Penyebab HIV Pada Remaja

Penyebab HIV Pada Remaja

 

Penyebab HIV Pada Remaja – Human immunodeficiency virus (HIV) adalah infeksi epidemik yang telah memengaruhi setiap negara di dunia. Virus ini paling sering ditularkan melalui terlindungi vagina dan anal seks dan berbagi jarum. Virus menyerang sistem kekebalan tubuh selama sekitar 10 sampai 20 tahun, dan berpotensi menyebabkan kegagalan sistem kekebalan tubuh. Kondisi ini dikenal sebagai acquired immune deficiency syndrome (AIDS).

Tidak hanya pada orang dewasa, remaja juga berada pada peningkatan risiko tertular HIV seiring dengan meningkatnya kasus seks bebas dan penyalahgunaan obat. Menurut Centers for Disease Control and Prevention, ada sekitar 56.000 anak muda Amerika dengan HIV/AIDS dan sekitar 2.000 remaja baru didiagnosa setiap tahun. Remaja dengan HIV menunjukkan berbagai gejala tergantung pada berapa lama mereka telah terinfeksi.

Mengapa dan bagaimana para remaja dapat tertular oleh penyakit HIV/AIDS? Penyebab HIV pada remaja dapat berasal dari beberapa aspek yang langsung mempengaruhi pola pikir para remaja itu sendiri, beberapa penyebab HIV pada remaja dapat seperti :

  1. Seks bebas

Seks bebas merupakan termasuk ke dalam salah satu cara penularan wabah penyakit HIV/AIDS yang paling berkontribusi. Seks bebasd diketahui juga merupakan pemicu utama dari penularan virus HIV yang terjadi secara cepat pada saat virus HIV ini pertama kali muncul pada suatu daerah di daratah Afrika pada tahun 1800 silam. Seks bebas pada saat itu dapat terjadi akibat ketidakseimbangnya jumlah populasi wanita dan pria sehingga menciptakan pasar seks yang lumrah terjadi pada saat itu. Salah satu penyebab HIV pada remaja ialah seks bebas. Seks yang seharusnya dilakukan ketika pernikahan sudah terjadi pada saat ini justru banyak yang melegalkan hal ini.

Jaman yang semakin maju ini jugalah yang menyebabkan pergaulan bebas ikut meraja rela dikalangan anak muda. Seks bebas merupakan suatu budaya yang berasal dari barat yang seharusnya dihindarkan. Seks bebas yang dilakukan para remaja tidak hanya akan berdampak pada tubuh yang terjangkiti virus HIV tetapi tubuh juga menjadi lebih rentan untuk menderita penyakit menular kelamin lainnya. Sehingga para orang tua dan orang disekitarnya harus memerhatikan bahaya dari ancaman HIV AIDS pada remaja dan cara penanganannya.

  1. Melakukan seks oral

Seks bebas bukanlah salah satu factor yang dapat memicu penularan virus HIV dapat terjadi. Seperti yang diketahui bahwa virus HIV yang telah masuk ke dalam tubuh manusia akan mencari sel-sel system kekebalan tubuh yang banyak terdapat dalam cairan tubuh manusia sehingga tidak heran jika virus banyak terdapat dalam cairan ini. Umumnya banyak orang yang menghindari cairan darah yang dimiliki oleh pasien HIV agar tidak tertular oleh virus dalam tubuhnya, namun tidak hanya itu cairan alat kelamin baik itu wanita dan pria juga memiliki resiko yang tinggi untuk menularkan virus HIV.

Seks oral banyak dipilih oleh sebagian orang terutama oleh para remaja karena biasanya tidak akan menyebabkan kehamilan. Dampak dari melakukan seks oral tentunya lebih menguntungkan dari pada jika melakukan seks seperti pada umumnya. Meskipun diketahui dapat menghindari kehamilan seks oral juga mampu untuk menularkan virus HIV karena biasanya cairan alat kelamin akan masuk ke dalam mulut dan akhirnya virus akan ikut termasuk ke dalam tubuh.

  1. Pergaulan bebas

Penyebab HIV pada remaja selanjutnya adalah tindakan pergaulan bebas yang biasanya sangat digemari oleh para remaja. Dalam dunia pergaulan bebas para remaja cenderung merasa menemukan kebebasan dan jati dirinya secara pribadi. Remaja merupakan usia dimana seseorang mencoba untuk mencari jati diri yang mana cocok dengan dirinya serta tidak takut untuk mengambil langkah untuk melakukan sesuatu.

Banyak remaja yang merasa terkekang akan segala adat dan peraturan yang berlaku dalam masyarakat dan keluaraga sehingga mereka mencoba terlepas dari lingkungan hidup yang seperti itu dengan cara memasuki kehidupan yang bebas tanpa larangan. Pergaulan bebas dapat memicu para remaja untuk terjebak dalam kegiatan yang cenderung rentan terhadap penularan penyakit HIV/AIDS serta hal yang dapat merusak masa depan mereka jika terus menerus dilakukan

  1. Menggunakan narkotika

Penggunaan narkoba juga turut ambi bagian dalam penyebaran penyakit HIV/AIDS menjadi lebih luas lagi. Narkoba juga termasuk ke dalam bagian pergalan bebas yang mungkin dilakukan oleh remaja. Narkoba sangat ditentang oleh negara kita karena dapat membawa kebobrokan jati diri bangsa yakni para generasi penerus bangsa. Narkoba dapat menularkan virus HIV biasanya merupakan jenis narkoba yang dikonsumsi dengan menggunakan alat suntik.

Penyebab HIV Pada Remaja

Alat suntik yang digunakan biasanya akan dipakai bukan hanya untuk satu orang saja namun digunakan secara beramai-ramai. Alat suntik yang tidak steril ini kemungkinan membawa virus HIV dari tubuh pasien HIV kepada para remaja yang baru mencoba narkoba tersebut. Perlu di ketahui  jika narkoba dapat menurunkan harapan hidup pasien HIV/AIDS.

  1. Penyakit diturunkan oleh orang tua

Penyebab HIV pada remaja lainnya juga dapat disebabkan oleh karena factor turunan penyakit dari orang tua remaja tersebut. Saat ini banyak anak yang terlahir dengan adanya virus dalam tubuh mereka. Para remaja dalam kasus ini tidak melakukan berbagai tindakan yang dapat menularkan virus HIV ke tubuhnya sendiri namun keberadaan virus HIV dalam tubuhnya sedari awal sudah tidka dapat ditolak oleh mereka.

Berbagai jenis penyebab dapat saja mempengaruhi cara penularan virus HIV kepada para remaja yang cenderung lebih rentan untuk terpengaruh dalam pola hidup bebas. Pola hidup seperti ini sebaiknya lebih diperhatikan oleh orang tua atau keluarga yang merupakan tempat pertama dimana para remaja berpijak sebelum akhirnya menghadapi kehidupan mereka di luar sana. Perhatian dan dukungan yang diberikan orang tua kepada para remaja dapat mengurangi penularan virus HIV pada remaja. Penyebab HIV Pada Remaja

Penyebab HIV Pada Remaja

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Faktor Penyebab Penularan HIV

Faktor Penyebab Penularan HIV

Faktor Penyebab Penularan HIV – Human Immunodeficiency Virus, atau HIV, adalah virus yang menyebabkan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). HIV secara drastis dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh, sehingga memungkinkan penyakit, bakteri, virus, dan infeksi lainnya menyerang tubuh Anda. Tidak seperti virus lainnya, tubuh Anda tidak bisa menyingkirkan HIV sepenuhnya. Jika Anda terinfeksi HIV, Anda akan memilikinya sepanjang hidup.

AIDS adalah kondisi yang paling parah dari penyakit HIV dan ditandai dengan munculnya penyakit lain, seperti kanker dan berbagai infeksi, yang muncul seiring dengan melemahnya sistem kekebalan tubuh Anda.

Seberapa umumkah HIV dan AIDS?

Menurut laporan dari WHO (World Health Organization), pada akhir 2014, ada sekitar 37 juta orang yang hidup dengan HIV dan 1,2 juta orang meninggal karena penyebab terkait AIDS. Namun, hanya 54% dari penderita yang menyadari bahwa mereka mengidap HIV/AIDS. Ini karena Anda mungkin saja mengidap HIV tanpa gejala.

Meskipun Anda tidak menunjukkan gejala apapun, Anda masih dapat menularkan virus ke orang lain. Ini karena HIV dapat memakan waktu hingga 2 sampai 15 tahun dalam memunculkan gejala. Anda mungkin memiliki HIV dan masih terlihat sehat dan berfungsi secara normal. Anda tidak dapat mengetahui secara pasti apakah Anda memiliki HIV sampai Anda diperiksa.

HIV tidak langsung merusak organ Anda, tetapi akan menyerang sistem kekebalan tubuh, sehingga memungkinkan terjadi berbagai penyakit lainnya, terutama infeksi, untuk menyerang tubuh Anda. Dengan diagnosis HIV dini dan penanganan yang efektif, pengidap HIV tidak akan berubah menjadi AIDS. AIDS adalah stadium akhir dari infeksi virus HIV. Pada tahap ini, kemampuan tubuh untuk melawan infeksi sudah hilang sepenuhnya.

Faktor Penyebab Penularan HIV

Berikut beberapa faktor penyebab penularan HIV :

  1. Berhubungan badan dengan pengidap HIV lain

Penyebab HIV yang satu ini memang  sangat beresiko, apalagi bagi orang yang suka berganti ganti pasangan. Saat berhubungan badan maka terjadi perpindahan virus dari organ vital si A dan organ vital si B. Kita tahu sendiri bahwa virus HIV bisa hidup dalam cairan tubuh, termasuk cairan v*gina juga sper*ma. Jadi saat berhubungan seksual maka bisa sangat dimungkinkan terjadi penularan virus HIV dari salah satu pengidap yang bersangkutan. Alangkah baiknya bagi yang suka berganti ganti pasangan hendaknya memakai alat pengaman seperti k*ndom agar tidak tertular. Itupun tidak menjamin virus tidak akan menular karena dalam satu sel sperma saja misalnya mengandung banyak virus HIV. Apalagi jika k*ndomnya terjadi kebocoran, maka sangat berbahaya tentunya. Bagi pria hendaknya jika tidak ingin tertular HIV sebisa mungkin hindari tempat tempat lokalisasi karena tempat tersebut merupakan sarang penyakit HIV.

  1. Penggunaan jarum suntik yang bergantian

Faktor Penyebab Penularan HIVPenggunaan jarum suntik menjadi penyebab utama dari penularan HIV. Hal ini terjadi lantaran kebanyakan yang memakai jarum suntik adalah kalangan muda yang berkomunitas dan mengkonsumsi zat berbahaya seperti narkoba. Pemakaian jarum suntik yang bergantian di pastikan akan menularkan HIV pada orang lain yang tidak terkena, karena darah yang tersisa pada jarum dan mengandung virus HIV akan masuk ketubuh orang lainnya.

 Penggunaan narkoba di Indonesia tergolong sangat tinggi sehingga resiko penularan dan penyebaran HIV juga sangat tinggi. Di Indonesia pada tahun 2015 telah mencatat ada sekitar 5,1 juta orang yang mengkonsumsi narkoba dan tentunya ini sangat mengkhawatirkan untuk generasi selanjutnya. Kita berharap tentunya Indonesia bebas dari narkoba sehingga resiko untuk penularan penyakit HIV akan semakin kecil.

  1. Transfusi Darah

 Transfusi darah yang dilakukan juga bisa menularkan HIV bisa karena darah yang di transfusikan mengandung virus HIV atau jarum yang di gunakan untuk transfusi darah memang bekas orang lain yang terinfeksi HIV. Jika kita ingin transfusi darah atau donor darah hendaknya kita harus bisa memastika apakah jarum yang di gunakan steril atau tidak.

  1. Melalui ASI pada ibu menyusui

Seorang ibu yang mengidap HIV dan sedang dalam kondisi menyusui bayinya,maka akan terjadi penularan virus HIV ke bayi yang di susuinya,Hal ini disebabkan karena virus HIV juga hidup dalam air susu ibu. Jadi jika seorang pengidap HIV ingin mempunyai seorang bayi hendaknya konsultasikan dulu tentang program kehamilannya apakah berbahaya nantinya pada si anak atau tidak. Setau saya di kedokteran ada konsultasi dan program bagaimana cara agar bisa melahirkan bayi yang sehat tanpa HIV,meskipun sang ibu pengidap HIV positiv.

  1. Kurangnya informasi mengenai HIV AIDS

Faktor yang satu ini seharusnya bisa dilakukan oleh pihak pihak atau lembaga terkait untuk menginformasikan semua hal yang berhubungan dengan penyakit HIV AIDS. Jangan sampai generasi selanjutnya malah lebih parah dalam penularan HIV, tentu kita tidak mau bukan hal ini terjadi. Jadi ayo sama sama kita cegah HIV AIDS dengan cara setia pada pasangan kita, no drugs dan yang pasti senantiasa mendekatkan diri pada sang Pencipta. Faktor Penyebab Penularan HIV

  1. Penyakit Menurun

Seseorang ibu yang terkena AIDS akan dapat menurunkan penyakitnya pada  janin yang dikandungnya, transmisi atau penularan HIV melalui rahim pada masa parinatal terjadi pada saat minggu terakhir pada kehamilan dan pada saat kehamilan. Adapun tingkat penularan virus ini pada saat kehamilan dan  persalinan yaitu sebesar 25%. Penyakit ini tergolong penyakit yang dapat diturunkan oleh sang ibu terhadap anaknya, menyusui juga dapat meningkatkan resiko penulaan HIV AIDS sebesar 4%. Untuk itu, penting sekali bagi anda para ibu rumah tangga untuk menjaga kesehatan seks dan kesetiaan 100% terhadap suami. Faktor Penyebab Penularan HIV

  1. Transplantasi Organ Tubuh

Hal ini juga sangat riskan sekali. Orang yang mengalami kecacatan sangat menunggu ada orang lain yang besar hatinya mendonorkan organ tubuhnya. Sayangnya tidak semua normal. Sehingga ketika pasien mendapatkan pendonor yang sudah terinfeksi virus HIV, secara langsung  juga sudah melakukan pertukaran cairan. Maka tinggal menunggu waktu pasien merasakan turunya sistem imun dan diresmikan sebagai penderita AIDS.

  1. Berhubungan Intim Tanpa Kondom

Berhubungan intim tanpa menggunakan kondom juga berbahaya. Anda tidak tahu apakah pasangan anda terinfeksi HIV/AIDS atau tidak. Sebab penularan yang paling mungkin terjadi melalui cairan vagina yang keluar saat berhubungan sex. Apalagi jika anda melakukan dengan oral, anal, ataupun genital. Serta pelaksanaan bukan dengan pasangan hidup anda. Lebih parah lagi jika bersama PSK.

  1. Orang ketagihan obat intervana

Meskipun tergolong cara yang berbahaya, namun masih ada beberapa orang yang memasukan obat secara paksa. Yakni melalui intervana. Obat ini disuntikan langsung kedalam pembuluh vena. Sehingga seluruh obat masuk ke pembuluh darah secara besar tanpa penyerapan langsung. Jika obat tersebut belum steril (dari HIV/AIDS) secara langsung anda memasukan virus kedalam tubuh anda secara cuma-cuma.

Sekian artikel mengenai Faktor Penyebab Penularan HIV. Semoga bermanfaat…

Faktor Penyebab Penularan HIV

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Resiko Penyakit HIV

Resiko Penyakit HIV

 

Resiko Penyakit HIV – HIV dan AIDS adalah penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Banyak orang yang belum bisa membedakan bahwa HIV dan AIDS, padahal kedua hal ini adalah dua penyakit yang berbeda. HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah virus yang menyerang organ-organ vital sistem kekebalan tubuh manusia, seperti sel T4 CD4+ makrofag dan sel dendritik. HIV merusak sel kekebalan tubuh secara langsung dan tidak langsung, padahal sel tersebut sangat dibutuhkan agar sistem kekebalan tubuh dapat berfungsi baik. Pada fase ini, penderita bisa saja tidak menunjukkan gejala atau memperlihatkan gejala ringan.

Sedangkan AIDS merupakan singkatan dari Aquired Immune Deficiency Syndrome. Syndrome berarti kumpulan gejala-gejala dan tanda-tanda penyakit. deficiency berarti kekurangan, immune berarti kekebalan, dan acquired berarti diperoleh atau didapat, dalam hal ini “diperoleh” mempunyai pengertian bahwa AIDS bukanlah penyakit keturunan. Seseorang menderita AIDS bukan karena ia keturunan dari penderita AIDS, tetapi karena ia terjangkit atau terinfeksi virus penyebab AIDS. AIDS merupakan tahap akhir dari infeksi HIV.

Resiko Penyakit HIV

Resiko Penyakit HIV

Resiko Penyakit HIV

Kondisi kesehatan menjadi hal yang paling diperhatikan dari penderita HIV AIDS. Meskipun hingga saat ini obat untuk penyakit ini belum ditemukan, maka sebenarnya jenis obat tertentu dikembangkan untuk menjaga kondisi penderita. Dibawah ini adalah beberapa macam resiko penyakit HIV.

  1. Infeksi TBC (Tuberkolosis)

Salah satu penyebab kematian terbesar dari penderita HIV AIDS adalah penyakit TBC atau tuberkolosis. Penyakit ini bisa diderita oleh penderita HIV AIDS karena terkena infeksi dari bakteri tuberkolosis. Tubuh penderita akan mengalami demam, batuk berdarah, lemah dan kekurangan daya untuk melakukan aktifitas ringan. Ini adalah jenis infeksi yang paling banyak ditemukan dari penderita HIV AIDS.

  1. Tipes

Tipes mudah menyerang penderita HIV AIDS. Penyakit ini disebabkan karena infeksi dari bakteri Salmonella yang tinggal di dalam air atau makanan yang kurang bersih. Kondisi penyakit ini memang sangat umum tapi pada penderita HIV AIDS maka penyakit bisa berkembang lebih cepat dan menyebabkan infeksi yang lebih parah. Beberapa gejala tipes yang sering ditemukan adalah sakit perut, diare, demam, batuk, mual, dan muntah. Perawatan diperlukan untuk penderita HIV AIDS apabila sudah terkena penyakit ini.

  1. Infeksi Herpes

Penyakit herpes memang sangat umum tapi pada penderita HIV AIDS maka kondisi penyakit ini bisa menjadi lebih parah. Virus akan tinggal dalam tubuh penderita sehingga ketika sistem kekebalan tubuh lemah maka infeksi dapat menyerang kapan saja. Infeksi ditunjukkan pada herpes yang muncul pada kulit dan alat kelamin. Namun penderita HIV AIDS bisa menghadapi kondisi yang serius bila virus sudah menyerang bagian mata, paru-paru, jantung dan saluran pencernaan.

  1. Radang Kulit

Radang kulit adalah salah satu infeksi yang sangat umum untuk penderita HIV AIDS. Kulit mereka menjadi sangat sensitif sehingga mudah terkena infeksi virus candida. Penyakit ini menyebabkan infeksi yang serius pada bagian selaput lendir, lidah, tenggorokan dan vagina. Penyakit ini bisa sangat menyakitkan terutama jika virus sudah menginfeksi bagian dalam tubuh.

  1. Meningitis (Radang Selaput Otak)

Meningitis menjadi ancaman bahaya yang sangat serius untuk penderita HIV AIDS. Peradangan akan terjadi pada bagian selaput dan cairan yang berada di bagian sum-sum tulang belakang dan juga otak. Infeksi ini dapat menyebabkan pusing dan sakit kepala yang sangat hebat. Seringkali penderita HIV AIDS tidak dapat tertolong karena infeksi meningitis.

  1. Kanker

Penderita HIV AIDS juga menghadapi resiko terkena penyakit kanker. Penyakit ini bisa menyerang tubuh karena infeksi dari berbagai bakteri dan virus yang terus berkembang dalam tubuh dan berbagai organ dalam tubuh. Salah satu jenis kanker yang sangat aktif pada penderita HIV AIDS adalah sarkoma Kaposi (penyakit kanker yang muncul pada bagian pembuluh darah. Penyakit ini ditandai dengan perubahan warna kulit menjadi ungu, merah atau merah muda. Penyakit ini juga akan menyerang organ lain sepeti paru-paru dan semua saluran pencernaan.

  1. Penyakit Neurologis

Semua jenis penyakit yang berhubungan dengan sistem syaraf menjadi ancaman bagi penderita HIV AIDS. Penyakit ini ditandai dengan melemahnya sistem saraf karena infeksi bakteri dan virus dalam tubuh penderita. Beberapa tanda awal dari penyakit ini adalah seperti lupa ingatan, cemas, tidak bisa berjalan dan perubahan kondisi mental. Bahkan beberapa penderita juga bisa mengalami penyakit demensia.

  1. Gagal Ginjal

Penderita HIV AIDS juga mudah terkena penyakit yang terjadi karena infeksi bakteri atau peradangan pada organ ginjal. Penyakit ginjal ini dapat menyebabkan penderita mengalami gangguan pada sistem kemih. Terkadang penyakit ini juga ditemukan pada penderita HIV yang masuk dalam fase sedang atau fase pengembangkan virus dalam tubuh.

Cara Mencegah HIV AIDS

Mekanisme penularan HIV AIDS terjadi saat berhubungan seksual, baik dengan lawan jenis ataupun sesama jenis (homo dan lesby), tukar dan saling meminjam alat suntik (jarum, semprit, kapas dan wadah untuk cairan) yang biasa dilakukan oleh pengguna narkoba, transfusi darah dan transplantasi organ yang tidak diskrining, tato, tindik, dan lebih berisiko selama kehamilan seorang ibu yang menularkan pada calon bayinya.

Pastikan agar Anda melakukan tindakan pencegahan penularan HIV AIDS ini agar terhindari dari penyakit mengerikan ini:

  • Tidak berhubungan seks ataupun saling pinjam dan tukar pasangan yang pernah berhubungan dengan orang yang terinfeksi virus HIV.
  • Pastikan ketika melakukan transfusi darah steril dari paduan virus HIV.
  • Penggunaan narkoba dengan jarum suntik memudahkan virus HIV untuk menyebar.

Itulah sedikit penjelasan mengenai resiko penyakit HIV dan pencegahannya. Semoga bermanfaat ^^

Resiko Penyakit HIV

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Cara Mengatasi HIV

Cara Mengatasi HIV

 

Cara Mengatasi HIV – HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh dan melemahkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi dan penyakit.

HIV belum bisa disembuhkan, tapi ada pengobatan yang bisa digunakan untuk memperlambat perkembangan penyakit. Pengobatan ini juga akan membuat penderitanya hidup lebih lama, sehingga bisa menjalani hidup dengan normal.

Dengan diagnosis HIV dini dan penanganan yang efektif, pengidap HIV tidak akan berubah menjadi AIDS. AIDS adalah stadium akhir dari infeksi virus HIV. Pada tahap ini, kemampuan tubuh untuk melawan infeksi sudah hilang sepenuhnya.

Penyebaran HIV

HIV adalah jenis virus yang rapuh. Tidak bisa bertahan lama di luar tubuh manusia. HIV bisa ditemukan di dalam cairan tubuh dari orang yang terinfeksi. Cairan yang dimaksud adalah cairan sperma, cairan vagina, cairan anus, darah, dan ASI. HIV tidak bisa menyebar melalui keringat atau urine.

Cara Mengatasi HIV

Cara Mengatasi HIV

Di Indonesia faktor penyebab dan penyebaran virus HIV/AIDS terbagi menjadi dua kelompok utama, yaitu melalui hubungan seks yang tidak aman dan bergantian jarum suntik saat menggunakan narkotika.

Berikut ini adalah beberapa cara penyebaran HIV lainnya:

  • Penularan dari ibu kepada bayi pada masa kehamilan, ketika melahirkan atau menyusui.
  • Melalui seks oral.
  • Pemakaian alat bantu seks secara bersama-sama atau bergantian.
  • Melalui transfusi darah dari orang yang terinfeksi.
  • Memakai jarum, suntikan, dan perlengkapan menyuntik lain yang sudah terkontaminasi, misalnya spon dan kain pembersihnya.

Cara Mengatasi HIV

Cara Mengatasi HIV – Pada dasarnya tidak ada satupun obat yang bisa menyembuhkan HIV AIDS. Ilmuwan terus mengembangkan penelitian untuk mengetahui bahwa perkembangan virus HIV AIDS tidak berjalan terlalu cepat. Jika perkembangan terjadi dalam waktu yang lebih cepat maka harapan hidup penderita bisa menjadi lebih kecil. Berikut ini adalah beberapa cara mengatasi HIV dengan  jenis obat yang sering digunakan bagi penderitanya :

  1. Konsumsi Obat ART (Anti Retroviral Therapy)

Cara mengatasi HIV dengan mengkonsumsi obat ART. Obat ini khusus bekerja untuk mengatasi perkembangan virus sehingga bisa memberikan harapan hidup yang lebih panjang untuk penderita HIV AIDS. Obat ini sama sekali tidak bisa menyembuhkan HIV AIDS. Pemakaian obat ini pada ibu hamil bisa mengurangi resiko virus penyakit menular ini ke janin.

  1. Obat Antiretroviral (ARV)

Cara mengatasi HIV dengan mengkonsumsi obat antiretroviral. Ini adalah salah satu jenis obat yang dikembangkan untuk menghentikan kerusakan sel dalam tubuh akibat dari infeksi HIV. Cara mengobati HIV AIDS ini juga bisa digunakan untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh sehingga bisa mencegah kerusakan sel tubuh yang lebih parah.

  1. Obat ARV untuk Ibu Hamil

Cara mengatasi HIV dengan mengkonsumsi obat ARV untuk ibu hamil yang mencerita HIV AIDS. Ibu hamil memerlukan obat ARV untuk mencegah penularan virus dari dirinya ke janin dalam rahim. Jika ibu hamil tidak melakukan perawatan ini maka kemungkinan besar bisa menularkan virus ke janin sehingga bayi yang lahir terinfeksi HIV.

Efek Samping Cara Mengatasi HIV Secara Medis

Cara Mengatasi HIV – Pemakaian berbagai jenis obat seperti ARV atau ART memang banyak disarankan oleh dokter. Obat ini memang tidak akan menyembuhkan HIV AIDS, tapi paling tidak bisa mengurangi gejala dan berbagai penyakit yang menyerang penderita karena sistem kekebalan tubuh yang terus melemah. Namun perawatan ini juga sering dihindari karena menyebabkan beberapa efek samping mengobati penyakit HIV AIDS secara medis dibawah ini :

  • Sulit untuk tidur dan terkadang juga bisa menyebabkan tekanan mental serta depresi
  • Gangguan pencernaan yang menyebabkan mual dan muntah secara terus menerus
  • Sakit kepala dan badan yang terasa lebih lemah
  • Penyakit kulit yang menyebabkan beberapa bagian kulit menjadi lebih hitam atau merah
  • Berbagai efek samping ini juga bisa menyebabkan kurang percaya diri bagi penderita HIV AIDS

Sementara banyak ilmuwan yang terus mengembangkan obat untuk HIV AIDS, maka beberapa pakar juga bergerak untuk mencoba menemukan obat tradisional. Beberapa bahan khusus yang ditemukan dari alam diyakini bisa menyembuhkan HIV. Namun cara mengobati HIV AIDS ini belum tentu efektif untuk semua penderitanya sehingga selama perawatan penderita tetap harus menjalankan terapi atau konsultasi dengan dokter. Berikut ini adalah beberapa jenis langkah cara mengatasi  HIV secara tradisional :

  1. Terapi dengan Bawang Putih

Cara mengatasi HIV dengan terapi bawang putih. Bawang putih dipercaya bisa mengendalikan perkembangan atau infeksi virus. Bahkan bawang putih juga bisa membuat berbagai gejala yang berhubungan dengan sistem kekenalan tubuh menjadi lebih ringan. Penderita yang memilih perawatan medis dengan obat-obatan ARV atau ART bisa mengurangi berbagai efek samping dengan makan bawang putih. Bawang putih bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga kesehatan menjadi lebih baik.

  1. Konsumsi Suplemen

Cara mengatasi HIV dengan mengkonsumsi suplemen. Berbagai jenis suplemen biasanya dikonsumsi untuk meningkatkan kesehatan tubuh. Bagi penderita HIV AIDS maka jenis suplemen tertentu bisa membantu mempertahankan kesehatan tubuh sehingga bisa menjalani kehidupan dengan baik. Beberapa jenis suplemen yang disarankan adalah seperti :

  • Makanan yang mengandung vitamin D yang bisa menjadi sumber kalsium sehingga bisa meningkatkan kekuatan dan kesehatan tulang.
  • Suplemen selenium yang berfungsi untuk mengatasi perkembangan infeksi virus HIV.
  • Suplemen minyak ikan yang bisa mengatasi masalah penumpulan lemak dalam tubuh
  • Suplemen vitamin B12 yang digunakan oleh ibu hamil untuk mempertahankan kondisi kesehatan dan janin
  • Suplemen protein yang bisa membantu penderita HIV AIDS untuk tetap memiliki berat badan yang seimbang dan tidak mudah terserang penyakit.

Pada intinya belum ada obat khusus yang bisa menyembuhkan infeksi HIV maupun AIDS. Penyakit ini sangat menakutkan karena tidak mudah untuk diatasi. Banyak penderita HIV AIDS di dunia yang terus mengalami depresi dan tekanan mental yang berat. Oleh karena itu lebih baik jika kita meningkatkan kesadaran diri agar terhindari dari HIV AIDS. Cara Mengatasi HIV

Cara Mengatasi HIV

Posted in Uncategorized | Tagged , , , | Leave a comment

Penyakit HIV AIDS Pada Laki Laki

Penyakit HIV AIDS Pada Laki Laki

 

Penyakit HIV AIDS Pada Laki Laki – Virus HIV menyerang sel darah putih yang bertanggung jawab dalam menjaga sistem kekebalan tubuh. Lalu adakah perbedaan gejala penyakit HIV AIDS pada laki laki ? Bagaimana mengenalinya?

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), diperkirakan jumlah orang yang terinfeksi HIV/AIDS di Amerika berjumlah hampir 40 ribu orang. Sebagian besar dari jumlah tersebut (81 persen) adalah pria berusia 13 tahun ke atas.

Meskipun HIV/AIDS dapat menginfeksi segala usia dan kedua gender, laki-laki didapati lebih banyak mengidap HIV. Hal ini diperkirakan karena HIV/AIDS didapati lebih banyak diderita oleh pria homoseksual dan biseksual.

Penyakit HIV AIDS Pada Laki Laki

Penyakit HIV AIDS Pada Laki Laki

Pria dewasa yang terkena HIV AIDS akan mengembangkan ciri-ciri setelah infeksi pertama yang membuat sistem kekebalan tubuh mulai melemah. Berikut ini beberapa tanda yang bisa diperhatikan :

  1. Flu Parah

Flu yang parah pada pria yang menderita HIV AIDS biasanya terjadi pada 2 minggu pertama setelah virus masuk ke dalam tubuh. Kondisi ini dipengaruhi karena orang yang tidak memiliki virus HIV akan memiliki virus HIV dalam tubuhnya. Berbagai gejala yang mirip seperti flu sering tidak diperhatikan. Gejala yang sangat umum ini biasanya berlangsung selama lebih dari dua minggu. Setelah itu flu akan sembuh dan tubuh terlihat lebih segar namun sebenarnya virus sudah berkembang dan menyebabkan infeksi dalam tubuh.

  1. Sakit Kepala

Sakit kepala yang sering terjadi pada penderita HIV AIDS terutama pada pria akan terjadi pada tahap awal. Kondisi ini akan menyebabkan tubuh sangat lemah. Sakit kepala bisa seperti perasaan berputar, sakit untuk melihat berbagai benda dan rasa tidak nyaman. Obat sakit kepala hanya bisa bekerja singkat sehingga gejala akan terus terjadi.

  1. Demam

Demam lebih dari 38 derajat Celcius bisa menjadi pertanda yang sangat serius akibat dari infeksi HIV AIDS. Demam akan terjadi secara tiba-tiba atau muncul bersamaan dengan gejala lain seperti terserang influenza. Kondisi ini disebabkan karena tubuh menerima virus yang akan menyebar dalam tubuh dan menyebabkan infeksi. Sebenarnya tubuh berusaha melawah infeksi namun virus HIV terlalu kuat dalam tubuh. Demam akan lebih sering terjadi ketika sistem kekebalan tubuh terus menurun.

  1. Menggigil pada Malam Hari

Sistem metabolisme tubuh juga mengalami gangguan akibat masuknya virus HIV ke dalam tubuh. Tanda awal yang sering terjadi adalah seperti rasa menggigil dan keluar keringat dingin pada malam hari. Sistem kelenjar dan metabolisme tubuh mengalami perubahan yang sangat besar. Jadi meskipun tubuh sebenarnya merasa sangat dingin namun disertai dengan keringat dingin yang lebih banyak.

  1. Tubuh Sangat Lelah

Perasaan tubuh yang terasa sangat lelah akan menyebabkan tubuh menjadi tidak nyaman. Gejala ini terjadi setelah HIV berkembang menjadi AIDS maupun ketika HIV masuk ke dalam tubuh. Reaksi ini sangat wajar karena tubuh tidak memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik. Sel darah putih yang seharusnya melawan infeksi ternyata justru diserang oleh virus HIV. Kondisi ini akan membuat tubuh merasa sangat lelah dan sulit untuk melakukan berbagai pekerjaan.

  1. Sakit Otot

Rasa sakit pada semua bagian otot tubuh memang sering terjadi pada pria yang menderita HIV AIDS. Penyebabnya adalah ketika otot tidak mampu melawan rasa sakit yang disebabkan oleh virus yang sudah berkembang dalam tubuh. Perasaan sakit bisa terjadi kapan saja dan akan menyebabkan produktivitas menurun. Kondisi bisa bertambah parah ketika tubuh juga mengalami gejala lain seperti demam dan penyebab sakit kepala.

  1. Ruam Hitam pada Kulit Tubuh

Hampir semua kulit tubuh terutama pada bagian lengan, wajah, kaki dan perut bisa terjadi pada pria yang menderita HIV AIDS. Kondisi ini disebabkan karena kulit penderita HIV AIDS akan sangat lemah dan mudah terserang infeksi seperti jamur pada kulit. Ruam bisa berwarna hitam atau merah. Jika digaruk maka bisa menyebabkan luka dan infeksi.

  1. Sakit Tenggorokan

Sakit tenggorokan adalah gejala awal dari infeksi HIV AIDS. Rasa sakit pada tenggorokan disebabkan karena virus yang sudah masuk ke dalam tubuh. Gejala ini biasanya tidak terlalu dikenal dan lebih terlihat sebagai gejala flu. Biasanya pada tahap awal maka gejala ini akan sembuh selama kurang lebih dua minggu. Namun kondisinya bisa lebih parah jika tidak mendapatkan obat yang tepat untuk mengatasi infeksi.

  1. Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Kelenjar getah bening bekerja untuk melawan semua infeksi yang terjadi dalam tubuh. Kelenjar ini bekerja dengan membantu tubuh memproduksi sel darah putih untuk melawan infeksi. Ketika sel darah putih terus dihancurkan dan diserang oleh virus HIV maka, kelenjar getah bening bekerja dengan sangat keras. Akibatnya justru menyebabkan pembengkakan dan rasa sakit yang parah.

  1. Sesak Nafas

Penyebab dada sesak nafas yang disertai dengan batuk kering dalam waktu yang lama biasanya terjadi pada tahap akhir dari infeksi HIV. Sesak nafas dan batuk sudah tidak bisa diobati dengan berbagai jenis obat batuk biasa. Hal ini bisa disebabkan karena tubuh sudah mengalami infeksi dari bakteri yang masuk ke dalam paru-paru. Gejala yang lebih buruk ditandai dengan nafas yang semakin sulit, batuk berdahak dan sakit pada dada ketika bernafas.

  1. Diare

Diare bisa muncul pada tahap awal setelah tubuh terkena infeksi HIV dan juga sepanjang pengembangan gejala dan tahap akhir AIDS. Diare menjadi tanda terjadinya infeksi akut yang menyebabkan tubuh sulit untuk menerika asupan makanan dan minuman. Infeksi diare akan berkembang dalam waktu yang lebih lama hingga, beberapa minggu. Gejala diare ini biasanya disertai dengan gejala lain seperti mual, keringat pada malam hari, demam, nyeri otot dan sakit tenggorokan. Infeksi usus bisa terjadi karena beberapa penyebab seperti bakteri dan pertumbuhan bakteri berlebihan pada usus besar.

  1. Penglihatan Kabur

Umumnya pria penderita HIV AIDS akan mengalami penurunan sistem kekebalan tubuh jangka panjang. Masalah ini kemudian akan menyebabkan tekanan pada bagian mata yang bisa menyebabkan mata rentan terhadap infeksi.

  1. Penurunan Berat Badan

Penurunan berat badan akan terus terjadi pada penderita HIV AIDS yang tidak mendapatkan perawatan secara berkala. Hal ini bisa juga disebabkan karena tubuh kehilangan kebutuhan nutrisi manusia dan nafsu makan yang buruk.

Nah, demikian tadi penjelasan mengenai Penyakit HIV AIDS Pada Laki Laki. Apabila Anda curiga dan ingin mengetahui apakah Anda terinfeksi HIV atau tidak, pemeriksaan dini akan lebih baik ketimbang berdiam diri begitu saja.

Pada dasarnya, tidak ada perbedaan gejala penyakit HIV AIDS pada laki laki  dan wanita. Dan dengan pengobatan dini yang tepat, gejala tersebut dapat ditekan. Anda pun bisa menjalani hidup sehat layaknya orang-orang tanpa HIV/AIDS. Semoga bermanfaat ^^

Penyakit HIV AIDS Pada Laki Laki

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala Utama HIV AIDS

Gejala Utama HIV AIDS

 

Gejala Utama HIV AIDS – HIV merupakan singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Virus HIV menyerang sistem kekebalan tubuh yang selanjutnya melemahkan kemampuan tubuh melawan infeksi dan penyakit.

Obat atau metode penanganan HIV belum ditemukan. Namun, perkembangan penyakit dapat diperlambat dengan menjalani pengobatan tertentu sehingga penderitanya dapat menjalani hidup dengan normal.

Gejala Utama HIV AIDS

Gejala Utama HIV AIDS

AIDS adalah tahap akhir dari infeksi HIV, yaitu ketika kemampuan tubuh untuk melawan infeksi sudah tidak ada lagi. Dengan pendeteksian dan penanganan dini, penderita HIV tidak akan naik kelas menjadi AIDS.

Menurut data WHO yang tercatat, pada akhir 2015 terdapat 36.7 juta penderita HIV di seluruh dunia. Dari angka tersebut, sebanyak 18.2 juta penderita telah mendapatkan pengobatan antiretroviral. Di akhir 2015, pertumbuhan pengidap baru mencapai 2.1 juta orang.

Sedangkan, menurut UNAIDS, pada 2015 terdapat 690 ribu pengidap HIV. Sebanyak 250 ribu di antaranya adalah wanita berusia 15 tahun ke atas. Sedangkan, jumlah anak-anak dan remaja pengidap HIV tercatat sebanyak 17 ribu orang. Angka kematian akibat AIDS mencapai 35 ribu orang, yang menyebabkan 110.000 anak usia 0-17 tahun menjadi yatim-piatu.

Penyebaran HIV

HIV dapat ditemukan di dalam cairan tubuh orang yang terinfeksi. Cairan tubuh yang dimaksud adalah cairan sperma, cairan vagina, cairan anus, darah, dan ASI. Namun, HIV tidak dapat tersebar melalui keringat atau urine. HIV termasuk virus yang rapuh, tidak bisa bertahan lama di luar tubuh manusia.

Umumnya, penyebaran virus HIV terjadi melalui hubungan seksual yang tidak aman dan bergantian menggunakan jarum suntik saat memakai narkoba. Cara penyebaran lainnya termasuk:

  • Penularan dari ibu kepada bayi pada masa kehamilan, pada saat proses melahirkan atau menyusui.
  • Melalui seks oral.
  • Melalui penggunaan alat bantu seks yang dipakai bergantian.
  • Melalui transfusi darah dari orang yang terinfeksi.
  • Memakai jarum, suntikan, dan perlengkapan menyuntik lain yang sudah terkontaminasi.

Gejala Utama HIV AIDS

Berikut ini sekumpulan gejala yang umum terjadi pada orang yang terkena HIV AIDS, jadi amatilah setiap gejala utama HIV AIDS berikut untuk kemudian dilakukan pemeriksaan laboratorium.

  1. Demam

Demam adalah tubuh respon pertama tubuh dalam melawan setiap infeksi atau invasi benda asing. Jika seseorang terinfeksi HIV, pada tahap awal muncullah demam kemudian disertai dengan gejala seperti flu selama empat minggu pertama. Kondisi ini disebut dengan sindrom retroviral akut atau ARS atau infeksi HIV primer.

Ini adalah respon alami tubuh terhadap HIV yang menjadi gejala HIV awal. Tingginya suhu tubuh dapat bervariasi mulai dari sedang hingga tinggi sekitar 38-39° C. Biasanya demam akan disertai dengan kelelahan, sakit tenggorokan, pembengkakan kelenjar getah bening dan kecenderungan mual. Sementara demam berlanjut, virus bergerak jauh ke dalam aliran darah dan mulai mereplikasi (memperbanyak diri), mengganggu fungsi sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan reaksi peradangan.

  1. Ruam Kulit

Ketika muncul ruam atau kemerahan yang terjadi tanpa ada reaksi alergi atau overdosis obat, maka harus diwaspadai jangan-jangan ini merupakan salah satu dari gejala utama  HIV AIDS. Ruam ini dapat terjadi pada tahap awal penyakit atau tahap lanjut ketika sisitem kekebalan tubuh menjadi lemah. Ruam dapat muncul berupa warna merah, coklat, merah muda, atau bercak keunguan. Jika ruam kulit terus bertahan meskipun sudah diobati, pertimbangkan untuk menjalani tes HIV.

  1. Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Tahukah Anda bahwa kelenjar getah bening merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh sehingga organ ini seringkali dipengaruhi ketika tubuh mengalami inflamasi atau infeksi, tak terkecuali pada HIV AIDS. Demam yang disertai dengan pembengkakan kelenjar getah bening memang menjadi indikasi dari setiap masalah kesehatan lainnya. Tapi apabila pembengkakan kelenjar getah bening di leher, selangkangan, atau di ketiak tak kunjung pulih maka kita juga harus mewaspadai HIV AIDS.

  1. Kelelahan Kronis

Badan yang terus menerus mengalami lelah dan tidak jelas penyebabnya mengindikasikan adanya masalah pada tubuh, salah satunnya adalah gejala utama HIV AIDS. Karena infeksi HIV akan melemahkan sistem kekebalan tubuh yang berarti juga melemahkan stamina tubuh.

  1. Nyeri Otot dan Sendi

Pembengkakan kelenjar getah bening bersama dengan sakit otot dan nyeri sendi adalah gejala utama HIV AIDS lain yang menonjol.

  1. Sakit Kepala Ekstrim

Sakit kepala dengan demam dan nyeri sendi bisa menjadi gejala dari beberapa kondisi kesehatan lainnya tetapi juga umum terjadi pada infeksi HIV.

  1. Diare

Diare yang berlangsung selama lebih dari seminggu adalah masalah yang perlu diperhatikan. Diare tak henti-hentinya yang tidak berhenti bahkan setelah diberikan pengobatan bisa menjadi gejala kemungkinan infeksi HIV.

  1. Penurunan Berat Badan

Penurunan berat badan yang cepat bersama dengan diare bisa berarti bahwa virus tersebut telah benar benar mengganggu sistem pertahanan tubuh. Kehilangan 10 persen berat badan bersama dengan diare dan mual merupakan kombinasi yang pas.

  1. Pneumonia

Batuk, demam, penurunan berat badan, dan sesak nafas yang merupakan tanda-tanda pneumonia bisa menjadi indikasi infeksi HIV. Ingat pneumonia adalah kejadian yang sangat umum bagi orang-orang yang terkena HIV.

  1. Keringat Malam

Banyak orang yang terkena infeksi HIV AIDS mengalami gejala sering berkeringat di malam hari meskipun pada saat itu udara tidak panas dan sedang tidak melakukan aktifitas fisik.

  1. Infeksi Jamur

Ketika daya tahan tubuh melemah, maka tubuh mudah terserang infeksi, terutama infeksi jamur. Pada prinsipnya semua bagian tubuh dapat terserang, jika jamur menyerang kuku, maka kuku akan kuning, berubah warna, menebal dan rapuh ini merupakan tanda infeksi sekunder setelah terinfeksi HIV. Demikian pula sariawan di mulut karena infeksi jamur dapat menjadi indikasi yang sama.

  1. Penurunan Daya Ingat atau Depresi

Meskipun hal ini biasanya terjadi pada penyakit HIV tahap lanjut, namun tetap harus diwaspadai secara dini.

Itulah Gejala Utama HIV AIDS. Jika merasa ada gejala – gejala utama HIV AIDS seperti di atas, apalagi termasuk golongan yang berisiko maka segeralah periksakan ke dokter atau RS untuk mendapat kepastian. Semoga bermanfaat.

 

Gejala Utama HIV AIDS

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Infeksi HIV Pada Anak

Infeksi HIV Pada Anak

 

Infeksi HIV Pada Anak – HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyebabkan AIDS (sindrom defisiensi imun akuisita). Virus merusak atau menghancurkan sel kekebalan tubuh, sehingga sel kekebalan tubuh tidak mampu berperang melawan infeksi atau kanker. Sekitar 3,2 juta anak-anak di bawah 15 tahun hidup dengan AIDS pada akhir tahun 2013, menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus) dapat terjadi pada siapa saja. Namun, proses terjadinya infeksi HIV pada anak dan orang dewasa berbeda lho. Kenapa ?? Sebab anak cenderung tertular saat berada di dalam kandungan.

Jika orang dewasa tertular biasanya melalui hubungan seks dan transfusi yang tidak aman. Nah, karena hal itu periode HIV pada anak tidak dapat diketahui sebelum melakukan tes. Tes tersebut adalah tes langsung terhadap virusnya.

Infeksi HIV Pada Anak

Infeksi HIV Pada Anak

Masalah di Indonesia itu tes yang dilakukan cd4 yaitu sistem imun. Padahal kalau anak baru lahir kemudian dites dan hasilnya positif belum tentu itu adalah antibodi si bayi, karena bisa jadi itu antibodi ibunya yang HIV. Oleh karena itu kalau ingin lebih akurat harus tes langsung virusnya. Tapi biayanya memang tidak murah.

Namun jika seseorang tetap ingin melakukan tes dengan cd4, disarankan harus menunggu si anak hingga berusia 18 bulan. Di usia itu dapat dipastikan antibodi dalam tubuh anak merupakan antibodinya sendiri.

Sementara, periode HIV pada orang dewasa disebut dengan window period. Di mana tahap awal seseorang terkena virus melalui hubungan seksual atau pemakaian jarum suntik bergantian. Nah, ketika virus masuk ke dalam tubuh, virus akan berkembang. Sehingga tubuh merespons dan akhirnya sistem daya tahan tubuh menurun. Lantas, ketika virus tidak dikendalikan dan berkembang, sistem daya tahan tubuh akan menurun drastis. Hal tersebut biasanya terjadi dalam kurun waktu 6 bulan.

Penyebab Infeksi HIV Pada Anak

Kebanyakan infeksi HIV pada anak adalah diturunkan melalui ibu ke anak selama kehamilan, persalinan, dan menyusui. Namun, terimakasih kepada rejimen pengobatan pencegahan, sehingga insidensi penularan ibu-ke-anak untuk HIV menurun. Sejak pertengahan tahun 1990, tes HIV dan rejimen obat pencegahan memberikan hasil 90% penurunan jumlah anak yang terinfeksi HIV di Amerika Serikat. Kebanyakan kasus anak HIV/AIDS terkonsentrasi di kawasan Afriksa Sub-Sahara.

Penyebab lain HIV meliputi:

  • Transfusi darah. Transfusi darah menggunakan darah yang terinfeksi atau suntikan dengan jarum suntik yang tidak steril mampu menyebabkan infeksi HIV dan AIDS pada anak. Di Amerika Serikat dan negara maju lainnya, masalah ini telah sepenuhnya terelminasi, namun pada negara miskin hal ini masih terjadi.
  • Penggunaan obat terlarang dengan cara suntikan. Pada area Eropa Timur dan Tengah, penggunaan obat suntik akan melanjutkan penyebaran HIV di antara orang-orang muda yang hidup di jalanan. Penelitian di Ukraina, prilaku berisiko tinggi seperti penggunaan jarum suntik bergantian, juga terjadi pada anak di bawah usia 10 tahun.
  • Transmisi seksual. Meksipun pada anak penularan dengan hubungan seks bukan merupakan penyebab utama HIV/AIDS di antara anak-anak, hal ini terjadi ketika anak-anak menjadi aktif secara seksual di usia awal-awalnya. Anak juga mampu terinfeksi melalui tindakan kekerasan seksual atau pemerkosaan.

Gejala Infeksi HIV Pada Anak

Banyak bayi dan anak hidup dengan HIV karena ibunya terinfeksi. Namun, infeksi tidak mampu ditegakkan sampai bayi lahir. Gejala infeksi HIV bervariasi berdasarkan umur dan inidividu masing-masing, namun berikut ini adalah gejala yang sering terjadi :

  1. Pertumbuhan Badan yang Buruk

Bayi dan anak-anak biasanya tidak akan menunjukkan gejala HIV AIDS yang cukup jelas. Salah satu masalah utama yang mudah dikenali adalah ketika bayi dan anak-anak tidak memiliki grafik pertumbuhan yang normal. Bayi dan anak-anak akan lebih terlihat kurus. Pemeriksaan berat badan yang dilakukan setiap bulan sama sekali tidak menunjukkan kemajuan yang berarti.

  1. Perkembangan Lambat

Perkembangan bayi dan anak-anak biasanya dipantau setiap bulan untuk mendapatkan data yang jelas. Di Indonesia monitoring perkembangan dan pertumbuhan bayi dan anak dibawah lima tahun dipantau dalam program posyandu. Namun bayi dan anak-anak yang memang terkena HIV AIDS akan memiliki perkembangan dan pertumbuhan yang kurang baik. Bayi dan anak-anak akan terlihat dengan perkembangan yang kurang sesuai dengan standar. Ini adalah gejala yang paling mudah dikenali.

  1. Sering Kejang

Kejang menjadi pertanda bahwa tubuh bayi dan anak-anak mengalami masalah terutama pada sistem syaraf dan otak. Kejang bisasanya paling sering terjadi ketika anak-anak mengalami panas yang menyebabkan tubuh memberikan reaksi yang sangat berat. Namun bayi dan anak-anak yang terkena HIV AIDS memiliki tubuh yang sangat lemah sehingga kejang akan lebih sering terjadi. Kondisi ini membutuhkan perawatan khusus karena bisa saja infeksi sudah menyebar ke bagian otak.

  1. Infeksi Telinga

Bayi dan anak-anak yang terkena HIV AIDS memang sangat rentan terkena infeksi telinga. Infeksi teling disebabkan karena virus sudah melemahkan sistem pada organ ini. Sebelum mengembangkan infeksi biasanya diawali dengan beberapa gejala seperti tubuh panas, sakit pada tenggorokan dan rewel. Untuk mengatasi hal ini maka bayi dan anak-anak harus dibawa ke dokter untuk mendapatkan obat yang bisa menyembuhkan infeksi.

  1. Diare

Diare adalah masalah yang paling sering terjadi untuk bayi dan anak-anak yang terkena HIV AIDS. Diare disebabkan karena infeksi virus sudah menyebabkan organ pencernaan tidak bisa melakukan fungsi dengan baik. Ada banyak bakteri buruk yang sudah berkembang dalam sistem pencernaan. Bahkan kondisi ini juga terjadi pada penderita dewasa. Mengontrol makanan dan minuman pada bayi dan anak akan membantu tubuh agar tidak terkena diare berlebihan.

  1. Sariawan

Sariawan yang terjadi pada bayi dan anak-anak akan lebih sering terjadi pada penderita HIV AIDS. Hal ini disebabkan karena infeksi jamur sering terjadi karena tubuh memiliki sistem kekebalan yang sangat lemah. Sariawan disebabkan karena jamur candida yang berkembang dalam mulut. Untuk mencegah sariwan maka kebersihan mulut harus diperhatikan dengan baik.

  1. Demam

Demam untuk anak-anak dan bayi yang menderita HIV AIDS sebenarnya terjadi karena, sistem kekebalan tubuh yang sangat lemah. Kondisi demam ini akan menyebabkan tubuh menjadi semakin lemah, sementara bayi dan anak-anak juga rewel. Pemeriksaan untuk mengetahui infeksi lanjutan yang terjadi pada tubuh sangat diperlukan. Beberapa bayi dan anak-anak juga biasanya disarankan untuk rawat inap di rumah sakit.

  1. Dehidrasi

Bayi dan anak-anak yang terkena HIV AIDS juga cenderung lebih sering mengalami dehidrasi. Kondisi ini disebabkan karena tubuh membutuhkan air yang lebih banyak. Sistem metabolisme yang sudah bermasalah menyebabkan bayi dan anak-anak bisa mengalami kekurangan penyerapan air. Selain itu, bayi dan anak-anak juga akan sangat rentan dengan makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh. Dehidrasi akan menyebabkan tubuh menjadi sangat lemah dan membutuhkan perhatian khusus.

  1. Infeksi Paru-Paru

Infeksi paru-paru terjadi pada bayi dan anak-anak yang sudah agak lama menderita HIV AIDS. Hal ini disebabkan karena paru-paru mengalami infeksi yang disebabkan oleh jamur. Jamur bisa masuk ke saluran pernafasan dari luar seperti perantara udara atau berbagai benda berjamur yang kontak langsung dengan tangan serta saluran pernafasan. Gejala infeksi paru seperti sulit bernafas, nafas yang terasa sangat berat, mudah marah dan tubuh yang sangat lemah. Perawatan di rumah sakit sangat diperlukan untuk menyembuhkan infeksi dan mengurangi resiko penyebaran infeksi.

Karena HIV akan semakin parah, anak akan mengalami infeksi oportunistik. Hal ini adalah infeksi yang jarang terkait kesehatan namun dapat mematikan pada pasien HIV karena sistem kekebalan tubuhnya tidak bekerja secara layak. Infeksi oportunistik yang seirng terjadi terkait HIV meliputi:

  • Pneumosistis pneumonia – infeksi jamur di paru-paru
  • Infeksi serius terkait sitomegalovirus (CMV)
  • Kondisi jaringan parut pada paru-paru yang disebut dengan limfositik interstitial pneumonitis (LIP)
  • Oral trush (jamur pada mulut) atau iritasi popok (diaper rash) yang berat karena infeksi jamur Candida

Itulah beberapa informasi mengenai Infeksi HIV Pada Anak. Semoga bermanfaat ^^

Infeksi HIV Pada Anak

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala HIV Pada Kulit Wanita

Gejala HIV Pada Kulit Wanita

 

Gejala HIV Pada Kulit Wanita – Penyakit HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah penyakit yang paling ditakuti karena belum ada vaksin atau obat yang bisa menyembuhkannya, kenali gejala dari HIV untuk melakukan deteksi dini. Virus yang mematikan ini akan menyerang sistem kekebalan yang membuat tubuh kehilangan kemampuan untuk melawan penyakit, sehingga tubuh lebih rentan terhadap berbagai penyakit.

Jika gejala ini tidak segera diobati, maka bisa menyebabkan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) yang merupakan penyakit mematikan. AIDS timbul sebagai dampak berkembangbiaknya virus HIV di dalam tubuh manusia.

Gejala HIV Pada Kulit Wanita

Gejala HIV Pada Kulit

Gejala-gejala yang muncul dari HIV bisa mempengaruhi seseorang secara bertahap, setelah virus memasuki tubuh, maka virus akan berkembang dengan cepat. Virus ini akan menyerang limfosit CD4 (sel T) dan menghancurkan sel-sel darah putih sehingga mempengaruhi sistem kekebalan tubuh, setiap tahapan dari infeksi akan menunjukkan gejala yang berbeda.

Gejala HIV Pada Kulit Wanita

Gejala yang ditimbulkan oleh HIV dapat mempengaruhi seseorang dengan beberapa tahapan, setelah virus ini berhasil memasuki tubuh, maka virus ini akan semakin bertumbuh dengan cepat. Pada mulanya virus mematikan ini akan menyerang system limfosit CD4 (sel T) dan akan segera menghancurkan beberapa sel darah putih yang ada dalam tubuh. Kekebalan tubuh seseorang akan semakin menurun secara drastis, setiap tahapan dari penyakit ini akan memberikan gejala yang berbeda-beda.

  1. Dermatitis

Masalah hati yang sering ditimbulkan pada umumnya adalah dermatitis (eksem). Penyakit ini merupakan sebuah peradangan yang sangat hebat dan mampu menyebabkan terjadinya pembentukan lepuh (terjadinya gelembung kecil yang terjadi pada kulit) pada akhirnya akan menyebabkan pecah hingga keluarga cairan. Dermatitis juga bisa di sebabkan oleh banyak alas an dan bisa diobati dengan mengkonsumsi obat antihistamin. Dalam mengatasi masalah kulit kering sebaiknya hindari mandi terlalu lama dan jangan menggunakan sabun yang terlalu keras.

Dermatitis Serobika merupakan penyakit radang pada kelenjar  lemak yang ada di kulit . Penyakit ini sering muncul pada kulit yang berbulu dan terlihat seperti sebuah ketombe namun berwarna kuning. Pada umumnya penyakit terkait dengan virus HIV dengan tahap gejala hingga 80 % Odha dengan penyakit HIV yang lanjut juga akan mengalaminya . Dermatitis nantinya bisa di obati dengan menggunakan olesan steroid ( krim /tablet ) yang anti jamur. Anda juga bisa menggunakan madu yang di campur dengan air hangat bisa berguna dalam mengobati ketombe dan dermatitis serobika.

  1. Infeksi yang menimbulkan masalah kulit

Gejala HIV Pada Kulit selanjutnya adalah masalah yang diakibatkan oleh infeksi. Pada umumnya infeksi kulit bisa dibagi menjadi tiga diantaranya disebabkan oleh virus, bakteri atau jamur. Tinea merupakan salah satu jenis infeksi jamur yang bisa menyebabkan kulit berwarna merah yang akan mengeripik dan munculnya daerah putih terlihat lembab. Penyakit tinea bisa diatasi dengan obat anti jamur.

Obat herbal yang mampu menyembuhkan bisa mengoleskan minyak pohon tea. Sebaiknya menjaga kulit agar tetap terlihat kering dan berusaha menghindari bahan yang bisa menimbulkan gatal seperti menggunakan deodorant. Selain itu folikulitis merupakan salah infeksi kulit yang disebabkan penggunaan ragi yang bisa diobati dengan penggunaan obat anti anti jamur.

  1. Impetigo

Impetigo merupakan suatu jenis penyakit kulit akibat infeksi oleh bakteri pada kulit tubuh dengan adanya luka berlapis yang memiliki warna merah sedikit kekuningan. Impetigo juga bisa menularkan sebuah akar rambut dan menyebabkan abses dan penyakit bisul . Penyakit ini bisa diobati dengan mengkonsumsi obat antibiotik.

  1. Kemunculan Jerawat Kecil

Kemunculan jerawat kecil yang berbentuk mutiara bisa disebabkan oleh moluskum atau karena infeksi jamur seperti kriptokokus. Penyakit ini mampu menyebar dengan sangat cepat dan sesegara mungkin mendapat penanganan yang tepat. Akan tumbuhnya kutil terutama pada dubur dan alat kelamin akibat oleh HPV yang banyak di alami Odha Psoriasis dan penyakit kudis juga mampu menimbulkan masalah kulit bagi Odha. Seperti halnya beberapa penyakit yang berkaitan dengan HIV, misalnya seperti penyakit herpes, histoplasma, sarkoma Kaposi, TB dan MAC.

Bagi  penderita virus HIV bisa terdeteksi dengan timbulnya bercak merah pada kulit tubuh. Pada umumnya akan muncul ruam yang berwarna pada tubuh. Hal ini sangat Nampak ketika awal terjangkit penyakit HIV. Ruam yang muncul pada kulit tubuh dapat di indikasikan sebagai gejala HIV jika pasien benar – benar tidak mempunyai riwayat alergi hal ini berarti gejala ini murni ditimbulkan oleh inveksi virus.

  1. Ruam Pada Kulit

Bagi anda yang ingin mengetahui Gejala HIV Pada Kulit bisa dilihat dengan munculnya ruam pada kulit. Ruam pada kulit yang terindikasi HIV merupakan sebuah kondisi yang umum di rasakan dan terjadi pada tahapan dua bulan pertama setelah orang tersebut terkena virus HIV . Kemunculan ruam pada kulit tubuh semakin muncul dikarenakan kondisi tubuh berusaha untuk melawan berbagai serangan virus.

Ruam ini biasanya  terasa gatal, dengan bentuk area datar yang memiliki warna merah disertai benjolan kecil tang melingkar di sekeliling ruam. Sementara untuk orang yang memiliki pigmen warna kulit gelap , ruam akan lebih cenderung berwarna ungu. Gejala ini terus muncul di sekitar area wajah, dada dan dapat muncul pada kaki, tangan serta bisa menyebabkan sariawan.  Pada umumnya ruam akan terjadi dikarenakan beberapa sebab, maka gejala ini  acap kali di salah artikan dengan kondisi akibat adanya infeksi virus yang lain. Selain akibat dari penyakit itu sendiri, ruam kulit pada orang yang terkena HIV bisa di picu dengan adanya efek samping dari pengobatan dalam menangani HIV. Berikut kami ulas beberapa obat yang mampu menangani HIV dan bisa menyebabkan ruam.

  • Obat Nucleoside reverse transcriptase inhibitors (NRTI) seperti obat abacavir (Ziagen).
  • Obat Non – nucleoside reserve transcriptase inhibitors (NNRTIs) seperti obat nevirapine (Viramune).
  • Obat Protease inhibitors ( PIs) seperti halnya obat amprenavir ( Agenerase ) dan obat Tipranavir (Aptivus).

Beberapa jenis ruam ada yang bersifat ringan dan tidak menimbulkan bahaya. Namun ruam juga bisa di akibatkan dari penggunaan obat anti – HIV, hal ini bida mengancam nyawa dan memicu timbulnya Sindrom Stevens – Johnson. Kondisi ini bida menyebabkan nekrolisis epidermal yang sangat beracun dengan ditandai kemunculan ruam sekitar 30 persen yang ada di dalam tubuh. Waspadai beberapa timbulnya sindrom Stevens – Johnson dengan kemunculan gejala diantaranya : ruam dengan perkembangan yang cepat, demam, lidah yang membengkak serta adanya selaput lendir dan kulit akan melepuh. Meskipun sindrom ini jarang sekali terjadi, penyakit ini bisa menyebabkan kematian.

Itulah beberapa gejala HIV pada kulit yang harus Anda ketahui dan waspadai. Semoga bermanfaat

Gejala HIV Pada Kulit Wanita

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

HIV Pada Bayi Baru Lahir

HIV Pada Bayi Baru Lahir

 

HIV Pada Bayi Baru Lahir – Human immunodeficiency virus (HIV) tak hanya menyerang orang dewasa tapi juga anak-anak. Mereka sebagian besar tertular virus melalui ibunya yang positif HIV. Penularan kepada anak bisa terjadi saat masih dalam kandungan, proses persalinan, dan menyusui.

HIV Pada Bayi Baru Lahir

HIV Pada Bayi Baru Lahir

Berdasarkan laporan yang diterima Kementerian Kesehatan hingga 14 September 2014, infeksi HIV pada anak usia kurang dari 4 tahun yaitu 553 anak (2,4 persen) dan anak usia 5-14 tahun sebanyak 234 anak (1 persen).

Penularan itu umumnya karena sejak awal ibu hamil tidak tahu telah positif HIV. Akhirnya, mereka tidak pernah konsumsi antiretroviral (ARV), obat untuk menurunkan virus dalam tubuh. Jadi ibu hamil sangat disarankan untuk cek HIV. Jika diketahui sejak awal, maka penularan ke anak sangat bisa dicegah.

Jika ternyata si ibu positif HIV, ibu hamil harus rutin minum ARV setiap hari. ARV pun sudah dibuktikan aman untuk ibu hamil. Hanya saja, orang dengan HIV/AIDS (ODHA) terkadang tak kuat dengan efek samping dari konsumsi ARV. Efek samping ARV, diantaranya mual, pusing, hingga berhalusinasi. Namun, efek samping itu hanya terjadi pada awal konsumsi ARV. Jika minum ARV secara rutin, virus HIV bisa tidak terdeteksi sehingga mencegah penularan ke bayi.

Jika bayi lahir dengan HIV positif, apakah tanda-tanda yang dapat terlihat ? Mulai umur berapa bulan tanda-tanda tersebut muncul pada umumnya?

Perjalanan infeksi HIV pada bayi/anak sangat tergantung pada saat dia tertular. Kalau infeksi terjadi dalam kandungan waktu janin, kemungkinan bayi akan sering sakit-sakit dalam tahun pertama hidupnya, dan tanpa pengobatan, kemungkinan dia tidak tahan hidup lebih dari satu tahun. Penularan dalam kandungan agak jarang terjadi (kurang lebih 15 persen kasus infeksi pada bayi).

Bila si bayi terinfeksi waktu persalinan, perjalanan penyakit lebih lambat, tetapi kemungkinan akan lihat tanda dalam 1-2 tahun pertama. Kurang lebih 50 persen bayi yang terinfeksi tertular waktu persalinan.

Bila si bayi terinfeksi melalui ASI, perjalanan penyakit lebih lambat lagi, dan (tergantung kapan tertular) anak baru menunjukkan gejala 7-10 tahun setelah terinfeksi seperti orang dewasa.

Gejala, bila terjadi, adalah sangat beraneka ragam dan sangat umum, dan HIV tidak dapat didiagnosis berdasarkan gejala. Tetapi bila anak sering sakit-sakit atau tidak tumbuh sebagaimana mestinya tanpa alasan lain, dan kalau ibunya diketahui terinfeksi atau pernah berisiko terinfeksi tetapi belum dites HIV, mungkin ada baik menindaklanjuti.

Obat anti- HIV Pada Ibu Hamil

Obat anti-HIV pada ibu hamil bisa digunakan untuk mencegah penularan HIV dari ibu ke janin. Mengonsumsi obat anti-HIV selama kehamilan dapat mengurangi jumlah HIV di dalam tubuh ibu yang terinfeksi HIV. Berkurangnya jumlah HIV dalam tubuh mengurangi risiko penularan HIV dari ibu ke anak.

Beberapa obat anti-HIV juga tersalurkan dari ibu hamil ke bayi dalam kandungan melalui plasenta (juga disebut ari-ari). Obat anti-HIV dalam tubuh bayi membantu melindunginya dari infeksi HIV. Hal ini sangatlah penting untuk proses kelahiran ketika bayi dapat terkena HIV dari cairan kelamin atau darah ibunya.

Setelah kelahiran, bayi yang lahir dari wanita yang terinfeksi HIV diberikan obat anti-HIV. Obat tersebut mengurangi risiko infeksi dari HIV yang mungkin telah masuk ke dalam tubuh bayi selama proses kelahiran.

Obat anti-HIV digunakan pada waktu-waktu berikut untuk mengurangi risiko penularan HIV dari ibu ke janin :

  • Selama kehamilan, wanita hamil yang terinfeksi HIV mendapatkan regimen (kombinasi) dari setidaknya tiga obat anti-HIV yang berbeda dari setidaknya dua kelas yang berbeda.
  • Selama persalinan dan kelahiran, wanita hamil yang terinfeksi HIV mendapatkan intravena (IV) AZT dan tetap meminum regimen mereka.
  • Setelah kelahiran, bayi yang lahir dari wanita yang terinfeksi HIV mendapatkan cairan AZT selama 6 minggu. (Bayi dari ibu yang tidak mendapatkan obat anti-HIV selama masa kehamilan dapat diberikan obat anti-HIV lain sebagai tambahan untuk AZT)
  • Selain mengonsumsi obat anti-HIV untuk mengurangi risiko penularan HIV dari ibu ke anak, wanita hamil yang terinfeksi HIV juga mungkin memerlukan obat anti-HIV untuk kesehatannya sendiri. Beberapa wanita mungkin sudah menerima regimen sebelum kemudian hamil.

HIV Pada Bayi Baru Lahir

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Cara Penularan AIDS dan Pencegahannya

Cara Penularan AIDS dan Pencegahannya

 

Cara Penularan AIDS dan Pencegahannya – AIDS (acquired immune deficiency syndrome) adalah penyakit yang ditimbulkan dari dampak berkembangbiaknya virus HIV (Human Immunodefiency Virus) dalam tubuh manusia. Virus HIV menyerang sistem kekebalan tubuh dan melemahkan kemampua tubuh untuk melawan infeksi dan penyakit.

Cara Penularan AIDS dan Pencegahannya

Cara Penularan AIDS dan Pencegahannya

Sampai saat ini belum ada obat yang efektif untuk mengobati Virus HIV , namun terdapat pengobatan yang bisa dilakukan hanya untuk memperlambat perkembangan virus HIV dalam tubuh, sehingga akan membuat penderita bisa bertahan hidup lebih lama dan menjalani hidup dengan normal.

Bahaya AIDS menjadi salah satu hal yang paling menakutkan di dunia, bahkan tingkat depresi akibat penyakit penyebaran virus HIV ini sangat tinggi. Untuk menghindari semua jenis bahaya AIDS maka kita harus menghindari semua jenis faktor penyebab AIDS serta tahu berbagai jenis upaya pencegahan agar tidak terkena virus mematikan tersebut. AIDS dan virus HIV merupakan salah satu jenis penyakit paling mematikan di dunia jadi kewaspadaan wajib anda lakukan. (Baca juga: Cara pencegahan HIV)

Dalam pembahasan kali ini, akan menjabarkan bagaimana cara penularan AIDS. Dan berikut ini adalah pemaparanya:

  1. Hubungan Seks Tanpa Alat Pengaman (Kondom)

Cara Penularan AIDS yang pertama adalah berhubungan seks tanpa menggunakan kondom atau pengaman. Virus HIV akan sangat mudah menular ketika seseorang dengan latar belakang terkena virus HIV melakukan hubungan suami istri dengan pasangannya tanpa menggunakan alat pengaman berupa kondom. Karena pertukaran cairan yang terjadi ketika berhubungan seks akan menjadi penyebab utama virus itu bisa berpindah dan menyebar.

  1. Berbagi Alat Suntik dengan Orang yang positif Mengidap HIV

Salah satu cara penularan virus HIV selain berhubungan seks tanpa alat pengaman adalah dengan cara berbagi alat suntik dengan orang yang positif mengidap HIV, khususnya pada para pengguna narkoba. Penularan melalui alat suntik ini dikarenakan ketika memakai jarum yang bergantian maka cairan dalam tubuh orang yang positif terkena HIV akan meyebar ke lawannya, hal ini sangat berbahaya karena merupakan salah satu cara penularan HIV yang paling mudah terjadi.

  1. Melalui Transfusi darah

Salah satu penyebab penularan virus HIV selain dua contoh yang telah dijelaskan adalah melalui transfusi darah, virus HIV dapat menyebar melalui donor darah yang dilakukan oleh pendonor yang positif terkena virus HIV atau bisa melalui transfusi darah yang sudah tercemar virus HIV.

  1. Melakukan Seks Oral

Salah satu penyebab lain dari penyebaran virus HIV adalah dengan cara melakukan hubungan seks dengan berbagai macam cara. melakukan seks oral bisa menjadi penyebab tersebarnya virus HIV. Sex oral adalah suatu aktivitas yang memberikan stimulasi atau rangsangan pada alat kelamin pasangan dengan menggunakan mulut, ludah, gigi, atau lidah. Sex oral yang dilakukan seseorang kepada wanita disebut dengan Cunnilingus, sedangkan sex oral yang dilakukan seseorang kepada pria disebut dengan fellatio.

  1. Terkena atau Tertukarnya Cairan Vagina atau Sperma

Cara Penularan AIDS selanjutnya adalah terkena atau bertukarnya cairan vagina dan sperma. Biasanya dalam memilih toilet umum orang harus berhati-hati karena jika saja secara tidak sengaja terkena cairan berupa sperma dan cairan vagina bisa saja orang yang belum terinfeksi kemudian tertular. Maka dari itu, kita semua harus berhati-hati dalam menjaga kesehatan. Selain itu pula terjadinya hal ini kadang saat melakukan hubungan sexual yang akan mengakibatkan terkenanya cairan vagina atau sperma.

  1. Ibu Hamil Positif HIV Kepada Bayinya Selama Masa Kehamilan, Persalinan.

Ibu hamil yang positif HIV sebaiknya tidak memberikan asupan ASI kepada anaknya, bahkan sejak didalam kandungan anak tersebut memiliki potensi besar tertular virus yang di derita oleh ibunya. Maka dari itu ibu hamil yang positif HIV berpotensi menularkan virus ini kepada bayinya ketika  persalinan, atau pun menyusui.

  1. ASI (Air Susu Ibu) Kepada Bayi

Jika difikirkan kembali, seorang ibu pengidap penyakit HIV AIDS yang sedang mengandung anaknya, anaknya bisa tertular virus yang sangat mengerikan ini. Apalagi jika ibunya memberikan ASI kepada anaknya.  Untuk melindungi bayi dari infeksi AIDS maka ibu hamil tidak boleh memberikan air susu ibu kepada bayi yang telah dilahirkan. Konsumsi beberapa jenis obat pencegah HIV  melindungi janin dari infeksi HIV dan AIDS.

Cara Mencegah HIV AIDS

Mekanisme penularan HIV AIDS terjadi saat berhubungan seksual, baik dengan lawan jenis ataupun sesama jenis (homo dan lesby), tukar dan saling meminjam alat suntik (jarum, semprit, kapas dan wadah untuk cairan) yang biasa dilakukan oleh pengguna narkoba, transfusi darah dan transplantasi organ yang tidak diskrining, tato, tindik, dan lebih berisiko selama kehamilan seorang ibu yang menularkan pada calon bayinya.

Pastikan agar Anda melakukan tindakan pencegahan penularan HIV AIDS ini agar terhindari dari penyakit mengerikan ini:

  • Tidak berhubungan seks ataupun saling pinjam dan tukar pasangan yang pernah berhubungan dengan orang yang terinfeksi virus HIV.
  • Pastikan ketika melakukan transfusi darah steril dari paduan virus HIV.
  • Penggunaan narkoba dengan jarum suntik memudahkan virus HIV untuk menyebar.

Itulah sedikit penjelasan mengenai cara penularan AIDS dan pencegahannya. Semoga bermanfaat^^

Cara Penularan AIDS dan Pencegahannya

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment