Gejala Penyakit HIV AIDS

Gejala Penyakit HIV AIDS

 

Seperti apa gejala penyakit HIV AIDS ? HIV merupakan singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. HIV sendiri adalah virus yang jika menginfeksi dapat menyebabkan menurunnya kemampuan dalam melawan infeksi virus, bakteri, jamur, parasit yang masuk ke dalam tubuh. Virus HIV bekerja dengan cara menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Virus ini juga menyebabkan penderitanya rentan terhadap serangan kanker karena menurunnya kekebalan tubuh.

Gejala Penyakit HIV AIDS

Gejala Penyakit HIV AIDS

Sementara AIDS (Acquired immunodeficiency syndrome) adalah tahap lanjutan dari infeksi virus HIV. Penularan virus HIV dapat terjadi melalui darah, air mani, hubungan seksual atau cairan vagina. Namun virus ini tidak dapat menular lewat kontak fisik biasa seperti berpelukan, berciuman, atau berjabat tangan dengan seseorang yang terinfeksi HIV atau AIDS. Jadi, kita tidak perlu mengucilkan mereka.

Gejala Penyakit HIV AIDS

HIV AIDS memang membutuhkan waktu sebelum benar-benar virus memang menginfeksi ke dalam tubuh. Gejala awal infeksi HIV bisa menyebabkan gangguan kesehatan biasa seperti flu, batuk, demam dan sakit kepala. Tapi setelah dua minggu lebih dan tubuh memberikan reaksi yang besar terhadap infeksi virus HIV maka gejala lain sering muncul. Berikut ini adalah berbagai gejala yang muncul sesuai dengan tahapan infeksi virus HIV hingga menjadi AIDS. Gejala Penyakit HIV AIDS

Gejala Awal

Semua penderita HIV AIDS biasanya memiliki beberapa gejala yang berbeda. Setiap tahap awal biasanya menghasilkan gejala seperti penyakit biasa. Infeksi HIV biasanya akan meningkatkan gejala setelah masa virus masuk ke dalam tubuh antara 2 hingga 6 minggu. Tubuh akan mengirimkan respon yang menandakan bahwa virus sudah masuk ke dalam tubuh. Gejala awal ini bisa muncul dalam beberapa waktu yang berbeda, bahkan ada penderita HIV yang tidak pernah merasakan gejala hingga lebih dari 8 tahun.

Berikut ini beberapa gejala penyakit HIV AIDS awal yang umum terjadi :

  • Demam tinggi yang terkadang sembuh sendiri, namun bisa muncul lagi dalam waktu mendadak. Gejala Penyakit HIV AIDS
  • Rasa sakit pada tenggorokan dan biasanya rasa sakit lebih sering dilihat sebagai gejala flu. Gejala Penyakit HIV AIDS
  • Ada ruam kemerahan dan hitam pada di atas kulit.
  • Tubuh akan terasa lebih lelah dan tidak bisa melakukan aktivitas dengan bebas.
  • Rasa sakit pada semua bagian persendian dan otot.
  • Terjadi pembengkakan pada bagian kelenjar yang tidak disertai dengan rasa sakit.
  • Sakit kepala yang sangat parah dan bisa menyebabkan penderita tidak bisa bangun atau membuka mata.

Gejala Tahap Lanjut

Pada tahap yang lebih lanjut maka sebenarnya penderita justru tidak merasakan gejala seperti pada tahap awal. Virus akan berkembang dalam tubuh dan tidak menyebabkan rasa sakit. Padahal selama periode ini sebenarnya virus berkembang dan merusak sistem tubuh. Perawatan dan pengobatan yang dilakukan pada tahap lanjut berfungsi untuk mengendalikan pertumbuhan sel dan menjaga kerusakan organ. Biasanya masa tahap lanjut bisa mencapai 10 tahun atau lebih tergantung dari kondisi penderita. Pada tahap ini penderita tetap bisa memiliki potensi menularkan HIV meskipun virus yang berkembang dalam tubuh jumlahnya sudah lebih kecil. Gejala Penyakit HIV AIDS

Gejala Tahap Akhir

Pada tahap akhir biasanya infeksi virus HIV sudah menjadi AIDS yang berarti bahwa tubuh sudah mengalami beberapa perubahan yang sangat besar untuk kesehatan. Virus HIV yang telah berkembang akan mengalami perubahan dan menggerogoti sistem kekebalan tubuh. Berikut ini beberapa gejala penyakit HIV AIDS yang bisa muncul.

  • Sistem kekebalan tubuh yang terus melemah dan mudah terserang penyakit.
  • Berat badan menurun cepat dan tanpa alasan khusus.
  • Banyak mengeluarkan keringat terutama pada malam hari meskipun saat cuaca panas dan dingin.
  • Merasakan lelah yang sangat panjang dan membuat tubuh tidak bisa digunakan untuk beraktivitas. Gejala Penyakit HIV AIDS
  • Terjadi pembengkakan kelenjar pada bagian ketiak, leher maupun selangkangan.
  • Gangguan pencernaan yang bisa menyebabkan diare dan muntah berlebihan selama beberapa minggu.
  • Banyak luka kecil yang ditemukan pada bagian mulut, alat kelamin hingga anus.
  • Penderita akan mengalami depresi yang menyebabkan kehilangan ingatan dan depresi yang mengacaukan mental.

Itulah informasi mengenai gejala penyakit HIV AIDS. Sekian artikel mengenai gejala penyakit AIDS. Semoga artikel mengenai gejala penyakit HIV AIDS diatas dapat bermanfaat untuk Anda.

Gejala Penyakit HIV AIDS

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Penyakit HIV AIDS

Penyakit HIV AIDS

 

Pengertian Penyakit HIV AIDS

HIV adalah virus dan pemicu tertentu yang menyebabkan infeksi. HIV singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Nama tersebut dengan jelas mendeskripsikan virus ini—hanya menginfeksi manusia dan menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga membuatnya tidak mampu bekerja sebagaimana mestinya.

Penyakit HIV AIDS

Penyakit HIV AIDS

Meskipun dapat menyingkirkan banyak virus lain, namun sistem imun manusia tidak sanggup menyerang dan membasmi HIV secara keseluruhan. Para ahli belum mengerti mengapa tubuh tidak mampu mengalahkan HIV, namun sudah ditemukan pengobatan guna mengendalikan virus HIV dan AIDS secara efektif.

AIDS adalah suatu kondisi atau sindrom yang dapat disebabkan oleh HIV. AIDS singkatan dari Acquired Immunodeficiency Syndrome. Sindrom ini berkembang ketika HIV sudah sangat merusak sistem kekebalan tubuh. Gejala yang ditimbulkan AIDS bergantung pada jenis infeksi yang mengakibatkan kerusakan sistem imun sehingga tidak mampu melawan infeksi berbagai penyakit lain. Penyakit HIV AIDS

Gejala Penyakit HIV AIDS

Gejala HIV

Tidak tampak gejala dan perubahan pada penderita HIV, namun apabila melakukan tes lab, maka akan diketahui bahwa penderita positif mengidap HIV. Fase dimana darah mengandung virus HIV disebut sebagai HIV+, yang merupakan fase sebelum memasuki tahap AIDS. Waktu yang dibutuhkan untuk memasuki tahap AIDS pada umumnya berkisar antara 5 hingga 10 tahun (tergantung dari kekebalan tubuh dari masing-masing individu). Perkembangan ini bisa dihambat dengan melakukan terapi. Pada usia 2 hingga 4 bulan, virus ini belum memperlihatkan tanda-tanda apabila diperiksa karena pada bulan-bulan ini virus masih melakukan perkembangbiakan dengan cepat (disebut dengan periode jendela). Pada akhirnya virus ini akan menyebabkan kekebalan tubuh menurun drastis dan menjadikan penyakit ringan dan biasa dapat berbahaya bagi tubuh., hingga akhirnya penderita masuk ke tahap AIDS.

Gejala AIDS

Untuk gejala-gejala AIDS, pembagiannya dibagi dalam dua macam:

  • Gejala umum : Gejala ini ditandai dengan menurunnya berat badan hingga 10% secara drastis, demam berkepanjangan dan diare terus-menerus yang terjadi selama lebih dari satu bulan. Penyakit HIV AIDS
  • Gejala tahap kedua : Pada fase gejala ini, penderita akan mengalami batuk yang tak kunjung sembuh, perubahan kulit yang menjadi iritasi serta gatal, adanya infeksi jamur pada rongga mulut atau kerongkongan, serta adanya pembengkakan getah bening di sekujur tubuh (biasanya terjadi di ketiak, di bawah telinga, leher, dan lipatan paha). Selain itu, adapula infeksi opportunistic yang disebabkan karena infeksi kuman, jamur, dan bakteri, selain alergi berat dan TBC serta hepatitis C (kasus hepatitis C biasanya terjadi hanya pada injection drug user).

Penyebab & Faktor Risiko Penyakit HIV AIDS

Penyebab

Normalnya sel darah putih dan antibodi menyerang dan menghancurkan organism easing yang masuk ke dalam tubuh. Respon ini diatur oleh sel darah putih bernama limposit CD4. Limposit ini juga merupakan target utama HIV. Sekali masuk ke dalam tubuh, virus memasukkna material genetiknya ke dalam limposit dan melipatgandakan diri.

Ketika salinan virus baru keluar dari sel induk dan masuk ke dalam aliran darah, virus akan menyerang sel lain. Sebagai efeknya sel CD4 akan mati. Siklus ini terus berulang. Pada akhirnya menyebabkan kerusakan sistem imun yang berarti tubuh tidak akan mempu melawan infeksi bakteri dan virus lain. Penyakit HIV AIDS

Faktor risiko

Faktor risiko terinfeksi penyakit HIV AIDS antara lain:

  • Tidak memakai pelindung ketika melakukan hubungan seksual dengan lebih dari satu pasangan.
  • Tidak memakai pelindung ketika melakukan hubungan seksual dengan orang dengan HIV positif.
  • Memiliki penyakit menular seksual lain seperti syphilis, herpes, chlamydia, gonorrhea atau bacterial vaginosis.
  • Bergantian dalam memakai jarum suntik.
  • Mendapatkan transfusi darah yang terinfeksi virus HIV.
  • Memiliki sedikit salinan gen CCL3L1 yang membantu melawan infeksi HIV.
  • Ibu yang memiliki penyakit HIV AIDS.

Cara Pencegahan Penyakit HIV AIDS

Cara terbaik untuk mencegah penyakit HIV AIDS adalah dengan melakukan hubungan seks secara aman, dan tidak pernah berbagi jarum, dan peralatan menyuntik apa pun. Semua yang pernah berhubungan seks tanpa kondom dan berbagi jarum atau suntikan, lebih berisiko untuk terinfeksi HIV.

.

Penyakit HIV AIDS

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Pencegahan HIV AIDS

Pencegahan HIV AIDS

 

Cari tahu disini mengenai cara pencegahan HIV AIDS !! Tidak ada vaksin untuk mencegah HIV dan tidak ada obat untuk AIDS, tapi Anda bisa melindungi diri agar tidak terinfeksi. Satu-satunya cara untuk mencegah terinfeksi HIV adalah dengan menghindari kegiatan yang meningkatkan risiko tertular HIV. Pada dasarnya, mencegah selalu lebih baik daripada mengobati.

Pencegahan HIV AIDS

Pencegahan HIV AIDS

Cara-cara yang paling umum untuk terinfeksi HIV adalah berhubungan seks tanpa kondom, dan berbagi jarum atau alat suntik lainnya. Jika Anda terinfeksi HIV, Anda bisa menularkannya dengan cara-cara tersebut. Jika kedua pasangan terinfeksi, tetap lakukan hubungan seks yang aman. Anda bisa tertular jenis virus HIV lain yang mungkin tidak bisa dikendalikan oleh obat-obatan yang Anda konsumsi.

  1. Pencegahan HIV AIDS Dengan Lakukan pemeriksaan Diri Secara Teratur

Menguji secara teratur status AIDS Anda bisa membantu mencegah menularkan infeksi tersebut. Di samping itu, tes ini juga mudah dan laporannya bisa tersedia dalam beberapa hari atau kurang lebih 20 menit setelah pemeriksaan.

  1. Pencegahan HIV AIDS Dengan Menghindari Kontak Dengan Darah Yang Terinfeksi HIV

Cara yang paling umum untuk menularkan HIV adalah melalui kontak dengan darah dari orang yang terinfeksi HIV. Transfusi, atau kontak dengan luka, dapat menyebabkan virus menyebar dari satu orang ke orang lain, Cegah penularan penyakit HIV. Transmisi dengan darah dapat dengan mudah dihindari melalui tes darah dan menghindari kontak dengan luka jika seseorang positif terinfeksi HIV, jika Anda harus berurusan dengan luka dari pengidap HIV/ AIDS, pastikan untuk memakai pakaian pelindung seperti sarung tangan karet.

  1. Pencegahan HIV AIDS Dengan Menghindari Seks Bebas

Menghindari Seks Bebas HIV dan AIDS yang lebih lazim untuk orang dengan banyak pasangan seksual. Jika Anda hanya memiliki satu pasangan seksual, Anda secara dramatis dapat meminimalkan kemungkinan tertular HIV atau mendapatkan AIDS. Namun itu tidak berarti bahwa Anda dapat berhenti menggunakan kondom, Anda masih harus melakukan seks dilindungi bahkan jika Anda setia pada pasangan seksual Anda.

  1. Pencegahan HIV AIDS Dengan Berhati-Hati Dengan Penggunaan Jarum Suntik

Jarum suntik dan peralatan tato dapat menjadi sumber infeksi HIV. Jarum tato senjata, dan pisau cukur adalah alat yang berpaparan langsung dengan darah orang yang terinfeksi. Berikut adalah beberapa hal yang harus Anda perhatikan ketika menggunakan jarum dan peralatan bedah :

  • Jangan menggunakan kembali Alat suntik.
  • Bersihkan dan cuci peralatan bedah sebelum menggunakannya.
  • Jika Anda ingin tato, pastikan itu dilakukan oleh sebuah toko tato bersih dan sanitasi.
  • Hindari penggunaan obat-obat terlarang dan zat yang dikendalikan intravena.
  1. Pencegahan HIV AIDS Dengan Tidak Mengkonsumsi Narkoba

Terutama narkoba suntik. mengapa narkoba suntik? karena pada umumnya kita jika melakukan narkoba suntik hanya memiliki satu jarum suntik, sehingga satu buah jarum suntik dipakai untuk banyakan (massal). Sehingga bisa saja di antara mereka memiliki penyakit HIV – AIDS sehingga tertular deh ke semua nya. Namun apapun jenis narkobanya dapat memberikan pengaruh buruk bagi tubuh kita.

  1. Pencegahan HIV AIDS Dengan Mengindari Pemakaian Barang Pribadi Bersama

Hindari pemakaian bersama atau meminjamkan barang pribadi kepada orang lain, seperti pisau cukur atau sikat gigi dengan siapapun. Itu karena barang-barang pribadi Anda bisa membuat bercak darah dan berbagi item ini dengan orang baru yang mana ini bisa mengakibatkan penularan darah dan menempatkan Anda pada risiko terkena infeksi.

  1. Pencegahan HIV AIDS Dengan Hindari Pelumas Berminyak

Menggunakan pelumas berbasis minyak akan melemahkan kondom dan meningkatkan kemungkinan penularan cairan. Oleh karena itu, gunakan pelumas berbasis air saat akan melakkan hubungan intim, bukan pelumas berbasis minyak agar aktivitas seksual tetap aman.

Itulah beberapa cara pencegahan HIV AIDS yang dapat Anda lakukan agar terhindar dari penyakit HIV.

Pencegahan HIV AIDS

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Ciri-Ciri Penyakit HIV

Ciri-Ciri Penyakit HIV

 

Meskipun Indonesia adalah negara yang menganut budaya timur, ciri-ciri penyakit HIV tetap harus diwaspadai. Ya, meski memiliki basis budaya timur dan merupakan negara yang beragama, virus HIV sudah cukup banyak menjangkiti masyarakat Indonesia, tidak memandang segi sosial, ekonomi ataupun gender. Berdasarkan fakta tersebut, ciri-ciri terkena HIV merupakan pengetahuan yang sebaiknya diketahui oleh masyarakat banyak, termasuk Anda.

Ciri-Ciri Penyakit HIV

Ciri-Ciri Penyakit HIV

Sayangnya, ciri-ciri orang terkena HIV pada tahap awal umumnya selalu tidak disadari oleh para penderitanya. Tidak jarang pula banyak tenaga medis yang melewatkan keluhan pasien pada tahap awal terinfeksi penyakit ini karena gejalanya hanya menyerupai penyakit flu biasa, apalagi bila penderita tidak menceritakan riwayat yang memungkinkan dirinya dapat terkena HIV. Padahal, orang dengan infeksi HIV yang diketahui pada tahap awal dapat mendapatkan pengobatan sehingga memperlambat atau mencegah penyakit ini berkembang menjadi AIDS.

Ciri-Ciri Penyakit HIV

Penderita HIV akan merasakan beberapa gejala yang tidak lazim. Bahkan, Anda sebagai orang awam dapat melihat apakah seseorang terinfeksi HIV melalui ciri-ciri yang ditunjukkan penderita HIV. Berikut adalah ciri-ciri penyakit HIV secara umum :

  1. Demam

Salah satu ciri-ciri penyakit HIV yang paling umum adalah demam ringan, hingga 102 derajat Fahrenheit. Demam itu biasanya disertai kelelahan, pembengkakan kelenjar getah bening, dan sakit tenggorokan. Pada titik ini, virus bergerak masuk ke aliran darah dan mulai mereplikasi dalam jumlah besar.

  1. Kelelahan

Gejala HIV AIDS lainnya adalah Anda mulai merasa lelah akut dan lesu. Ini karena kekebalan tubuh Anda sudah mulai dikacaukan oleh HIV. Seorang penderita HIV bahkan bisa kehabisan nafas hanya karena berjalan.

  1. Nyeri Otot Dan Sendi

Ciri-ciri penyakit HIV kadang disalah artikan sebagai gejala flu, sifilis, atau hepatitis. Tak heran, karena gejalanya memang mirip, yakni nyeri pada persendia, otot, dan kelenjar getah bening yang kebanyakan berada di pangkal paha, ketik, dan leher.

  1. Sakit Tenggorokan Dan Sakit Kepala

Sakit pada tenggorokan dan kepala disebut Horberg bisa jadi bagian dari gejala anda terserang HIV. Namun untuk membuktikan gejala ini sebagai tanda Anda terkena HIV, biasanya perlu dites laboratorium terlebih dulu.

  1. Ruam Pada Kulit

Ciri-ciri penyakit HIV ini bisa datang pada awal seseorang terinfeksi HIV. Namun pada beberapa kasus, tanda ini malah muncul belakangan. Ruam pada kulit muncul jika penderita yang tidak memiliki riwayat alergi. Bentuknya bisa berupa bisul, dan tanda gatal warna merah muda pada beberapa bagian tubuh.

  1. Mual, Muntah, Dan Diare

Sebanyak 30-60 persen penderita HIV mengalami gejala ini. Pengidap HIV biasanya mengalami diare terus-menerus, namun tidak demikian pada penderita yang kekebalan tubuhnya kuat sejak semula.

  1. Berat Badan Menurun

Jika Anda mulai kehilangan berat badan, itu adalah tanda sistem kekebalan tubuh Anda sudah terserang. Menurut pakar kesehatan, dr.Malvestutto, ciri-ciri penyakit HIV yang paling umum adalah berat badan yang menurun signifikan meski sudah banyak makan.

  1. Batuk Kering

Jika batuk kering berlangsung selama satu tahun lebih dan makin parah, sedangkan obat batuk tidak bisa menyembuhkannya, patut diwaspadai Anda sudah terserang HIV.

  1. Perubahan Pada Kuku

Tanda anda terserang HIV adalah adanya perubahan pada kuku anda. Kuku biasanya mengalami penebalan dan melengkung. Bahkan pada beberapa penderita, kuku mereka berubah warna menjadi kehitaman, dengan garis coklat vertikal maupun horizontal di permukaannya.

  1. Susah Konsentrasi

Masalah kognitif bisa jadi tanda Anda telah terjangkit HIV. Ciri-ciri penyakit HIV ini biasanya muncul belakangan. Selain susah konsentrasi, penderita HIV biasanya jadi mudah marah dan tersinggung, ceroboh, susah berkoordinasi, dan mengalami kesulitan melakukan aktivitas yang berhubungan dengan syaraf motorik seperti menulis.

  1. Menstruasi Tidak Teratur

Ciri-ciri penyakit HIV pada perempuan yang menderita HIV, siklus menstruasi biasanya menjadi tidak teratur. Hal ini adalah ekses dari penurunan berat badan.

Ciri-ciri penyakit HIV di atas sering diabaikan penderitanya dan akan menghilang setelah satu minggu atau lebih dirasakan penderitanya. Kebanyakan, penderita infeksi HIV akan menjalani hidup tanpa gejala sakit HIV dan AIDS dalam jangka waktu yang cukup lama, dengan waktu rata-rata 10 tahun. Pada beberapa orang, gejala AIDS dapat muncul lebih cepat atau lebih lama daripada 10 tahun. Meskipun tanpa gejala, orang dengan infeksi HIV pada tahap ini tetap dapat menularkan virus HIV tersebut.

Ciri-Ciri Penyakit HIV

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Penularan HIV dan AIDS

Penularan HIV dan AIDS

 

Bagaimana penularan HIV dan AIDS ? HIV adalah salah satu penyakit menular seksual yang paling ditakuti saat ini. HIV merupakan penyakit yang hingga kini dianggap pembunuh nomor satu dalam dunia kesehatan. HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia.

Penularan HIV dan AIDS

Penularan HIV dan AIDS

Virus mampu bertahan hidup dalam tubuh di tahun-tahun awal tanpa menunjukkan gejala sama sekali sampai akhirnya tubuh penderita tiba-tiba saja menjadi sangat lemah dan akhirnya menderita AIDS.

Pada tahap awal infeksi HIV, gejala yang paling umum pun tidak ada. Karena gejala awalnya tidak ada, orang-orang yang berisiko tersebut kadang tidak tahu tubuhnya sudah dimasuki virus HIV. Walaupun penyakit ini mampu menyebabkan gangguan kesehatan yang serius, namun sayangnya gejala awal dari penyakit ini kurang diketahui. Sehingga penyakit ini baru diketahui ketika sudah masuk stadium yang parah.

Bagaimana penularan HIV dan AIDS ? HIV AIDS dapat menular melalui beberapa cara, antara lain :

  1. Penularan HIV dan AIDS melalui hubungan seks

Melalui hubungan seks penetratif (penis masuk kedalam vagina/anus) yang dilakukan tanpa menggunakan kondom Hubungan seks seperti ini memungkinkan tercampurnya cairan sperma dengan cairan vagina (untuk hubungan seks lewat vagina). Sedangkan hubungan sek melalui anus bisa memungkin tercampurnya cairan sperma dengan darah.

Hubungan seksual secara anal (lewat dubur) paling berisiko menularkan HIV, karena epitel mukosa anus relatif tipis dan lebih mudah terluka dibandingkan epitel dinding vagina, sehingga HIV lebih mudah masuk ke aliran darah. Dalam berhubungan seks vaginal, perempuan lebih besar risikonya daripada pria karena selaput lendir vagina cukup rapuh. Disamping itu karena cairan sperma akan menetap cukup lama di dalam vagina, kesempatan HIV masuk ke aliran darah menjadi lebih tinggi. HIVdi cairan vagina atau darah tersebut, juga dapat masuk ke aliran darah melalui saluran kencing pasangannya.

Orang yang punya penyakit infeksi jika memiliki luka atau ada cairan dari tubuh yang keluar maka bisa 10 kali menularkan potensi HIV kepada pasangannya lewat hubungan seks. Perilaku gonta ganti pasangan seks tanpa menggunakan kondom juga sangat berisiko. Untuk itu lakukan hubungan seks yang aman, sesuai dengan ajaran agama.

  1. Penularan HIV dan AIDS melalui transfusi darah yang terinfeksi virus HIV

Penularan HIV dan AIDS melalui transfusi darah risikonya sangat tinggi, maka itu bank darah biasanya akan mengecek berulang-ulang pada darah yang digunakan pasien melalui skrining yang ketat.  Beberapa penderita diduga tertular setelah menjalani transfuse darah. Seseorang yang harus menerima transfusi darah tubuhnya dalam keadaan sakit atau lemah, sehingga virus bisa dengan cepat menyebar dan berkembang dalam tubuhnya.

  1. Penggunaan bersama jarum suntik yang sudah terkontaminasi

Penularan HIV dan AIDS lewat jarum suntik banyak terjadi pada pengguna narkoba. Melalui pemakaian jarun suntik yang berulangkali dalam kegiatan lain, misalnya : peyuntikan obat, imunisasi, pemakaian alat tusuk yang menembus kulit, misalnya alat tindik, tato, dan alat facial wajah. Sebaiknya gunakan jarum suntik sekali pakai.

  1. Penularan HIV dan AIDS dari Ibu Hamil (Positif) kepada Janinnya

Penularan HIV  dan AIDS dari ibu hamil positif HIV dapat terjadi ketika bayi dalam kandungan, bisa juga ketika melahirkan atau bisa juga ditularkan ketika menyusui bayi tersebut. Penularan HIV dan AIDS

Penularan HIV dan AIDS dari ibu hamil ke anak bisa terjadi karena infeksi melewati plasenta, saat proses persalinan atau menyusui. Sumber infeksi ini bisa dari darah ibu, plasenta, cairan amnion dan ASI. Kemungkinan bayi tertular HIV dari ibunya pada masa kehamilan adalah 15-20 persen. Sedangkan pada saat kelahiran 10-15 persen, dan pada saat menyusui adalah 15-20 persen. Penularan HIV dan AIDS

  1. Terjadinya luka akibat pemakaian benda yang bersamaan

Benda tersebut seperti silet, pisau cukur juga bisa menularkan HIV. Biasakan mempunyai sikat gigi dan pisau cukur sendiri, karena selain untuk kebersihan pribadi, jika terdapat darah akan ada risiko penularan dengan virus lain yang diangkut aliran darah (seperti hepatitis), bukan hanya HIV. Penularan HIV dan AIDS

Sedangkan HIV AIDS tidak dapat menular melalui :

  • Bersalaman, berpelukan
  • Berciuman
  • Batuk, bersin
  • Memakai peralatan rumah tangga seperti alat makan, telepon, kamar mandi, WC, kamar tidur, dll.
  • Gigitan nyamuk
  • Bekerja, bersekolah, berkendaraan bersama
  • Memakai fasilitas umum misalnya kolam renang, WC umum, sauna, dll.
  • HIV tidak dapat menular melalui udara. Virus ini juga cepat mati jika berada di luar tubuh. Virus ini dapat dibunuh jika cairan tubuh yang mengandungnya dibersihkan dengan cairan pemutih (bleach) seperti Bayclin atau Chlorox , atau dengan sabun dan air. HIV tidak dapat diserap oleh kulit yang tidak luka.
  • Cairan yang tidak menularkan virus HIV adalah cairan keringat, air liur, air mata dan lain-lain. Jadi penularan melalui ciuman tidak terjadi.

Jika pengobatan tidak dimulai pada waktu yang tepat, penyakit HIV AIDS dapat mengancam jiwa. Segera periksakan diri ke dokter anda jika memiliki resiko tertular virus ini.

Penularan HIV dan AIDS

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Pencegahan HIV dari Ibu ke Janin

Pencegahan HIV dari Ibu ke Janin

 

Bagaimana Pencegahan HIV dari ibu ke janin ? HIV adalah virus penyebab AIDS, yang dapat menular dari ibu yang terinfeksi HIV ke bayinya yang baru lahir. Menurut WHO, sampai 30% bayi lahir dari ibu yang terinfeksi HIV akan tertular HIV kalau ibunya tidak memakai terapi antiretroviral (ART). Bila ibu terinfeksi HIV menyusui bayi, risiko keseluruhan naik menjadi 35-50%.

Pencegahan HIV dari Ibu ke Janin

Pencegahan HIV dari Ibu ke Janin

Ibu dengan viral load HIV yang tinggi lebih mungkin menularkan infeksi pada bayinya. Kebanyakan ahli menganggap bahwa risiko penularan pada bayi sangat amat rendah bila viral load ibu di bawah 1000 waktu melahirkan. Walaupun janin dalam kandungan dapat terinfeksi, sebagian besar penularan terjadi dalam proses melahirkan. Bayi lebih mungkin tertular jika persalinan berlanjut lama. Selama persalinan, bayi dalam keadaan berisiko tertular oleh darah ibunya.

Pencegahan HIV dari Ibu ke Janin

Menurut WHO terdapat 4 langkah/cara pencegahan HIV dari ibu ke janin yang perlu diupayakan untuk mencegah terjadinya penularan HIV dari ibu ke janin, meliputi:

  1. Mencegah terjadinya penularan HIV pada perempuan usia reproduksi

Untuk menghindari penularan HIV digunakan konsep ABCD yang terdiri dari:

  • A (Abstinence): Absen seks atau tidak melakukan hubungan seksual bagi orang yang belum menikah.
  • B (Be faithful): Bersikap saling setia kepada satu pasangan seks (tidak berganti-ganti)
  • C (Condom): Cegah dengan kondom. Kondom harus dipakai oleh pasangan apabila salah satu atau keduanya diketahui terinfeksi HIV
  • D (Drug No): Dilarang menggunakan napza, terutama napza suntik dengan jarum bekas secara bergantian.

Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan dalam upaya pencegahan HIV dari ibu ke janin primer antara lain:

  • Meningkatkan kesadaran perempuan tentang bagaimana cara menghindari penularan HIV dan IMS
  • Menjelaskan manfaat dari konseling dan tes HIV secara sukarela
  • Mempelajari tentang pengurangan risiko penularan HIV dan IMS (termasuk penggunaan kondom)
  • Bagaimana bernegosiasi seks aman (penggunaan kondom) dengan pasangan
  • Melibatkan petugas lapangan (kader PKK, bidan, dan lainnya ) untuk memberikan informasi pencegahan HIV dan IMS kepada masyarakat dan untuk membantu klien mendapatkan akses layanan kesehatan. Pencegahan HIV dari ibu ke Janin
  • Konseling untuk perempuan HIV negatif.
  • Membuat layanan kesehatan ibu dan anak yang bersahabat untuk pria sehingga mudah diakses oleh suami / pasangan ibu hamil. Pencegahan HIV dari ibu ke Janin
  • Mengadakan kegiatan “kunjungan pasangan” pada kunjungan ke layanan kesehatan ibu dan anak.
  1. Mencegah kehamilan yang tidak direncanakan pada ibu HIV positif

Pemberian alat kontrasepsi yang aman dan efektif serta konseling yang berkualitas akan membantu Odha dalam melakukan seks yang aman, mempertimbangkan jumlah anak yang dilahirkannya, serta menghindari lahirnya anak yang terinfeksi HIV.

Untuk mencegah kehamilan alat kontrasepsi yang dianjurkan adalah kondom, karena bersifat proteksi ganda. Kontrasepsi oral dan kontrasepsi hormon jangka panjang (suntik dan implan) bukan kontraindikasi pada Odha. Pencegahan HIV dari ibu ke Janin

Pemakaian AKDR tidak dianjurkan karena bisa menyebabkan infeksi asenderen. Spons dan diafragma kurang efektif untuk mencegah terjadinya kehamilan maupun penularan HIV. Jika ibu HIV positif tetap ingin memiliki anak, WHO menganjurkan jarak antar kelahiran minimal 2 tahun. Pencegahan HIV dari ibu ke Janin

  1. Mencegah terjadinya penularan HIV dari ibu HIV positif kepada bayi yang dikandungnya

Merupakan inti dari intervensi PMTCT. Bentuk intervensi berupa:

  • Pelayanan kesehatan ibu dan anak yang komprehensif.
  • Layanan konseling dan tes HIV secara sukarela (VCT).
  • Pemberian obat antiretrovirus (ARV). Pencegahan HIV dari ibu ke Janin
  • Konseling tentang HIV dan makanan bayi, serta pemberian makanan bayi.
  • Persalinan yang aman. Pencegahan HIV dari ibu ke Janin
  1. Memberikan dukungan psikologis, sosial dan perawatan kepada ibu HIV positif, beserta bayi dan keluarganya.

Upaya PMTCT tidak terhenti setelah ibu melahirkan. Karena ibu tersebut terus menjalani hidup dengan HIV di tubuhnya, maka membutuhkan dukungan psikologis, sosial dan perawatan sepanjang waktu. Jika bayi dari ibu tersebut tidak terinfeksi HIV, tetap perlu dipikirkan tentang masa depannya, karena kemungkinan tidak lama lagi akan menjadi yatim dan piatu. Sedangkan bila bayi terinfeksi HIV, perlu mendapatkan pengobatan ARV seperti Odha lainnya. Pencegahan HIV dari ibu ke Janin

Dengan dukungan psikososial yang baik, ibu HIV positif akan bersikap optimis dan bersemangat mengisi kehidupannya. Diharapkan ia akan bertindak bijak dan positif untuk senantiasa menjaga kesehatan diri dan anaknya, dan berperilaku sehat agar tidak terjadi penularan HIV dari dirinya ke orang lain. Pencegahan HIV dari ibu ke Janin

Informasi tentang adanya layanan dukungan psikososial untuk Odha ini perlu diketahui masyarakat luas. Diharapkan informasi ini bisa meningkatkan minat mereka yang merasa berisiko tertular HIV untuk mengikuti konseling dan tes HIV agar mengetahui status HIV mereka sedini mungkin.

Pencegahan HIV dari Ibu ke Janin

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Penyebab HIV dan AIDS, Apa Saja ?

Penyebab HIV dan AIDS, Apa Saja ?

 

HIV berarti Human Immunodeficiency Virus. HIV hanya menular antar manusia. Ada virus yang serupa yang menyerang hewan, tetapi virus ini tidak dapat menular pada manusia, dan HIV tidak dapat menular hewan. HIV menyerang sistem kekebalan tubuh, yaitu sistem yang melindungi tubuh terhadap infeksi.

Penyebab HIV Dan AIDS

Penyebab HIV Dan AIDS

Karena pada tahun-tahun pertama setelah terinfeksi tidak ada gejala atau tanda infeksi, kebanyakan orang yang terinfeksi HIV tidak mengetahui bahwa dirinya telah terinfeksi. Segera setelah terinfeksi, beberapa orang mengalami gejala yang mirip gejala flu selama beberapa minggu. Penyakit ini disebut sebagai infeksi HIV primer atau akut. Selain itu tidak ada tanda infeksi HIV. Tetapi, virus tetap ada di tubuh dan dapat menular pada orang lain.

Sedangkan AIDS berarti Acquired Immune Deficiency Syndrome. Mendapatkan infeksi HIV menyebabkan sistem kekebalan menjadi semakin lemah. Keadaan ini akan membuat orang mudah diserang oleh beberapa jenis penyakit (sindrom) yang kemungkinan tidak mempengaruhi orang dengan sistem kekebalan tubuh yang sehat. Penyakit tersebut disebut sebagai infeksi oportunistik. Infeksi oportunistik termasuk jamur pada mulut, jenis kanker yang jarang, dan penyakit tertentu pada mata, kulit dan sistem saraf.

Penyebab HIV dan AIDS

Penyebab HIV dan AIDS adalah infeksi oleh virus HIV, yang menyerang system kekebalan tubuh sehingga sel-sel pertahanan tubuh makin lama makin banyak yang rusak. Penderita infeksi HIV menjadi sangat rentan terhadap semua bentuk infeksi. Pada tahap akhir, penderita tidak bisa tahan terhadap kuman-kuman yang secara normal bisa dilawannya dengan mudah.

Infeksi HIV AIDS ditularkan melalui hubungan badan baik vagina, anus, dan kontak dengan darah penderita HIV, seperti lewat jarum suntik, bayi yang dilahirkan oleh ibu yang terinfeksi HIV AIDS, menerima transfusi darah yang terinfeksi, serta transplantasi organ tubuh.

Faktor lain penyebab HIV dan AIDS antara lain :

  1. Penggunaan Jarum Suntik Yang Kurang Steril

Penyebab HIV dan AIDS yang pertama adalah penggunaan jarum suntik. Penggunaan jarum suntik yang tidak steril bisa meningkatkan risiko seseorang terkena AIDS. Biasanya hal ini terjadi pada kalangan orang yang hobi mengkonsumsi Narkoba yang terkadang sering bertukar jarum suntik.

  1. Seks Bebas Dan Seks Yang Kurang Sehat Dan Kurang Aman

Penyebab HIV dan AIDS lainnya adalah seks bebas. Ketika Anda berhubungan intim, upayakan untuk maenaggunakan pengaman. Sebab, virus HIV AIDS akan lebih mudah menular ketika aktivitas intim Anda tidak sehat dan tanpa pengaman. Hubungan intim yang kurang aman dan tanpa dilengkapi pelindung (Kondom) lebih riskan menyebarkan virus penyebab HIV dan AIDS dibandingkan memakai Kondom alias pelindung.

  1. Penyakit Keturunan

Jika orang tua atau kakek nenek Anda memiliki riwayat penyakit HIV AIDS maka kemungkinan besar penyakit ini akan diwariskan pada Anda, dengan kata lain Anda akan menderita penyakit yang sama (kemungkinan besar). Ini juga merupakan penyebab HIV dan AIDS. Sebagai tambahan : infeksi penyebab HIVAIDS tidak bisa ditularkan lewat kontak sosial biasa seperti berjabat tangan dan berpelukan, makanan atau alat-alat makan, toilet dan kolam renang, gigitan nyamuk atau serangga lain serta donor darah yang bebas virus penyebab HIV dan AIDS. Penyebab HIV Dan AIDS

Saat ini penyakit HIV dan AIDS termasuk Adalah penyakit yang berbahaya karna bisa menimbulkan kematian, selain itu susahnya untuk mengobati penyakit HIV ini. Sebenarnya penyakit HIV AIDS ini masih bisa dicegah, namun karna kurangnya penyuluhan dan kepedulian masyarakat mengenai penyakit HIV membuat berkembangnya penyakit ini.

Penyebab HIV dan AIDS, Apa Saja ?

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Gejala Awal HIV Pada Wanita

Gejala Awal HIV Pada Wanita

 

HIV hingga kini masih menjadi penyakit yang sangat menakutkan. Bukan tanpa alasan, hal ini disebabkan oleh belum ditemukannya obat dan vaksin yang mampu menyembuhkan atau mencegah virus ini. Yang lebih menakutkan lagi, berbagai faktor resiko dapat meningkatkan kesempatan pada siapapun terinfeksi virus yang disebut human immunodeficiency virus (HIV). Orang yang terinfeksi HIV AIDS belum tentu menderita AIDS, tergantung tingkat imunitas orang tersebut.

Gejala Awal HIV Pada Wanita

Gejala Awal HIV Pada Wanita

HIV AIDS merupakan penyakit menakutkan ini masih salah satu penyebab utama kematian di antara laki-laki dan perempuan dan berkembang dan negara maju. Virus HIV pada wanita mungkin ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui darah, alat kelamin, cairan ASI yang terinfeksi dan darah, sperma pria yang terinfeksi. Penularan virus HIV pada wanita ini dapat terjadi selama transfusi darah, hubungan seks tanpa alat pengaman atau dapat ditularkan melalui jarum suntik. selama kehamilan dan menyusui, seorang wanita yang terinfeksi kemungkinan akan menularkan virus ke anak.

Gejala Awal HIV Pada Wanita

Gejala Awal HIV pada wanita pada dasarnya hampir sama dengan gejala HIV pada pria. Namun gejala HIV ini perlu dibahas spesifik terhadap wanita sebab seringkali mereka tidak menyadari bahwa dirinya telah tertular virus HIV. Penyebab wanita bisa terkena HIV AIDS yang paling umum adalah hubungan seksual bebas atau pasangan yang memiliki pola hubungan seksual bebas. Biasanya wanita menjadi korban, sehingga sangat rentan depresi. Berikut ini beberapa Gejala Awal HIV Pada Wanita yang bisa dikenali :

  1. Demam Parah

Wanita yang mengalami infeksi HIV AIDS akan lebih sering terserang demam. Demam bisa muncul tiba-tiba atau beserta dengan gejala lain. Suhu yang paling dianggap ringan adalah sekitar 38 derajat Celcius. Demam juga bisa terjadi dengan keringat dingin pada malam hari. Terkadang banyak penderita yang tidak memperhatikan demam karena penyebab yang sulit untuk ditemukan. Gejala Awal HIV Pada Wanita

  1. Masalah Kesehatan Kulit

Masalah kesehatan kulit sangat rentan untuk wanita yang menderita HIV AIDS. Kondisi ini disebabkan karena kulit mudah terkena jenis penyakit kulit seperti akibat iritasi dan jamur. Beberapa Gejala Awal HIV Pada Wanita yang paling sering terjadi misalnya munculnya ruam dan bercak pada bagian ketiak, anus, kelamin, mulut dan pergelangan kaki atau tangan. Ruam bisa berkembang menjadi benjolan dan kulit menjadi lebih mudah terluka. Gejala Awal HIV Pada Wanita

  1. Flu Berat

Setelah dua minggu virus masuk ke dalam tubuh maka bisa menyebabkan kondisi tubuh wanita mengalami berbagai serangan asimtomatik. Berbagai jenis gejala flu bisa terjadi dengan mudah dan bahkan bisa berlangsung secara tiba-tiba. Gejala Awal HIV Pada Wanita yang paling mudah dikenali adalah seperti flu ringan, demam, sakit kepala, tubuh lemah, bersin dan batuk ringan. Gejala awal HIV pada wanita ini akan segera hilang setelah virus benar-benar masuk ke dalam tubuh namun sebenarnya virus berkembang dan siap menyerang sel darah putih. Gejala Awal HIV Pada Wanita

  1. Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Semua orang memiliki kelenjar getah bening yang memang memiliki manfaat yang sangat penting bagi kesehatan. Kelanjar getah bening terletak di bagian leher, ketiak, selangkangan dan belakang kepala. Kelanjar getah bening berfungsi untuk menyerang infeksi yang masuk ke dalam tubuh. Ketika virus HIV sudah menyebar kedalam tubuh maka membuat kelenjar getah bening bekerja sangat keras. Hal ini akan menyebabkan kelenjar getah bening membengkak selama beberapa bulan. Perawatan sesuai kondisi tubuh sangat diperlukan. Gejala Awal HIV Pada Wanita

  1. Penyakit Infeksi

HIV AIDS memang akan membuat sistem kekebalan tubuh terus melemah. Kondisi ini akan membuat tubuh sangat rentan terhadap serangan infeksi dari bakteri, kuman dan virus lain. Tidak ada yang bisa mencegah infeksi yang muncul pada tubuh penderita HIV AIDS. Tindakan menjaga kebersihan dan pola makan yang baik bisa membuat infeksi tidak mudah menyerang tubuh. Berikut ini jenis infeksi yang bisa terjadi pada tubuh :

  • Infeksi paru-paru atau pneumonia
  • TBC Gejala Awal HIV Pada Wanita
  • Hepatitis C
  • Infeksi ginjal
  • Infeksi saluran kemih Gejala Awal HIV Pada Wanita
  • Infeksi pencernaan
  • Infeksi otak
  • Infeksi kulit Gejala Awal HIV Pada Wanita
  1. Penyakit Gangguan Reproduksi

Wanita yang menderita HIV AIDS juga sangat rentan terhadap masalah kesehatan reproduksi. Penyebabnya bisa sangat beragam sesuai dengan masalah yang terjadi. Berbagai masalah ini bisa muncul pada tahap awal, pertengahan hingga akhir. Bahkan penyakit ini bisa menjadi salah satu penyebab komplikasi berat pada tahap akhir AIDS. Beberapa masalah yang sering terjadi adalah seperti :

  • Siklus menstruasi yang tidak teratur karena masalah sel telur dan produksi hormon yang tidak seimbang
  • Infeksi bakteri yang menyerang pada bagian vagina dan organ reproduksi dalam
  • Infeksi penyakit menular seksual yang bisa disebabkan karena klamidia, gonore dan HPV
  • Kanker serviks yang bisa disebabkan karena HPV
  • Berbagai jenis penyakit radang panggul
  1. Gejala Lanjutan yang Parah

Setelah HIV berkembang menjadi AIDS maka tubuh akan memperlihatkan berbagai jenis gejala lanjutan. Beberapa Gejala Awal HIV Pada Wanita yang paling sering terjadi adalah seperti :

  • Diare
  • Mual
  • Muntah
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Tubuh lelah
  • Batuk kronis
  • Sesak nafas
  • Tidak bisa menelan
  • Nyeri sendi Gejala Awal HIV Pada Wanita

Di samping mengetahui gejala awal HIV pada wanita seperti yang telah dipaparkan di atas, hal yang sangat penting adalah langkah pencegahan agar terhindar dari virus HIV. Langkah pencegahan tersebut antara lain yaitu dengan dengan menghindari perilaku berganti-ganti pasangan, setia kepada pasangannya masing-masing, menjauhi narkoba, dan jika melakukan tranfusi darah pastikan bahwa darah yang diterima bebas dari virus HIV dengan alat tranfusi yang steril. Gejala Awal HIV Pada Wanita

Selain itu juga penting melakukan tes/skrining HIV untuk calon pengantin dan ibu hamil muda. Hal ini ditujukan agar setiap wanita hamil maupun calon wanita hamil apabila menderita HIV dapat terdeteksi secara dini sehingga dapat memperkecil risiko penularan penyakit HIV dari ibu kepada bayinya. Sosialisasi tentang bahaya HIV/Aids dan cara pencegahannya harus terus digalakkan mengingat kasus penyakit ini terus meningkat dan merupakan ancaman terhadap kesehatan masyarakat baik di Indonesia maupun di dunia.

Gejala Awal HIV Pada Wanita

Posted in Uncategorized | Leave a comment

HIV AIDS : Gejala, Penyebab dan Pencegahan

HIV AIDS : Gejala, Penyebab dan Pencegahan

 

 

Pengertian HIV AIDS

HIV adalah virus dan pemicu tertentu yang menyebabkan infeksi. HIV singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Nama tersebut dengan jelas mendeskripsikan virus ini—hanya menginfeksi manusia dan menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga membuatnya tidak mampu bekerja sebagaimana mestinya.

HIV AIDS : Gejala, Penyebab dan Pencegahan

HIV AIDS : Gejala, Penyebab dan Pencegahan

Meskipun dapat menyingkirkan banyak virus lain, namun sistem imun manusia tidak sanggup menyerang dan membasmi HIV secara keseluruhan. Para ahli belum mengerti mengapa tubuh tidak mampu mengalahkan HIV, namun sudah ditemukan pengobatan guna mengendalikan virus HIV dan AIDS secara efektif.

AIDS adalah suatu kondisi atau sindrom yang dapat disebabkan oleh HIV. AIDS singkatan dari Acquired Immunodeficiency Syndrome. Sindrom ini berkembang ketika HIV sudah sangat merusak sistem kekebalan tubuh. Gejala yang ditimbulkan AIDS bergantung pada jenis infeksi yang mengakibatkan kerusakan sistem imun sehingga tidak mampu melawan infeksi berbagai penyakit lain.

Gejala HIV AIDS

Gejala HIV

Tidak tampak gejala dan perubahan pada penderita HIV, namun apabila melakukan tes lab, maka akan diketahui bahwa penderita positif mengidap HIV. Fase dimana darah mengandung virus HIV disebut sebagai HIV +, yang merupakan fase sebelum memasuki tahap AIDS. Waktu yang dibutuhkan untuk memasuki tahap AIDS pada umumnya berkisar antara 5 hingga 10 tahun (tergantung dari kekebalan tubuh dari masing-masing individu). Perkembangan ini bisa dihambat dengan melakukan terapi. Pada usia 2 hingga 4 bulan, virus ini belum memperlihatkan tanda-tanda apabila diperiksa karena pada bulan-bulan ini virus masih melakukan perkembangbiakan dengan cepat (disebut dengan periode jendela). Pada akhirnya virus ini akan menyebabkan kekebalan tubuh menurun drastis dan menjadikan penyakit ringan dan biasa dapat berbahaya bagi tubuh., hingga akhirnya penderita masuk ke tahap AIDS.

Gejala AIDS

Untuk gejala-gejala AIDS, pembagiannya dibagi dalam dua macam:

  • Gejala umum: Gejala ini ditandai dengan menurunnya berat badan hingga 10% secara drastis, demam berkepanjangan dan diare terus-menerus yang terjadi selama lebih dari satu bulan.
  • Gejala tahap kedua: Pada fase gejala ini, penderita akan mengalami batuk yang tak kunjung sembuh, perubahan kulit yang menjadi iritasi serta gatal, adanya infeksi jamur pada rongga mulut atau kerongkongan, serta adanya pembengkakan getah bening di sekujur tubuh (biasanya terjadi di ketiak, di bawah telinga, leher, dan lipatan paha). Selain itu, adapula infeksi opportunistic yang disebabkan karena infeksi kuman, jamur, dan bakteri, selain alergi berat dan TBC serta hepatitis C (kasus hepatitis C biasanya terjadi hanya pada injection drug user).

Penyebab HIV AIDS dan Cara Penularan HIV AIDS

Di Indonesia faktor penyebab dan penyebaran virus HIV/AIDS terbagi menjadi dua kelompok utama, yaitu melalui hubungan seks yang tidak aman dan bergantian jarum suntik saat menggunakan narkotika.

Berikut ini adalah beberapa cara penyebaran HIV AIDS lainnya:

  • Penularan dari ibu kepada bayi pada masa kehamilan, ketika melahirkan atau menyusui.
  • Melalui seks oral.
  • Pemakaian alat bantu seks secara bersama-sama atau bergantian.
  • Melalui transfusi darah dari orang yang terinfeksi.
  • Memakai jarum, suntikan, dan perlengkapan menyuntik lain yang sudah terkontaminasi, misalnya spon dan kain pembersihnya.

Pencegahan HIV AIDS

Tidak ada vaksin untuk mencegah infeksi HIV AIDS dan tidak ada penyembuh untuk AIDS. Jaga kesehatan dan lindungi diri anda dari faktor-faktor risiko adalah jalan terbaik.

Jika anda HIV negatif maka tindakan yang terbaik adalah:

  • Ketahui apa itu HIV AIDS dan bagaimana penularannya
  • Ketahui status kesehatan pasangan seksual anda
  • Gunakan kondom setiap kali melakukan hubungan seksual
  • Pertimbangan untuk melakukan penyunatan pada laki-laki
  • Gunakan jarum suntik steril
  • Waspada terhadap darah transfusi
  • Periksakan kesehatan secara teratur

Jika anda positif mengidap HIV AIDS maka anda harus melindungi orang di sekeliling anda dengan:

  • Lakukan hubungan seksual yang aman dengan memakai kondom
  • Beritahukan pasangan anda bahwa anda mengidap HIV
  • Jika pasangan anda hamil, beritahukan bahwa anda mengidap HIV dan lakukan perawatan untuk menjaga kesehatannya dan bayinya
  • Katakan kepada orang lain yang anda rasa perlu untuk tahu bahwa anda mengidap HIV
  • Jangan berbagi jarum suntik
  • Jangan donorkan darah dan organ anda
  • Jangan berbagi pisau cukur atau sikat gigi
  • Jika anda hamil, ambil perawatan medis secepatnya

Saat ini penyakit HIV AIDS termasuk dalah penyakit yang berbahaya karna bisa menimbulkan kematian, selain itu susahnya untuk mengobati penyakit HIV ini. Sebenarnya HIV AIDS ini masih bisa dicegah, namun karna kurangnya penyuluhan dan kepedulian masyarakat mengenai penyakit HIV membuat berkembang.

HIV AIDS : Gejala, Penyebab dan Pencegahan

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Virus HIV – Info Seputar HIV

Virus HIV – Info Seputar HIV

 

Human Immunodeficiency Virus, atau HIV, adalah virus yang menyebabkan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). HIV secara drastis dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh, sehingga memungkinkan penyakit, bakteri, virus, dan infeksi lainnya menyerang tubuh Anda. Tidak seperti virus lainnya, tubuh Anda tidak bisa menyingkirkan virus HIV sepenuhnya. Jika Anda terinfeksi virus HIV, Anda akan susah untuk mengobatinya.

Virus HIV – Info Seputar HIV

Virus HIV – Info Seputar HIV

Apa Perbedaan Antara HIV Dan AIDS ?

HIV /AIDS sering dikaitkan satu sama lainnya dengan pengertian yang sama. Akan tetapi HIV dan AIDS mempunyai arti yang berbeda. HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus.Virus ini yang menyerang system kekebalan tubuh seseorang. Seseorang dapat terjangkit virus HIV,apabila virus tersebut masuk ke dalam saluran peredaran darah. Virus HIV menyerang system kekebalan seseorang.Jika tidak diatasi,maka virus ini akan merusak system kekebalan tubuh sehingga daya tahan tubuh melemah terhadap penyakit lain bahkan dapat mengakibatkan kematian. Kondisi inilah yang dinamakan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome).

Penderita HIV bukan berarti pengidap penyakit AIDS atau seseorang yang akan segera mati.Bahkan tanpa pengobatan banyak penderita HIV masih dapat bertahan hidup cukup lama. Pada saat ini pengobatan yang telah dikembangkan hanya dapat memperlambat kerusakan pada sistim kekebalan tubuh.Dengan pengobatan tersebut banyak penderita HIV dapat hidup sehat dan bahagia.

Bagaimana mengetahui apakah seseorang sudah tertular HIV atau mengidap AIDS?

Sampai tiga atau enam bulan setelah masuknya virus HIV,belum tentu virus itu bisa ditemukan dalam tubuh karena ia tersembunyi. Masa belum bisa dilihatnya virus itu disebut masa Jendela. Walaupun belum bisa terlihat,orang yang sudah tertular HIV bisa menularkannya kepada orang lain. Setelah enam bulan biasanya virus mulai dapat ditemukan/dilihat kalau orang itu menjalani tes darah. Belum ada cara lain untuk menemukan virus selain melalui tes darah. Kalau sudah ditemukan,maka pengidapnya disebut HIV positif.

Pada masa ini,ia masih bisa hidup normal dan melakukan semua kegiatan seperti biasa. Masa HIV positif ini bisa sampai 10 tahun kalau daya tahan tubuhnya kuat. Tetapi bila daya tahan tubuhnya lemah maka orang tersebut bisa cepat terserang berbagai penyakit lain. Tanda yang menyolok pada penderita AIDS adalah diare yang terus menerus, pembengkakan kelenjar getah bening,kanker kulit,sariawan,dan berat badan yang turun secara menyolok.

Nah pada saat seperti itu orang tersebut dikatakan sudah sampai pada tahap AIDS dan disebut ODHA (ORANG DENGAN HIV/AIDS). Pada tahap AIDS ini biasanya daya tahan sudah sangat lemah sehingga kemungkinan orang itu akan meninggal. Sampai saat ini belum ada obat ampuh untuk membunuh virus HIV atau menyembuhkan orang dengan AIDS.

Bagaimana Cara Penularan Virus HIV ?

HIV terdapat dalam cairan tubuh yaitu, darah, sperma (air mani), cairan vagina dan air susu ibu. Virus HIV hanya ditularkan kalau cairan tubuh seseorang HIV positif masuk ke dalam aliran darah orang lain.

HIV hanya dapat ditularkan melalui :

  • Seks tanpa pengaman (seks tanpa kondom)
  • Pemakaian bersama jarum dan peralatan lain untuk menyuntik obat.
  • Tindik atau tattoo yang tidak steril.
  • Ibu dan anak selama masa kehamilan, persalinan dan menyusui.
  • Transfusi darah dan atau produk darah di beberapa negara lain. Di Australia, transfusi darah dan produk darah termasuk aman.

HIV tidak dapat ditularkan melalui:

  • Batuk
  • Bersin
  • Meludah
  • Berciuman
  • Menangis (air mata)
  • Alat-alat makan dan piring
  • Seprei dan sarung bantal
  • Toilet dan kamar mandi
  • Melalui kontak sosial biasa.
  • Serangga, seperti nyamuk misalnya.

Tidak ada vaksin untuk mencegah penyakit HIV dan tidak ada obat untuk AIDS, tapi Anda bisa melindungi diri agar tidak terinfeksi. Satu-satunya cara untuk mencegah terinfeksi virus HIV adalah dengan menghindari kegiatan yang meningkatkan risiko tertular HIV dan AIDS. Pada dasarnya, mencegah selalu lebih baik daripada mengobati.

Virus HIV – Info Seputar HIV

Posted in Uncategorized | Leave a comment