Gejala Awal HIV Pada Wanita

Gejala Awal HIV Pada Wanita

 

HIV hingga kini masih menjadi penyakit yang sangat menakutkan. Bukan tanpa alasan, hal ini disebabkan oleh belum ditemukannya obat dan vaksin yang mampu menyembuhkan atau mencegah virus ini. Yang lebih menakutkan lagi, berbagai faktor resiko dapat meningkatkan kesempatan pada siapapun terinfeksi virus yang disebut human immunodeficiency virus (HIV). Orang yang terinfeksi HIV AIDS belum tentu menderita AIDS, tergantung tingkat imunitas orang tersebut.

Gejala Awal HIV Pada Wanita

Gejala Awal HIV Pada Wanita

HIV AIDS merupakan penyakit menakutkan ini masih salah satu penyebab utama kematian di antara laki-laki dan perempuan dan berkembang dan negara maju. Virus HIV pada wanita mungkin ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui darah, alat kelamin, cairan ASI yang terinfeksi dan darah, sperma pria yang terinfeksi. Penularan virus HIV pada wanita ini dapat terjadi selama transfusi darah, hubungan seks tanpa alat pengaman atau dapat ditularkan melalui jarum suntik. selama kehamilan dan menyusui, seorang wanita yang terinfeksi kemungkinan akan menularkan virus ke anak.

Gejala Awal HIV Pada Wanita

Gejala Awal HIV pada wanita pada dasarnya hampir sama dengan gejala HIV pada pria. Namun gejala HIV ini perlu dibahas spesifik terhadap wanita sebab seringkali mereka tidak menyadari bahwa dirinya telah tertular virus HIV. Penyebab wanita bisa terkena HIV AIDS yang paling umum adalah hubungan seksual bebas atau pasangan yang memiliki pola hubungan seksual bebas. Biasanya wanita menjadi korban, sehingga sangat rentan depresi. Berikut ini beberapa Gejala Awal HIV Pada Wanita yang bisa dikenali :

  1. Demam Parah

Wanita yang mengalami infeksi HIV AIDS akan lebih sering terserang demam. Demam bisa muncul tiba-tiba atau beserta dengan gejala lain. Suhu yang paling dianggap ringan adalah sekitar 38 derajat Celcius. Demam juga bisa terjadi dengan keringat dingin pada malam hari. Terkadang banyak penderita yang tidak memperhatikan demam karena penyebab yang sulit untuk ditemukan. Gejala Awal HIV Pada Wanita

  1. Masalah Kesehatan Kulit

Masalah kesehatan kulit sangat rentan untuk wanita yang menderita HIV AIDS. Kondisi ini disebabkan karena kulit mudah terkena jenis penyakit kulit seperti akibat iritasi dan jamur. Beberapa Gejala Awal HIV Pada Wanita yang paling sering terjadi misalnya munculnya ruam dan bercak pada bagian ketiak, anus, kelamin, mulut dan pergelangan kaki atau tangan. Ruam bisa berkembang menjadi benjolan dan kulit menjadi lebih mudah terluka. Gejala Awal HIV Pada Wanita

  1. Flu Berat

Setelah dua minggu virus masuk ke dalam tubuh maka bisa menyebabkan kondisi tubuh wanita mengalami berbagai serangan asimtomatik. Berbagai jenis gejala flu bisa terjadi dengan mudah dan bahkan bisa berlangsung secara tiba-tiba. Gejala Awal HIV Pada Wanita yang paling mudah dikenali adalah seperti flu ringan, demam, sakit kepala, tubuh lemah, bersin dan batuk ringan. Gejala awal HIV pada wanita ini akan segera hilang setelah virus benar-benar masuk ke dalam tubuh namun sebenarnya virus berkembang dan siap menyerang sel darah putih. Gejala Awal HIV Pada Wanita

  1. Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Semua orang memiliki kelenjar getah bening yang memang memiliki manfaat yang sangat penting bagi kesehatan. Kelanjar getah bening terletak di bagian leher, ketiak, selangkangan dan belakang kepala. Kelanjar getah bening berfungsi untuk menyerang infeksi yang masuk ke dalam tubuh. Ketika virus HIV sudah menyebar kedalam tubuh maka membuat kelenjar getah bening bekerja sangat keras. Hal ini akan menyebabkan kelenjar getah bening membengkak selama beberapa bulan. Perawatan sesuai kondisi tubuh sangat diperlukan. Gejala Awal HIV Pada Wanita

  1. Penyakit Infeksi

HIV AIDS memang akan membuat sistem kekebalan tubuh terus melemah. Kondisi ini akan membuat tubuh sangat rentan terhadap serangan infeksi dari bakteri, kuman dan virus lain. Tidak ada yang bisa mencegah infeksi yang muncul pada tubuh penderita HIV AIDS. Tindakan menjaga kebersihan dan pola makan yang baik bisa membuat infeksi tidak mudah menyerang tubuh. Berikut ini jenis infeksi yang bisa terjadi pada tubuh :

  • Infeksi paru-paru atau pneumonia
  • TBC Gejala Awal HIV Pada Wanita
  • Hepatitis C
  • Infeksi ginjal
  • Infeksi saluran kemih Gejala Awal HIV Pada Wanita
  • Infeksi pencernaan
  • Infeksi otak
  • Infeksi kulit Gejala Awal HIV Pada Wanita
  1. Penyakit Gangguan Reproduksi

Wanita yang menderita HIV AIDS juga sangat rentan terhadap masalah kesehatan reproduksi. Penyebabnya bisa sangat beragam sesuai dengan masalah yang terjadi. Berbagai masalah ini bisa muncul pada tahap awal, pertengahan hingga akhir. Bahkan penyakit ini bisa menjadi salah satu penyebab komplikasi berat pada tahap akhir AIDS. Beberapa masalah yang sering terjadi adalah seperti :

  • Siklus menstruasi yang tidak teratur karena masalah sel telur dan produksi hormon yang tidak seimbang
  • Infeksi bakteri yang menyerang pada bagian vagina dan organ reproduksi dalam
  • Infeksi penyakit menular seksual yang bisa disebabkan karena klamidia, gonore dan HPV
  • Kanker serviks yang bisa disebabkan karena HPV
  • Berbagai jenis penyakit radang panggul
  1. Gejala Lanjutan yang Parah

Setelah HIV berkembang menjadi AIDS maka tubuh akan memperlihatkan berbagai jenis gejala lanjutan. Beberapa Gejala Awal HIV Pada Wanita yang paling sering terjadi adalah seperti :

  • Diare
  • Mual
  • Muntah
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Tubuh lelah
  • Batuk kronis
  • Sesak nafas
  • Tidak bisa menelan
  • Nyeri sendi Gejala Awal HIV Pada Wanita

Di samping mengetahui gejala awal HIV pada wanita seperti yang telah dipaparkan di atas, hal yang sangat penting adalah langkah pencegahan agar terhindar dari virus HIV. Langkah pencegahan tersebut antara lain yaitu dengan dengan menghindari perilaku berganti-ganti pasangan, setia kepada pasangannya masing-masing, menjauhi narkoba, dan jika melakukan tranfusi darah pastikan bahwa darah yang diterima bebas dari virus HIV dengan alat tranfusi yang steril. Gejala Awal HIV Pada Wanita

Selain itu juga penting melakukan tes/skrining HIV untuk calon pengantin dan ibu hamil muda. Hal ini ditujukan agar setiap wanita hamil maupun calon wanita hamil apabila menderita HIV dapat terdeteksi secara dini sehingga dapat memperkecil risiko penularan penyakit HIV dari ibu kepada bayinya. Sosialisasi tentang bahaya HIV/Aids dan cara pencegahannya harus terus digalakkan mengingat kasus penyakit ini terus meningkat dan merupakan ancaman terhadap kesehatan masyarakat baik di Indonesia maupun di dunia.

Gejala Awal HIV Pada Wanita

Posted in Uncategorized | Leave a comment

HIV AIDS : Gejala, Penyebab dan Pencegahan

HIV AIDS : Gejala, Penyebab dan Pencegahan

 

 

Pengertian HIV AIDS

HIV adalah virus dan pemicu tertentu yang menyebabkan infeksi. HIV singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Nama tersebut dengan jelas mendeskripsikan virus ini—hanya menginfeksi manusia dan menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga membuatnya tidak mampu bekerja sebagaimana mestinya.

HIV AIDS : Gejala, Penyebab dan Pencegahan

HIV AIDS : Gejala, Penyebab dan Pencegahan

Meskipun dapat menyingkirkan banyak virus lain, namun sistem imun manusia tidak sanggup menyerang dan membasmi HIV secara keseluruhan. Para ahli belum mengerti mengapa tubuh tidak mampu mengalahkan HIV, namun sudah ditemukan pengobatan guna mengendalikan virus HIV dan AIDS secara efektif.

AIDS adalah suatu kondisi atau sindrom yang dapat disebabkan oleh HIV. AIDS singkatan dari Acquired Immunodeficiency Syndrome. Sindrom ini berkembang ketika HIV sudah sangat merusak sistem kekebalan tubuh. Gejala yang ditimbulkan AIDS bergantung pada jenis infeksi yang mengakibatkan kerusakan sistem imun sehingga tidak mampu melawan infeksi berbagai penyakit lain.

Gejala HIV AIDS

Gejala HIV

Tidak tampak gejala dan perubahan pada penderita HIV, namun apabila melakukan tes lab, maka akan diketahui bahwa penderita positif mengidap HIV. Fase dimana darah mengandung virus HIV disebut sebagai HIV +, yang merupakan fase sebelum memasuki tahap AIDS. Waktu yang dibutuhkan untuk memasuki tahap AIDS pada umumnya berkisar antara 5 hingga 10 tahun (tergantung dari kekebalan tubuh dari masing-masing individu). Perkembangan ini bisa dihambat dengan melakukan terapi. Pada usia 2 hingga 4 bulan, virus ini belum memperlihatkan tanda-tanda apabila diperiksa karena pada bulan-bulan ini virus masih melakukan perkembangbiakan dengan cepat (disebut dengan periode jendela). Pada akhirnya virus ini akan menyebabkan kekebalan tubuh menurun drastis dan menjadikan penyakit ringan dan biasa dapat berbahaya bagi tubuh., hingga akhirnya penderita masuk ke tahap AIDS.

Gejala AIDS

Untuk gejala-gejala AIDS, pembagiannya dibagi dalam dua macam:

  • Gejala umum: Gejala ini ditandai dengan menurunnya berat badan hingga 10% secara drastis, demam berkepanjangan dan diare terus-menerus yang terjadi selama lebih dari satu bulan.
  • Gejala tahap kedua: Pada fase gejala ini, penderita akan mengalami batuk yang tak kunjung sembuh, perubahan kulit yang menjadi iritasi serta gatal, adanya infeksi jamur pada rongga mulut atau kerongkongan, serta adanya pembengkakan getah bening di sekujur tubuh (biasanya terjadi di ketiak, di bawah telinga, leher, dan lipatan paha). Selain itu, adapula infeksi opportunistic yang disebabkan karena infeksi kuman, jamur, dan bakteri, selain alergi berat dan TBC serta hepatitis C (kasus hepatitis C biasanya terjadi hanya pada injection drug user).

Penyebab HIV AIDS dan Cara Penularan HIV AIDS

Di Indonesia faktor penyebab dan penyebaran virus HIV/AIDS terbagi menjadi dua kelompok utama, yaitu melalui hubungan seks yang tidak aman dan bergantian jarum suntik saat menggunakan narkotika.

Berikut ini adalah beberapa cara penyebaran HIV AIDS lainnya:

  • Penularan dari ibu kepada bayi pada masa kehamilan, ketika melahirkan atau menyusui.
  • Melalui seks oral.
  • Pemakaian alat bantu seks secara bersama-sama atau bergantian.
  • Melalui transfusi darah dari orang yang terinfeksi.
  • Memakai jarum, suntikan, dan perlengkapan menyuntik lain yang sudah terkontaminasi, misalnya spon dan kain pembersihnya.

Pencegahan HIV AIDS

Tidak ada vaksin untuk mencegah infeksi HIV AIDS dan tidak ada penyembuh untuk AIDS. Jaga kesehatan dan lindungi diri anda dari faktor-faktor risiko adalah jalan terbaik.

Jika anda HIV negatif maka tindakan yang terbaik adalah:

  • Ketahui apa itu HIV AIDS dan bagaimana penularannya
  • Ketahui status kesehatan pasangan seksual anda
  • Gunakan kondom setiap kali melakukan hubungan seksual
  • Pertimbangan untuk melakukan penyunatan pada laki-laki
  • Gunakan jarum suntik steril
  • Waspada terhadap darah transfusi
  • Periksakan kesehatan secara teratur

Jika anda positif mengidap HIV AIDS maka anda harus melindungi orang di sekeliling anda dengan:

  • Lakukan hubungan seksual yang aman dengan memakai kondom
  • Beritahukan pasangan anda bahwa anda mengidap HIV
  • Jika pasangan anda hamil, beritahukan bahwa anda mengidap HIV dan lakukan perawatan untuk menjaga kesehatannya dan bayinya
  • Katakan kepada orang lain yang anda rasa perlu untuk tahu bahwa anda mengidap HIV
  • Jangan berbagi jarum suntik
  • Jangan donorkan darah dan organ anda
  • Jangan berbagi pisau cukur atau sikat gigi
  • Jika anda hamil, ambil perawatan medis secepatnya

Saat ini penyakit HIV AIDS termasuk dalah penyakit yang berbahaya karna bisa menimbulkan kematian, selain itu susahnya untuk mengobati penyakit HIV ini. Sebenarnya HIV AIDS ini masih bisa dicegah, namun karna kurangnya penyuluhan dan kepedulian masyarakat mengenai penyakit HIV membuat berkembang.

HIV AIDS : Gejala, Penyebab dan Pencegahan

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Virus HIV – Info Seputar HIV

Virus HIV – Info Seputar HIV

 

Human Immunodeficiency Virus, atau HIV, adalah virus yang menyebabkan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). HIV secara drastis dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh, sehingga memungkinkan penyakit, bakteri, virus, dan infeksi lainnya menyerang tubuh Anda. Tidak seperti virus lainnya, tubuh Anda tidak bisa menyingkirkan virus HIV sepenuhnya. Jika Anda terinfeksi virus HIV, Anda akan susah untuk mengobatinya.

Virus HIV – Info Seputar HIV

Virus HIV – Info Seputar HIV

Apa Perbedaan Antara HIV Dan AIDS ?

HIV /AIDS sering dikaitkan satu sama lainnya dengan pengertian yang sama. Akan tetapi HIV dan AIDS mempunyai arti yang berbeda. HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus.Virus ini yang menyerang system kekebalan tubuh seseorang. Seseorang dapat terjangkit virus HIV,apabila virus tersebut masuk ke dalam saluran peredaran darah. Virus HIV menyerang system kekebalan seseorang.Jika tidak diatasi,maka virus ini akan merusak system kekebalan tubuh sehingga daya tahan tubuh melemah terhadap penyakit lain bahkan dapat mengakibatkan kematian. Kondisi inilah yang dinamakan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome).

Penderita HIV bukan berarti pengidap penyakit AIDS atau seseorang yang akan segera mati.Bahkan tanpa pengobatan banyak penderita HIV masih dapat bertahan hidup cukup lama. Pada saat ini pengobatan yang telah dikembangkan hanya dapat memperlambat kerusakan pada sistim kekebalan tubuh.Dengan pengobatan tersebut banyak penderita HIV dapat hidup sehat dan bahagia.

Bagaimana mengetahui apakah seseorang sudah tertular HIV atau mengidap AIDS?

Sampai tiga atau enam bulan setelah masuknya virus HIV,belum tentu virus itu bisa ditemukan dalam tubuh karena ia tersembunyi. Masa belum bisa dilihatnya virus itu disebut masa Jendela. Walaupun belum bisa terlihat,orang yang sudah tertular HIV bisa menularkannya kepada orang lain. Setelah enam bulan biasanya virus mulai dapat ditemukan/dilihat kalau orang itu menjalani tes darah. Belum ada cara lain untuk menemukan virus selain melalui tes darah. Kalau sudah ditemukan,maka pengidapnya disebut HIV positif.

Pada masa ini,ia masih bisa hidup normal dan melakukan semua kegiatan seperti biasa. Masa HIV positif ini bisa sampai 10 tahun kalau daya tahan tubuhnya kuat. Tetapi bila daya tahan tubuhnya lemah maka orang tersebut bisa cepat terserang berbagai penyakit lain. Tanda yang menyolok pada penderita AIDS adalah diare yang terus menerus, pembengkakan kelenjar getah bening,kanker kulit,sariawan,dan berat badan yang turun secara menyolok.

Nah pada saat seperti itu orang tersebut dikatakan sudah sampai pada tahap AIDS dan disebut ODHA (ORANG DENGAN HIV/AIDS). Pada tahap AIDS ini biasanya daya tahan sudah sangat lemah sehingga kemungkinan orang itu akan meninggal. Sampai saat ini belum ada obat ampuh untuk membunuh virus HIV atau menyembuhkan orang dengan AIDS.

Bagaimana Cara Penularan Virus HIV ?

HIV terdapat dalam cairan tubuh yaitu, darah, sperma (air mani), cairan vagina dan air susu ibu. Virus HIV hanya ditularkan kalau cairan tubuh seseorang HIV positif masuk ke dalam aliran darah orang lain.

HIV hanya dapat ditularkan melalui :

  • Seks tanpa pengaman (seks tanpa kondom)
  • Pemakaian bersama jarum dan peralatan lain untuk menyuntik obat.
  • Tindik atau tattoo yang tidak steril.
  • Ibu dan anak selama masa kehamilan, persalinan dan menyusui.
  • Transfusi darah dan atau produk darah di beberapa negara lain. Di Australia, transfusi darah dan produk darah termasuk aman.

HIV tidak dapat ditularkan melalui:

  • Batuk
  • Bersin
  • Meludah
  • Berciuman
  • Menangis (air mata)
  • Alat-alat makan dan piring
  • Seprei dan sarung bantal
  • Toilet dan kamar mandi
  • Melalui kontak sosial biasa.
  • Serangga, seperti nyamuk misalnya.

Tidak ada vaksin untuk mencegah penyakit HIV dan tidak ada obat untuk AIDS, tapi Anda bisa melindungi diri agar tidak terinfeksi. Satu-satunya cara untuk mencegah terinfeksi virus HIV adalah dengan menghindari kegiatan yang meningkatkan risiko tertular HIV dan AIDS. Pada dasarnya, mencegah selalu lebih baik daripada mengobati.

Virus HIV – Info Seputar HIV

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Cara Menanggulangi Penyakit HIV

Cara Menanggulangi Penyakit HIV

 

Cara Menanggulangi Penyakit HIV, Mencegah lebih baik dari pada mengobati memang sangat tepat saat membicarakan masalah AIDS sebab sampai saat ini belum juga ditemukan cara perawatan, vaksin, maupun obat-obatan yang dapat menghilangkan HIV dari dalam tubuh manusia. Oleh karenanya, mencegah penyakit HIV AIDS merupakan cara yang paling efektif untuk menghindari AIDS.

Cara Menanggulangi Penyakit HIV

Cara Menanggulangi Penyakit HIV

Program pencegahan penularan dan penyebaran HIV lebih dipusatkan pada pendidikan masyarakat mengenai cara-cara penularan HIV. Dengan demikian, masyarakat (terutama kelompok perilaku resiko tinggi) dapat mengubah kebiasaan hidup mereka sehingga tidak mudah terjangkit HIV. Dan upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk cara menganggulangi penyakit HIV adalah sebagai berikut:

  • Cara Menanggulangi Penyakit HIV Dengan Menghindari Kontak Dengan Darah Yang Terinfeksi HIV

Cara yang paling umum untuk menularkan HIV adalah melalui kontak dengan darah dari orang yang terinfeksi HIV. Transfusi, atau kontak dengan luka, dapat menyebabkan virus menyebar dari satu orang ke orang lain, Cegah penularan penyakit HIV. Transmisi dengan darah dapat dengan mudah dihindari melalui tes darah dan menghindari kontak dengan luka jika seseorang positif terinfeksi HIV, jika Anda harus berurusan dengan luka dari pengidap HIV/ AIDS, pastikan untuk memakai pakaian pelindung seperti sarung tangan karet.

  • Cara Menanggulangi Penyakit HIV Dengan Berhati-Hati Dengan Penggunaan Jarum Suntik

Jarum suntik dan peralatan tato dapat menjadi sumber infeksi HIV. Jarum tato senjata, dan pisau cukur adalah alat yang berpaparan langsung dengan darah orang yang terinfeksi. Berikut adalah beberapa hal yang harus Anda perhatikan ketika menggunakan jarum dan peralatan bedah :

  • Jangan menggunakan kembali Alat suntik.
  • Bersihkan dan cuci peralatan bedah sebelum menggunakannya.
  • Jika Anda ingin tato, pastikan itu dilakukan oleh sebuah toko tato bersih dan sanitasi.
  • Hindari penggunaan obat-obat terlarang dan zat yang dikendalikan intravena.
  • Cara Menanggulangi Penyakit HIV Dengan Menghindari Seks Bebas

Menghindari Seks Bebas HIV dan AIDS yang lebih lazim untuk orang dengan banyak pasangan seksual. Jika Anda hanya memiliki satu pasangan seksual, Anda secara dramatis dapat meminimalkan kemungkinan tertular HIV atau mendapatkan AIDS. Namun itu tidak berarti bahwa Anda dapat berhenti menggunakan kondom, Anda masih harus melakukan seks dilindungi bahkan jika Anda setia pada pasangan seksual Anda.

  • Cara Menanggulangi Penyakit HIV Dengan Tidak Mengkonsumsi Narkoba

Terutama narkoba suntik. Mengapa narkoba suntik? karena pada umumnya kita jika melakukan narkoba suntik hanya memiliki satu jarum suntik, sehingga satu buah jarum suntik dipakai untuk banyakan (massal). Sehingga bisa saja di antara mereka memiliki penyakit HIV – AIDS sehingga tertular deh ke semua nya. Namun apapun jenis narkobanya dapat memberikan pengaruh buruk bagi tubuh kita.

  • Mencegah Penyakit HIV AIDS Dengan Hindari Berbagi Jarum

Jangan pernah untuk menggunakan jarum bekas ataupun berbagi jarum dengan orang lain, entah itu untuk penggunaan obat di rumah atau penggunaan obat illegal. Pasalnya, hal itu akan menyebabkan adanya kontak darah dengan orang lain, yang menempatkan Anda pada resiko terinfeksi HIV.

  • Cara Menanggulangi Penyakit HIV Dengan Mengindari Pemakaian Barang Pribadi Bersama

Hindari pemakaian bersama atau meminjamkan barang pribadi kepada orang lain, seperti pisau cukur atau sikat gigi dengan siapapun. Itu karena barang-barang pribadi Anda bisa membuat bercak darah dan berbagi item ini dengan orang baru yang mana ini bisa mengakibatkan penularan darah dan menempatkan Anda pada risiko terkena infeksi.

  • Cara Menanggulangi Penyakit HIV Dengan Lakukan pemeriksaan Diri Secara Teratur

Menguji secara teratur status AIDS Anda bisa membantu mencegah menularkan infeksi tersebut. Di samping itu, tes ini juga mudah dan laporannya bisa tersedia dalam beberapa hari atau kurang lebih 20 menit setelah pemeriksaan.

  • Cara Menanggulangi Penyakit HIV Dengan Hindari Pelumas Berminyak

Menggunakan pelumas berbasis minyak akan melemahkan kondom dan meningkatkan kemungkinan penularan cairan. Oleh karena itu, gunakan pelumas berbasis air saat akan melakkan hubungan intim, bukan pelumas berbasis minyak agar aktivitas seksual tetap aman.

Itulah beberapa cara menanggulangi penyakit HIV yang dapat Anda lakukan agar terhindar dari penyakit HIV.

Cara Menanggulangi Penyakit HIV

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Penyakit HIV Waspadai Tanda Gejalanya !

Penyakit HIV Waspadai Tanda Gejalanya !

 

HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Suatu virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh menjadi lemah sehingga tidak dapat melawan infeksi dan penyakit. Sedangkan AIDS adalah singkatan dari acquired immunodeficiency syndrome yaitu sekumpulan gejala penyakit karena sistem kekebalan tubuh yang lemah sehingga dapat mengancam nyawa yang disebabkan oleh virus HIV. Dengan kata lain AIDS adalah tahap akhir dari infeksi HIV, ketika tubuh tidak lagi bisa melawan infeksi yang dapat mengancam jiwa. Dengan diagnosis dini dan mengetahui gejala HIV AIDS dan pengobatan yang efektif, kebanyakan orang dengan HIV tidak akan terus mengembangkan AIDS.

Penyakit HIV Waspadai Tanda Gejalanya !

Penyakit HIV Waspadai Tanda Gejalanya !

HIV adalah infeksi menular seksual. Virus ini juga dapat ditularkan melalui kontak dengan darah yang terinfeksi, misalnya menggunakan jarum suntik bersama-sama, mesin tato yang terkontaminasi, dan sebagainya. Bisa juga ditularkan dari ibu ke anak selama kehamilan, persalinan atau menyusui. Ketika virus HIV masuk ke tubuh manusia, ia akan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk melemahkan sistem kekebalan tubuh sampai akhirnya menjadi penyakit AIDS.

Tanda-tanda penyakit HIV sangatlah banyak, namun ada tanda-tanda khusus yang dapat memastikan bahwa seseorang itu terkena penyakit HIV. Berikut beberapa tanda penyakit HIV yang harus Anda ketahui dan waspadai, antara lain :

  1. Demam

Demam ringan sekitar 39 derajat C (102 derajat F) jadi awal penandanya. Orang biasanya menganggap hal ini sebagai gejala flu biasa, dan tidak akan menyadari kalau telah terjadi penyebaran virus keseluruh tubuh.

  1. Kelelahan

Kelelahan seperti gejala anemia atau kekurangan darah disertai dengan rasa lemah dan lesu merupakan awal dari gejala penyakit HIV selanjutnya. Jika kamu tidak melakukan pekerjaan yang berat namun merasa lelah yang tidak wajar ini bisa berarti gejala penyakit HIV.

  1. Nyeri Sendi Disertai Pembengkakan Pada Kelenjar Bening

Rasa pegal pada otot ditambah dengan nyeri sendi dan terjadi pembengkakkan kelenjar getah bening menandakan bahwa tubuh mulai merespon infeksi virus HIV.

  1. Sakit Kepala dan Sakit Tenggorokan

Jika kamu sakit tenggorokan disertai dengan sakit kepala pada frekuensi yang cukup sering, ini bisa berarti kamu terkena penyakit HIV. Jangan mengabaikan gejala yang muncul berulang kali.

  1. Diare, Mual dan Muntah

Diare sangat sering terjadi disertai dengan mual dan muntah juga tanda-tanda kamu terinfeksi penyakit HIV. Ini berarti virusnya telah menyebar di seluruh tubuh dan efeknya adalah diare, mual dan muntah yang terus menerus.

  1. Ruam Pada Kulit

Akan muncul bercak memerah pada bagian kulit disertai dengan bisul dan rasa gatal pada bagian tubuh tertentu.

  1. Turunnya Berat Badan

Berat badan akan turun secara drastis meskipun nafsu makan tetap sama atau normal seperti biasa.

  1. Batuk Kering

Batuk kering yang terus menerus bisa menjadi tanda bahwa kamu terinfeksi penyakit HIV. Apalagi jika obat batuk dan inhaler yang kamu pakai tidak memberi efek malah menjadi semakin parah.

  1. Pneumonia

Infeksi pneumonia biasanya karena lemahnya sistem kekebalan tubuh. Ini bisa berarti bahwa tubuh kamu sudah melemah. Virus lain yang dapat menginfeksi adalah toksoplasma.

  1. Keringat Dingin di Malam Hari

Kamu akan berkeringat dimalam hari padahal cuaca dalam keadaan sejuk. Ini juga menjadi salah satu ciri terinfeksi virus HIV.

  1. Warna Kuku Berubah

Terjadi perubahan pada kuku seperti lebih tebal dengan warna hitam atau coklat pada kuku, ini biasanya disebabkan oleh jamur dan bakteri.

  1. Infeksi Mulut

Mulut juga jadi lebih sering terkena infeksi jamur seperti sariawan dan infeksi pada gusi ditambah lagi susah menelan. Ini menandakan bahwa tingkat kekebalan tubuh kamu memang sudah sangat menurun.

  1. Susah Konsentrasi

Jika kamu mulai susah untuk diajak berpikir, ini berarti bahwa virus sudah mulai memberi efek pada syaraf dan otak. Gejala ini biasanya juga disertai dengan sifat mudah marah dan juga tersinggung.

  1. Kesemutan dan Lemah

Neuropati parifer merupakan gejala akhir infeksi HIV dimna tangan dan kaki mati rasa dan sering mengalami kesemutan. Ini juga bisa disebabkan oleh kerusakan pada jaringan syaraf.

  1. Herpes di Mulut dan Kelamin

Ini merupakan fase kedua penyakit HIV dan tidak ada kaitannya dengan wabah Tomcat yang baru-baru ini menghebohkan masyarakat. Jika kamu mendapati mulut dan kelamin kamu memiliki masalah ini, kamu sudah memasuki masa ke dua dari infeksi HIV.

  1. Menstruasi Tidak Teratur

Pada wanita HIV menyebabkan tidak teraturnya masa menstruasi. Ini merupakan pertanda paling buruk bagi wanita karena akan menyebabkan penurunan berat badan dan merupakan tanda tahap terakhir infeksi.

Nah itu tanda yang menunjukan kalau orang terjangkit virus HIV/AIDS. Kenali dan waspadai tanda-tandanya sejak dini. Jika Anda curiga telah terpapar segeralah berkunjung ke dokter sebelum gejala muncul karena ada upaya preventif untuk mencegah terkena penyakit HIV.

Penyakit HIV Waspadai Tanda Gejalanya !

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Virus HIV Dan Penyebarannya

Virus HIV Dan Penyebarannya

 

Virus HIV adalah suatu virus yang dapat menyebabkan penyakit AIDS. Virus ini menyerang manusia dan menyerang sistem kekebalan (imunitas) tubuh, sehingga tubuh menjadi lemah dalam melawan infeksi. Tanpa pengobatan, seorang dengan HIV bisa bertahan hidup selama 9-11 tahun setelah terinfeksi, tergantung tipenya.

Virus HIV Dan Penyebarannya

Virus HIV Dan Penyebarannya

Dengan kata lain, kehadiran virus ini dalam tubuh akan menyebabkan defisiensi (kekurangan) sistem imun. Penyaluran virus HIV bisa melalui penyaluran Semen (reproduksi), Darah, cairan vagina, dan ASI. HIV bekerja dengan membunuh sel-sel penting yang dibutuhkan oleh manusia, salah satunya adalah Sel T pembantu, Makrofaga, Sel dendritik.

Virus HIV adalah jenis virus yang rapuh. Tidak bisa bertahan lama di luar tubuh manusia. HIV bisa ditemukan di dalam cairan tubuh dari orang yang terinfeksi. Cairan yang dimaksud adalah cairan sperma, cairan vagina, cairan anus, darah, dan ASI. HIV tidak bisa menyebar melalui keringat atau urin.

Gejala Orang Yang Terinfeksi Virus HIV

Orang yang terinfeksi virus HIV akan menderita sakit mirip seperti flu. Setelah ini, HIV tidak menyebabkan gejala apa pun selama beberapa tahun. Gejala seperti flu ini akan muncul beberapa minggu setelah terinfeksi. Ini sering disebut sebagai serokonversi.

Diperkirakan sekitar 8 dari 10 orang yang terinfeksi HIV mengalami ini. Gejala yang paling umum terjadi adalah:

  • Tenggorokan sakit
  • Demam
  • Muncul ruam di tubuh, biasanya tidak gatal
  • Pembengkakan noda limfa
  • Penurunan berat badan
  • Diare
  • Kelelahan
  • Nyeri persendian
  • Nyeri otot

Gejala-gejala di atas bisa bertahan hingga satu bulan. Ini adalah pertanda sistem kekebalan tubuh sedang melawan virus. Tapi gejala tersebut bisa disebabkan oleh penyakit selain HIV. Kondisi ini tidak semata-mata karena terinfeksi virus HIV.

Lakukan tes HIV jika Anda merasa berisiko terinfeksi atau ketika muncul gejala yang disebutkan di atas. Tapi perlu diingat, tidak semua orang mengalami gejala sama seperti yang disebutkan di atas. Jika merasa telah melakukan sesuatu yang membuat Anda berisiko terinfeksi, kunjungi klinik atau rumah sakit terdekat untuk menjalani tes HIV.

Penyebaran Virus HIV

Di Indonesia faktor penyebab dan penyebaran virus penyakit HIV AIDS terbagi menjadi dua kelompok utama, yaitu melalui hubungan seks yang tidak aman dan bergantian jarum suntik saat menggunakan narkotika.

Berikut ini adalah beberapa cara penyebaran virus penyakit HIV AIDS lainnya:

  • Penularan dari ibu kepada bayi pada masa kehamilan, ketika melahirkan atau menyusui
  • Melalu seks oral
  • Melalui transfusi darah dari orang yang terinfeksi
  • Memakai jarum, suntikan dan perlengkapan menyuntik lain yang sudah terkontaminasi, misalnya spon dan kain pembersihnya

Secara langsung (transfusi darah, produk darah atau transplantasi organ tubuh yang tercemar HIV), lewat alat-alat (jarum suntik, peralatan dokter, jarum tato, tindik, dll) yang telah tercemar HIV AIDS karena baru dipakai oleh orang yang terinfeksi HIV dan tidak disterilisasi terlebih dahulu.

Karena virus penyakit HIV dalam jumlah yang cukup untuk menginfeksi orang lain- ditemukan dalam darah, air mani dan cairan vagina Odha. Melalui cairan-cairan tubuh yang lain, tidak pernah dilaporkan kasus penularan virus penyakit HIV (misalnya melalui: air mata, keringat, air liur/ludah, air kencing).

Melalui hubungan seksual dengan seseorang yang terinfeksi virus HIV tanpa memakai kondom, melalui transfusi darah, melalui alat-alat tajam yang telah tercemar virus penyakit HIV (jarum suntik, pisau cukur, tatto, dll), melalui ibu hamil yang terinfeksi HIV kepada janin yang dikandungnya atau bayi yang disusuinya.

Virus HIV Dan Penyebarannya

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Gejala Awal HIV

Gejala Awal HIV

 

Gejala Awal HIV, Penyakit HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah penyakit yang paling ditakuti karena belum ada vaksin atau obat yang bisa menyembuhkannya, kenali gejala dari HIV untuk melakukan deteksi dini. Virus yang mematikan ini akan menyerang sistem kekebalan yang membuat tubuh kehilangan kemampuan untuk melawan penyakit, sehingga tubuh lebih rentan terhadap berbagai penyakit.

Gejala Awal HIV

Gejala Awal HIV

Jika gejala ini tidak segera diobati, maka bisa menyebabkan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) yang merupakan penyakit mematikan. AIDS timbul sebagai dampak berkembangbiaknya virus HIV di dalam tubuh manusia.

Gejala-gejala yang muncul dari HIV bisa mempengaruhi seseorang secara bertahap, setelah virus memasuki tubuh, maka virus akan berkembang dengan cepat. Virus ini akan menyerang limfosit CD4 (sel T) dan menghancurkan sel-sel darah putih sehingga mempengaruhi sistem kekebalan tubuh, setiap tahapan dari infeksi akan menunjukkan gejala yang berbeda.

Gejala Awal HIV

Penyakit HIV AIDS biasanya memang menimbulkan gejala awal yang sulit untuk dipahami. Bahkan masih terjadi kesalahan ketika menentukan jenis penyakit yang terjadi seperti penyakit tifus atau kelelahan. Padahal mungkin penderita HIV AIDS sudah merasa ketakutan. Metode untuk memastikan diagnosa hanya bisa dilakukan dengan pemeriksaan darah. Berikut ini adalah beberapa gejala awal HIV :

  1. Pembengkakan Kelenjar

Gejala awal HIV adalah adanya pembengkakan kelenjar. Kelenjar getah bening yang ada dalam tubuh berfungsi untuk mencegah semua infeksi dalam tubuh. Jika virus HIV telah masuk ke dalam tubuh maka bisa menyebabkan pembengkakan kelenjar. Kondisi ini disebabkan karena kekebalan tubuh menurun drastis dan kelenjar getah bening bekerja terlalu keras. Penderita bisa mengalami kondisi ini selama beberapa bulan.

  1. Muncul Ruam Pada Kulit

Gejala awal HIV yaitu munculnya ruam pada kulit. Penderita HIV AIDS memang sangat rentan dengan paparan sinar matahari. Ruam merah dapat muncul di semua bagian kulit. Biasanya dimulai dengan benjolan kecil yang akan membuat kulit disekitarnya menjadi kusam dan bersisik. Selain itu penyakit kulit juga bisa berkembang dari infeksi virus herpes.

  1. Gejalanya membuat tubuh lemah

Gejala awal HIV yang muncul pada tahap lanjut biasanya banyak disertai dengan penyakit yang bisa membuat tubuh menjadi lebih lemah. Biasanya penderita akan mengalami gangguan pencernaan yang menyebabkan nafsu makan menurun, nyeri pada semua bagian sendi tubuh, batuk yang kronis dan kesulitan pernafasan. Bahkan pada tahap yang lebih lanjut penderita bisa menderita tekanan mental yang lebih berat hingga stres.

  1. Berat Badan Menurun

Jika Anda mulai kehilangan berat badan, itu adalah tanda sistem kekebalan tubuh Anda sudah terserang. Menurut pakar kesehatan, dr.Malvestutto, gejala awal HIV yang paling umum adalah berat badan yang menurun signifikan meski sudah banyak makan.

  1. Batuk Kering

Jika batuk kering berlangsung selama satu tahun lebih dan makin parah, sedangkan obat batuk tidak bisa menyembuhkannya, patut diwaspadai Anda sudah terserang HIV.

  1. Perubahan Pada Kuku

Gejala awal HIV adalah adanya perubahan pada kuku anda. Kuku biasanya mengalami penebalan dan melengkung. Bahkan pada beberapa penderita, kuku mereka berubah warna menjadi kehitaman, dengan garis coklat vertikal maupun horizontal di permukaannya.

  1. Gangguan Reproduksi

Bagi wanita maupun pria yang terkena infeksi HIV maka bisa menyebabkan gangguan reproduksi. Gangguan pada reproduksi ini menjadi indikasi gejala awal HIV. Gangguan ini menyebabkan wanita mengalami gangguan siklus menstruasi. Selain itu masalah penyakit seksual lainnya juga akan lebih sering muncul seperti infeksi radang panggul, kanker serviks dan penyakit kelamin.

Infeksi HIV juga telah dikaitkan dengan usia menopause yang lebih dini, yaitu sekitar 47-48 tahun bagi perempuan yang terinfeksi HIV dibandingkan dengan perempuan yang tidak terinfeksi sekitar usia 49-51 tahun.

Gejala Awal HIV

Posted in Uncategorized | Leave a comment

HIV Dan AIDS Berbeda !

HIV Dan AIDS Berbeda !

 

HIV Dan AIDS, Banyak orang salah mengira bahwa HIV sama dengan AIDS. Ini dikarenakan kedua hal tersebut sering digunakan secara bergantian untuk menggambarkan satu penyakit. Padahal ada perbedaan HIV dan AIDS yang mendasar, dan artikel ini akan membahasnya.

HIV Dan AIDS Berbeda

HIV Dan AIDS Berbeda !

HIV adalah virus dan pemicu tertentu yang menyebabkan infeksi. HIV singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Nama tersebut dengan jelas mendeskripsikan virus ini—hanya menginfeksi manusia dan menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga membuatnya tidak mampu bekerja sebagaimana mestinya.

Meskipun dapat menyingkirkan banyak virus lain, namun sistem imun manusia tidak sanggup menyerang dan membasmi HIV secara keseluruhan. Para ahli belum mengerti mengapa tubuh tidak mampu mengalahkan HIV, namun sudah ditemukan pengobatan guna mengendalikan virus HIV dan AIDS secara efektif.

AIDS adalah suatu kondisi atau sindrom yang dapat disebabkan oleh HIV. AIDS singkatan dari Acquired Immunodeficiency Syndrome. Sindrom ini berkembang ketika HIV sudah sangat merusak sistem kekebalan tubuh. Gejala yang ditimbulkan AIDS bergantung pada jenis infeksi yang mengakibatkan kerusakan sistem imun sehingga tidak mampu melawan infeksi berbagai penyakit lain.

Gejala HIV Dan AIDS

Gejala HIV

Tidak tampak gejala dan perubahan pada penderita HIV, namun apabila melakukan tes lab, maka akan diketahui bahwa penderita positif mengidap HIV. Fase dimana darah mengandung virus HIV disebut sebagai HIV +, yang merupakan fase sebelum memasuki tahap AIDS. Waktu yang dibutuhkan untuk memasuki tahap AIDS pada umumnya berkisar antara 5 hingga 10 tahun (tergantung dari kekebalan tubuh dari masing-masing individu). Perkembangan ini bisa dihambat dengan melakukan terapi. Pada usia 2 hingga 4 bulan, virus ini belum memperlihatkan tanda-tanda apabila diperiksa karena pada bulan-bulan ini virus masih melakukan perkembangbiakan dengan cepat (disebut dengan periode jendela). Pada akhirnya virus ini akan menyebabkan kekebalan tubuh menurun drastis dan menjadikan penyakit ringan dan biasa dapat berbahaya bagi tubuh., hingga akhirnya penderita masuk ke tahap AIDS.

Gejala AIDS

Untuk gejala-gejala AIDS, pembagiannya dibagi dalam dua macam:

  • Gejala umum: Gejala ini ditandai dengan menurunnya berat badan hingga 10% secara drastis, demam berkepanjangan dan diare terus-menerus yang terjadi selama lebih dari satu bulan.
  • Gejala tahap kedua: Pada fase gejala ini, penderita akan mengalami batuk yang tak kunjung sembuh, perubahan kulit yang menjadi iritasi serta gatal, adanya infeksi jamur pada rongga mulut atau kerongkongan, serta adanya pembengkakan getah bening di sekujur tubuh (biasanya terjadi di ketiak, di bawah telinga, leher, dan lipatan paha). Selain itu, adapula infeksi opportunistic yang disebabkan karena infeksi kuman, jamur, dan bakteri, selain alergi berat dan TBC serta hepatitis C (kasus hepatitis C biasanya terjadi hanya pada injection drug user).

Cara Penularan HIV Dan AIDS

Beberapa cara penularan virus HIV dan AIDS adalah sebagai berikut:

  • Hubungan seks tanpa kondom
  • Berbagi alat suntik dengan orang yang positif mengidap HIV, terutama di kalangan pengguna narkotika suntik
  • Ibu hamil positif HIV kepada bayinya selama masa kehamilan, persalinan dan/atau waktu menyusui
  • Melalui transfusi darah/produk darah yang sudah tercemar HIV

Cara Pencegahan HIV Dan AIDS

Mencegah penyakit HIV dan AIDS relatif lebih mudah dibandingkan dengan mengobatinya. Mencegah penyakit HIV dan AIDS akan semakin penting artinya berhubung penyakit ini belum ditemukan obatnya. Berikut ini beberapa cara pencegahan penyakit HIV dan AIDS :

  • Setialah dengan suami atau istri anda. Lakukan hubungan seksual hanya dengan pasangan hidup anda (safe sex).
  • Menghindari seks bebas (free sex). Jangan melakukan hubungan badan dengan pekerja seksual (PSK) atau berganti-ganti pasangan.
  • Gunakan kondom secara benar dalam berhubungan seksual, kecuali untuk pasangan-pasangan yang menginginkan bayi. Kondom bisa menurunkan resiko infeksi tetapi tidak dapat mencegahnya secara total. Kondom yang terbuat dari selaput (membrane) binatang terlalu tipis untuk dapat melindungi.
  • Hindari penyalah-gunaan obat terlarang, narkoba dan penggunaan jarum suntik bersama-sama.
  • Bila ingin akupunctur, tattoo, atau tindik telinga pastikan bahwa alat-alat yang dipakai telah disterilkan.
  • Bila perlu operasi, sebaiknya minta transfuse darah autologous, yaitu donor darah untuk nantinya dipakai sendiri

Tidak ada vaksin untuk mencegah penyakit HIV dan tidak ada obat untuk AIDS, tapi Anda bisa melindungi diri agar tidak terinfeksi. Satu-satunya cara untuk mencegah terinfeksi HIV adalah dengan menghindari kegiatan yang meningkatkan risiko tertular HIV dan AIDS. Pada dasarnya, mencegah selalu lebih baik daripada mengobati.

HIV Dan AIDS Berbeda !

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Mencegah Virus HIV

Mencegah Virus HIV

 

Mencegah Virus HIV, HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh. Virus ini melemahkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi dan penyakit.Tidak ada obat untuk HIV, tapi ada pengobatan yang bisa digunakan untuk memperlambat perkembangan penyakit.

Mencegah Virus HIV

Mencegah Virus HIV

Pengobatan ini akan membuat orang yang terinfeksi untuk hidup lebih lama sehingga bisa menjalani hidup dengan normal. Oleh karenanya, mencegah penyakit HIV AIDS merupakan cara yang paling efektif untuk menghindari AIDS.

Program pencegahan penularan dan penyebaran HIV lebih dipusatkan pada pendidikan masyarakat mengenai cara-cara penularan HIV. Dengan demikian, masyarakat (terutama kelompok perilaku resiko tinggi) dapat mengubah kebiasaan hidup mereka sehingga tidak mudah terjangkit HIV. Dan upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah virus HIV AIDS adalah sebagai berikut:

  1. Memahami Cara Virus HIV Menyerang Tubuh Penderita.

Mencegah virus HIV dengan memahami cara virus HIV menyerang tubuh penderita. HIV menyerang dan menghancurkan sel T atau CD4 dalam darah yang berfungsi untuk melawan virus atau bakteri lain, membuat penderitanya rentan terhadap infeksi dan penyakit lain. Virus HIV membutuhkan sel T untuk memperbanyak diri, sehingga virus ini tidak dapat hidup di bagian tubuh yang tidak memiliki sel darah, seperti kulit atau rambut. Seseorang yang sudah terinfeksi dengan HIV disebut dengan “positif HIV” atau “HIV+”. Seseorang yang mengidap “AIDS” sudah hampir kehilangan semua sel CD4nya, atau sistem imunnya sudah sangat rusak sehingga penderitanya mengalami “infeksi oportunistik” atau kanker yang berhubungan dengan infeksi.

  1. Kurangi Faktor Risiko Seks.

Mencegah virus HIV dengan kurangi faktor resiko seks. Kemungkinan Anda untuk terjangkit HIV akan lebih kecil jika tidak melakukan hubungan seksual, mengurangi jumlah pasangan seksual, meminta pasangan seksual Anda untuk dites HIV, dan/atau batasi hubungan seksual Anda hanya dengan pasangan yang tidak berhubungan seks dengan orang lain.

  1. Cegah Pertukaran Cairan Tubuh Selama Hubungan Seks.

Mencegah virus HIV dengan cegah pertukaran cairan tubuh selama hubungan seks. HIV dapat menular melalui seks oral, vagina, atau anal jika satu orang atau lebih terjangkit HIV+. Akan tetapi, ada cara-cara untuk mengurangi, tetapi tidak menghentikan kemungkinan penularan. Selalu gunakan kondom lateks atau kondom wanita lateks saat berhubungan seksual dengan pasangan yang baru, pasangan yang belum dites HIV, atau jika Anda memiliki banyak pasangan seks. Saat melakukan seks oral, dalam vagina atau dubur, gunakan lateks dental dam atau tanpa pelumas, kondom cut-open untuk menghindari kontak langsung dengan mulut.

  1. Menghindari Kontak Dengan Darah Yang Terinfeksi HIV

Mencegah virus HIV dengan menghindari transfusi darah penderita HIV. Transfusi, atau kontak dengan luka, dapat menyebabkan virus menyebar dari satu orang ke orang lain. Transmisi dengan darah dapat dengan mudah dihindari melalui tes darah dan menghindari kontak dengan luka jika seseorang positif terinfeksi HIV, jika Anda harus berurusan dengan luka dari pengidap HIV/ AIDS, pastikan untuk memakai pakaian pelindung seperti sarung tangan karet.

  1. Pelajari Tentang Mitos Pencegahan HIV.

Mencegah virus HIV dengan mempelajari tentang mitos pencegahan HIV. Ada banyak mitos atau salah paham tentang cara melindungi diri dari HIV atau AIDS saat berhubungan seks. Pelajari kebenarannya sehingga Anda tidak mencoba melindungi diri dengan cara yang salah. Ketahui bahwa jenis seks apa pun dengan orang yang terjangkit HIV, berisiko terkena infeksi dan kondom adalah salah satu cara yang bisa diandalkan untuk mengurangi risiko itu.

  1. Jangan Menggunakan Kembali Atau Berbagi Jarum Suntik Saat Menyuntikkan Obat-Obatan Atau Memasang Tindik Atau Tato.

Mencegah virus HIV dengan jangan mengunakan kembali jarum suntik yang telah dipakai. Gunakan jarum yang steril dan baru setiap kali atau pastikan bahwa pembuat tato tidak menggunakan jarum yang sudah pernah dipakai. Pastikan untuk membeli jarum dari sumber yang terpercaya. Jangan pernah menggunakan kembali atau berbagi apa pun yang digunakan untuk mempersiapkan obat-obatan, termasuk air (karena dapat terkontaminasi darah yang terinfeksi HIV). Setelah penggunaan, buanglah jarum dengan aman, dengan meletakkannya di dalam botol tertutup, sebaiknya botol yang tidak bisa didaur ulang atau tidak bernilai jika dipungut.

  1. Lakukan Pemeriksaan Rutin.

Mencegah virus HIV dengan lakukan pemeriksaan rutin. Pemeriksaan adalah satu-satunya cara untuk memastikan kondisi kesehatan Anda. Saat Anda diperiksa, kemungkinan besar sampel yang diambil adalah darah, walaupun urin dan cairan swab juga digunakan. Hasilnya akan diketahui beberapa hari kemudian atau cepat hanya sekitar 20 menit, bergantung lokasi dan waktu pemeriksaan. Jika hasil pemeriksaan menyatakan HIV+, artinya dalam tubuh Anda ada virus ini, dan Anda harus menerima perawatan sesegera mungkin.

Itulah beberapa untuk mencegah virus HIV. Terima kasih telah membaca artikel mengenai mencegah virus HIV. Semoga informasi mengenai mencegah virus HIV diatas dapat bermanfaat untuk Anda.

Mencegah Virus HIV

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Ciri Penyakit HIV Pada Wanita

Ciri Penyakit HIV Pada Wanita

 

Ciri Penyakit HIV Pada Wanita, Virus HIV adalah virus yang terjadi pada orang lain. Padahal ini bisa menyerang siapa saja, termasuk kita. Sebagian besar waktu, tanda-tanda HIV tidak menjadi nyata sampai infeksi mulai menyebar. Misalnya jika virus menyerang saat ini, gejala-gejala positif HIV bisa terlihat 2,3 atau 10 tahun ke depan. Sejumlah tanda HIV muncul hanya setelah masa inkubasi berakhir.

Ciri Penyakit HIV Pada Wanita

Ciri Penyakit HIV Pada Wanita

HIV AIDS merupakan penyakit menakutkan ini masih salah satu penyebab utama kematian di antara laki-laki dan perempuan dan berkembang dan negara maju. Virus HIV pada wanita mungkin ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui darah, alat kelamin, cairan ASI yang terinfeksi dan darah, sperma pria yang terinfeksi. Penularan virus HIV pada wanita ini dapat terjadi selama transfusi darah, hubungan seks tanpa alat pengaman atau dapat ditularkan melalui jarum suntik. selama kehamilan dan menyusui, seorang wanita yang terinfeksi kemungkinan akan menularkan virus ke anak.

Ciri Penyakit HIV Pada Wanita

Beberapa ciri HIV AIDS yang ditemukan pada pria maka belum tentu ditemukan pada wanita. Bahkan hal ini juga berlaku sebaliknya. Penyebab wanita bisa terkena HIV AIDS yang paling umum adalah hubungan seksual bebas atau pasangan yang memiliki pola hubungan seksual bebas. Biasanya wanita menjadi korban, sehingga sangat rentan depresi. Berikut ini beberapa ciri penyakit HIV pada wanita yang bisa dikenali :

  1. Flu Berat

Setelah dua minggu virus masuk ke dalam tubuh maka bisa menyebabkan kondisi tubuh wanita mengalami berbagai serangan asimtomatik. Berbagai jenis gejala flu bisa terjadi dengan mudah dan bahkan bisa berlangsung secara tiba-tiba. Ciri penyakit HIV pada wanita yang paling mudah dikenali adalah seperti flu ringan, demam, sakit kepala, tubuh lemah, bersin dan batuk ringan. Ciri penyakit HIV pada wanita ini akan segera hilang setelah virus benar-benar masuk ke dalam tubuh namun sebenarnya virus berkembang dan siap menyerang sel darah putih.

  1. Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Semua orang memiliki kelenjar getah bening yang memang memiliki manfaat yang sangat penting bagi kesehatan. Kelanjar getah bening terletak di bagian leher, ketiak, selangkangan dan belakang kepala. Kelanjar getah bening berfungsi untuk menyerang infeksi yang masuk ke dalam tubuh. Ketika virus HIV sudah menyebar kedalam tubuh maka membuat kelenjar getah bening bekerja sangat keras. Hal ini akan menyebabkan kelenjar getah bening membengkak selama beberapa bulan. Perawatan sesuai kondisi tubuh sangat diperlukan.

  1. Penyakit Infeksi

HIV AIDS memang akan membuat sistem kekebalan tubuh terus melemah. Kondisi ini akan membuat tubuh sangat rentan terhadap serangan infeksi dari bakteri, kuman dan virus lain. Tidak ada yang bisa mencegah infeksi yang muncul pada tubuh penderita HIV AIDS. Tindakan menjaga kebersihan dan pola makan yang baik bisa membuat infeksi tidak mudah menyerang tubuh.

  1. Demam Parah

Wanita yang mengalami infeksi HIV AIDS akan lebih sering terserang demam. Demam bisa muncul tiba-tiba atau beserta dengan gejala lain. Suhu yang paling dianggap ringan adalah sekitar 38 derajat Celcius. Demam juga bisa terjadi dengan keringat dingin pada malam hari. Terkadang banyak penderita yang tidak memperhatikan demam karena penyebab yang sulit untuk ditemukan.

  1. Penyakit Gangguan Reproduksi

Wanita yang menderita HIV AIDS juga sangat rentan terhadap masalah kesehatan reproduksi. Penyebabnya bisa sangat beragam sesuai dengan masalah yang terjadi. Berbagai masalah ini bisa muncul pada tahap awal, pertengahan hingga akhir. Bahkan penyakit ini bisa menjadi salah satu penyebab komplikasi berat pada tahap akhir AIDS.

  1. Masalah Kesehatan Kulit

Masalah kesehatan kulit sangat rentan untuk wanita yang menderita HIV AIDS. Kondisi ini disebabkan karena kulit mudah terkena jenis penyakit kulit seperti akibat iritasi dan jamur. Beberapa ciri penyakit HIV pada wanita yang paling sering terjadi misalnya munculnya ruam dan bercak pada bagian ketiak, anus, kelamin, mulut dan pergelangan kaki atau tangan. Ruam bisa berkembang menjadi benjolan dan kulit menjadi lebih mudah terluka.

  1. Gejala Lanjutan yang Parah

Setelah HIV berkembang menjadi AIDS maka tubuh akan memperlihatkan berbagai jenis ciri penyakit HIV pada wanita lanjutan. Beberapa ciri penyakit HIV pada wanita yang paling sering terjadi adalah seperti diare, mual, muntah, sakit kepala, nyeri otot, tubuh lelah, batuk kronis, sesak nafas, tidak bisa menelan, dan nyeri sendi.

Itulah beberapa ciri penyakit HIV pada wanita yang harus diketahui. Apabila Anda merasa bahwa diri Anda berada pada risiko yang tinggi untuk terkena penyakit ini dan mengalami ciri penyakit HIV pada wanita di atas, sebaiknya segera berkonsultasilah pada dokter.

Ciri Penyakit HIV Pada Wanita

Posted in Uncategorized | Leave a comment