIV adalah adanya perubahan pada kuku anda. Kuku biasanya mengalami penebalan dan melengkung. Bahkan pada beberapa penderita, kuku mereka berubah warna menjadi kehitaman, dengan garis coklat vertikal maupun horizontal di permukaannya.

  1. Susah Konsentrasi

Masalah kognitif bisa jadi tanda Anda telah terjangkit HIV. Penyakit HIV gejalanya ini biasanya muncul belakangan. Selain susah konsentrasi, penderita HIV biasanya jadi mudah marah dan tersinggung, ceroboh, susah berkoordinasi, dan mengalami kesulitan melakukan aktivitas yang berhubungan dengan syaraf motorik seperti menulis.

Itulah beberapa gejala umum dari penyakit HIV AIDS. Apabila Anda merasa bahwa diri Anda berada pada risiko yang tinggi untuk terkena penyakit ini dan mengalami gejala di atas, sebaiknya segera berkonsultasilah menuju dokter, Penyakit HIV Gejalanya.

Penyakit HIV Gejalanya

Posted in Uncategorized | Leave a comment

HIV Dan Penyebabnya

HIV Dan Penyebabnya

 

HIV Dan Penyebabnya, HIV AIDS adalah Virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia sehingga menjadikan tubuhnya menjadi lemah dalam melawan infeksi virus/bakteri lainnya. Sistem imun yang melemah dapat menyebabkan tidak adanya perlawanan tubuh ketika terserang infeksi dari bakteri/virus lainnya, sehingga tingkat defisiensi sudah tidak mampu lagi menangkalnya.

HIV Dan Penyebabnya

HIV Dan Penyebabnya

HIV dan penyebabnya adalah infeksi oleh virus HIV, yang menyerang system kekebalan tubuh sehingga sel-sel pertahanan tubuh makin lama makin banyak yang rusak. Penderita infeksi HIV menjadi sangat rentan terhadap semua bentuk infeksi. Pada tahap akhir, penderita tidak bisa tahan terhadap kuman-kuman yang secara normal bisa dilawannya dengan mudah. Virus HIV AIDS yang telah masuk ke dalam tubuh seseorang tidak akan menimbulkan gejala-gejala yang terlihat secara fisik sehingga penderitanya terlihat normal seperti tidak sedang terkena penyakit. Namun, perlu diwaspadai, walaupun drai luar penderita HIV tampak normal-normal saja, tetapi dia dapat menularkan virus tersebut kepada orang lain dalam berbagai cara yang mungkin juga tidak disadari oleh penderita itu.

Infeksi HIV AIDS ditularkan melalui hubungan badan baik vagina, anus, dan kontak dengan darah penderita HIV, seperti lewat jarum suntik, bayi yang dilahirkan oleh ibu yang terinfeksi HIV AIDS, menerima transfusi darah yang terinfeksi, serta transplantasi organ tubuh.

Faktor lain HIV dan penyebabnya antara lain :

  1. Penggunaan Jarum Suntik Yang Kurang Steril

HIV dan penyebabnya adalah penggunaan jarum suntik. Penggunaan jarum suntik yang tidak steril bisa meningkatkan risiko seseorang terkena AIDS. Biasanya hal ini terjadi pada kalangan orang yang hobi mengonsumsi Narkoba yang terkadang sering bertukar jarum suntik.

  1. Seks Bebas Dan Seks Yang Kurang Sehat Dan Kurang Aman

HIV dan penyebabnya adalah seks bebas. Ketika Anda berhubungan intim, upayakan untuk maenaggunakan pengaman. Sebab, virus HIV AIDS akan lebih mudah menular ketika aktivitas intim Anda tidak sehat dan tanpa pengaman.

Hubungan intim yang kurang aman dan tanpa dilengkapi pelindung (Kondom) lebih riskan menyebarkan virus HIV penyebabnya dibandingkan memakai Kondom alias pelindung.

  1. Penyakit Keturunan

HIV dan penyebabnya adalah karena penyakit keturunan. Jika orang tua atau kaker nenek Anda memiliki riwayat penyakit AIDS maka kemungkinan besar penyakit ini akan diwariskan pada Anda, dengan kata lain Anda akan menderita penyakit yang sama (kemungkinan besar).

Sebagai tambahan : infeksi HIV penyebabnya tidak bisa ditularkan lewat kontak sosial biasa seperti berjabat tangan dan berpelukan, makanan atau alat-alat makan, toilet dan kolam renang, gigitan nyamuk atau serangga lain serta donor darah yang bebas virus penyebab HIV AIDS.

Saat ini penyakit HIV AIDS termasuk dalah penyakit yang berbahaya karna bisa menimbulkan kematian, selain itu susahnya untuk mengobati penyakit HIV ini. Sebenarnya penyakit HIV AIDS ini masih bisa dicegah, namun karna kurangnya penyuluhan dan kepedulian masyarakat mengenai penyakit HIV membuat berkembang. Penyakit HIV termasuk sebagai penyakit menular. Cara penularan virus HIV bisa melalui tranfusi darah dan pemakaian jarum suntik yang digunakan bergantian maupun tidak steril.

Cara yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit HIV AIDS berbahaya ini adalah dengan menghindari seks bebas, tidak menerima tranfusi darah dari orang yang mengidap penyakit HIV, mneghindari penggunaan jarum suntik yang tidak steril dan bagi wanita yang mengidap penyakit HIV disarankan untuk tidak hamil karna dapat menularkan virus kepada janin yang dikandungnya. Jika ingin hamil, sebaiknya mereka selalu berkonsultasi dengan dokter, HIV Dan Penyebabnya.

HIV Dan Penyebabnya

Posted in Uncategorized | Leave a comment

HIV AIDS Dan Penyebarannya

HIV AIDS Dan Penyebarannya

 

HIV AIDS Dan Penyebarannya, HIV AIDS adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh virus. Segala penyakit yang disebabkan virus ataupun infeksi seringkali berkaitan dengan daya tahan tubuh seseorang. Pada jenis penyakit virus biasa, dengan daya tahan yang lemah virus akan lebih mudah menyerang. Tetapi bila daya tahan tubuh kita bagus, maka akan mengalami kesulitan dalam melakukan penyerangan terhadap tubuh.

HIV AIDS Dan Penyebarannya

HIV AIDS Dan Penyebarannya

Tidak demikian dengan penyakit HIV AIDS ini. Justru HIV ini akan menyerang sistem kekebalan tubuh seseorang. Sehingga bila telah berjangkit pada seseorang maka daya tahan tubuh seseorang dari hari ke hari akan semakin menurun. Sehingga efek dari virus penyebab penyakit HIV AIDS ini seseorang akan mudah terkena infeksi. Bila tidak terdeteksi dari awal, justru penyakit HIV AIDS ini akan dikenali dan bisa dideteksi bila seseorang mudah terkena infeksi tambahan. Virusnya sendiri bernama Human Immunodeficiency Virus (atau disingkat HIV) yaitu virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia.

Virus HIV yang telah masuk ke dalam tubuh seseorang tidak akan menimbulkan gejala-gejala yang terlihat secara fisik sehingga penderitanya terlihat normal seperti tidak sedang terkena penyakit. Namun, perlu diwaspadai, walaupun drai luar penderita HIV AIDS tampak normal-normal saja, tetapi dia dapat menularkan virus tersebut kepada orang lain dalam berbagai cara yang mungkin juga tidak disadari oleh penderita itu.

Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor. Meskipun penanganan yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus, namun penyakit ini belum benar-benar bisa disembuhkan.

Penyebaran Virus Penyakit HIV AIDS

Virus penyakit HIV adalah jenis virus yang rapuh. Tidak bisa bertahan lama di luar tubuh manusia. HIV bisa ditemukan di dalam cairan tubuh dari orang yang terinfeksi. Cairan yang dimaksud adalah cairan sperma, cairan vagina, cairan anus, darah, dan ASI. Virus penyakit HIV tidak bisa menyebar melalui keringat atau urin.

Di Indonesia faktor penyebab dan penyebaran virus penyakit HIV AIDS terbagi menjadi dua kelompok utama, yaitu melalui hubungan seks yang tidak aman dan bergantian jarum suntik saat menggunakan narkotika.

Berikut ini adalah beberapa cara penyebaran virus penyakit HIV AIDS lainnya:

  • Penularan dari ibu kepada bayi pada masa kehamilan, ketika melahirkan atau menyusui
  • Melalu seks oral
  • Melalui transfusi darah dari orang yang terinfeksi
  • Memakai jarum, suntikan dan perlengkapan menyuntik lain yang sudah terkontaminasi, misalnya spon dan kain pembersihnya

Secara langsung (transfusi darah, produk darah atau transplantasi organ tubuh yang tercemar HIV), lewat alat-alat (jarum suntik, peralatan dokter, jarum tato, tindik, dll) yang telah tercemar HIV karena baru dipakai oleh orang yang terinfeksi virus penyakit HIV dan tidak disterilisasi terlebih dahulu.

Karena virus penyakit HIV dalam jumlah yang cukup untuk menginfeksi orang lain- ditemukan dalam darah, air mani dan cairan vagina Odha. Melalui cairan-cairan tubuh yang lain, tidak pernah dilaporkan kasus penularan virus penyakit HIV (misalnya melalui: air mata, keringat, air liur/ludah, air kencing).

Melalui hubungan seksual dengan seseorang yang terinfeksi virus penyakit HIV tanpa memakai kondom, melalui transfusi darah, melalui alat-alat tajam yang telah tercemar virus penyakit HIV (jarum suntik, pisau cukur, tatto, dll), melalui ibu hamil yang terinfeksi HIV kepada janin yang dikandungnya atau bayi yang disusuinya.

Dalam satu kali hubungan seks secara tidak aman dengan orang yang terinfeksi virus penyakit HIV dapat terjadi penularan. Walaupun secara statistik kemungkinan ini antara 0,1% hingga 1% (jauh dibawah risiko penularan HIV melalui transfusi darah) tetapi lebih dari 90% kasus penularan HIV/AIDS terjadi melalui hubungan seks yang tidak aman.

Karena kegiatan sehari-hari Odha tidak memungkinkan terjadinya pertukaran cairan tubuh yang menularkan HIV. Kita tidak tertular HIV selama kita mencegah kontak darah dengan Odha dan jika berhubungan seks, kita melakukannya secara aman dengan memakai kondom.

Hubungan seksual secara anal (lewat dubur) paling berisiko menularkan HIV, karena epitel mukosa anus relatif tipis dan lebih mudah terluka dibandingkan epitel dinding vagina, sehingga HIV lebih mudah masuk ke aliran darah. Dalam berhubungan seks vaginal, perempuan lebih besar risikonya daripada pria karena selaput lendir vagina cukup rapuh. Disamping itu karena cairan sperma akan menetap cukup lama di dalam vagina, kesempatan HIV masuk ke aliran darah menjadi lebih tinggi. HIV di cairan vagina atau darah tersebut, juga dapat masuk ke aliran darah melalui saluran kencing pasangannya.

Walaupun penyakit ini mampu menyebabkan gangguan kesehatan yang serius, namun sayangnya gejala awal dari penyakit ini kurang diketahui, cegah penularan penyakit HIV. Sehingga penyakit ini baru diketahui ketika sudah masuk stadium yang parah. Melakukan pencegahan secara dini bisa menghindarkan Anda dari terkena penyakit HIV AIDS.

HIV AIDS Dan Penyebarannya

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Mengobati Penyakit HIV AIDS

Mengobati Penyakit HIV AIDS

 

Mengobati Penyakit HIV AIDS, HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh. Virus ini melemahkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi dan penyakit. Jika sistem kekebalan tubuh seseorang telah dirusak oleh virus, maka akan mengembangkan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Ini berarti mereka akan mendapatkan infeksi dan penyakit yang mana tubuh mereka biasanya bisa melawan.

Mengobati Penyakit HIV AIDS

Mengobati Penyakit HIV AIDS

HIV AIDS adalah salah satu jenis penyakit yang cara penularannya adalah memalui hubungan seksual. Dalam bahasa medisnya adalah masuk dalam golongan Penyakit Menular Seksual (PMS). Penyebab penyakit HIV adalah infeksi oleh virus HIV, yang menyerang system kekebalan tubuh sehingga sel-sel pertahanan tubuh makin lama makin banyak yang rusak. Penderita infeksi penyakit HIV menjadi sangat rentan terhadap semua bentuk infeksi. Pada tahap akhir, penderita tidak bisa tahan terhadap kuman-kuman yang secara normal bisa dilawannya dengan mudah.

Mengobati Penyakit HIV AIDS

Pada dasarnya tidak ada satupun obat yang bisa menyembuhkan HIV AIDS. Ilmuwan terus mengembangkan penelitian untuk mengetahui bahwa perkembangan virus HIV AIDS tidak berjalan terlalu cepat. Jika perkembangan terjadi dalam waktu yang lebih cepat maka harapan hidup penderita bisa menjadi lebih kecil. Berikut ini adalah beberapa cara mengobati penyakit HIV AIDS dengan  jenis obat yang sering digunakan bagi penderitanya :

  1. Konsumsi Obat ART (Anti Retroviral Therapy)

Mengobati penyakit HIV AIDS dengan mengkonsumsi obat ART. Obat ini khusus bekerja untuk mengatasi perkembangan virus sehingga bisa memberikan harapan hidup yang lebih panjang untuk penderita HIV AIDS. Obat ini sama sekali tidak bisa menyembuhkan HIV AIDS. Pemakaian obat ini pada ibu hamil bisa mengurangi resiko virus penyakit menular ini ke janin, mengobati penyakit hiv aids.

  1. Obat Antiretroviral (ARV)

Mengobati penyakit HIV AIDS dengan mengkonsumsi obat antiretroviral. Ini adalah salah satu jenis obat yang dikembangkan untuk menghentikan kerusakan sel dalam tubuh akibat dari infeksi HIV. Cara mengobati HIV AIDS ini juga bisa digunakan untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh sehingga bisa mencegah kerusakan sel tubuh yang lebih parah, mengobati penyakit hiv aids.

  1. Obat ARV untuk Ibu Hamil

Mengobati penyakit HIV AIDS dengan mengkonsumsi obat ARV untuk ibu hamil yang mencerita HIV AIDS. Ibu hamil memerlukan obat ARV untuk mencegah penularan virus dari dirinya ke janin dalam rahim. Jika ibu hamil tidak melakukan perawatan ini maka kemungkinan besar bisa menularkan virus ke janin sehingga bayi yang lahir terinfeksi HIV, mengobati penyakit hiv aids.

Efek Samping Mengobati Penyakit HIV AIDS Secara Medis

Pemakaian berbagai jenis obat seperti ARV atau ART memang banyak disarankan oleh dokter. Obat ini memang tidak akan menyembuhkan HIV AIDS, tapi paling tidak bisa mengurangi gejala dan berbagai penyakit yang menyerang penderita karena sistem kekebalan tubuh yang terus melemah. Namun perawatan ini juga sering dihindari karena menyebabkan beberapa efek samping mengobati penyakit HIV AIDS secara medis dibawah ini :

  • Sulit untuk tidur dan terkadang juga bisa menyebabkan tekanan mental serta depresi
  • Gangguan pencernaan yang menyebabkan mual dan muntah secara terus menerus
  • Sakit kepala dan badan yang terasa lebih lemah
  • Penyakit kulit yang menyebabkan beberapa bagian kulit menjadi lebih hitam atau merah
  • Berbagai efek samping ini juga bisa menyebabkan kurang percaya diri bagi penderita HIV AIDS

Sementara banyak ilmuwan yang terus mengembangkan obat untuk HIV AIDS, maka beberapa pakar juga bergerak untuk mencoba menemukan obat tradisional. Beberapa bahan khusus yang ditemukan dari alam diyakini bisa menyembuhkan HIV. Namun cara mengobati HIV AIDS ini belum tentu efektif untuk semua penderitanya sehingga selama perawatan penderita tetap harus menjalankan terapi atau konsultasi dengan dokter. Berikut ini adalah beberapa jenis langkah mengobati  penyakit HIV AIDS secara tradisional :

  1. Terapi dengan Bawang Putih

Mengobati penyakit HIV AIDS dengan terapi bawang putih. Bawang putih dipercaya bisa mengendalikan perkembangan atau infeksi virus. Bahkan bawang putih juga bisa membuat berbagai gejala yang berhubungan dengan sistem kekenalan tubuh menjadi lebih ringan. Penderita yang memilih perawatan medis dengan obat-obatan ARV atau ART bisa mengurangi berbagai efek samping dengan makan bawang putih. Bawang putih bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga kesehatan menjadi lebih baik.

  1. Konsumsi Suplemen

Mengobati penyakit HIV AIDS dengan mengkonsumsi suplemen. Berbagai jenis suplemen biasanya dikonsumsi untuk meningkatkan kesehatan tubuh. Bagi penderita HIV AIDS maka jenis suplemen tertentu bisa membantu mempertahankan kesehatan tubuh sehingga bisa menjalani kehidupan dengan baik. Beberapa jenis suplemen yang disarankan adalah seperti :

  • Makanan yang mengandung vitamin D yang bisa menjadi sumber kalsium sehingga bisa meningkatkan kekuatan dan kesehatan tulang.
  • Suplemen selenium yang berfungsi untuk mengatasi perkembangan infeksi virus HIV.
  • Suplemen minyak ikan yang bisa mengatasi masalah penumpulan lemak dalam tubuh
  • Suplemen vitamin B12 yang digunakan oleh ibu hamil untuk mempertahankan kondisi kesehatan dan janin
  • Suplemen protein yang bisa membantu penderita HIV AIDS untuk tetap memiliki berat badan yang seimbang dan tidak mudah terserang penyakit.

Pada intinya belum ada obat khusus yang bisa menyembuhkan infeksi HIV maupun AIDS. Penyakit ini sangat menakutkan karena tidak mudah untuk diatasi. Banyak penderita HIV AIDS di dunia yang terus mengalami depresi dan tekanan mental yang berat. Oleh karena itu lebih baik jika kita meningkatkan kesadaran diri agar terhindari dari HIV AIDS, Mengobati penyakit HIV AIDS.

Mengobati Penyakit HIV AIDS

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Penyakit HIV Ciri-Cirinya

Penyakit HIV Ciri-Cirinya

 

Penyakit HIV Ciri-Cirinya, HIV AIDS hingga kini masih menjadi penyakit yang sangat menakutkan. Bukan tanpa alasan, hal ini disebabkan oleh belum ditemukannya obat dan vaksin yang mampu menyembuhkan atau mencegah virus ini. Yang lebih menakutkan lagi, berbagai faktor resiko dapat meningkatkan kesempatan pada siapapun terinfeksi virus yang disebut human immunodeficiency virus (HIV). Orang yang terinfeksi HIV belum tentu menderita AIDS, tergantung tingkat imunitas orang tersebut.

Penyakit HIV Ciri-Cirinya

Penyakit HIV Ciri-Cirinya

Bagi kebanyakan kita, virus HIV AIDS adalah virus yang terjadi pada orang lain. Padahal ini bisa menyerang siapa saja, termasuk kita. Sebagian besar waktu, tanda-tanda HIV tidak menjadi nyata sampai infeksi mulai menyebar. Misalnya jika virus menyerang saat ini, gejala-gejala positif HIV bisa terlihat 2,3 atau 10 tahun ke depan. Sejumlah tanda HIV AIDS muncul hanya setelah masa inkubasi berakhir.

Berikut adalah penyakit HIV ciri-cirinya yang harus Anda ketahui :

  1. Demam

Salah satu tanda paling umum dari penyakit HIV ciri-cirinya adalah demam ringan, hingga 102 derajat Fahrenheit. Demam itu biasanya disertai kelelahan, pembengkakan kelenjar getah bening, dan sakit tenggorokan. Pada titik ini, virus bergerak masuk ke aliran darah dan mulai mereplikasi dalam jumlah besar.

  1. Kelelahan

Penyakit HIV ciri-cirinya adalah Anda mulai merasa lelah akut dan lesu. Ini karena kekebalan tubuh Anda sudah mulai dikacaukan oleh HIV. Seorang penderita HIV bahkan bisa kehabisan nafas hanya karena berjalan.

  1. Nyeri Otot Dan Sendi

Penyakit HIV ciri-cirinya kadang disalahartikan sebagai gejala flu, sifilis, atau hepatitis. Tak heran, karena gejalanya memang mirip, yakni nyeri pada persendia, otot, dan kelenjar getah bening yang kebanyakan berada di pangkal paha, ketik, dan leher.

  1. Sakit Tenggorokan Dan Sakit Kepala

Sakit pada tenggorokan dan kepala disebut Horberg bisa jadi bagian dari penyakit HIV ciri-cirinya. Namun untuk membuktikan ciri HIV AIDS ini sebagai tanda Anda terkena HIV, biasanya perlu dites laboratorium terlebih dulu.

  1. Ruam Pada Kulit

Penyakit HIV ciri-cirinya ini bisa datang pada awal seseorang terinfeksi HIV. Namun pada beberapa kasus, tanda ini malah muncul belakangan. Ruam pada kulit muncul jika penderita yang tidak memiliki riwayat alergi. Bentuknya bisa berupa bisul, dan tanda gatal warna merah muda pada beberapa bagian tubuh.

  1. Mual, Muntah, Dan Diare

Sebanyak 30-60 persen penderita HIV mengalami Penyakit HIV ciri-cirinya ini. Pengidap HIV biasanya mengalami diare terus-menerus, namun tidak demikian pada penderita yang kekebalan tubuhnya kuat sejak semula.

  1. Berat Badan Menurun

Jika Anda mulai kehilangan berat badan, itu adalah tanda sistem kekebalan tubuh Anda sudah terserang. Menurut pakar kesehatan, Dr.Malvestutto, Penyakit HIV ciri-cirinya yang paling umum adalah berat badan yang menurun signifikan meski sudah banyak makan.

  1. Batuk Kering

Jika batuk kering berlangsung selama satu tahun lebih dan makin parah, sedangkan obat batuk tidak bisa menyembuhkannya, patut diwaspadai Anda sudah terserang HIV.

  1. Perubahan Pada Kuku

Tanda anda terserang HIV adalah adanya perubahan pada kuku. Kuku biasanya mengalami penebalan dan melengkung. Bahkan pada beberapa penderita, kuku mereka berubah warna menjadi kehitaman, dengan garis coklat vertikal maupun horizontal di permukaannya.

  1. Susah Konsentrasi

Masalah kognitif bisa jadi tanda Anda telah terjangkit HIV. Penyakit HIV ciri-cirinya ini biasanya muncul belakangan. Selain susah konsentrasi, penderita HIV biasanya jadi mudah marah dan tersinggung, ceroboh, susah berkoordinasi, dan mengalami kesulitan melakukan aktivitas yang berhubungan dengan syaraf motorik seperti menulis.

  1. Menstruasi Tidak Teratur

Penyakit HIV ciri-cirinya lainnya pada perempuan penderita HIV, siklus menstruasi biasanya menjadi tidak teratur. Hal ini adalah ekses dari penurunan berat badan.

Cara yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit HIV AIDS berbahaya ini adalah dengan menghindari seks bebas, tidak menerima tranfusi darah dari orang yang mengidap penyakit HIV, mneghindari penggunaan jarum suntik yang tidak steril dan bagi wanita yang mengidap penyakit HIV disarankan untuk tidak hamil karna dapat menularkan virus kepada janin yang dikandungnya. Jika ingin hamil, sebaiknya mereka selalu berkonsultasi dengan dokter

Penyakit HIV Ciri-Cirinya

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Penyakit HIV Dan Pencegahan

Penyakit HIV Dan Pencegahan

 

Penyakit HIV, HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah virus yang menyerang sel darah putih di dalam tubuh (limfosit) yang mengakibatkan turunnya kekebalan tubuh manusia. Orang yang dalam darahnya terdapat virus penyakit HIV dapat tampak sehat dan belum membutuhkan pengobatan. Namun orang tersebut dapat menularkan virusnya kepada orang lain bila melakukan hubungan seks berisiko dan berbagi alat suntik dengan orang lain.

Penyakit HIV Dan Pencegahan

Penyakit HIV Dan Pencegahan

Virus penyakit HIV bekerja dengan cara menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Virus ini juga menyebabkan penderitanya rentan terhadap serangan kanker karena menurunnya kekebalan tubuh. HIV adalah suatu virus yang biasanya ditularkan dari satu orang kepada orang lain melalui kontak seksual. Orang yang telah terinfeksi virus HIV akan terkena penyakit yang disebabkan oleh virus HIV tersebut, yaitu AIDS.

Virus penyakit HIV yang telah masuk ke dalam tubuh seseorang tidak akan menimbulkan gejala-gejala yang terlihat secara fisik sehingga penderitanya terlihat normal seperti tidak sedang terkena penyakit. Namun, perlu diwaspadai, walaupun dari luar penderita HIV tampak normal-normal saja, tetapi dia dapat menularkan virus tersebut kepada orang lain dalam berbagai cara yang mungkin juga tidak disadari oleh penderita itu.

Pencegahan Penyakit HIV

Bagaimana cara mencegah penyakit HIV ? berikut adalah upaya yang dapat di lakukan untuk mencegah penyakit HIV antara lain :

  1. Membiasakan Diri dengan Perilaku Seks yang Sehat

Sebagian besar penularan hiv terjadi melalui hubungan seksual. Oleh karena itu, membiasakan diri dengan perilaku seks yang sehat dapat menjauhkan diri dari penularan HIV. Misalnya, dengan tidak berhubungan seks di luar nikah, tidak berganti-ganti pasangan, dan menggunakan pengaman (terutama pada kelompok perilaku beresiko tinggi) sewaktu melakukan aktivitas seksual.

  1. Menggunakan Jarum Suntik dan Alat-alat Medis yang Steril

Para tenaga medis hendaknya memperhatikan alat-alat kesehatan yang mereka gunakan. Jarum suntik yang digunakan harus terjamin sterilitasnya dan sebaiknya hanya sekali pakai. Jadi, setiap kali menyuntik pasien, seorang tenaga medis harus memakai jarum suntik yang haru. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah penularan HIV melalui jarum suntik. Selain itu, penggunaan sarung tangan lateks setiap kontak dengan cairan tubuh juga dapat memperkecil peluang penularan HIV.

  1. Menjauhi Segala Bentuk Penggunaan Narkoba

Para pangguna narkoba sangat rentan tertular HIV, terutama pengguna narkoba suntik. Fakta menunjukkan bahwa penyebaran HIV di kalangan pengguna narkoba suntik tiga sampai lima kali lebih cepat dibanding perilaku resiko lainnya.

  1. Tidak Terima Transfusi Darah dari Orang yang Mengidap HIV

Pemeriksaan medis yang ketat pada setiap transfusi darah dapat mencegah penularan hiv. Sebelum transfusi darah berlangsung, para ahli kesehatan sebaiknya melakukan tes hiv untuk memastikan bahwa darah yang akan didonorkan bebas dari HIV.

  1. Menganjurkan Wanita Pengidap HIV untuk Tidak Hamil

Cara mencegah hiv dengan cara menunda kehamilan maupun membuat keputusan untuk tidak hamil. Meskipun hamil adalah hak setiap wanita, namun bagi wanita pengidap hiv dianjurkan untuk tidak hamil. Sebab, wanita hamil pengidap hiv dapat menularkan virus kepada janin yang dikandungnya. Jika ingin hamil, sebaiknya mereka selalu berkonsultasi dengan dokter.

Tidak ada vaksin untuk mencegah penyakit HIV dan tidak ada obat untuk AIDS, tapi Anda bisa melindungi diri agar tidak terinfeksi. Satu-satunya cara untuk mencegah terinfeksi HIV adalah dengan menghindari kegiatan yang meningkatkan risiko tertular HIV. Pada dasarnya, mencegah selalu lebih baik daripada mengobati.

Penyakit HIV Dan Pencegahan

Posted in Uncategorized | Leave a comment

HIV Penyebabnya

HIV Penyebabnya

 

HIV Penyebabnya, HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh. Virus ini melemahkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi dan penyakit. Jika sistem kekebalan tubuh seseorang telah dirusak oleh virus, maka akan mengembangkan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Ini berarti mereka akan mendapatkan infeksi dan penyakit yang mana tubuh mereka biasanya bisa melawan. Didiagnosa menderita penyakit HIV bukan berarti seseorang memiliki AIDS atau mereka akan meninggal. Perawatan akan memperlambat kerusakan pada sistem kekebalan tubuh sehingga orang dengan penyakit HIV dapat tetap baik dan hidup sehat

HIV Penyebabnya

HIV Penyebabnya

HIV penyebabnya adalah infeksi oleh virus HIV, yang menyerang system kekebalan tubuh sehingga sel-sel pertahanan tubuh makin lama makin banyak yang rusak. Penderita infeksi HIV menjadi sangat rentan terhadap semua bentuk infeksi. Pada tahap akhir, penderita tidak bisa tahan terhadap kuman-kuman yang secara normal bisa dilawannya dengan mudah. Virus HIV AIDS yang telah masuk ke dalam tubuh seseorang tidak akan menimbulkan gejala-gejala yang terlihat secara fisik sehingga penderitanya terlihat normal seperti tidak sedang terkena penyakit. Namun, perlu diwaspadai, walaupun drai luar penderita HIV tampak normal-normal saja, tetapi dia dapat menularkan virus tersebut kepada orang lain dalam berbagai cara yang mungkin juga tidak disadari oleh penderita itu.

Infeksi HIV AIDS ditularkan melalui hubungan badan baik vagina, anus, dan kontak dengan darah penderita HIV, seperti lewat jarum suntik, bayi yang dilahirkan oleh ibu yang terinfeksi HIV AIDS, menerima transfusi darah yang terinfeksi, serta transplantasi organ tubuh.

Faktor lain HIV penyebabnya antara lain :

  1. Penggunaan Jarum Suntik Yang Kurang Steril

HIV penyebabnya adalah penggunaan jarum suntik. Penggunaan jarum suntik yang tidak steril bisa meningkatkan risiko seseorang terkena AIDS. Biasanya hal ini terjadi pada kalangan orang yang hobi mengonsumsi Narkoba yang terkadang sering bertukar jarum suntik.

  1. Seks Bebas Dan Seks Yang Kurang Sehat Dan Kurang Aman

HIV penyebabnya adalah seks bebas. Ketika Anda berhubungan intim, upayakan untuk maenaggunakan pengaman. Sebab, virus HIV AIDS akan lebih mudah menular ketika aktivitas intim Anda tidak sehat dan tanpa pengaman.

Hubungan intim yang kurang aman dan tanpa dilengkapi pelindung (Kondom) lebih riskan menyebarkan virus HIV penyebabnya dibandingkan memakai Kondom alias pelindung.

  1. Penyakit Keturunan

HIV penyebabnya adalah karena penyakit keturunan. Jika orang tua atau kaker nenek Anda memiliki riwayat penyakit AIDS maka kemungkinan besar penyakit ini akan diwariskan pada Anda, dengan kata lain Anda akan menderita penyakit yang sama (kemungkinan besar).

Sebagai tambahan : infeksi HIV penyebabnya tidak bisa ditularkan lewat kontak sosial biasa seperti berjabat tangan dan berpelukan, makanan atau alat-alat makan, toilet dan kolam renang, gigitan nyamuk atau serangga lain serta donor darah yang bebas virus penyebab HIV AIDS.

Saat ini penyakit HIV AIDS termasuk dalah penyakit yang berbahaya karna bisa menimbulkan kematian, selain itu susahnya untuk mengobati penyakit HIV ini. Sebenarnya penyakit HIV AIDS ini masih bisa dicegah, namun karna kurangnya penyuluhan dan kepedulian masyarakat mengenai penyakit HIV membuat berkembang. Penyakit HIV termasuk sebagai penyakit menular. Cara penularan virus HIV bisa melalui tranfusi darah dan pemakaian jarum suntik yang digunakan bergantian maupun tidak steril.

Cara yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit HIV AIDS berbahaya ini adalah dengan menghindari seks bebas, tidak menerima tranfusi darah dari orang yang mengidap penyakit HIV, mneghindari penggunaan jarum suntik yang tidak steril dan bagi wanita yang mengidap penyakit HIV disarankan untuk tidak hamil karna dapat menularkan virus kepada janin yang dikandungnya. Jika ingin hamil, sebaiknya mereka selalu berkonsultasi dengan dokter, HIV Penyebabnya.

HIV Penyebabnya

Posted in Uncategorized | Leave a comment

HIV Stadium Awal

HIV Stadium Awal

 

HIV Stadium Awal, HIV adalah singkatan untuk Human Immunodeficiency virus, yaitu virus golongan Retrovirus yang dapat merusak sistim kekebalan tubuh khususnya sel CD-4, yaitu sejenis sel limfosit yang berperan melindungi tubuh dari serangan bakteri, virus, jamur serta pertumbuhan sel kanker. Sedangkan AIDS adalah singkatan untuk Acquired Immuno Deficiency Syndrome, yaitu kumpulan gejala sebagai dampak melemahnya sistem kekebalan tubuh akibat infeksi HIV dan bukan akibat faktor turunan.

HIV Stadium Awal

HIV Stadium Awal

HIV dan virus-virus sejenisnya umumnya ditularkan melalui kontak langsung antara lapisan kulit dalam (membran mukosa) atau aliran darah, dengan cairan tubuh yang mengandung HIV, seperti darah, air mani, cairan vagina, cairan preseminal, dan air susu ibu. Penularan dapat terjadi melalui hubungan intim (vaginal, anal, ataupun oral), transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi, antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin, atau menyusui, serta bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebut.

Ada empat stadium yang dilalui HIV menuju AIDS Pada stadium penyakit HIV pertama, HIV atau masa jendela, rata-rata memakan waktu 2-3 bulan pertama masuknya virus ke dalam tubuh seseorang. Pada masa ini, orang yang HIV masih beraktivitas normal karena pada biasanya tanpa gejala. Ciri-ciri HIV stadium awal ini disebut dengan Acute Retroviral Syndrom (ARS).

Ciri-Ciri HIV Stadium Awal

Berikut ciri-ciri penderita HIV stadium awal, antara lain :

  1. Diawali Dengan Suhu Tubuh Yang Meningkat

Saat terkena HIV, awalnya Anda akan mengalami demam yang ringan sebagai respon tubuh Anda terhadap virus asing yang sedang menggandakan diri dan berkembang biak dalam tubuh Anda. Pada saat ini virus IV mulai masuk ke dalam aliran darah penderitanya, HIV stadium awal. Pada tahap awal ini seseorang yang mengidap HIV tidak akan mampu mengetahui secara langsung bahwa ia telah mengidap HIV karena demam adalah sakit normal yang bisa dialami oleh siapa saja.

  1. Nyeri Sendi

Nyeri sendi akan terasa setelah mengalami demam ringan. Nyeri sendi ini diakibatkan oleh kelenjar geta bening yang ada di bawah leher, ketiak dan juga pangkal paha. Gejala ini hampir sama dengan gejala yang dialami oleh penderita hepatitis, flu atau sifilis. Pada tahap ini pun seseorang yang tidak mengetahui banyak mengenai ciri-ciri HIV stadium awal hanya akan mengabaikannya dan menganggapnya nyeri sendi biasa.

  1. Sistem Kekebalan Tubuh Mulai Bermasalah

Pada tahap ini virus HIV sudah mulai memainkan perannya dalam tubuh dan meruntuhkan sistem kekebalan tubuh Anda. Anda mulai merasa lelah yang berlebihan, lemas, lesu dan bahkan mengalami sesak napas karena aliran oksigen tidak dapat beredar dengan lancar ke seluruh tubuh Anda. Pada tahap ini baik Anda maupun orang di sekitar Anda baru akan merasa ada yang tidak benar sedang terjadi dalam tubuh Anda.

  1. Muncul Bercak-Bercak Merah

Kemunculan bercak merah di kulit merupakan ciri selanjutnya. Terutama apabila Anda tidak memiliki riwayat alergi dan semacamnya, maka Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter.

  1. Mengalami Diare

Selain itu, penderita HIV stadium awal biasanya juga mengalami diare yang terus menerus dan juga dibarengi dengan mual dan muntah-muntah. Anda juga akan mengalami batuk-batuk yang disertai dengan turunnya berat badan.

  1. Infeksi Pada Mulut

Jika Anda perhatikan maka biasanya penderita HIV stadium awal pada bagian mulutnya mengalami infeksi sehingga mengalami kesulitan saat akan mengunyah makanan dan menelan makanan.

HIV menyerang sistem kekebalan tubuh bila penanganannya tidak segera berisiko kematian akibat berbagai penyakit dan kanker dari virus tersebut.

Sebaiknya segera lakukan pemeriksaan, jika masih distadium awal dapat dibantu dengan obat antiretroviral (ARV). Obat ini dapat menekan pertumbuhan virus HIV/AIDS sehingga jumlahnya dapat diminimalkan bahkan bisa sampai nol atau tidak terdeteksi.

HIV Stadium Awal

Posted in Uncategorized | Leave a comment